Falling For You

Falling For You
Ep 25. Kejutan


__ADS_3

Gue berlari melewati orang-orang yang lalu lalang di kantor, “aish gue telat 30 menit!”, begitu sampai di ruang siaran dengan segera gue masuk dengan nafas ngosngosan.


“Hyerim-san!” Asuna nyapa gue, di raut wajahnya sepertinya tergambar penyesalan, tapi kenapa?


“gomenasai! Tadi ada kecelakaan di jalan.”


gue jelasin kenapa gue bisa telat datang.


“aku yang harusnya minta maaf. Yuna-chan bilang dia tidak tau apapun jadi dia malah datang.”


gue bingung jadinya, maksudnya apa sih? gue lagi sakit ditambah keadaan gak jelas bigini tambah pusing kepala gue.


“pacarmu ada di sini!”


“pacar? Aku tidak punya pacar.”


lagian emang gue gak punya pacar, gue juga kan udah putus sama Chan, gue juga gak lagi dekat denga siapa pun. Maksudnya apa sih?


“kau ini! pacar idol mu ada di sana! Dia tamu kita.”


“i-- idol?”


Perlahan gue melihat arah pandang Asuna,



“hhhhh...” tubuh gue mematung. Kenapa dia ada di sini? Dan lagi pacar?


Kita udah putus, mana mungkin mereka gak tau?!


“ini hari ulang tahunnya, kau mau memberinya hadiah apa? oh~ jangan-jangan kau sedang berpura-pura untuk menjahilinya ya? sayang sekali...”


“apa yang kalian lakukan? Ayo duduk!” gue terpaksa nurut apa kata manajer.


Sepanjang acara gue gak mau melihat ke depan, seandainya manajer gak ada di sini gue udah kabur dari tadi. Jujur gue gak munafik, gue emang masih sayang sama Chan. Tapi gue gak mau dia terluka lagi gara-gara gue, apalagi fansnya udah gak suka sama gue.


“akhirnya kita sampai di akhir acara, Chan-san tolong katakan sesuatu untuk penggemarmu di Jepang di hari ulang tahunmu kali ini.”


“aku sangat berterima kasih pada fansku karena kalian masih setia bersamaku dan juga AXE. Rasanya ucapan terima kasih saja tidak akan cukup untuk kalian. Aku harap kalian dari awal tahun ini sampai akhir bisa merasakan kebahagiaan lebih dari tahun sebelumnya. Mari kita akhiri tahun ini dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Dan...”


Asuna menepuk tangan gue, refleks gue ikutin arah pandangan dia dan Chan lagi natap ke arah gue. Serasa dihipnotis pandangan gue gak bisa beralih ketempat lain.


“aku sangat berterima kasih pada Tuhan, karena hari ini di sini, aku mendapatkan hadiah terindahku.”


Semua orang yang ada di ruang siaran menahan senyumnya, entah ekspresi apa yang harus gue keluarkan sekarang, semuanya serasa campur aduk gak jelas.

__ADS_1


Selesai acara gue langsung pergi keluar ruangan, dengan berlari kecil gue segera turun keluar dari gedung. Gue gak percaya dia masih nganggap gue pacarnya, jadi selama ini dia gak memberi konfirmasi pada publik kalau hubungannya sudah berakhir? Kemana aja gue...


dan lagi Luna bohong sama gue? dia bilang Chan udah mengkonfirmasi semuanya soal berakhirnya hubungan kita, tapi apa?! dasar! dia bohongin gue. Dia sekongkol sama Chan!


Greeb!


Tubuh gue tiba-tiba tertarik ke belakang sampai akhirnya kami saling berhadapan,


‘geurae, percuma gue lari. Toh gue bakalan selalu terkejar.’


Gue rasa Chan udah gak peduli sama orang-orang di sekitarnya dengan tindakan apa yang dia lakukan sekarang, tapi gue? gue gak bisa bodo amat sama situasi sekarang!


“kajima!”


Wajah sedihnya buat gue gak bisa berkutik, dan lagi kalaupun gue berontak gak bakalan gue lakuin di sini karena gue masih punya rasa malu, gue masih mikirin reputasinya dia.


‘Tuhan, apa takdirku memang harus seperti ini?’


Akhirnya gue jalan bareng sama Chan, gak sedikit yang memotret kami berdua tapi mereka masih tetap tenang.


“kenapa kau tidak memberitahukan pada publik kalau kita sudah putus?”


“sudah kukatakan kau boleh lakukan apapun maumu, tapi aku tetap tidak akan merimanya. Dan aku juga sudah bilang aku akan menunggumu.”


“bagaimana jika aku tidak kembali?”


“jangan mencariku. Jangan berharap padaku lagi.”


“kau sudah tidak mencintaiku lagi? Kau yakin?”


Pertanyaan yang sungguh berat buat gue jawab, “aku sudah tidak peduli lagi padamu jadi jangan mencariku lagi!”


“aku tidak tanya kau peduli padaku atau tidak, aku tanya apa kau masih mencintaiku atau tidak?!”


Gue berjalan meninggalkan Chan di belakang tanpa menjawab, gue gak bisa bohongi perasaan gue sendiri. Rasanya berat, sangat sakit apalagi saat dia menggenggam tangan gue. gue gak mau melepaskannya.


Tiba-tiba saja terdengar banyak suara klakson mobil begitu juga orang-orang yang berteriak,


“apa yang orang itu lakukan?”


“oppa! Apa yang kau lakukan?!!”


pikiran gue langsung tertuju pada Chan, dengan cepat gue melihat ke arah jalan dan Chan melintas begitu saja bahkan dengan sangat pelan.


“apa yang dia lakukan? apa dia ingin gue mati di rajam saat ini juga?! Ya Tuhan!”

__ADS_1


Begitu lampu merah menyala gue langsung lari nyamperin Chan dan membawanya ketempat yang lebih sepi.


“apa yang barusan kau lakukan? Kalau kau tertabrak bagaimana?!”


“kau bilang kau tidak peduli padaku, lalu kenapa kau datang?”


“kau benar-benar sudah gila! Apa kau benar-benar ingin mati? Apa kau tidak memikirkanku sama sekali? Kalau kau tertabrak aku yang akan di salahkan! Rasa bersalahku akan bertambah kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu kau tau!?”


dan gue nangis lagi di depan dia. Gue khawatir, gue takut.


Chan terdiam dia terus menatap gue dan tak lama dia mengusap air mata gue.


“kau masih peduli padaku, kau masih mencintaiku benarkan?”


“aku peduli pada diriku sendiri. Bagaimana jika nanti fansmu datang dan merajamku, mereka pasti akan memasukanku kepenjara dan mereka tidak akan pernah melepaskanku. aku tidak bisa hidup tenang lagi di sini!”


gue masih menyangkalnya, apa bisa gue buat dia menjauh dari gue?


Chan narik gue ke dalam pelukannya, gue gak bisa bohong gue rindu banget pelukan ini, kehangatan ini gue sangat merindukannya.


“maaf, maafkan aku karena bertindak ceroboh dan membuatmu khawatir. Maafkan aku.”


Semakin erat pelukannya, semakin gue mencoba menahan diri buat gak peluk dia. Gue harus mempertahankan harga diri gue.


Saat Chan melepas pelukannya, gue langsung pergi ninggalin dia. “kau mau kemana? Kenapa kau tak memelukku?”


Gue berbalik natap dia “ya ampun Chan! Ini tempat umum kenapa kau berteriak?!”


Dia udah beneran gila!


“lalu kenapa kau tidak memelukku? Kau tidak merindukanku, hmm?”


“kau seperti anak kecil! Jangan ikuti aku!”


“aku akan seperti anak kecil. Aku akan mengikutimu kemanapun.”


Gue berjalan cepat, bahkan berlari saat Chan dengan cepat menyusul gue. Rasanya benar-benar konyol.


“berhenti! Jangan ikuti aku!”


“Hye-ya! Aishiteru!”


dengan suaranya yang keras


Gue berbalik dan menutup mulutnya, “kau sudah tidak punya malu apa?! Atau kau sudah terjangkit virus gila dadakan?!”

__ADS_1


Chan melepaskan tangan gue, “untuk apa aku malu? Semua orang tau kalau kau kekasihku.”


“terserah!” senyum kecil itu, gak bisa gue tahan, oke Chan gue yang kalah dan Lo yang menang.


__ADS_2