Falling For You

Falling For You
Ep 10. Godaan


__ADS_3

Akhirnya setelah perjalanan panjang di udara, gue sampai juga di bandara Incheon. Gue nyari ponsel buat ngabarin Luna, tapi tatapan gue tertuju pada album yang dititipin Yulia.


“gue harus ke sana, ada atau gak ada mereka di asrama gue harus ke sana buat menyelesaikan semuanya. Gue harus keluar secara baik-baik.” gue berhentiin taxi dan langsung meluncur ke asrama AXE.


Sebenarnya gue bisa langsung masuk, tapi setelah gue kabur tanpa pemberitahua gue jadi gak berani.


“siapa?” itu suara Shen


“ini aku, Hyerim.”


“kau sudah kembali? Masuklah!” setelah di ijinkan masuk dan pintu terbuka, gue langsung masuk ke dalam.


Begitu masuk ke dalam rumah, semua member nyembut gue dekat pintu. Sepertinya Shen langsung heboh pas gue datang.


“tanpa bilang-bilang kau main langsung pergi saja ke Indonesia!?” ucap Chen, gue udah tau mereka pasti bakalan bawel banget karena gue mendadak pergi, tanpa ngasih kabar pula. Gue gak bisa nangkap mereka ngobrol apaan, gue lebih fokus nyari orang paling jangkung diantara mereka tapi mata gue gak bisa menemukan batang hidungnyapun.


“Hyerim ayo duduk dulu.” Gue ngikutin mereka ke ruang tengah, dan gue kasih oleh-oleh dari Bandung buat mereka


“Hyerim ini apa?” tanya Kyung


“itu, rengginang. Dari beras ketan. Oppa bisa langsung menggorengnya di minyak panas. Aku jamin enak.”


“ah, makanan ringan?” tanya Kei, gue ngangguk


“dan ini untuk Chen oppa dari Yulia.” Gue kasih boneka bebek besar, padahal itu gue yang beli karena ingat janji gue pas Chen manggil Bekkie di dapur.


“waaah!!” Chen memeluk boneka bebeknya, “terima kasih.”


“terima kasih oleh-olehnya.” Seho tersenyum, gue rindu banget sama mereka. Setelah kedinginan di perjalanan akhirnya gue bisa hangat lagi liat senyum mereka.


“sebelumnya, aku minta maaf karena pergi mendadak dan gak memberitahu kalian.” walaupun waktunya gak pas, tapi gue pas-pasin aja. Soalnya mereka lagi sibuk sama oleh-oleh dari gue.

__ADS_1


“hyung, goreng sekarang. aku pengen nyoba.” Ucap Shen


“tidak apa-apa. pasti ada masalah mendadak kan? Luna bilang ada keluargamu yang sakit dan itu mendadak. Kami ngerti ko.” Ucap Xi


“dan terima kasih selama sebulan aku kerja di sini, kalian sudah sangat baik terhadapku.” Suasana mendadak hening. “apalagi saat aku pingsan di sini. Aku malah merepotkan kalian.”


“Hyerim, kau sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri. Kau sudah banyak membantu kami seharusnya kami yang berterima kasih padamu.” ucap Seho, dia emang cocok buat jadi leader.


“benar apa yang dikatakan Suho hyung.” Ucap Shen


“kau boleh datang kapanpun kau mau. Benar kan hyung?” tanya Bekkie, yang dijawab dengan anggukan Seho, semua member natap gue dan mereka tersenyum. Astaga hati gue adem banget liat mereka hati gue jadi berbunga.


“dan kalau kalian tidak keberatan, aku ada permintaan terakhir.”


“Hye, jangan katakan itu permintaan terakhir. Kedengarannya benar-benar tidak enak!” Ucap Chen


“keponakan ku fans kalian, dan dia sangat menyukai Chen oppa.” Chen tersenyum dan dia bilang terima kasih. “dia menitipkan album kalian padaku, dan dia ingin tanda tangan kalian di album ini.”


“keponakanmu kelas berapa? Siapa namanya?” tanya Chen


“namanya Yulia, dia kelas 3 SMP, sebentar lagi dia masuk SMA.” Mereka mulai nandatanganin album dan ngasih beberapa kalimat motivasi buat Yulia, tapi ponakan gue pasti bingung bagaimana bisa gue dapat tanda tangan semua member padahal sulit banget buat ketemu mereka, dan gak mungkin juga bisa ketemu mereka dalam paket komplit. Udah lah gimana nanti, yang jelas gue mau buat ponakan kesayangan gue senang.


Gue pergi ke dapur ambil minum, rasanya gue dehidrasi padahal gue gak habis lari maraton. Ponsel gue berdering, Luna nelpon gue


“lo diamana? lo udah nyampe kan?”


“sudah 1 jam lalu.”


“dasar! Lo gak ngasih tau gue! sekarang lo di mana?”


“gue di asrama AXE, sorry gue gak pulang dulu. Gue mau semuanya beres sekarang. gue mau mundur.”

__ADS_1


“lo yakin mau mundur? Lo beneran udah gak cinta lagi sama Chan? Lo mau menyerah sama kesempatan yang udah ada di depan mata lo?”


“gue... pokoknya gue gak mau jatuh lebih dalam lagi, gue... gue sadar diri gue ini siapa. Gue mau akhiri semuanya sampai dititik ini, dan lagi gue juga harus pamit, kontrak kerja gue kan udah selesai masa iya gue kabur lagi.”


“ya sudah. Gue tunggu lo di rumah.”


Gue simpan ponsel di saku celana, walaupun sebenarnya gue takut petahanan gue goyah lagi saat gue ketemu dia nanti. Gue berharap dia gak pulang, tapi gue pengen ketemu dia yang terakhir kalinya di depan gue secara langsung.


“astaga!” pas balik badan gue rasa jantung gue mau copot, Chan udah berdiri deket banget sama gue, sejak kapan dia berdiri di belakang gue? gue harap dia gak dengerin percakapan gue sama Luna barusan di telepon.


“kau... datang? Aku... ingin minta maaf soal-“ gue gugup ketemu dia.


Greeb!


Chan meluk gue, MELUK dia MELUK gue. Dan pelukannya erat banget, gelas yang gue pegang gak bisa gue tahan dan akhirnya gelas itu pecah. Gue gak tau gue mesti ngapain, gue udah kaya patung gue gak bisa gerak, ini... ini... ah gue gak bisa ngungkapin kalimat apapun.


“maaf.”


Satu kata yang keluar dari mulut Chan, gue gak ngerti dia bilang maaf buat apa? seharusnya gue yang bilang maaf.


“jangan pergi lagi.”


Mata gue panas, pandangan gue udah gak jelas karena air mata yang udah numpuk di pelupuk mata gue. pertahanan gue hancur. Kenapa saat gue udah berniat mundur sedikit lagi dia malah lakuin hal ini ke gue? apa maksudnya? Apa dia bisa baca pemikiran gue? apa dia mau mempermainkan perasaan gue?


“aku merindukanmu.”


Kata-kata itu sukses bikin air mata gue tumpah, kata-kata itu sukses bikin gue nangis. Gue juga kangen banget sama lo Chan. Ini seperti mimpi, gue rasa ini halusinasi gue tapi dia nyata! pelukan ini nyata! ini bukan mimpi ini asli. gue berusaha buat nahan diri buat gak nangis lagi, gue bakalan berlagak bodoh seolah gak ngerti apa yang dia omongin, gue gak mau masuk kedalam area dia sebelum semuanya jelas.


“apa yang kau bicarakan? Ak-aku tidak mengerti.”


Chan melepas pelukannya dan narik tangan gue buat pergi bersamanya, gue bisa lihat member lain kalang kabut saat kami keluar dari dapur, ya jelaslah mereka pasti dengar suara gelas pecah dan itu narik perhatian mereka buat lihat apa yang terjadi. Kenapa juga Chan gak nahan dirinya buat gak meluk gue di asrama? Ya ampun gimana gue bisa ketemu mereka nanti.

__ADS_1


__ADS_2