
“kalian sudah bekerja keras!” ucap Chan dan juga kru yang menangani pemotretan. hari ini Chan melakukan pemotretan bersama Shen dan Kei.
“hyung kau akan pulang ke asrama kan?” tanya Sehun
“iya, tapi aku harus pergi dulu menemui Hyerim.”
“apa Hyerim baik-baik saja? teriakannya keras sekali walaupun tadi aku tidak duduk terlalu dekat denganmu hyung.”
“benarkan? Telingaku saja sampai berdengung beberapa menit setelah mendengar teriakannya.”
“memangnya apa yang terjadi?” tanya Kei lagi, sedangkan Shen sedang sibuk mengunyah sandwich miliknya.
“seseorang menghadiahinya mainan laba-laba. Hyerim phobia dengan laba-laba.”
Shen tiba-tiba tertawa “itukan hanya mainan! Kalau aslinya sih iya aku juga tidak berani!! Tapi itukan hanya mainan!”
“ya namanya juga phobia. Ya sudah aku pergi dulu. Kalian hati-hati di jalan!”
“hyung juga!”
Chan sebenarnya terkejut hanya karena mainan Hyerim sampai bisa setakut itu. dan jujur saja memang Chan baru mengetahui kalau Hyerim phobia dengan laba-laba. Sekilas Chan menampakkan evil smilenya, dia berpikir kapan-kapan boleh lah dia mengerjai Hyerim dengan hal yang serupa “dia pasti akan sangat lucu.”
“jam 22.30” Chan keluar dari mobil kemudian berjalan untuk menekan bel.
“Chan oppa!” sapa Luna begitu membuka pintu
“Hyerim, bagaimana dia?”
“dia ada di kamarnya. Ayo masuk!”
Chan masuk ke dalam kamar Hyerim, ia bisa melihat gadis itu tertidur sambil memeluk gulingnya, Chan bisa melihat ponsel Hyerim menyala pria itu mengambilnya “anime? Apa dia penyuka anime?”
Chan menaruh ponsel gadis itu kembali ke tempatnya, perlahan tangannya tergerak membenarkan poni gadis itu yang menutupi matanya. Tangannya mengusap lembut pipi Hyerim dengan sangat hati-hati agar Hyerim tidak terbangun. Melihat gadisnya tertidur dengan tenang membuat Chan merasa sangat lega.
“apa aku memilih jalan yang tepat? Melihatmu begitu berat menjalaninya membuatku benar-benar merasa bersalah. Mungkin seharusnya aku menyangkalnnya waktu itu. karena aku, kau mendapatkan hal-hal yang tidak baik. maafkan aku.”
Chan perlahan mendekat, bibirnya menyentuh kening Hyerim menciumnya cukup lama.
“mmmmhhh!” tubuh Hyerim bergerak. Merasakan pergerakan Hyerim, Chan menjauhkan wajahnya. Ia bisa melihat Hyerim mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali sambil melihat ke aranya.
__ADS_1
“apa aku membangunkanmu?”
“Chan!”
**
“jam 21.45” sesekali gue lihat jam di ponsel. Sambil nunggu Chan datang gue mantengin ponsel sambil tiduran nonton anime pavorit gue.
“hooooaaamm!!” entah yang keberapa kalinya gue menguap, rasanya lelah banget. Mata gue udah gak bisa diajak kompromi, mereka mulai maksa gue untuk terpejam rasanya gue udah gak bisa lagi tahan godaan mereka buat berlayar ke alam mimpi.
Gue bisa dengar seseorang berbicara, setengah sadar gue bisa merasakan sentuhan lembut di pipi gue, bebrapa kali gue kedipkan mata agar pengelihatan gue normal dan sadar sepenuhnya.
“apa aku membangunkanmu?”
“Chan?” sejak kapan dia ada di kamar gue? ya ampun gue gak malu-maluin kan kalau lagi tidur? Untung aja gue gak pernah ngiler.
“kapan kau datang?”
“baru saja! kalau begitu lanjutkan saja tidurmu aku akan kembali ke asrama.”
“andwae! Aku hanya ketiduran. Kajima!”
“apa?”
“kau baik-baik saja sekarang?”
“mwoya~” gue tertawa mendengar dia minta ijin dulu hanya untuk bertanya gue baik-baik aja apa enggaknya. “gwaenchana! Pekerjaanmu bagaimana?”
“hmmm, semuanya lancar.”
“neo jinjja gwaenchana?” Chan terlihat khawatir entah apa yang dia pikirkan, dan perkataannya saat gue tertidur tadi, apa yang dia bicarakan?
“ada apa? aku baik-baik saja.”
Chan tiba-tiba meluk gue, “ada apa? apa mereka mengatakan sesuatu yang buruk?”
“kau tidak akan meninggalkanku kan?”
“kau ini kenapa? kenapa kau bertanya seperti itu?”
__ADS_1
“jawab saja!”
“tentu saja, aku tidak akan pergi kemana pun. Ada apa sebenarnya?”
Chan melepaskan pelukannya, ia tersenyum. “tidak ada. Aku hanya mengkhawatirkanmu saja. aku baru tau kau takut sekali dengan laba-laba!”
“mengalihkan pembicaraan! Katakan, apa yang bicaraka saat aku sedang tertidur!”
“tidak ada! Aku tidak bicara aapun. Mungkin itu hanya mimpi.”
“geotjimal! Aku tidak bermimpi apapun!”
“kadang orang bisa lupa saat dia terbangun. Aku juga pernah mengalaminya, malah sampai bingung semalam memimpikan apa karena tidak jelas.”
Gue mendesah pelan, gue ngera kalau dia gak jujur sama gue.
“boleh aku menemanimu tidur?” mata gue langsung terbelalak mendengar permintaanya,
“aku tidak akan melakukan apapun, aku kan sudah bilang tidak akan menghancurkan kepercayaanmu. Hanya sampai kau tertidur.”
“kalau aku tidak tidur juga?”
“maka aku tidak akan pulang!” gue tersenyum kecil, dia selalu bisa mengubah suasana hati gue.
Kami tidur saling berhadapan, tiap kali gue berdua sama dia. rasanya selalu saja seperti mimpi. Melihat dia begitu dekat, merasakan setiap sentuhannya, mencium aroma tubuhnya gue gak nyangka takdir bisa bawa gue sampai ke titik ini.
Tuhan ngasih kesempatan buat gue bisa sedekat ini sama orang yang benar-benar gue sukai. Rasanya bersyukur setiap hari pun gak bakalan cukup.
“kenapa kau menangis?”
“hanya saja, setiap kali kita berdua selalu saja seperti mimpi untukku. Aku benar-benar bahagia bisa diberi kesempatan seperti ini. walaupun aku belum mengenalmu sepenuhnya.”
“aku mengerti, tapi menjalin hubungan denganku berat bukan?”
“walaupun berat, aku tetap bahagia bisa bersamamu. Bukankah aku hebat, bisa membuat ratusan ribu bahkan jutaan penggemarmu cemburu? Patah hati?”
Chan mengusap pipi gue dengan lembut sambil tersenyum “ya, kau memang hebat! Sekarang kau tidur.” gue ngangguk,
“kemarilah!” Chan narik gue masuk kedalam pelukannya perlahan mata gue terpejam,
__ADS_1
‘walaupun gue yang harus terluka gue gak masalah, asalkan jangan Chan yang terluka!’