Falling For You

Falling For You
Ep 28. You Are My Destiny (Tamat)


__ADS_3

Note : bacanya sambil dengerin lagu Shane Filan - Beautiful In White ya biar makin meresapi 😁


-------------------------------



Wedding hall di Lotte World Hotel sudah di penuhi banyak orang, tinggal menunggu beberapa menit lagi gue bakalan sah jadi istrinya Chan, senang banget gue!! Selesai di make up Luna langsung ngambil foto gue dan kami selfie bareng, dia bilang kalau hari ini adalah hari patah hati internasional, ya gue ngerti karena apa gak perlu lagi gue tanyain alasan dibalik itu semua karena gue udah tau, tapi maaf untuk para fans Chan di berbagai penjuru dunia, guelah yang berbahagia hari ini hahahaha.


“kau sangat cantik sayang.” Saat ibu memuji gue, rasanya gue beneran pengen nangis, akhirnya gue sampai pada titik ini juga, ibu bahkan terus berkata kalau putri satu-satunya yang masih manja dan keanak-anakan sekarang sudah akan menikah, menjadi seorang istri. Tanpa suara ibu mengatakan jangan menangis, gue ngerti dan akhirnya gue coba tahan air mata gue.


Nenek, tante, paman, Yulia dan saudara-saudara gue yang lain sudah pada datang, mereka menangis terharu begitu melihat gue apalagi yang dari Indonesia, mereka kaget liar biasa mendengar rencana pernikahan gue, nenek mendekat kedua matanya kini berlinang air mata haru kebahagiaan. “aku tidak tau kalau aku akan sebahagia ini, aku masih sempat melihat momen paling bahagia dalam hidupmu.”


“aku juga senang karena Tuhan memberikan nenek umur panjang, akhirnya nenek bisa melihatku menikah. Terima kasih nenek untuk semuanya. Tetap sehat ya nek.” nenek tersenyum kemudian mencium kening gue. Ya Tuhan terima kasih untuk semuanya.


Yulia bilang media sosial miliknya banjir komentar saat foto selfienya sama gue dia unggah, sepertinya dia benar-benar gak tahan kalau gak di unggah cepat-cepat.


“teman-temanku kaget karena mereka baru tahu kalau teteh keluargaku. Yang udah tau teteh keluargaku pun masih aja kaget. Teteh tau gak? ada yang ampe nangis semalaman lho.”


aku tertawa kembali diatas luka orang lain, “kau menjaga rahasia dengan baik. Hadiahnya kau akan bertemu Chen dan yang lainnya hari ini.” anak itu dari tadi gak bisa berhenti tersenyum, dia sampai bilang kalau pipinya sudah pegal karena terus tersenyum sejak tadi apalagi kalau membayangkan saat ketemu member AXE nanti terutama Chen nanti.


Gue lebih memilih dress gown dengan hiasan di bagian bahu, dada dan pinggang. Sebenarnya selera gue buat milih baju itu jelek, tapi syukurlah mereka suka dengan pilihan gue yang satu ini, tapi mana ada sih gaun pengantin yang gak cantik? Semuanya pasti cantik. Cuma tergantung sama selera kita aja.


Ryu, Dae Wong, Kang Min, Sang Chul, mereka sudah datang. Mereka langsung mengucapkan selamat sama gue.


“cieee, Nyonya Park Chan! Sekarang gue yang berasa lagi mimpi liat lo akhirnya jadi juga sama dia.” ucap Ryu

__ADS_1


“gue juga berasa ini mimpi. Thanks kalian udah pada datang. Apalagi lho Dae Wong, lo kan lagi di China.”


“ya gue harus datang dong. Lo kan sahabat gue, sahabat kita, masa gak datang sih.” Ucap Dae Wong


“semoga kalian hidup bahagia.” Ucap Kang Min


“Ryu, lo harus siap buat nanti malam.” Ucapan Sang Chul di balas dengan anggukan oleh Ryu, gue mencium bau-bau sesuatu dari gelagat mereka. Apalagi Ryu jelas-jelas dia mesum, pasti dia bakalan ngelakuin hal yang aneh-aneh. Pokoknya nanti malam gue harus matiin handphone, gue udah tau mereka mau ngapain.


Hyerin akhirnya datang juga, rasanya gue bahagia banget dia mau datang ke acara pernikahan gue.


“Hyerim, selamat untuk pernikahanmu.” Gue bisa lihat senyum tulusnya, tapi Hyerin masih menyimpan perasaan bersalah dan kesedihannya karena Hyerim saudara kandungnya masih meringkuk di sel tahanan.


“maafkan aku, maafkan kakakku—“


Hyerin meneteskan air matanya, “gomawo, Hyerim.”


Gue genggam erat tangannya, gue harap dia mengerti kalau semuanya akan berlalu dan kedepannyaakan lebih baik lagi. Yang lalu memang bukan untuk dilupakan, tapi digunakan sebagai bentuk pembelajaran.


Ayah masuk nyamperin gue, matanya terlihat berkaca-kaca dan itu membuat gue terharu lagi, pengen nangis lagi. Ayah yang jauh dari gue, bertemu tak tentu kapan, sekarang ada di hadapan gue di acara pernikahan gue sebagai wali sah, “putri ayah sangat cantik. Siapkan dirimu waktunya sebentar lagi.” Gue pun mengangguk,


Kini gue sudah berdiri di depan sebuah pintu aula, sebelum masuk gue genggam erat tangan ayah, gue benar-benar gugup. Ayah mengusap tangan gue meyakinkan semuanya akan berjalan dengan lancar.


Begitu pintu di buka, perlahan gue masuk ke dalam aula. Semua mata memandang ke arah gue dan juga ayah, kilatan blitz kamera terpancar dari berbagai sudut, lagu pengantar pun ikut mengantarkanku ke altar untuk menemui teman hidupku.


Kenangan saat pertama gue jadi fans AXE lalu bagaimana gue sangat menyukai Chan, kejadian saat gue gak sengaja mukul Chan, kerja di asrama AXE, moment kencan, sampai hal paling menyedihkan semua terlintas dipikiran gue.

__ADS_1


Setelah semua yang gue lalui, bahkan saat Chan menyatakan akan menikah masih banyak yang tidak terima, mereka khawatir dengan karir Chan, bahkan gak sedikit yang masih marah atas kejadian yang membuat Chan harus ke rumah sakit.


Tapi takdir berkata lain, hari ini gue sangat bahagia beberapa menit lagi gue bakalan menyandang marga Park, istri sah dari seorang pria bernama Park Chan, dan gue bersyukur meskipun gue harus melalui banyak hal bahkan sampai sekarang ataupun kedepannya. Gue hanya berharap gue bisa hidup bahagia bersama Chan selamanya.


Begitu mentap ke arah depan gue lihat Chan memandang gue sambil tersenyum. Ia terlihat sangat tampan dengan setelan jas yang ia pilih sendiri. Gue gak bisa menyembunyikan senyum bahagia gue, melihatnya begitu tenang gue juga ikut tenang.


Sampai di altar, ayah menyerahkan gue pada Chan, detik itu juga hidup gue sudah jadi tanggung jawab Chan.


“gugup?” bisik Chan


“jangan tanya lagi.”


Selesai mengucapkan janji suci, gue dan Chan saling berhadapan. Gue gak bisa menyembunyikan senyum bahagia gue, perlahan tangannya menyentuh pipi gue wajahnya mendekat sedetik kemudian bibirnya menyentuh bibir gue. terdengar riuh tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir.


Chan melepaskan tautan bibirnya, kami berdua tersenyum bahagia. “saranghae, Park Hyerim.”


Ucapan itu membuat senyum gue merekah,


“nado saranghae, Park Chan.”


Kemudian kami membungkuk menghadap tamu undangan memberikan rasa hormat dan terima kasih.


Ini adalah hari dan momen paling bahagia dalam hidup gue. Sesuatu yang hanya bisa gue lamunin setiap hari dari seorang fans yang menyukai idolnya, karena kejadian yang tak terduga akhirnya semua jadi kenyataan. Maafin gue, tapi kali ini gue bakal menyobongkan diri gue sebagai gadis yang paling beruntung di dunia ini, dan gue gak bakalan mencabutnya lagi. Hari ini gue sepenuhnya jadi gadis paaaaaaling beruntung di dunia ini.


😄

__ADS_1


__ADS_2