FALLING IN LOVE (MARC MARQUEZ)

FALLING IN LOVE (MARC MARQUEZ)
PART 20


__ADS_3

Paddock Yamaha terlihat sangat ramai, banyak media dan kameranya yang menyorot kesana. Sorak-sorai dari para kru terdengar keras dari garasi itu. Hari ini, bisa dibilang adalah harinya Yamaha. Dua pembalapnya, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales, berhasil meraih posisi pertama dan kedua di sirkuit Assen, Belanda. Ini adalah kali pertama untuk keduanya bisa meraih podium bersama tahun ini.


Elsa yang berada diantara para kru dari Maverick tersenyum bangga melihat kakak kembarnya bisa meraih hasil maksimal. Ia tahu betapa sulitnya Maverick tahun ini bersama Yamaha. Meskipun finish kedua dibelakang Fabio, Elsa tetap merasa senang dan bangga dengan kakaknya itu.


Seluruh tim Yamaha melakukan foto bersama untuk mengabadikan moment. Senyuman nampak jelas diwajah Maverick. Ia mengakui tahun ini begitu berat untuknya. Mendapatkan podium disaat masa sulitnya adalah pelipur lara baginya.


"Congratulation, brother," kata Elsa sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Maverick.


Maverick tersenyum ceria menyambut pelukan dari adiknya. "Terima kasih, Els. Aku akan mentraktirmu es krim sebanyak yang kau mau," ucapnya terlampau senang.


Elsa tertawa. "Bagaimana jika setelah makan es krim aku sakit?"


"Tidak. Ini adalah es krim kebahagiaan, jadi kau akan baik-baik saja," canda Maverick.


"Aku sangat bangga padamu." Pelukan Elsa semakin erat. "Andai saja ayah dan ibu ada disini, mereka pasti juga akan bangga padamu," katanya sedih.


Maverick mengusap bahu adiknya. "Cukup kau dan ayah saja yang bangga padaku. Aku melakukan semua ini untuk kalian berdua."


Elsa melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Ayo pulang. Kita akan liburan dengan hati yang bahagia," seru Maverick dan disambut tawa kecil Elsa.


"Els," panggil Fabio tampak khawatir.


Elsa mengerutkan keningnya melihat wajah Fabio yang berbeda dengan tadi. Pria itu tadi tampak bahagia dan ceria, tetapi kenapa sekarang terlihat sedih dan khawatir?


"Apa kau melihat Christie seharian ini? Apa dia tidak ikut ke sirkuit?" tanya Fabio. Wajahnya terlihat jelas sangat khawatir. "Kemarin juga, aku tidak melihatnya. Apa Jonas sudah tidak marah padanya?"


Elsa cekikikan melihat sikap Fabio yang tampak peduli dengan Christie. "Kau sedang khawatir kah dengan temanku?" Ia mencoba menggoda Fabio.


"Bukan bukan, aku tidak khawatir. Aku hanya merasa bersalah saja. Aku tidak mau gara-gara aku, Jonas dan Christie menjadi bertengkar," sanggahnya.


"Kau tenang saja, kakak dan adik jika sedang bertengkar ya begitu. Salah satu dari mereka pasti menolak bertemu. Begitupun dengan Christie, ia tidak ikut Jonas ke sirkuit karena masih kesal dengan Jonas. Tetapi Jonas sepertinya sudah tidak marah. Kufikir Jonas juga tidak bisa marah lama-lama dengan adiknya."


Fabio menghela nafas lega. Ya, bisa dibilang ia sangat khawatir dengan Christie karena dua hari ini ia tidak melihat Christie berkeliaran disirkuit. Entahlah, ini hanya perasaan bersalah saja atau perasaan peduli.


"Baiklah jika memang Christie baik-baik saja," kata Fabio. "Oo ya, kalian langsung ke Ibiza?"


"Tidak, kami kembali dulu kerumah. Ada barang-barang yang belum kami bawa," jawab Maverick.


Fabio mengangguk-anggukan kepalanya. "Baiklah kalau begitu. Aku akan bersiap-siap."


Elsa menunjukkan senyum menggodanya. "Kau mau titip salam untuk Christie, tidak?"


Fabio menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Ia jadi salah tingkah digoda oleh Elsa. "Tidak. Untuk apa?"


Elsa dan Maverick tertawa melihat reaksi lucu Fabio.


"Apa Fabio mulai menyukai Christie?" tanya Maverick berbisik.


"Kurasa iya. Ia terlihat khawatir. Terlihat jelas diwajahnya," jawab Elsa yang juga berbisik.

__ADS_1


"Heeeyyyyyyy, kalian membicarakanku?" seru Fabio kesal karena dua orang ini berbisik-bisik untuk membicarakannya.


Elsa dan Maverick kembali tertawa. Keduanya sangat suka menggoda Fabio. Apalagi saat pria itu berteriak seperti tadi. Sungguh itu adalah hiburan untuk dua anak kembar ini.


"Tidak. Aku tidak menyukainya," batin Fabio.


♡♡⁹³♡♡


Jonas duduk disamping ranjang Christie, gadis itu masih meringkuk didalam selimutnya. Ia tidak tidur, hanya tidak mau bangun saja karena ada Jonas disini. Tadi saat Jonas masih disirkuit, Christie sudah bangun dan duduk disofa. Bahkan gadis itu menonton jalannya race lewat televisi hotel.


Sudah dua hari ini, Christie tidak mau berbicara dengan Jonas karena pria itu tiba-tiba meninggalkannya di kedai es krim disaat Christie masih perlu berbicara dengannya. Christie tidak suka itu. Teriakan Christie memanggil namanya waktu itu juga tidak digubris oleh Jonas.


Setelah pulang dari kedai es krim, Christie menunggu Jonas semalaman dilobi hotel. Marcel sudah menyuruhnya untuk masuk kekamar dan menunggu Jonas disana, tetapi gadis keras kepala ini tetap bersikukuh untuk menunggu Jonas dilobi.


Dan si sialan Jonas Folger, baru pulang ke hotel di jam 3 dini hari. Bahkan Christie sampai ketiduran disofa lobi. Marcel pun memaki-maki temannya itu karena membuat Christie menunggunya terlalu lama.


Perasaan bersalah pun bergelayut dihati Jonas. Ia terlalu egois, tidak mau mengalah dan terlalu keras pada adiknya. Jika saja ia mau sedikit mengerti perasaan Christie, ia tidak akan sekeras kepala itu pastinya.


Namun, perasaan seorang kakak yang khawatir pada adiknya juga tidak bisa ia pungkiri. Ia merasa Fabio tidak menyukai Christie. Ia takut jika Christie akan patah hati nantinya. Ia bahkan tidak bisa membayangkan jika Christie harus menangis karena hatinya dipatahkan oleh seorang pria.


"Kita akan ke Ibiza. Kau mau langsung kesana atau kerumah Elsa dulu?" Jonas mengakhiri aksi saling diamnya bersama Christie.


Christie masih bergeming.


Jonas menghela nafas melihat Christie mengabaikannya. "Aku minta maaf. Aku tidak tau jika kau menungguku di lobi," katanya merasa bersalah.


Christie menyibakkan selimutnya dan bangun. Tetapi bukan untuk menggubris ucapan Jonas. Gadis itu mengemasi barang-barangnya yang belum ia masukkan ke koper.


"Kau tidak mau memaafkanku?" Suara Jonas terdengar seperti sebuah rengekan.


Dan lagi-lagi, Christie tak menjawab.


Jonas pun ikut berkemas dan mulai memasukkan barang-barangnya ke koper hitam miliknya. Setelah selesai berkemas, Jonas meletakkan kopernya didekat pintu kamar dan ia berdiri disamping kopernya sambil memainkan ponsel.


"Jonas."


Suara panggilan dari Christie masuk ke gendang telinganya dan membuatnya menoleh dengan segera. "Ya?" tanyanya. Hatinya seperti tengah diguyur oleh air dingin yang membuatnya merasa lega.


"Aku mau makan es krim dan pancake coklat sebelum take off."


Jonas tersenyum senang dan berjalan menuju Christie yang tengah duduk diatas sofa. Ia memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang.


"Apapun yang kau mau akan aku penuhi. Asal kau mau berbicara padaku. Jangan diamkan aku. Aku benci melihatmu tidak tersenyum dan cerewet seperti biasanya."


Christie membalas pelukan Jonas dan tersenyum. "Aku tidak marah. Aku hanya kesal."


"Maaf."


Christie mengangguk dalam pelukan Jonas.


"Jonas."

__ADS_1


"Ya?"


"Kita kerumah Elsa dulu ya."


Jonas tersenyum dan mengangguk. "Ya. Apapun yang kau inginkan, semuanya kukabulkan."


~~


"Aku senang melihatmu," kata Marcel saat melihat Christie keluar dari kamarnya bersama Jonas.


Christie tersenyum dan langsung menggandeng Marcel. "Aku juga senang melihatmu hari ini. Terima kasih kakak angkat yang baik hati."


Marcel cekikikan mendengar sebutan Christie untuknya.


"Tidak tidak. Kakakmu hanya aku. Oke?" protes Jonas tidak suka.


"Sepertinya ada yang cemburu," ledek Marcel.


Christie tertawa melihat ekspresi Jonas.


"Christiiiieee." Elsa berlari dan berhambur ke pelukan Christie. "Aku sangat merindukanmu," katanya sambil mengguncang-guncang tubuh temannya itu saking senangnya.


Para pria sampai heran dengan dua gadis ini, jika tidak bertemu sehari saja mereka melepas rindu seperti tidak bertemu bertahun-tahun. Apalagi jika jarak race terpaut dua minggu, bisa-bisa mereka membuat heboh sirkuit.


"Kata Maverick, kau sampai bertelur dipaddock nya karena tidak kemanapun," kata Christie yang mengingat chatnya dengan Maverick tadi malam.


"Apa? Maverick bilang seperti itu?" tanyanya kesal. "Jadi semalam Maverick sampai tertawa terpingkal-pingkal karena chat denganmu? Dan kalian membicarakanku?" Elsa memasang wajah marahnya dan menatap Maverick.


"Tidak Els, aku tidak berbicara seperti itu. Aku bilang ke Christie, adikku yang cantik tidak kemanapun karena tidak ada teman," bantah Maverick menyangkal.


Christie tertawa melihat ekspresi takut Maverick.


"Tidak, Christie bohong." Maverick masih tidak mau mengaku.


"Maveriiiiiicckkk, dasar kau yaaa..!!!!


Elsa mencubit lengan dan perut Maverick. Pria itu mengaduh kesakitan.


Christie tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya. Sedangkan Jonas dan Marcel hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan Elsa dan Maverick.


Marcel menatap Jonas yang tengah menatap Elsa. Jonas tertawa tetapi matanya menyiratkan kesedihan. Marcel jelas tahu, temannya ini tidak mau Christie jatuh cinta karena sakitnya saat tahu orang yang dicintainya kini berpacaran dengan pria lain. Jonas tidak mau jika Christie merasakan sakitnya patah hati seperti dirinya.


Tetapi entah kenapa, Marcel begitu yakin jika Fabio menyukai Christie. Tidak tahu kenapa, ia begitu yakin. Dari cara Fabio menatap Christie, tertawa bersama Christie dan caranya berbicara pada Christie seperti orang yang sedang jatuh cinta. Ia sangat tahu gerak gerik temannya itu.


Apalagi saat Jonas menghampiri keduanya dikantin sirkuit waktu itu, raut wajah Fabio tidak bisa dibohongi. Ia tampak khawatir pada Christie. Marcel berharap dugaannya benar, Fabio memang menyukai Christie. Bukan hanya sekedar mendekati untuk dijadikan teman mengobrolnya saja.


Dan dari jarak yang tidak terlalu jauh, sepasang mata menatap kehebohan yang disebabkan oleh Christie, Elsa dan Maverick. Ia menghela nafas lega saat melihat gadis itu tertawa.


Fabio.


Ya, Fabio tengah melihat kelima orang disana yang sedang tertawa. Matanya tertuju pada dua gadis itu. Ia lega karena tawa Christie yang menghangatkan dan ia juga merasa senang melihat Elsa yang hari ini terlihat sangat manis. Hatinya menjadi bimbang sekarang. Sebenarnya, siapa yang sedang ia sukai? Christie atau Elsa?

__ADS_1


__ADS_2