Falling For You

Falling For You
Ep 17. Keadaan Yang Baru


__ADS_3

Setelah konfirmasi hubungan gue sama Chan, lingkungan sekitar gue berubah. Gue jadi harus lebih tertutup kemana-mana. Bahkan untuk pergi ke minimarket di dekat rumah pun gue gak bisa lepas sama yang namanya jaket hoddie. Di kampus hampir setiap kali gue jalan setiap pasang mata dari orang-orang yang gue lewatin natap gue dan selang beberapa detik mereka mulai bisik-bisik. Sebenarnya keadaan ini gak bakalan bertahan selamanya, tapi gue risih juga, dan jujur aja rasanya berat. Dan lagi gue khawatir sama keluarga gue di Bandung dan juga ibu, gue hanya berharap mereka gak dapat masalah gara-gara gue pacaran sama Chan.


Ada yang bilang gue gadis paling beruntung, sebenarnya gue belum bisa disebut beruntung sepenuhnya kalau masih jadi pacar kalau status gue berubah jadi istrinya ya bisa dibilang gue emang beruntung sepenuhnya. Seketika gue jadi bahan obrolan awak media yang penasaran sama identitas dan asal usul gue, telinga gue selalu saja panas hampir setiap hari dan selalu saja berdengung (katanya sih ada yang ngomongin).


Tapi gue harus terbiasa dengan status baru gue sebagai kekasih seorang idol, tapi untungnya ada juga yang ngedukung gue dan Chan, meskipun gue tau hati mereka pada potek Chan udah gak single lagi.


“Hye ada paket!”


Gue natap Luna, pas gue buka ternyata boneka jerami yang udah di tempelin paku dan lagi pake foto gue. Bukan hanya ini saja sebenarnya, setelah konfirmasi itu gue tiba-tiba kebanjiran paket, dan ya kalian tau sebagian besar isinya apaan.


“sabar ya. Hidup ini penuh dengan cobaan!” Luna megang bahu gue sebentar kemudian berlalu dari kamar gue.


“mau makan malam apa?” teriaknya dari dapur


“terserah.”


Gue tatap ponsel di atas meja, Chan belum menghubungi gue sama sekali. Gue tanya Bekkie katanya Chan sibuk banget datang ke asrama langsung tidur pagi berangkat lagi. Yang bisa gue lakuin ya percaya aja, gue percaya sama dia.


Malamnya gue ditinggal lagi sama Luna, meskipun Luna gak mau ninggalin gue sendirian tapi gue nyuruh dia buat pergi, gue gak tega.


Gue buka kulkas, gak ada cemilan apapun. Gue ambil jaket yang tergantung di kamar setelah persiapan selesai langsung pergi ke minimarket.


Gue ambil beberapa cemilan sebagian buat stok beberapa hari kedepan, saat lagi milih tiba-tiba seseorang nabrak gue


“mianheyo!” gue bisa lihat dua orang siswa sepertinya anak SMA menunduk sebagai permintaan maaf.


“eo! Bukankah eonni pacarnya Chan oppa?” seorang siswa berambut pendek terkejut melihat gue.


“benar! Eonni chukae! Kami akan mendukungmu dan Chan oppa. Sekali lagi selamat eonni!”


“kami senang kalau Chan oppa bahagia.”


“gomawoyo!” jawab gue dengan gugup, adem banget sih kalau mereka semua seperti ini, ya meskipun gue gak tau mereka beneran ngucapin dengan tulus atau enggak.


Selesai bayar gue segera keluar dari minimarket, tapi baru juga keluar gue udah dikasih kejutan siraman air dari beberapa pelajar, gue bisa lihat mereka lari berhamburan mungkin takut gue ngejar mereka. kesal iya, jangan ditanya lagi.

__ADS_1


Tapi gue lebih milih gak ngebalas perbuatan mereka ke gue “padahal mereka masih sekolah.” Gue mendesah pelan, dan lebih memilih pulang.


Sinar lampu mobil buat mata gue silau, setelah lampu padam seseorang keluar dari mobil. Melihat siapa yang keluar senyum gue merekah, gue kangen banget sama dia. perlahan gue berjalan menghampirinya, begitu juga dia. begitu kami sudah saling berhadapan dalam jarak yang cukup dekat, ia merentangkan tangannya seakan nyuruh gue buat masuk ke dalam pelukan dia, tapi gue menggeleng. Mungkin dia ngerti dan malah ngambil alih kresek belanjaan dari tangan gue.


Chan benar-benar seperti orang kelaparan, dia makan dengan sangat lahap “pelan-pelan. Nanti kau bisa tersedak.”


“ini enak. Kau yang masak?”


“bukan, Luna yang masak. Aku sedang tidak mood untuk masak hari ini.”


“masih lebih enak masakanmu.” Sebenarnya gue bukan tersenyum karena pujiannya, melihatnya makan dengan lahap dengan berbagai ekspresi benar-benar lucu. Gue benar-benar menyukainya dari berbagai sisi.


“ada apa? dari tadi kau tersenyum terus.”


“aku merindukanmu.”


Chan mengadahkan wajahnya yang sedari tadi menunduk karena sibuk makan “aku akan segera selesaikan makanku.”


Setelah selesai makan malam, kami duduk bersama di ruang tengah “Luna pergi kemana?”


“dia pergi dengan Hyun Jong. Entah bagaimana hubungan mereka yang sebenarnya. Masih misteri.”


“tidak masalah. Aku mengerti kau pasti sibuk. Lagi pula ini bukan yang pertama kalinya.”


Chan tersenyum “untunglah kau pengertian. Kau baik-baik saja kan? maksudku setelah aku mengkonfirmasi hubungan kita.”


“aku baik-baik saja. kau bisa lihat sendiri. Walaupun sekarang situasinya berbeda, tapi kau tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”


Tangan gue tergerak menyentuh pipinya dia memegang tangan gue yang ada di pipinya, perlahan wajahnya mendekat dengan tatapan lembut dan senyum hangatnya, ia memindahkan tangan gue ke pundaknya, perlahan mata gue tertutup sampai akhirnya gue bisa merasakan kehangatan dari sentuhan bibirnya di permukaan bibir gue. lumatannya yang lembut selalu bisa buat gue merasa nyaman dan hanyut dalam setiap kehangatan yang ia salurkan. Chan menghentikan ciumannya kami berdua tersenyum beberapa detik kemudian Chan mengesekkan hidungnya ke hidung gue dengan gemas, akhirnya kami berdua tertawa dengan tingkah laku kami sendiri.


“ah! Tadi aku membeli ubi bakar, aku ambil dulu di dapur..” Gue berlari kecil ke dapur, untung gue ingat gak terbawa suasana.


Tapi begitu kembali ke ruang tengah, senyum gue lenyap. Chan memegang paket berisi boneka jerami tadi siang, gue lupa seharusnya kotak itu udah gue buang dan kenapa juga gue taruh di sana?


“Chan itu---“

__ADS_1


“siapa yang mengirim ini padamu?!” gue diam, tadinya gue gak mau ngasih tau dia soal masalah seperti ini tapi--- “katakan siapa!” suara Chan meninggi


“aku tidak tau! Seseorang mengirimkannya tadi siang, aku tidak tau siapa dia.”


“dan aku yakin kalau ini bukan yang pertama!” gue menghela nafas pasrah, Chan menghampiri gue “kenapa kau tidak memberitahuku dan malah berkata kau baik-baik saja!”


“sungguh aku baik-baik saja. kau lihat sendiri aku tidak apa-apa. aku tidak memberitahumu karena aku tidak ingin menambah kekhawatiranmu dan menambah masalahmu.”


“Hye, kau itu tanggung jawabku. Aku sudah berjanji untuk menjagamu. Aku ingin kau baik-baik saja---“


“aku baik-baik saja Chan.” Gue tersenyum berusaha nenangin dia, meyakinkan dia “aku baik-baik saja. aku janji jika terjadi sesuatu aku akan memberitahumu. Aku janji! Untuk sekarang aku baik-baik saja, hmm.”


“maafkan aku.”


“kenapa kau minta maaf? Ini sudah jadi keputusanku karena aku tidak mau kehilanganmu. Jadi jangan pernah menyuruhku untuk menjauh darimu.”


“apalagi yang terjadi selain ini?”


“aku tidak mau membuatmu semakin khawatir.”


“ceritakan!”


Akhirnya gue ceritain semuanya, Chan udah mau nelpon polisi tapi gue larang dia karena gue udah prediksi ini bakalan terjadi dan gue juga udah cukup kebal buat dapat sumpah serapah dari fansnya.


“tapi ini keterlaluan! Hampir setiap hari mereka mengirim ini padamu, bahkan tadi kau di siram air ini sudah berlebihan!”


Chan mengusap baju gue yang masih terlihat basah.


Emang sih, siapa juga yang pengen pacaranya di dzolimin sama orang lain, gue ngerti juga dan wajar kalo Chan bakal marah seperti ini, tapi gue berusaha buat nenangin dia dan bilang lama kelamaan semuanya juga bakalan kembali normal.


“aku sayang pada fansku, tapi jika mereka seperti ini padamu aku rela kehilangan mereka.”


“jangan bilang seperti itu, mereka melakukan semua ini karena mereka belum rela melepaskanmu padaku. Ya aku pun juga bakal kecewa, sakit hati kalau kau jadian dengan seorang perempuan.”


“maaf, karena aku kau jadi terbebani begini. tapi kan aku akhirnya memilihmu~” ucap Chan dengan senyum manjanya, haaahhh~ gue meleleh.

__ADS_1


“i-iya... semisalnya, aku bilangkan misalnya.”


“sayangku, sayangku~~ sini sini~” Chan memeluk gue dengan manja, dia bahkan menyemangati gue dengan nada yang benar-benar bikin gue gemas setengah mati, ya ampun cute banget!!! Help meeeee!! Aku gak kuaaaaaaaaaaaatttt!!!


__ADS_2