Falling For You

Falling For You
Ep 13. Bahagia-Memalukan


__ADS_3

Chan nyubit pipi gue entah yang keberapa kali.


“aww!” gue meringis


“ini bukan mimpi, jadi jangan minta lagi tanganku untuk mencubit pipi chubbymu itu.”


“tapi aku takut kalau ini hanya mimpi, ini cuma halusinasi. kau pasti mengerti maksudku kan? bisa bersama dengan seseorang yang awalnya sulit untuk digapai tapi ternyata aku bisa menggapainya, bahkan sampai memilikinya. Ini... ini rasanya benar-benar seperti mimpi.” Gue nunduk, gue takut kalau ini halusinasi, gue benar-benar masih gak percaya karena gue bisa gila beneran dan berakhir di rumah sakit jiwa kalau ini memang bukan kenyataan.


Chan menangkup kedua pipi gue “aku tekankan sekali lagi, ini bukan mimpi. Aku beneran ada di sini. Dihadapanmu. Kau mau melakukan apapun silahkan.” Wajah kami sangat dekat dan itu bikin gue gugup juga deg-gegan.


“katanya kau tidak menyukaiku lagi. Tapi buktinya kau berlari sambil menangis mencariku. Aku bahkan hampir menyerah karena tidak tega melihatmu menangis putus asa sendirian di sana.”


“dari perkataan dan tindakanmu yang tadi dan yang sebelumnya bisa kusimpulkan kau adalah type orang yang senang mempermainkan perasaan orang lain. Benarkan?”


“tidak juga. Aku hanya senang mempermainkanmu saja.”


“jangan bohong! Setiap mengadakan sesi fansign kau selalu saja buat anak orang jantungan mendadak, histeris, buat mereka susah tidur--”


“memang apa yang aku lakukan?” Ya Tuhan polos banget sih itu ekspresi wajah, pengen banget gue jembel itu pipi.


“heol! Dweasseo! Ada hal yang lebih penting, sejak kapan kau menyukaiku?” biasanya itu hal utama yang selalu ditanyakan cewek saat ada cowok yang bilang suka sama dia.


“entahlah, tapi yang aku tau sejak aku melihatmu dengan Ryu aku tidak menyukainya.” Gue harus bilang terima kasih juga sama dia, rencananya berhasil. Ya meskipun gue sempat marah dan mutusin persahabatan, kalo emosi udah menguasai bisa apa? gak kekontrol!


itulah kenapa orang bijak berkata : jangan mengambil keputusan saat sedang marah, itu tidaklah akan berakhir dengan benar.


“Hye!”


“hmm?” saat wajah gue berbalik buat lihat dia, kecupan hangat itu mendarat di bibir gue. bukan pipi bukan kening bukan hidung tapi bibir BIBIR! Jantung gue mau meledak tolong!!!!


Ciuman pertama gue sama Chan!!!!


“sebelum Ryu mengambilnya dariku.”


“mw-mwo?! astaga! Jadi kau masih berpikir Ryu--?” sebegitu cemburunya kah dia sama Ryu, sampai dia pikir Ryu bakal cium gue?


“kau bilang temanmu itu mesum. Aku juga melihatnya sering bertingkah romantis bahkan dia seperti akan menciummu, tidak menutup kemungkinan kan dia bisa menciummu kapan saja?”


“kalau di sudah menciumku lebih dulu bagaimana?” seketika gue penasaran, reaksi apa yang bakalan muncul dari dia.


“dia sudah menciummu?!” matanya yang bulat bertambah bulat ditambah ekspresi kekagetannya yang benar-benar lucu.

__ADS_1


‘Tahan jangan tertawa Hye!’


“kalau begitu aku akan lebih banyak menciummu.”


Chan perlahan mendekatai gue, kalau pertanyaan tadi bakalan berefek gak baik buat jantung gue gak bakalan keluarin kalimat itu. semakin tubuh Chan maju semakin tubuh gue turun, kalau begini caranya bisa-bisa...!


“kenapa kau gugup? Kau tidak mau dicium olehku?” Chan ngeluarin smirknya, gue paling suka kalau dia udah smirk kayak gini. Apaan sih gue, keadaan kritis ini Hye sadar!


“bu-bu-bukan begitu. I-ini terlalu mendadak jadi-“


“oh, jadi harus direncanakan dulu? Mendadak kan lebih berkesan, seperti kecupan tadi.”


Tubuh gue hampir menyentuh lantai! Tanpa aba-aba Chan mendekatkan wajahnya, refleks gue tutup mata dan saat itu gue bisa merasakan hidung mancungnya menyentuh hidung gue. tapi selang beberapa detik gue bisa dengar dia tertawa, perlahan gue buka mata dan gue bisa liat dia tersenyum lebar setelah lihat reaksi gue. Aish! Gue di kerjain lagi!


“apa kau bisa berhenti membuat jantungku bekerja ekstra? Sudah kuduga kau memang--“


Tangan gue lemas, tubuh gue hampir aja nyentuh lantai kalau Chan gak nahan pinggang gue, ciuman ini benar-benar nyata. Dan rasanya benar-benar hangat. Perlahan mata gue terpejam, manikmati setiap gerakan bibirnya di permukaan bibir gue.


“Hyerim! Ini kue--- ommo!” gue langsung dorong Chan ke posisi semula. Kenapa juga gue gak bisa dengar suara pintu di buka. Efeknya bisa buat telinga mendadak tuli ternyata.


“Hye! Harusnya lo bilang sama gue!” gue bicara pakai bahasa Indonesia sama luna, sengaja biar Chan gak ngerti.


“ini juga dadakan, gue lupa ngabarin lo kalau dia ada di rumah. Dan lagi kenapa lo gak ngasih tau gue kalau lo mau pulang?!”


“terserah lo!” gue pegang pipi yang udah berasa panas dari tadi, gue gak bisa bayangin seberapa merah wajah gue.


“apa yang kalian bicarakan?” tanya Chan dengan ekspresi bingungnya.


“tidak, hanya... bercanda biasa. Aku hanya tidak mau kau mendengar dia mempermalukanku.”


“oppa, maaf aku tiba-tiba datang dan mengganggu eum--- kegiatan kalian.” Chan tersenyum kikuk, gue tau dia pasti juga malu. Apalagi posisi kami tadi yang--- ah!


“Hye gue simpan kuenya di dapur ya. Selamat bersenang-senang! Awas kalo gue sampai denger suara yang-- errrr!“


Astaga tatapan matanya, augh! “udah sana cepat ke kamar! Lagian kenapa juga gue lakuin hal itu!”


“dia bicara apa?” tanya Chan lagi,


“dia bilang kuenya di simpan di dapur.”


“benarkah? Tapi kalimatnya panjang dan tatapan matanya—“

__ADS_1


“sudahlah jangan di bahas. Dia memang agak aneh!” gue berusaha senyum senormal mungkin. Tapi tetep aja, gue masih berfikir ini mimpi. Melihat orang yang gue pikir gak bakalan bisa gue dapat sekarang duduk di samping gue dan tersenyum dengan hangat hanya untuk gue, ini berasa gak nyata, ini terlalu luar biasa. Dan ini adalah malam salju pertama yang paling indah buat gue.


“ah, aku teringat sesuatu. Kau pernah bilang aku tidak boleh minum soju atau bir di depan pria lain. Maksudnya apa?”


Chan menyimpan minumannya, “kau sungguh tidak ingat?”


Gue benar-benar gak ingat apapun, karena seingat gue gue gak pernah minum di depan siapapun kecuali teman gue itupun gak sampai mabuk.


“kau mabuk saat di asrama.”


“mworago? Na?! Maldoandwae!”


“sudah kuduga kau tidak akan ingat melihat tingkah lakumu padaku biasa saja.” Chan memandang gue


“memang apa yang aku lakukan? Dan lagi aku tidak minum bir atau soju di asarama! Kenapa aku bisa mabuk?” gue gak ingat demi apapun, Luna gak bilang apapun member AXE yang lain juga diam gak pernah mengungkin masalah itu.


“kau meminum minuman dalam botol yang sengaja ku simpan di kulkas. Aku memindahkannya ke botol minuman. Aku pikir kau tidak akan meminumnya karena aku rasa kau orang yang teliti.”


“itu salahmu sendiri! Kenapa juga dipindah ke botol minuman?! Jawab pertanyaanku yang satunya lagi, apa yang aku lakukan saat aku mabuk? Aku tidak berbuat hal aneh kan?”


tanya gue ragu-ragu


“untung saja yang lain sedang pergi,”


“jangan membuatku lebih penasaran cepat katakan!”


“kau menciumku lebih dulu, dan kau bilang kau sangat menyukaiku. Kau bahkan mengeluarkan kalimat aneh yang tidak bisa kumengerti, apa itu bahasa daerahmu?”


Mata gue terbelalak, mulut gue menganga, “ja-jangan bercanda! Mana mungkin aku--“


Kalau iya itu memang terjadi benar-benar memalukan!!!


“aku tidak bercanda,” gue menatap wajahnya tapi chanyeol malah terlihat menahan tawanya


“kau tertawa! Kau bohong! tidak mungkin aku seperti itu! apalagi menci--”


gue menggigit bibir bagian bawah, ya ampun gue beneran malu banget!


“aku hanya merasa lucu saja mengingatnya, kau bahkan hampir terjatuh dari tangga karena kau bilang kau sangat senang karena bertemu langsung dengan ku dan member yang lain. Kau bilang kau ingin sekali mengatakan pada seluruh dunia kalau kau gadis paling berntung, tapi kau malah menangis dan memohon maaf dariku karena kejadian malam itu. kau benar-benar lucu!”


“itu bukan aku itu bukan aku!!!” gue butuh kresek, gue butuh kresek!!

__ADS_1


tolong kasih gue kresek!!!!!!


__ADS_2