
Chan nyuruh gue masuk ke dalam mobil, dan gue gak tau dia mau bawa gue kemana. Gue takut gimana kalau ada orang yang lihat dia lagi sama gue? gue gak bakala bisa hidup tenang di sini.
“kita mau kemana?”
Chan gak jawab dan tetep fokus nyetir, kebiasaan! katanya kangen sama gue tapi giliran gue tanya dia malah gak jawab. Gak ngerti lagi.
Chan bawa gue melewati jalan setapak entah bakal dibawa kemana gue, yang gue bisa harapkan sekarang semoga gak ada orang yang kenal Chan di tempat ini karena Chan sama sekali gak nutupin dirinya pakai topi ataupun masker begitu juga gue. semuanya serba mendadak.
Begitu sampai gue takjub lihat pemandangan kota Seoul yang gemerlap di malam hari “cantik banget.” Mereka seperti kerlap kerlip lampu di pohon natal. Akhirnya gue bisa dapat pemandangan indah juga.
“kau menyukainya?” akhirnya Chan mengeluarkan kalimat pertamanya setelah diperjalanan dia bungkam gak ngomong apapun.
Gue ngangguk, “mereka seperti lampu-lampu di pohon natal. Cantik.”
“jangan pergi mendadak lagi.”
katanya tiba-tiba
Gue pun menatap dia “kenapa? Kalau aku pergi mendadak tanpa kabar seperti kemarin memangnya kenapa?”
“karena aku mengkhawatirkanmu. Aku tau aku salah, tapi aku mohon jangan seperti itu lagi." saat mata kami saling bertatapan untuk beberapa detik gue langsung mengalihkan pandangan ke arah lain, gak baik buat jantung.
“kau salah apa? kau sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun.” Sesuai perkataan gue, gue bakalan bertingkah bodoh seolah gak tau apapun dan seolah gak terjadi apapun. Mengesalkan memang karena gue ingin membeberkan semua kesalahan yang dia lalukan
sama gue. Tapi gue gak bisa! Gue gak bisa marah sama dia.
“saat kau sakit, aku malah memintamu membelikan ice americano dan meminumnya. Aku juga mengabaikanm dan aku juga tidak suka melihatmu bersama temanmu itu.”
Tanpa di beritahu pun ternyata dia sadar juga, tapi tunggu, jadi Chan beneran cemburu? Dia beneran cemburu sama Ryu? “apa... kau menyukaiku?” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut gue. Percaya diri banget sih gue, ya ampun!
😧
“aku tidak bisa menyimpulkan apa iya aku menyukaimu atau tidak, yang jelas aku tidak mau kau jauh dariku. Aku mengkhawatirkanmu dan aku tidak suka kau dekat dengan laki-laki lain.”
Tuh kan! dia bikin gue malu lagi setelah gue ngajuin pertanyaan yang... ah Ya Tuhan. Terus kenapa tadi lo bilang rindu sama gue bang??
“Ryu hanya temanku. Tidak lebih. dia memang sering bertingkah romantis padaku tapi dia peduli padaku hanya sebagai teman. Lagi pula dia sudah punya pacar. Kami berdua dekat karena kami sudah tau kehidupan masing-masing. Dekat bukan berarti punya hubungan spesial kan?”
__ADS_1
“lalu kau sendiri? Kau sudah punya pacar?”
“kalian pacarku.” Terserahlah, mau dibilang aneh atau apa. lagi pula mereka pasti tau dan udah gak aneh lagi kalau mereka sering dianggap pacar oleh para fansnya.
“ternyata kau juga sama seperti yang lain. Kau harus pilih salah satu diantara kami, siapa yang--“
“neo!” gak peduli gue pake bahasa informal meskipun dia umurnya lebih tua dari gue, gue udah tau kelanjutan kalimatnya. Harga diri gue udah hilang dari sejak gue tanya dia suka sama gue atau enggak.
“kau membenciku?”
“mwo? Bukannya pertanyaanmu--?”
Chan malah tertawa, haish dia ngerjain gue. tapi ini kali pertama gue ngobrol panjang sama dia, dan lagi gue ngerasa nyaman banget dia juga gak seperti biasanya.
Dia juga tersenyum pas lagi ngobrol sama gue, rasanya ini pertama kalinya.
“ya aku membencimu.”
“kenapa kau membenciku? Dan lagi, apa kau tidak bisa memanggilku dengan sebutan oppa seperti yang lain? Kenapa kau membedakanku?”
“aku merasa aneh harus memanggilmu oppa. Dan alasan kenapa aku membencimu karena kau sudah menyuruhku membeli ice americano ditengah cuaca dingin dan kau menyuruhku untuk meminumnya padahal saat itu aku sedang sakit.” akhirnya
“tapi kau menyukaiku kan?”
“aku tidak akan menyukaimu lagi.” Chan terlihat terkejut dengan perkataan gue, “aku hanya akan menyukaimu seperti semula dalam skala biasa, aku akan buang semua harapanku, dan aku akan melupakan kita pernah berbincang panjang seperti sekarang. semuanya.”
“kenapa? Kenapa kau mau melupakannya? Semua ingin berada di posisimu kenapa kau--.”
“aku tau, aku pernah bilang aku gadis paling beruntung. Apalagi kau memelukku dan bilang kau merindukanku tapi...” gue natap Chan
“aku tau itu cuma sementara. Aku tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang aku mau. Itu tidak mungkin. Dan aku menyadari siapa aku. Aku... aku hanya seorang gadis biasa yang tiba-tiba muncul dalam kehidupanmu dan... dan intinya aku sadar diri.”
Rasa saling menyukai ini hanya sepihak, dan aku harus tahu diri. Gue minder, fansnya menjodoh-jodohkannya dengan sesama idol yang cantik luar biasa, punya bakat, pekerjaan mereka sama intinya mereka punya kesamaan, jika dia pacaran sama idol mereka bakalan cocok. Sedangkan gue?
“kontrak kita telah berakhirkan? Terima kasih untuk semuanya. Sebenarnya aku bersyukur karena keningmu terluka karena aku, jadinya aku bisa bertemu dan membuat memori indahku bersama kalian terutama denganmu. Aku akan melupakan kalau aku pernah benar-benar menyukaimu lebih dari seorang fans.” Air mata yang berusaha keluar gue tahan sebisa mungkin, ini bukan waktunya gue nangis. Gue yang nyerah duluan gue gak boleh nangis apalgi di depan dia.
“sekarang aku mau pulang. Bisakah kita kembali ke asrama?”
__ADS_1
Gue melangkah lebih dulu meninggalkannya di belakang, ini sudah jadi keputusan gue. gue gak mau terluka lebih dalam lagi. Gue tau perasaan ini cuma gue yang punya, dia gak mungkin suka sama gue dan kalaupun tadi dia bilang rindu, itu hanya sesaat saja, untuk hari ini saja.
Dan lagi dia sendiri juga bingung sama perasaannya, apa yang gue harapkan dari perasaan gak jelas itu?
Gue buka pintu mobil, tapi Chan menahan pintunya agar tidak terbuka. Gue nunduk, gue gak mau natap dia.
“kenapa kau berhenti menyukaiku? Katakan!”
Gue narik nafas perlahan “aku tidak mau jatuh lebih dalam lagi. Lagi pula kita tidak akan pernah bertemu lagi. Ini pertemuan terakhir, benarkan? Dan aku yakin, perasaan yang kau miliki itu hanya perasaan sesaat. Dan lagi...” Gue mencoba untuk tersenyum meskipun sakit saat kedua bola mata gue menatap kedua bola matanya. “kau tidak akan pernah menyukaiku, tidak akan pernah mencintaiku. Iya kan?”
Begitu sampai di asrama, Chan berjalan lebih dulu ninggalin gue. dia langsung pergi ke lantai atas tanpa memperdulikan yang lainnya.
“dia kenapa lagi?” tanya Seho
“apa terjadi sesuatu?” tanya Xi ke gue
“tidak ada,” gue coba tersenyum, meskipun rasanya nyesek luar biasa.
Gue ambil koper dan tas, “aku pamit, sekali lagi terima kasih untuk satu bulan ini. jaga kesehatan kalian.”
“Hyerim, kau berkata seperti kita tidak akan bertemu lagi.” Ucap Kei
“aku hanya berterima kasih.”
“aku akan panggilkan Chan,”
Gue nahan lengan Bekkie, “tidak usah. Aku yakin dia tidak ingin diganggu. Aku bisa pulang sendiri.”
“kau yakin?” gue ngangguk.
Sebelum benar-benar pergi, gue balik melihat asrama AXE sekali lagi “jaga dirimu.”
Gue masuk ke dalam rumah dengan lunglai
“Hyerim!” Luna lari nyamperin gue, kami saling bertatapan dan akhirnya Luna meluk gue.
“lo udah lakuin apa yang menurut lo baik. gue yakin lo bisa.” Dan gue nangis lagi dipelukan sahabat gue
__ADS_1
“semuanya akan baik-baik saja.”
ya... semoga semuanya baik-baik saja... meski tanpamu lagi..