
Gue gak salah dengerkan? Chan manggil nama gue, suara serak basahnya ya ampun. Gue ambyar!! Gue mau ngomong buat jawab 'iya' aja tiba-tiba jadi susah, suara gue keamana sih? Akhirnya gue ngangguk aja. Tapi di tatap serius sama dia kok gue jadi takut juga, tatapannya... menusuk ke hati, akh..
Gue beralih menatap member lain, hati gue kembali meleleh melihat senyum manis mereka, gue takut gue kena penyakit gula, mereka terlalu manis!
😍
“ini dompetmu kan?”
Sesuatu yang sedang gue cari mati-matian ada di tangan suami online gue, tapi kenapa bisa? Karena suara gue masih belum kembali, gue ngangguk lagi. Gue coba ngambil dompet yang dia sodorkan, tapi dia malah narik lagi dompet gue.
“kau ingat ini?”
Chan nunjuk keningnya yang di perban. Lah kening laki gue kenapa? Gue coba mikir dulu, dompet gue ada di Chan udah gitu keningnya luka, 😲 mungkinkah? Gue natap Chan, masa iya sih semalam yang gue pukul itu Chan?
😨
“ok, kau pasti tidak ingat. Semalam kau memukul keningku dengan kaleng minuman disaat aku ingin mengembalikan dompetmu yang jatuh. Apa kau ingat sekarang?”
Seseorag tolong pukul gue, apa gue bener setega itu semalam. Gue bukannya gak inget tapi gue gak nyangka kalau orang yang gue pukul itu seorang Chan AXE suami gue sendiri (online maksudnya.) istri durhaka banget gue. Gue udah gak di luar angkasa lagi, gue udah masuk ke dalam dasar bumi.
“dan kau malah lari begitu saja tanpa minta maaf.”
Iya gue tau, andai gue tau kalo itu suami sendiri gue gak bakalan lari. Tapi gue nyangkanya tuh penguntit, penculik, orang gila, orang gak waras, orang mabuk, dan lagi gue nyangkanya kalo kamu itu hantu sayangku!
Tunggu! Dia gak bakalan jeblosin gue ke penjara kan? kalo bener itu terjadi muka gue mau ditaro di mana?
riwayat hidup gue beneran udah tamat 😱
__ADS_1
“dan sekarang-“
“aku gak mau di penjara, jangan masukkan aku ke penjara aku mohon. Semalam aku kaget karena kau tiba-tiba memegang bahuku, aku pikir kau hantu, aku pikir kau penguntit aku benar-benar ketakukan. Aku mohon maafkan aku, aku tidak sengaja!” akhirnya gue bisa ngomong juga. Suara gue keluar begitu saja sebagai bentuk sebuah pembelaan dan pertahanan diri. Hohoho terima kasih Tuhan 😭
“akhirnya kau bicara juga. Tapi kau sudah melukai wajah tampan ku ini, lukanya gak akan bisa sembuh hanya dalam sehari saja. lalu bekasnya juga bagaimana? aku seorang idol, wajahku adalah salah satu harta yang paling berharga dan harus di jaga, jadi kau harus bertanggung jawab untuk apa yang sudah kau lakukan.”
Kepercayaan dirinya benar-benar real, bukan sekedar kaleng-kaleng saja. “kau bisa pergi ke dokter kulit. Kau kan banyak uang.” ucap gue sambil nunduk dengan wajah sedikit takut dan juga bercampur dengan rasa sebal karena kepedeannya itu, tapi itu emang fakta kalau dia ganteng 😭 Gue bisa denger Shen menahan tawanya.
“kau berani melawan juga ternyata. Aku lapor polisi saja bagaimana?”
Demi dewa dewi laut darat udara angin, gue gak percaya kalo Chan bener-bener tega laporin hal kecil kaya gini ke polisi. Iya emang gua udah bikin wajah tampannya lecet, tapi kan gue gak sengaja, itu murni sebuah kecelakaan. Ini orang emang lagi sensi apa gimana?
“aku hanya rakyat jelata tak punya apa-apa," gue mengeluarkan jurus wajah memelas padanya "😢... aku akan lakukan apapun, tapi jangan laporkan aku ke polisi. Apapun, asal kau jangan minta uang aku hanya mahasiswa biasa!”
“Chan, ini kan dilakukannya tidak sengaja. Maafkan saja dia.” Ya ampun gue bener-bener bersukur Seho dijadiin leader, gue berharap lo jadi jodoh gue aja.
“kau pikir aku serius hyung, lagi pula aku juga malas berurusan dengan polisi.”
😤
“aku tidak akan memasukkanmu ke penjara. Tapi kau harus bertanggung jawab untuk ini!”
“aku tidak punya uang!”
gue menegaskan hal yang paling penting dari negosiasi ini.
“aku tidak minta uang. Uangku banyak. Kau punya pekerjaan?”
__ADS_1
Pamer lagi dia 😒, “kerja paruh waktu di cafe dekat kampus.”
“hyung, bisa kau keluarkan dia dari cafe tempatnya bekerja.”
ucapnya pada orang yang tadi jemput gue di kampus, manajernya kah?
Eeeh??!!! Lah mau ngapain nih dia nyuruh manajernya buat ngeluarin gue dari cafe, itu kan salah satu gudang uang gue.
kalau gue keluar gue gak dapat lagi bantu orang tua buat bayar biaya kuliah dong!
“aku akan kirimkan surat pengunduran dirinya hari ini.”
“tunggu! Maksudnya apa? Itu tempatku bekerja lalu kenapa aku harus keluar? Tanggung jawab macam apa ini? Tidak bisa! Aku menolak kalau harus keluar kerja!”
“dari awal kau diam, sekalinya bicara panjang juga. Kau tidak akan bekerja di sana lagi.”
Kening gue berkerut, terus gue kerja di mana? Gak mungkin kan gue kerja di D.M? rejeki nomplok banget, kalau iya tiap hari gue bisa ketemu cowok ganteng 😁. Tapi kan gue masih kuliah apa boleh ada pekerja paruh waktu kerja di sini?
“Kau akan kerja di asrama kami selama satu bulan.”
flashback end
Dan ini sudah 10 hari gue kerja jadi pembantu di asrama mereka. Luna bahkan iri sama gue karena bisa ketemu cowok ganteng tiap hari, beresin barang mereka, masuk kamar mereka, cuci baju dan sebagainya. Mungkin bisa di bilang iya gue salah satu makhluk bumi yang paling beruntung. Impian gue buat jadi Ji Yeon Hee udah kecapai (sungguh sangat sederhana), bedanya Ji Yeon Hee teman Chan lah gue cuma butiran debu yang masuk rumah mereka.
Gue cek bahan masakan buat besok pagi, gue udah siapin menu buat mereka. Meskipun gue lama di Indonesia tapi gue udah bisa masak makanan Korea dan rasanya lumayan. Ponsel gue berdering, nama Luna muncul di layar ponsel
“lo di mana? Lo mau masuk kan?”
__ADS_1
“gue masih di asrama, iya gue masuk. Lo duluan aja berangkat.”
“ok. Gue tunggu di kampus.”