Falling For You

Falling For You
Ep 16. Terungkap - Awal Mula


__ADS_3

Kegiatan tidur gue terusik gara-gara tubuh gue terguncang-guncang dengan keras. Perlahan gue buka mata yang enggan untuk terbuka dan masih ingin terpejam.


“bangung! Kenapa lo sulit banget bangun sih!”


“ini di mana?”


“ini di rumah kita, di kamar lo. Semalam Chan nganterin lo pulang dalam keadaan tidur. Sekarang bukan itu masalahnya!”


Gue bangun dan langsung ke posisi duduk dengan rambut acak-acakan.


“ada gempa bumi kah?”


“gempa bumi pantat lo! kenapa lo gak hati-hati sih semalam?!”


“oh~ kirain ada gempa bumi, lo bikin gue kaget aja. Hooooaaammm~ hati-hati apaan sih? Gue baik-baik aja, lo bisa lihat sendiri kan? pagi-pagi gini lo ko jadi aneh sih.”


“ini! lihat ini!” Luna memberikan ponselnya sambil nunjuk-nunjuk layar ponselnya, gue kucek mata gue biar terlihat jelas apa yang dimaksud Luna. “foto lo sama Chan udah nyebar!” mata gue langsung terbelalak mendengar perkataan Luna.


Chan AXE Tertangkap Sedang Berkencan Dengan Seorang Wanita Di Sebuah Bioskop.


Siapakah Wanita yang Dikencani Chan AXE?


“jadi semalam--“


“semalam apa?” tanya Luna


Ponsel gue berdering “Chan.” Tanpa nunggu gue langsung angkat


“Chan semalam--“


“akan ada banyak wartawan yang mencarimu. Dan juga fansku pasti akan berkumpul di depan rumahmu. Jadi aku harap kau tidak akan keluar rumah dalam beberapa hari ini.”


“lalu kuliahku bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Kau bagaimana?”


“untuk urusan itu kau jangan cemas. Sekarang kau hanya perlu diam, jangan angkat panggilan dari nomor tidak dikenal. Jangan bicara sepatah katapun. Dan kau jangan cemaskan aku, biar aku yang urus semuanya.”


“tapi aku khawatir padamu. bagaimana jika--“


“jangan cemas. Aku bisa mengurusnya. Yang terpenting kau turuti perkataanku, hmm?”

__ADS_1


“baiklah, tapi kau harus jaga dirimu.”


“aku janji. Aku akan melindungimu.” Setidaknya kalimat itu bisa nenangin gue tapi bikin gue nangis juga.


Bunyi bel terdengar terus tanpa henti, bahkan gue bisa dengar suara banyak orang di luar sana!


“mereka sudah tau identitas lo.”


“maaf, gara-gara gue lo malah jadi ikutan terlibat.”


“gak masalah. Ini cukup menegangkan. Mungkin bakalan jadi pengalaman paling berkesan dalam hidup gue.” Gue tertawa, masih aja dia bisa bercanda saat keadaan lagi genting seperti sekarang.


“oh ya, Ryu dan yang lainnya gimana?” tanya gue khawatir, mereka sahabat gue, dan gue takut di kampus mereka malah kena akibatnya.


“Ryu bilang mereka emang di datangi banyak orang. Tapi mereka bilang gak tau apa-apa karena lo rahasiain hubungan lo sama Chan dari mereka.”


Ya Tuhan, gue bersyukur banget punya sahabat seperti mereka. “lo sendiri? Pasti banyak yang hubungin lo kan?”


“gue gak jawab panggilan mereka.”


“maafin gue.” sekali lagi gue menunduk.


“gue gak tau, dia gak bicara soal itu. dia cuma nyuruh gue gak keluar rumah dalam beberapa hari mungkin sampai semuanya tenang. Dia bilang dia bakal urus semuanya.”


Ponsel gue berdering lagi, nama ibu tertera di layar. Beliau pasti sudah tau beritanya dan khawatir banget sama gue.


“eomma.”


“kau baik-baik saja kan? kenapa kau tidak memberitahu ibu?”


“aku baik-baik saja. maaf bu, tadinya aku akan memberi tau ibu saat aku pulang ke Busan tapi ternyata media sudah tau lebih dulu. Maaf sudah buat ibu khawatir.”


“hhhhh.... ibu bersyukur kau baik-baik saja.”


“ibu sendiri baik-baik saja kan? apa ada yang datang ke rumah ibu?”


“ibu baik-baik saja, tidak ada. Mereka mungkin belum tau. Kalau kau ada di sini pasti rumah ibu sudah diserbu.”


“untung saja aku tidak pulang ke Busan.”

__ADS_1


“baiklah, jaga dirimu baik-baik. kalau situasi sudah membaik ibu akan mengunjungimu.”


“aku akan menunggu ibu. Ibu juga harus jaga diri ibu. Aku merindukanmu bu.”


“ibu juga. ingat selalu waspada dan berhati-hati.”


Gue lihat ada email masuk, dari Yulia. Jelas saja berita ini pasti sudah menyebar kemana-mana. Bukan hanya di Korea.


Yulia


Teteh beneran jadian sama Chan? Teman-teman di kelas pada heboh. Terus kenapa teteh gak bilang sama ade?


-Maafin teteh, waktu itu teteh lagi ada masalah sama Chan dan teteh gak mau berharap. Ade baik-baik aja kan?-


Yulia


Sebenarnya ade ditanyain banyak hal sama teman-teman deket ade yang tau kalo teteh keluarga de, tapi ade bilang aja ade gak tau apa-apa. Teteh jaga diri ya di sana! Dan selamat juga, meskipun de patah hati tapi de bahagia luar biasa, huhuhuhu T_T


-Ade juga jaga diri ade! Bilangin sama ayah teteh baik-baik aja. Gak usah cemas. Terima kasih banyak de,-


saat saing gue intip lagi keluar dari jendela kamar, diluar masih banyak orang. Entah bakal berapa lama mereka ada di sana. Chan kau baik-baik saja kan?


Gue sama sekali gak bisa tenang, gue gak tau apa yang terjadi dan gue gak mau buka situs apapun di ponsel. Apalagi Chan belum ngasih kabar apapun, dia sama sekali belum menghubungi gue.


“Hye, lihat!”


Luna berlari menghampiri gue “apa ada apa? Chan baik-baik saja kan?”


“Chanl udah mengkonfirmasi hubungannya sama lo.” Gue rebut ponsel dari pemilik aslinya, gue baca berbagai berita yang intinya ‘Chan AXE Sedang Menjalin Sebuah Hubungan’ air mata gue jatuh, Luna meluk gue. entah gue harus tersenyum atau malah ketakutan gue gak tau semuanya campur aduk.


Komentar negatif dan positif bertebaran di setiap berita. Ada yang ngedukung Chan ada juga yang gak terima kenapa Chan jadian sama wanita biasa gak sama sesama idol. Apalagi fans yang udah shipperin Chan dengan idol lain, mereka protes karena kapal mereka karam.


Saat aku membaca setiap komentarnya di berbagai laman sosial media bulu kudukku bergidik, komentar-komentar mereka yang tidak menyetuji hubungan kami benar-benar menyeramkan. Bahkan tanganku saja sampai gemetaran. Inilah resiko yang harus aku hadapi. Resiko yang tidak bisa aku hindari, aku sudah tidak bisa lari lagi.


“Hye, ini bukan akhir dari segalanya. Ini baru awal hubungan lo sama Chan. Kehidupan lo bakalan berubah. Apa lo siap?”


“gue gak mau kehilangan dia. gue gak mau ninggalin dia. gue harus siap dengan semua kemungkinan yang bakalan terjadi.”


“gue akan ninggalin lo, gue akan selalu ada buat lo, begitupun Ryu dan yang lain. lo gak usah takut.” gue senyum terharu, senyum bahagia karena gue bangga punya sahabat seperti dia

__ADS_1


seperti mereka.. Gomawo chingu..


__ADS_2