
"Kau sangat bodoh! Kau tidak tau posesifnya Jonas terhadap saudara kembarnya?" Danny merutuki apa yang sudah dilakukan oleh Lucia barusan. "Kau tidak akan lepas dari amukan Jonas. Dia akan benar-benar membuat perhitungan padamu."
"Kau tidak bisa menyalahkanku. Aku hanya ingin mengerjai gadis bodoh itu, tetapi temannya bersikap sok pahlawan." Lucia bersikukuh tidak mau disalahkan.
"Makanya jika kau ingin bertindak, dipikirkan dulu akibatnya." Danny masih mengomeli gadis itu. "Aku tidak bisa membelamu jika Maverick dan Jonas mendatangimu."
"Hey, kau bilang apa? Kau harus tetap membelaku, bodoh! Aku sedang dalam masalah besar andai saja Maverick dan Jonas mendatangiku."
Danny menggeleng dan keluar dari kamar Lucia.
"DANNY KEEENNNNTTT!!!!!!" teriak Lucia kesal.
♡♡⁹³♡♡
"Kenapa kau tidak membiarkan saja Jonas menegur gadis itu?" tanya Elsa yang sudah berada dikamar untuk menemani Christie mengganti bajunya.
Christie keluar dari kamar mandi dan tersenyum pada temannya itu. "Aku tidak mau liburan kita jadi kacau karena gadis itu, Els."
"Bukankah dari awal dia datang, liburan kita memang sudah kacau?"
Christie terkekeh mendengar pertanyaan Elsa. "Sebenarnya aku tau jika dia memang sengaja mendorongmu. Saat dia keluar dari kolam dan berjalan kearah kita, aku sudah tau niat jahatnya. Maka dari itu, aku menahanmu. Tetapi tidak taunya malah aku terjatuh ke kolam."
Elsa membelalakkan matanya. "Kau serius?"
Christie mengangguk. "Apa yang Jonas katakan tadi benar. Lucia memang sengaja ingin mendorongmu kekolam."
"Lalu kenapa kau tidak membiarkan Jonas memarahinya saja? Bisa saja kan dia berniat mencelakaiku lagi."
"Els, aku yakin Lucia tidak akan berani melakukan sesuatu yang jahat lagi padamu setelah melihat Jonas marah seperti tadi."
"Aku tidak tau jika dia akan sejahat itu."
Christie mengedikkan bahunya. "Aku yakin dia sangat terobsesi dengan Marc, sampai-sampai mencoba mencelakaimu seperti tadi."
Elsa menghela nafasnya kesal. Ia merasa liburannya yang sudah sangat sempurna akan hancur karena Lucia.
"Tapi Els...." Christie menunduk sedih.
Elsa mengerutkan keningnya. "Hey, kenapa? Kenapa tiba-tiba sedih?"
"Fabio. Kenapa tadi dia hanya diam saja? Aku merasa dia benar-benar tidak ada perasaan untukku. Maksudku, dia tidak berkata apapun saat aku tenggelam tadi."
Elsa berdiri dan mendekati Christie, lalu mengusap bahu gadis itu. "Fabio pasti terkejut. Dan aku justru berpikir dia diam karena dia cemburu pada Marcel. Kau tau, Marcel selalu menjadi orang nomor satu jika itu menyangkut dirimu. Kurasa, Fabio sedikit cemburu."
Christie nampak berpikir. 'Mungkin saja, tetapi ia tidak begitu yakin,' batinnya.
"Oo iya, kemarin setelah perayaan podium yamaha, Fabio menanyakanmu yang sudah dua hari tidak terlihat di sirkuit," kata Elsa memberi informasi.
Christie mengerutkan keningnya. "Dia bertanya pada siapa?"
"Tentu saja padaku dan Maverick."
"Benarkah?" tanya Christie tidak percaya. "Jangan-jangan kau hanya ingin membuatku senang saja."
"Aku berani bersumpah bahwa dia menanyakanmu. Tanyakan saja pada Maverick jika kau tidak percaya."
Christie masih terlihat tidak percaya.
"Ihh aku tidak berbohong."
Christie terkikik geli. Lalu ia mengangguk mempercayai ucapan Elsa. Tiba-tiba ia teringat dengan Jonas. "Ayo keluar! Aku ingin mencari Jonas," ajak Christie.
"Ayo!"
~~
Elsa dan Christie memutari villa untuk mencari keberadaan Maverick dan Jonas, tetapi dua pria itu tidak sedikitpun terlihat batang hidungnya. Dikamar keduanya pun tidak ada sahutan saat pintunya diketuk berkali-kali.
"Marcel," teriak Christie saat melihat Marcel yang tengah berjalan dari luar villa. Gadis itu langsung berlari dan disusul oleh Elsa.
"Hey hey, pelan-pelan. Kenapa harus berlari??"
Christie menampakkan cengirannya dan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Bagaimana keadaanmu? Kau sudah tidak apa-apa?" tanya Marcel yang masih terlihat khawatir.
Christie mengangguk. "Tidak apa-apa, Marcel. Jangan khawatir dan... terima kasih sudah menolongku," katanya.
Marcel tersenyum. "Ada apa kau sampai lari-lari begitu?"
Christie belum sempat menjawab, Fabio dan Jack memasuki villa. Jack langsung menghampiri Christie dan menanyakan keadaan gadis itu.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."
Jack tersenyum dan mengacak rambut Christie.
Sesekali Christie melirik Fabio yang hanya diam dibelakang Marcel dan Jack. Ia menghela nafas kecewa melihat sikap Fabio yang tampak pendiam saat berada di Ibiza, berbeda dengan Fabio saat di Jerman kemarin atau saat mengobrol dengannya dikantin sirkuit Assen.
Mungkin Fabio merasa tersinggung karena Jonas terus menatapnya sinis saat dikantin sirkuit Assen. Ya, mungkin karena itu dan Fabio tidak mau lagi berurusan dengan dirinya yang mempunyai kakak super posesif seperti Jonas.
Tetapi Elsa bilang kemarin Fabio menanyakannya. Bukankah berarti pria itu sedang mencarinya atau mengkhawatirkannya?? Entahlah, Fabio adalah orang yang susah ditebak.
__ADS_1
"Apa kalian melihat Maverick dan Jonas?" tanya Christie.
Marcel dan Jack saling menatap.
"Eum, tadi...." Marcel tampak ragu untuk mengatakan dimana saudara kembar dua gadis ini.
"Kalian melihat mereka?" tanya Elsa.
"Mereka mendatangi kamar Lucia," jawab Marcel.
Elsa dan Christie mengerutkan keningnya. Keduanya saling menatap dan sama-sama membelalakkan matanya.
"Hey, kalian mau kemana? Elsa. Christie," panggilan Marcel tidak digubris dua gadis itu. Mereka masih berlari untuk mencari saudara kembar mereka.
"Dua gadis yang unik," kata Jack.
Marcel terkekeh. "Fabio pasti menyukai salah satu gadis itu. Iya kan, Fab?" tanyanya pada Fabio, tetapi pria perancis itu sudah tidak ada dibelakangnya.
Marcel celingukan mencari Fabio. "Dimana dia?"
Jack tertawa. "Dia benar-benar aneh akhir-akhir ini."
♡♡⁹³♡♡
"Kau hampir mencelakai adikku, kau tau?" Jonas tampak geram menatap gadis didepannya.
Lucia terlihat ketakutan menghadapi tiga pria didepannya tetapi gadis itu tetap tidak mau mengaku jika ia memang sengaja mendorong Elsa.
"Aku tidak sengaja. Aku terpeleset."
Maverick dan Jonas tampak frustasi menghadapi Lucia.
"Meskipun kau tidak sengaja mendorong KEKASIHKU, bisa kan jika kau minta maaf padanya dan juga Christie," kata Marc yang menekankan kata 'kekasihku' agar Lucia mengerti bahwa Elsa adalah kekasihnya.
Jonas menatap Marc, membenarkan ucapan pria itu.
"Aku tidak mau. Lagipula kenapa kau terus membela gadis itu? Aku temanmu dan aku mengenalmu lebih dulu. Kenapa kau bersikap seolah tidak mengenalku?" Lucia merasa tidak terima saat Marc membela Elsa.
Jonas nampak kesal dan sedikit menggebrak meja. "Dimana Danny Kent? Dia harus bertanggung jawab karena membawa gadis keras kepala ini kesini."
"Jonaaasss." Teriakan Christie membuat tiga pria itu menoleh padanya.
Maverick dan Marc menghela nafasnya melihat Elsa dan Christie berdiri tidak jauh dari mereka duduk. Mereka belum berhasil meminta Lucia untuk minta maaf pada Elsa dan Christie tetapi dua gadis itu sudah berada disini.
"Kebetulan ada kalian," kata Jonas. Marc dan Maverick menatapnya. "Cepat minta maaf pada mereka," titah Jonas pada Lucia yang sarat akan perintah yang memaksa.
"Jonas, aku baik-baik saja. Jangan diperpanjang," kata Christie yang tidak mau memperburuk suasana.
"Kau...."
"JONAAASS!!!" Christie langsung berada diantara Jonas dan Lucia saat tangan kakak kembarnya itu sudah siap untuk memukul Lucia. "Sudah, biarkan saja. Biar dia berbicara seenaknya. Kita tak perlu menganggapnya. Oke?"
"Apa kau bilang?" Lucia menarik paksa Christie untuk menghadapnya.
Sebelum Lucia sempat membuat perhitungan pada Christie atas kata-katanya barusan, tubuh gadis itu ditarik oleh Fabio. "Kau!! Kami disini tidak mengenalmu dan Danny yang membawamu kesini pun tidak melakukan apapun untuk membelamu. Jadi tolong jaga sikapmu atau pulanglah. Jangan mengacaukan liburan kami." Dengan geram, Fabio mencoba memperingatkan gadis itu.
'Oh sial!! Semua orang memojokkanku. Danny Kent sialan!!' umpat Lucia dalam hati. Ia melepaskan cengkraman tangan Fabio ditangannya dan berlalu meninggalkan orang-orang yang sedang mengeroyoknya.
Christie menatap Fabio, diam-diam ia tersenyum.
"Kalian ini. Bukankah tidak adil jika tiga pria memojokkan satu wanita?" tanya Elsa kesal.
"Tapi Els, Lucia memang harus diperingatkan. Lihatlah betapa keras kepalanya dia," ucap Maverick.
Elsa menggelengkan kepalanya. "Sudah, jangan diperpanjang lagi. Aku tidak mau ada keributan disini. Kita disini sedang liburan musim panas, bukan sedang menyelesaikan kasus."
Christie cekikikan mendengar ucapan Elsa.
"Aku lapar. Ayo ke pasar," kata Elsa pada Christie.
Christie tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
Maverick menghela nafasnya. "Kekasihmu sungguh menyebalkan," katanya pada Marc.
Marc memukul pelan kepala Maverick. "Dia adikmu, bodoh!"
Fabio terdiam mendengar percakapan Maverick dan Marc. Ia cukup terkejut. Elsa adalah kekasih Marc. Ia tahu Marc memang dekat dengan Elsa, tetapi ia baru tahu jika mereka berpacaran.
'Jadi... Elsa sudah memiliki kekasih? Apa aku terlambat mengatakan perasaanku padanya? Kenapa aku bisa tidak tau jika Marc adalah kekasihnya?'
♡♡⁹³♡♡
"Jonas sungguh sangat menakutkan jika sudah menyangkut dirimu," kata Elsa bergidik ngeri.
Christie hanya tertawa mendengar ucapan temannya.
"Tapi aku melihat ada perbedaan pada dua orang ini mengenaimu," seru Elsa antusias. "Yang pertama Jonas, dia selalu tampak emosi dan marah jika ada orang yang menyakitimu. Dan yang kedua Marcel, dia lebih terlihat khawatir tetapi tenang. Kau tau, itu perpaduan yang sangat sempurna." Elsa cekikikan.
"Kau ini, apa-apaan membandingkan Jonas dan Marcel seperti itu," kata Christie malu.
"Aku hanya menyukainya saja. Disaat Jonas marah-marah pada orang yang menyakitimu atau mencoba mencelakaimu, disitu ada Marcel yang menenangkanmu. Marcel lebih dominan memelukmu disaat kau sakit. Sedangkan Jonas lebih dominan membelamu," kata Elsa. "Aaahhh itu sweet sekali. Kalian benar-benar sempurna."
__ADS_1
"Elsaaa, kau membuatku malu." Christie menutup wajahnya dengan telapak tangan karena malu.
Elsa tertawa. "Dan kau lihat tadi Fabio, dia bisa menjadi pria ketiga setelah Jonas dan Marcel. Fabio ini lebih dominan melindungimu."
Christie menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Elsa yang semakin ngawur saja.
"Jangan membicarakan pria-pria itu lagi. Ayo kita cari makanan saja," ucap Christie berniat mengalihkan pembicaraan.
"Wah kau beruntung sekali." Elsa masih gencar menggoda Christie yang pipinya sudah memerah.
"ELSAAAAA. AWAS YAA!!"
Elsa berlari masuk kedalam pasar dan Christie mengejarnya.
♡♡⁹³♡♡
"Besok pagi, kita pergi ke Mar Mediterraneo." Jack mulai membuka jadwal wisata mereka. "Naik sepeda," lanjutnya sambil memberi beberapa tulisan dikertas yang sudah terjadwal tempat wisata mereka diliburan musim panas ini.
"Okee," kata teman-temannya serempak. Ada Marcel, Marc, Maverick, Jonas, Fabio dan Tom yang sedang berkumpul. Mereka bersantai dan menonton televisi sambil mendengarkan penjelasan dari Jack.
"Fabio, kau bagian memesan sepeda ya?" Jack memberi perintah pada pria perancis bertatto itu.
Tidak ada sahutan.
"Fab?" Jack memastikan Fabio mendengarkannya.
Tidak ada sahutan lagi dari Fabio.
Jack mendongak dan menatap Fabio. Pria itu terlihat sedang melamun dan tidak fokus pada penjelasannya. "Hey," ucap Jack sambil menepuk pelan paha Fabio yang mengenakan celana pendek itu.
"Ya?" Fabio sedikit terlonjak karena tepukan Jack dipahanya.
"Kau tidak mendengarkanku?" tanya Jack.
Fabio memijat keningnya. "Sorry. Bagaimana tadi?"
Jack menghela nafasnya. "Kau bagian memesan sepeda untuk besok pagi. Kita akan ke Mar Mediterraneo."
Fabio mengangguk. "Untuk berapa orang?" tanyanya.
"Tunggu tunggu," kata Jack mulai menghitung jumlah teman-temannya. "Marc, Alex jadi menyusul kemari?"
Marc tersenyum dan mengangguk. "Nanti malam dia sampai disini," jawab Marc.
"Oke. Berarti kita ada 12 orang," kata Jack. "Pesan 12 sepeda," lanjutnya.
Fabio mengangguk dan mengiyakan permintaan Jack.
"Baiklah, semua sudah beres." Jack membereskan kertas-kertas diatas meja dan meminum jus jeruk yang tadi dipesan lewat aplikasi online. "Oo ya, dimana Elsa dan Christie?" tanya Jack.
"Mereka pergi ke pasar Mercadillo Las Dallas," jawab Maverick.
"Ayo kita susul mereka," ajak Jack yang disetujui oleh teman-temannya.
Mereka beranjak dan bersiap-siap untuk menyusul Elsa dan Christie yang sedang asyik berjalan-jalan dipasar dekat villa. Tetapi Fabio hanya duduk diam sambil menikmati camilan dimeja dan jus jeruk miliknya.
"Kau tidak ikut?" tanya Jack yang melihat Fabio tidak beranjak.
Fabio menggeleng. "Kalian duluan saja. Aku nanti akan menyusul," jawabnya.
Jack mengangguk dan mengikuti teman-temannya yang lain untuk menuju pasar Mercadillo Las Dallas.
Fabio duduk dan termenung. Sebenarnya ia ingin sekali ikut dengan teman-temannya, tetapi ia merasa tak bersemangat setelah tahu bahwa Elsa sudah memiliki kekasih. Entahlah, ia berharap ia salah dengar.
Ia menyukai Elsa sejak dirinya masih dikelas Moto3. Saat itu Maverick masih terlampaui posesif pada adiknya. Elsa adalah gadis pendiam yang selalu duduk manis di paddock Maverick. Tidak ada satupun pria yang bisa mendekati gadis itu, termasuk teman Maverick sendiri.
Saat itu, Elsa tidak pernah tersenyum pada siapapun. Tetapi pernah sekali Fabio melihat senyum itu, senyuman seorang adik yang hanya ditujukan kepada kakaknya. Cantik sekali. Ya, Elsa sangat cantik ketika tersenyum. Sayangnya, gadis itu sungguh tidak bisa didekati.
Sampai hari itu datang, seorang Marc Marquez selalu berusaha mendekati Elsa. Pria itu selalu datang di paddock Maverick. Meskipun beberapa kali ditolak oleh Maverick, tetapi Marc tidak pernah menyerah. Ia beberapa kali selalu berusaha untuk mendekati Elsa dan pada akhirnya berhasil. Elsa, si gadis pendiam yang selalu duduk manis di paddock kakaknya, kini menjadi gadis yang selalu tersenyum manis. Ia pun mau keluar dari paddock Maverick dan berjalan-jalan untuk berkeliling sirkuit.
Elsa tak pernah keluar paddock Maverick sendirian. Terkadang Marc atau Maverick menemaninya. Sejak saat itulah Marc dan Maverick menjadi dekat. Fabio tahu itu, tetapi ia tidak tahu jika Marc sampai rela pindah didepan rumah Elsa hanya untuk bisa mendekati gadis itu.
Fabio pun tahu mengenai fakta bahwa ibu Maverick dan Elsa pergi meninggalkan dua anak kembarnya disaat mereka masih berusia 4 tahun. Sejak saat itu, adik Maverick, Elsa, menjadi gadis yang pendiam dan tidak mau mengenal dunia luar.
Sekarang, ia pun baru mengetahui bahwa Elsa dan Marc adalah sepasang kekasih. Sakit hati? Tidak. Entah kenapa ia tidak merasakan sakit hati. Ia hanya sedih dan kecewa. Perasaannya selama ini tidak terbalaskan. Dan entah sejak kapan dirinya baru menyadari ia tak mengagumi Elsa lagi. Tetapi Fabio terus menyangkal perasaannya itu. Ia selalu bersikukuh untuk menyebut bahwa dirinya menyukai Elsa.
Fabio menyandarkan tubuhnya disofa villa. Ia memejamkan matanya dan tangannya memijat dahinya. Kepalanya rasanya mau pecah.
"Kenapa aku baru menyadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih?" gumam Fabio.
Ia berdiri dan hendak menyusul teman-temannya. Tetapi....
"Kenapa tiba-tiba aku ingin mengajak Christie pergi?"
Ia menimang-nimang lagi niatnya karena disini ia tidak bisa bebas untuk mengajak Christie pergi. Jonas pasti melarang keras dirinya.
"Christie selalu bisa membuat suasana hatiku membaik. Tapi bagaimana caranya untuk mengajak Christie pergi tanpa ketahuan Jonas?"
Fabio membanting bantal ke sofa. Ia benar-benar pusing sekarang.
"Sial..!!!!"
__ADS_1