Falling For You

Falling For You
Ep 27. Keseriusan


__ADS_3

Gue akhirnya balik lagi ke Korea, alasannya ya jelas minta restu. Meskipun Chan sudah mendapat restu dari keluarganya tapi masa iya gue gak datang menemui mereka, dan gue juga mau minta maaf karena kecelakaan waktu itu, gue belum minta maaf secara langsung atas apa yang terjadi. Gue gak enak hati mau ketemu sama keluarga Chan. Apa jangan-jangan mereka setuju karena Chan maksa? padahal di belakang Chan mereka gak suka sama gue? Haduh pikiran negatif gue bermunculan terus nih!


Untungnya jadwal Chan kosong hari ini, begitu sampai di bandara gue langsung ke Busan bersama Chan minta restu dari ibu. Gue sempat berpikir kalau ibu bakalan nolak, atau ragu. Tapi ibu langsung setuju, beliau bilang asal gue bahagia ibu juga bahagia.


Apa orang tua Chan juga gitu ya? Asal anaknya bahagia mereka juga bahagia meskipun sama orang yang udah membuat anak mereka celaka?


“jangan lupa beritahu keluargamu di Bandung.”


“aku akan memberitahu mereka nanti sepulangnya dari keluar Chan.”


Sebelum memberitahu ibu gue beritahu soulmate gue Ryu, Dae Wong, Sang Chul, dan Kang Min. Luna menjelaskan pada mereka dengan heboh, gue aja sampai gak kebagian ngomong, dan mereka juga bahagia dengan kembalinya hubungan gue dan Chan yang kali ini kejenjang yang lebih serius lagi.


Berangkat dari Busan, gue langsung ke rumah Chan. Sumpah gue deg-degan banget, gue takut salah ngomong atau dikasih ujian apa gitu sama ibunya Chan buat ngeliat gue cocok apa enggaknya buat jadi istri putra kesayangannya ini.


Kalau di Indonesia kan katanya suka ada yang begitu, di beri semacam tes dulu apalah gitu, atau bisa juga orang tuanya jadi cuek padahal sebenarnya lagi menguji calon menantunya apa bisa sabar atau tidak. Apa di korea juga sama? Apa ada yang begitu?


“sampai.”


Gue lihat keluarga Chan sudah ada di depan pintu rumah menunggu kedatangan kami, gue tarik nafas dalam dan hembuskan secara perlahan. “jangan gugup ok, jangan buat kesalahan. Fighting!” kaya mau tes masuk kerja rasanya gue malahan ini lebih gugup daripada itu.


“selamat datang!”


Senyuman mereka membuat gugup gue hilang sementara, Nyonya Park memeluk gue dilanjut kak Yoona.


“eonni maaf aku tidak bisa datang ke acara pernikahanmu.”


“tidak apa-apa, aku mengerti jangan pikiran itu lagi hm?” senyumnya sangat lembut mereka benar-benar ramah dan itu membuat gue bisa lebih tenang dan santai.


Gue rasa ini juga bukan sebuah kebohongan. Mereka mungkin benar-benar udah nerima gue dan melupakan masa lalu, kejadian itu.


Setelah itu gue nyapa Tuan Park dan suaminya kak Yoona. Gini aja gue terharu, sebentar lagi gue bakalan jadi bagian keluarga mereka.


Percakapan kami cukup panjang, mereka menanyakan keluarga gue, bagaimana bisa gue mengenal Chan dan apakah aku siap menjadi istri dari seorang idol atau tidak.


Karena mereka bilang Chan akan tetap berada di industri musik dan agensinya pun memberikan persetujuan pada Chan dan dia masih diijinkan untuk tetap bergabung bersama dengan AXE.


“jadi kapan kalian akan menikah? Sudah ada rencana?” tanya Tuan Park

__ADS_1


“aku inginnya dua bulan lagi.” ucap Chan tiba-tiba, semua orang mengulum senyum mendengar jawabannya. Dua bulan dia bilang? Dua bulan itu sangat cepat.


“apa kau sudah tidak sabar hmm?” kak Yoona menggoda Chan, dan itu sukses bikin pipi gue panas.


“bagaimana Hyerim? Kau tidak keberatan kalau dua bulan lagi?”


Gue gak bisa berkata-kata, gue cuma bisa ngangguk tanda setuju. Gue malu banget!!


“mereka sama-sama sudah tidak sabar.” Semua orang kini tertawa, tolong bawain gue kresek! Gue mau nutup muka gue!


“berarti mulai besok kita harus persiapkan semuanya, undangan, gedung, prewedding, dekorasi dan segalanya. Persiapkan dirimu adik ipar.” Ucap Yoona


“ya kak, aku harus bisa menjaga kondisi tubuhku untuk itu.”


“benar. Apalagi ini waktunya sangat singkat. Tenang aku akan membantumu.”


“gomawoyo eonni!”


“untuk masalah pemberitahuan pada publik, aku yang akan memberitahukannya.” Ucap Chan,


Lagi-lagi gue gak tenang, bakalan seperti apa reaksi mereka nanti. Chan member AXE pertama yang bakalan nikah, dan besar kemungkinan dia bakalan keluar dari grup. Memikirkan itu buat gue benar-benar gelisah tentang reaksi fans mereka.


“aku hanya khawatir, itu saja.”


Mereka pasti mengerti apa yang gue maksud.


“Chan akan mengurus semuanya, kami akan mendukungmu. Semuanya akan baik-baik saja.” Nyonya Park tersenyum hangat, gue harus percaya sama Chan, semuanya akan baik-baik saja.


Chan nganterin gue ke apartemen yang udah dia pesan, selesai membereskan semuanya gue milih buat v-call ke Yulia.


“teteh! Tumben v-call, ada apa?”


“ade di rumah kan? ada pembicaraan penting.”


“iya di rumah, semuanya juga ada. Pembicaraan penting apa teh?”


“kau sedang v-call dengan siapa?” tiba-tiba Chan datang dan langsung duduk di samping gue sambil minum susu rasa pisang.

__ADS_1


“suara itu...”


“hai! Apa kau keponakannya Hyerim?” Chan tiba-tiba ikut nimbrung, gue yakin Yulia bakalan susah ngomong! Gue tau gimana rasanya pengen teriak tapi harus di tahan.


“siapa namanya?” tanya Chan ke gue


“Yulia, namanya Yulia.”


“hai Yulia-ya! Aku ingin minta ijin darimu, aku ingin menikahi kakakmu Hyerim. Apa kau mengijinkannya?”


Entah gue harus bereaksi seperti apa.


So kenal so dekat banget sih dia. Mana langsung to the point gitu lagi.


“menikah? Me-menikah? Ibu!!! Nenek!!! Ua!!!!!”


Tuh kan dia pasti langsung heboh, “kenapa dia?” sungguh pertanyaanmu itu sangat polos sayangku!


“ada apa? kenapa kau berlarian dan sangat ribut. Apa ada hantu?” itu suara nenek,


Yulia menyerahkan ponselnya pada ayah, nenek dan bibi menyapaku. Mereka menanyakan siapa Chan, detik itu juga Chan langsung memberi salam pada ayah, nenek, dan bibi.


“menikah?” sudah pasti ayah kaget, gue emang ngasih tau kalau hubungan gue sama Chan masih berjalan, dan kemungkinan kami akan menikah.


“apa ayah akan merestui kami?” tanya Chan


Ayah, nenek, bibi terdiam. Gue harap-harap cemas,


“tapi setelah kalian menikah, kalian harus mengujungi Bandung. Aku ingin memasak makanan kesukaanmu untuk cucu menantu ku.”


Nenek tiba-tiba bicara, gue lega nenek udah setuju, setelah gue terjemahin Chan mengucapkan terima kasih dan berkata dia bakalan jagain gue dengan baik. tapi ayah belum bilang apapun,


“jika nenekmu setuju ayah juga setuju. Asalkan kau bahagia, ayah juga akan bahagia!”


“terim kasih ayah.” Chan tersenyum lega,


“dan terima kasih karena kau telah menjaga dan melindungi putriku. sekali lagi terima kasih.”

__ADS_1


“aku akan menjaganya dan melindunginya ayah. Aku berjanji.”


Chan menunduk dan mengucapkan terima kasih, ayah bahkan sampai meneteskan air matanya dan gue juga ikutan nangis. Terdengar jeritan bahagia Yulia di sana membuat semua orang menutup telinganya, semoga semuanya lancar sampai hari H.


__ADS_2