
"Kalian kemana saja?" tanya Maverick sambil berjalan memasuki kamar adiknya.
Elsa menatapnya sambil tersenyum bahagia. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Tetapi apa ia harus mengatakannya pada Maverick jika ia sekarang berpacaran dengan Marc?
"Lebih baik, kurahasiakan dulu saja," pikirnya. "Hanya ke pantai dan ke kedai es krim," jawab Elsa.
Maverick tersenyum mengejek. "Kemarin kita habis dari kedai es krim, bukan? Apa Marc tidak punya tempat yang menarik untuk mengajak adikku berkencan?"
Elsa menoleh ke Maverick, terkejut. "Bagaimana Maverick tau jika aku dan Marc berkencan?" tanyanya dalam hati. "Marc memberitahumu?"
Maverick terkekeh. "Dia tidak mungkin tidak memberitahuku, Els." Pria tampan itu duduk disamping adik kembarnya. "Dari awal aku membawamu ke sirkuit, aku tau dia tertarik padamu. Hanya saja, saat itu aku tidak menginginkan siapapun mendekatimu. Kau masih kecil, kau tau?"
Sekarang, giliran Elsa yang terkekeh.
"Tapi sejak Marc pindah didepan rumah kita, aku tau dia benar-benar menyayangimu." Maverick tersenyum. "Apalagi setelah ibu tidak pernah memberi kita kabar, kau sama sekali tidak pernah tersenyum. Kau selalu murung bahkan tidak ada satu pun temanmu yang bisa dekat denganmu. Kau seolah sedang menutup dirimu dari orang-orang.
Sampai Marc pindah didepan rumah kita, kau menjadi terbuka. Kau sering tersenyum. Kau bahkan benar-benar melupakan kesedihanmu. Kehadiran Marc benar-benar berpengaruh untukmu."
Elsa mengulurkan tangannya untuk memeluk Maverick. "Aku hanya ingin berterima kasih padamu, Mack. Kau adalah kakak terbaikku. Kau yang menjagaku selama ini dan kau adalah satu-satunya laki-laki yang tidak pernah membuatku menangis," ia tersenyum dibalik punggung Maverick. "Thank you, Mack."
Maverick membalas pelukan adik kembarnya. "Aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia. Selalu, Els."
Dari depan pintu kamar Elsa, Angel menyaksikan kedua anak kembarnya saling berpelukan dan senyuman mulai mengembang dari bibirnya. 'Lihatlah dua anak yang sudah kau tinggalkan, Ruiz. Mereka tumbuh dengan baik. Mereka bahkan bisa tersenyum tanpamu,' batin Angel dan kembali menutup pintu kamar Elsa dengan pelan.
♡♡⁹³♡♡
"ELSA VINALES," teriak seorang gadis sambil berlari kearah Elsa dan tiba-tiba memeluk gadis itu.
Walaupun Elsa hampir terjatuh karena pelukan gadis itu, tetapi tidak ada raut kesal diwajah cantiknya. Gadis itu justru bahagia karena temannya ini datang lebih awal ke Spanyol.
"Kenapa tidak bilang jika kau kesini hari ini, Chris?" tanya Elsa kepada gadis bernama Christie. "Aku kan bisa menjemputmu dibandara," sambungnya.
Christie melepaskan pelukannya dan terkekeh. "Aku ingin memberimu kejutan," katanya.
"Aku senang kau datang kesini lebih awal."
"Ya, aku bosan di Italy karena tidak ada kau. Kau bilang akan berkeliling Italy dulu, tapi Jonas bilang kau dan Maverick sudah pergi ke bandara untuk pulang ke Barcelona." Christie menampakkan wajah cemberutnya.
Elsa tersenyum dan merasa bersalah. "Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud melupakan janji kita untuk berkeliling Italy, tapi ada sedikit masalah yang membuatku harus pulang," katanya sambil mengusap bahu Christie.
"Masalah apa?" tanya Christie penasaran.
"Nanti saja aku ceritakan. Ayo masuk dulu," ucap Elsa sambil mendorong pelan Christie masuk kerumahnya. "Hai Jonas, ayo masuk dulu," katanya pada pria yang sedari tadi berdiri dibelakang Christie.
"Kukira aku tidak terlihat," sindir Jonas sambil terkekeh.
Elsa tertawa. "Aku terlalu senang bertemu dengan adikmu," katanya polos.
"Maverick ada dirumah?" tanya Jonas sambil berjalan menarik kopernya.
"Ada. Dia didalam," jawab Elsa.
Elsa memasuki rumahnya dan melihat Christie yang sudah berdiri diruang tamunya. Gadis berdarah Jerman itu sedang menatap sebuah foto besar yang menampilkan wajah Maverick, Elsa dan ayahnya.
"Waahh, aku tidak tau kalau Maverick bisa setampan ini," puji Christie kagum.
__ADS_1
Elsa yang mendengarnya terkekeh. "Jika Maverick tampan, berarti aku cantik kan?" tanyanya yang tidak mau kalah.
"Tentu saja, temanku. Tetapi aku masih lebih cantik kan?" goda Christie yang membuat Elsa memanyunkan bibirnya.
Maverick yang sedari tadi melihat tingkah dua gadis didepannya, menjadi tersenyum. Ia mendekati dua gadis itu yang ternyata juga ada teman seprofesinya disana.
"Hei Jonas," sapa Maverick.
"Hi Mack. Kau dirumah saja? Tidak berkencan?" tanya Jonas yang langsung mendapat lirikan tajam dari Elsa.
Jonas dan Maverick tertawa bersama, mereka berdua tahu jika Elsa sangat sensitif jika saja Maverick mempunyai kekasih. Elsa yang merasa sedang digoda oleh Jonas, menghampiri Jonas dan memukul tubuh pria itu pelan.
"Hei hei, sorry sorry. Baiklah, aku minta maaf. Hentikan," kata Jonas masih terus tertawa.
"Christie, kakakmu menyebalkan," protes Elsa.
"Apa kekasihku sedang bercanda dengan pria lain?"
Seorang pria berdiri didepan pintu rumah Elsa dengan tangan bersedekap. Alisnya saling bertaut. Pria itu mendekat kepada empat orang yang sedang berkumpul diruang tamu.
Elsa tersenyum lebar melihat kekasih barunya datang. "Hei, kau disini?" tanyanya.
Marc menarik Elsa untuk mendekat padanya. "Hallo Jonas, apa kabar?" Pria itu menyapa Jonas yang berada disebelah Maverick.
Jonas mengangguk dan menjawab, "baik, Marc. Bagaimana denganmu?" Ia balik bertanya.
Yang ditanya pun tersenyum. "Yeah, sangat baik dan siap untuk balapan di Catalunya," jawabnya.
Elsa dan Christie saling berpandangan dan sama-sama mengedikkan bahunya. Keduanya menjauh dari para pria-pria itu dan menuju dapur untuk membuat minuman.
Elsa tertawa. "Cerita yang mana?" tanyanya pura-pura tidak mengerti. Ia jelas tahu, Christie pasti penasaran karena ucapan Marc yang mengatakan bahwa ia adalah kekasihnya.
"Yang pertama, aku melihatmu menangis ketika keluar dari paddock Marc sebelum Maverick datang."
Elsa nampak sedikit terkejut dengan ucapan Christie. "Jadi Christie tau aku menangis dipaddock Marc?" batinnya.
"Kedua, kenapa tiba-tiba kau meninggalkan Italy? Padahal kau sudah berjanji untuk menemaniku berkeliling Italy. Kau ingat?"
Elsa tersenyum dan mengangguk.
"Dan yang ketiga, bagaimana bisa Marc menyebutmu kekasihnya? Kalian sudah berkencan?"
Pertanyaan Christie kali ini, membuat Elsa terkekeh. Ia sangat puas melihat ekspresi Christie yang penasaran.
Ia menepuk bahu Christie. "Kau akan segera mendengar semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu. Setelah membuat minuman untuk ketiga pria itu, kita akan masuk kekamarku dan kau akan mendengar semua ceritaku. Bagaimana?" Elsa tersenyum dan menunjukkan ibu jarinya didepan Christie.
Christie menghela nafas pasrah. "Baiklah, nona Vinales," katanya.
Kedua gadis itu segera menuju ke ruang tamu setelah selesai membuat minuman untuk ketiga pria yang sekarang sedang berbincang di sofa ruang tamu. Elsa dan Christie saling melempar senyuman.
"Ayo," kata Christie.
Ketiga pria itu mengerutkan keningnya.
"Kalian mau kemana?" tanya Maverick mewakili ketiga pria itu.
__ADS_1
"Ke kamar. Aku hanya ingin mengobrol dengan Christie," jawab Elsa.
Maverick mengangguk, memahami dua gadis ini.
Elsa menatap Marc dan tersenyum. "Aku mengobrol dengan Christie dulu. Nanti setelah itu, aku akan menemuimu," ucap Elsa malu-malu.
Marc menahan diri untuk tidak tertawa melihat tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan. Pria itu justru ingin semakin menggoda Elsa. "Iya sayang," katanya yang sukses membuat Maverick, Jonas dan Christie menatap Marc terkejut.
Elsa melotot kearah Marc, yang justru melihatnya dengan senyuman jahil. Ia langsung menarik tangan Christie dan membawanya menuju kamar tidurnya.
~~
"Ya Tuhan, bagaimana mungkin kalian memiliki kisah cinta seimut itu," seru Christie setelah mendengarkan cerita dari Elsa. "Ya Tuhan, aku juga ingin kisah cintaku dengan Fabio seimut kisah cinta Elsa dan Marc."
Elsa mengerutkan keningnya. "Jadi benar, kau menyukai Fabio?" Christie mengangguk malu. "Rekan satu tim Maverick kan? Fabio Quartararo?" tanya Elsa yang masih tidak percaya.
Christie kembali mengangguk. "Dia sangat tampan, kau tau? Dia berbeda dengan Jorge. Dia ceria dan suka tertawa. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya." Ia tersenyum sambil membayangkan wajah Fabio.
Elsa menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah temannya. "Kau harus sering-sering ke gereja agar yang kau inginkan terkabul," katanya.
"Kau dulu juga berdoa di gereja?" tanya Christie semangat.
Elsa kembali tertawa. "Fabio bisa saja tertarik denganmu, Chris. Tetapi mungkin kau harus menjinakkan Jonas terlebih dahulu."
Elsa teringat dengan kata-kata Fabio tempo hari. Pria itu bilang Christie cantik, hanya saja kakaknya posesif.
"Ahh kau benar. Jonas selalu tidak suka jika ada pria yang mendekatiku," katanya lemas.
Elsa mengusap bahu Christie. "Kau harus berbicara dengan Jonas," katanya. "Berbicara berdua. Quality time dengan Jonas. Aku yakin sekali, itu akan sangat menyenangkan."
Christie tersenyum. "Kau sering melakukannya dengan Maverick?" tanyanya.
Elsa mengangguk. "Kami sering duduk berdua di kedai es krim. Mack mentraktirku, membelikanku apa saja yang aku suka dan aku inginkan. Kami berbicara berdua dan aku sangat menikmatinya."
"Ahh aku sangat iri denganmu. Maverick sangat menyayangimu."
"Jonas juga menyayangimu. Kalian hanya kurang berbicara berdua. Aku yakin, jika kalian melakukan quality time, kalian akan saling memahami."
Elsa tersenyum pada Christie, yang dibalas dengan anggukan ragu.
"Menginaplah disini. Besok, pergilah dengan Jonas. Pergilah ke kedai es krim didekat pantai. Kalian akan suka pemandangannya dan berbicaralah. Pelan-pelan, katakan pada Jonas jika kau tertarik pada salah satu pembalap di sirkuit."
Christie menatap Elsa. Ia merasa, Tuhan salah memberi umur pada mereka. Christie 2 tahun lebih tua dari Elsa, tetapi Elsa masih jauh lebih dewasa daripada Christie yang hanya bisa berpikir negatif setiap kali melihat Jonas. Bahkan ia tidak pernah berpikir untuk mempunyai quality time bersama Jonas.
Mungkin Elsa benar, berbicara dengan Jonas disaat santai akan membuat mereka menjadi lebih dekat. Christie pun tersenyum pada Elsa.
"Aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena aku dikirimkan teman terbaik sepertimu. Aku akan pergi dengan Jonas besok," kata Christie.
Elsa tersenyum dan merentangkan tangannya untuk memeluk Christie. Christie menyambutnya dan memeluk Elsa. Kedua gadis itu saling berpelukan.
"Kau akan menginap kan?" tanya Elsa dengan masih memeluk Christie.
"Aku akan meminta ijin pada Jonas. Semoga saja dia mau menginap dirumahmu."
Elsa tersenyum dan mengusap bahu Christie.
__ADS_1