
@Ibiza, Spanyol
Elsa dan Christie berlarian ditepi pantai Talamanca sambil melompat-lompat senang. Mereka bermain air dan juga pasir. Ini adalah kali pertama mereka melakukan liburan bersama. Wajah bahagia tercetak jelas pada kedua gadis cantik itu.
"Hati-hati, Els, Chris," teriak Maverick memperingatkan keduanya yang saat ini tengah mengubur kaki mereka dipasir pantai.
Jonas menghampiri Maverick. "Adikku terlihat sangat bahagia jika bersama Elsa," kata Jonas.
Maverick tersenyum menanggapi ucapan Jonas. "Aku sangat berterima kasih pada Christie, Jonas. Keceriaannya membuat Elsa mau membuka diri untuk berteman dengan siapa saja." Mata coklatnya tidak lepas menatap Elsa yang tengah tertawa. "Kau menjaga Christie dengan sangat baik. Ia tumbuh menjadi gadis cantik, ceria dan kuat."
Jonas tersenyum samar.
"Elsa sangat beruntung memiliki teman seperti Christie," ucap Maverick lagi.
Jonas tak menanggapi ucapan Maverick. Ia justru masih terus memikirkan bahwa dirinya bisa saja gagal menjadi seorang kakak, andai adiknya sampai patah hati karena seorang pria.
"Mack."
Marc tengah berdiri disamping Maverick sambil melihat kekasihnya yang begitu bahagia meskipun hanya bermain air dan pasir. "Elsa terlihat sangat bahagia," katanya.
Maverick mengangguk setuju. "Itu semua karena Christie. Elsa seribu persen jauh lebih bahagia daripada bersama kita."
Marc terkekeh. "Christie has positive vibes," katanya.
Maverick mengangguk setuju. Kemudian ia melambaikan tangannya saat Elsa melambai padanya.
"Ayo sarapan dulu, girls." Marc berteriak cukup keras karena angin disekitar pantai cukup kencang.
Dua gadis itu berlari kearah para pria yang menunggunya tidak jauh dari tepian pantai. Mereka berlari bersama sambil tertawa dan saling menarik satu sama lain.
"Hey hey hey, kalian ini. Ya Tuhaaaaaannn. Bisa-bisanya sebahagia itu." Maverick mulai menegur keduanya.
Elsa tersenyum lebar sambil menatap Christie. "Aku bahagiaaaaaa sekali. Ini pertama kalinya aku liburan dengan Christie dan sangat menyenangkan, Mack. Aku sungguh menikmati ini," katanya bersemangat.
"Benar. Setelah sarapan, kita main lagi disebelah sana, Els."
Elsa mengangguk semangat mendengar saran Christie.
"Tapi ingat, girls. Kalian berdua harus berhati-hati. Ingat ya! Hati-hati," kata Jonas memperingatkan kedua gadis itu. "Aku tidak mau karena kalian terlalu asyik bermain, kalian jadi mengesampingkan keselamatan kalian."
Elsa dan Christie kompak tersenyum. "Siap bos," kata mereka bersamaan.
Marc dan Maverick yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini pertama kalinya Elsa bisa sebahagia itu, jadi apapun yang dilakukannya, tidak bisa dilarang oleh Maverick maupun Marc. Melihat senyum Elsa saja, keduanya tidak tega untuk mengusiknya.
~~
"Sore nanti, kita bisa lihat sunset dipantai kan, Mack?" tanya Elsa pada Maverick yang tengah mengiris daging untuk ia jadikan sandwich.
Maverick mengangguk dan tersenyum.
Elsa pun menoleh pada Christie dan kembali tersenyum ceria. "Asyiiikk," serunya.
"Maaf, aku terlambat datang."
Suara berat seorang pria menyita perhatian semua orang yang berada dimeja makan. Mereka semua menghentikan makannya dan menatap si pria yang katanya terlambat ini.
Elsa mengerutkan keningnya tidak suka. Bukan, bukan karena si pria, tetapi wanita yang ada disamping pria itu. Membuat suasana hatinya yang sangat baik menjadi sangat buruk.
Lucia.
Ya, gadis itu berdiri disamping pria yang bernama Danny Kent. Dengan gaya centilnya, ia memainkan rambutnya yang keriting itu.
Keduanya pun bergabung untuk menikmati sarapan pagi setelah Jack mempersilakan mereka duduk.
"Merusak mood ku," kata Elsa kesal.
Maverick menatap adiknya yang bergumam. "Ada apa?" tanyanya yang heran melihat raut wajah Elsa yang berubah.
Elsa hanya menggelengkan kepalanya.
Maverick paham apa yang membuat Elsa merubah raut wajahnya itu. Kedatangan Lucia. Ia pun juga tidak tahu jika Danny akan mengajak Lucia kesini. Bahkan Maverick tidak tahu apa hubungan Danny dan gadis itu.
Marc terlihat santai dan tidak menggubris kedatangan Lucia kemari. Meskipun Lucia sempat tersenyum padanya, tetapi Marc tidak tertarik untuk membalas senyuman itu. Ia hanya ingin menjaga perasaan dan mood kekasihnya. Jelas ia sangat tahu jika Elsa akan bad mood setelah melihat Lucia bergabung dengan liburannya kali ini.
Marc melihat raut wajah Elsa yang nampak tidak seceria tadi. Ia pun menghela nafas berat.
~~
Elsa dan Christie memasuki kamar mereka. Selama disini, dua gadis itu berada dikamar yang sama. Sebenarnya, mereka akan digabungkan dengan Lucia karena wanita disini hanya ada mereka bertiga. Tetapi tentu saja, Elsa menolak itu mentah-mentah. Tidak perlu memakai alasan apapun karena sangat terlihat sekali jika Elsa tidak menyukai Lucia. Jadi tidak mungkin jika mereka berada satu kamar.
"Hah, padahal aku sudah sangat bahagia bisa berlibur denganmu disini. Tetapi wanita itu membuat suasana hatiku menjadi hancur." Elsa mengeluh sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan sprei putihnya.
"Tidak usah kau pedulikan. Kita nikmati saja liburan kita," kata Christie. "Jika dia berani mengganggumu, dia akan berhadapan denganku."
Elsa cekikikan. "Mungkin dia tidak akan menggangguku, tetapi dia akan mengganggu Marc. Iya kan? Terlihat sekali jika dia sangat suka mencari perhatian dari Marc."
Christie mengangguk. "Bisa jadi," katanya.
Suara ponsel Elsa berbunyi dan menampilkan nama Marc dilayarnya. Gadis itu segera menekan menu berwarna hijau untuk menerima panggilan itu.
__ADS_1
"Hallo. Marc," sapa Elsa.
"Els, kau baik-baik saja?" tanya Marc yang sedikit khawatir.
Elsa mengerutkan keningnya heran. "Memangnya aku kenapa?"
"Aku melihat wajahmu berubah setelah Lucia datang. Jangan terlalu dipikirkan. Aku akan menjaga jarak dengannya. Yang paling penting untukku adalah kau tersenyum ceria seperti pertama kali datang tadi. Aku suka melihatnya."
Kata-kata Marc membuat Elsa tersenyum malu. "Jangan merayuku. Tidak akan mempan sama sekali jika sekali saja aku melihatmu terlihat akrab dengannya," ancamnya.
Marc justru terkekeh mendengar ancaman Elsa.
"Baiklah, tuan putri," kata Marc. "Oo ya, setelah ini kau dan Christie akan kemana lagi?"
Elsa nampak sedang berpikir. "Kita akan kemana, Chris?" tanya Elsa pada Christie yang sedang duduk diranjang sebelahnya sambil memainkan ponsel.
Christie mengerutkan keningnya, berpikir. "Entahlah."
Itu jawaban Christie setelah ditunggu beberapa detik oleh Elsa.
Elsa memutar bola matanya kesal. "Tidak tau. Kami tidak tau apalagi yang menarik disini, Marc."
Marc nampak terkekeh disana. "Berkunjunglah ke pasar Mercadillo Las Dallas. Disana sangat keren dan banyak sekali makanan. Kalian pasti akan suka," saran Marc. "Atau Mar Mediterraneo."
"Apa itu?"
"Wisata alam. Tapi jika kalian ingin kesana, bersama-sama saja karena jaraknya sedikit jauh dari villa. Harus menggunakan sepeda tentunya."
Elsa mengangguk-anggukan kepalanya, seolah Marc melihatnya.
"Nanti aku akan bilang ke yang lain. Siang ini kita ke pasar dulu saja."
Elsa tersenyum mendengar saran-saran dari Marc.
"Tetapi kudengar, Jack dan Fabio sudah menyusun tempat wisata yang akan kita kunjungi."
"Hm, Maverick bilang begitu tadi."
Marc menghela nafas. "Baiklah kalau begitu. Istirahatlah. Aku tidak mau kau kelelahan karena liburan ini."
Elsa tersenyum mendengar perhatian Marc. "Ya. Kau juga."
"Bye."
"Bye."
Sambungan telepon terputus dan membuat Elsa bangun lalu menatap Christie. "Marc memberiku saran-saran untuk ke tempat wisata sekitar sini. Tetapi kita harus mendengarkan dulu tempat wisata yang akan dikunjungi oleh Jack dan Fabio."
"Hmm," gumam Elsa. Ia diam sejenak, memikirkan sesuatu. Lalu setelahnya tersenyum. "Bagaimana jika kita double date? Aku dengan Marc dan kau dengan Fabio?"
Puk!
Christie memukulkan sebuah guling ke badan Elsa.
"Aw, hey apa yang salah?" tanya Elsa kesal.
"Kau pikir aku dan Fabio berpacaran, hm?"
Elsa cekikikan. "Ya sudah jika tidak mau. Kau dengan Marcel saja. Dia kan selalu bersikap manis padamu."
"Elsaaaaaaa," seru Christie yang kembali memukulkan guling ke badan Elsa. Elsa menangkisnya dengan memukulkan gulingnya juga untuk aksi pukulnya bersama Christie.
♡♡⁹³♡♡
Elsa dan Christie keluar dari kamarnya dan langsung menemui Jack dan Fabio. Mereka ingin menanyakan apa saja rencana liburan mereka disini.
"Apa kau melihat Fabio?" tanya Elsa pada sepupu Fabio, Tom.
Yang ditanya pun menoleh dan menjawab, "Dia ada dikolam renang bersama Jack dan Marcel."
"Terima kasih, Tom," kata Elsa dengan tersenyum manis. "Ayo, Chris." Elsa menarik tangan Christie menuju kolam renang.
"Pantas saja Fabio menyukainya, gadis itu mempunyai senyuman yang sangat manis," gumam Tom sambil memperhatikan Elsa yang tengah menggandeng tangan Christie menuju kolam renang.
Dikolam renang, ternyata bukan hanya ada Fabio, Jack dan Marcel, tetapi Danny dan Lucia ada disana juga. Mereka sedang berenang dan berfoto.
Elsa memutar bola matanya malas saat melihat gadis itu tengah memakai bikininya dan duduk berpose dipinggir kolam renang. Tidak mau ambil pusing tentang Lucia, Elsa langsung menghampiri Fabio.
"Hai gadis-gadis," kata Fabio yang khas dengan julukannya untuk Elsa dan Christie.
Elsa tersenyum pada pria perancis itu. "Ada yang ingin aku tanyakan," kata Elsa pada Fabio.
"Tentang?" tanya Fabio.
"Tentang rencana liburan yang sudah kau buat. Kau akan membawa kami kemana saja? Apakah siang ini ada rencana? Jika tidak, aku akan pergi ke pasar Mercadillo Las Dallas."
"Kau tau pasar itu?" tanya Jack.
"Marc yang memberitahuku," jawab Elsa.
__ADS_1
"AWAASS, AAAAA TOLONG. AKU TERPELESET."
BYYUUUURRRR!!!
"Oopss," gadis yang berteriak tadi, Lucia, terbengong melihat siapa yang jatuh dikolam renang.
"CHRISSTIIIIEEEEE," seru Elsa yang terlihat sangat panik.
"Sial sial sial," batin Lucia kesal. Ia mencoba mendorong Elsa dengan alasan ia terpeleset, tetapi kenapa justru temannya yang terjatuh.
Dia ingin mengerjai Elsa dengan menjatuhkannya ke dalam kolam, tetapi Christie justru menahan Elsa. Ia tidak tahu jika kakinya tidak menyentuh pinggiran kolam dan ia begitu saja jatuh kedalam kolam itu.
Marcel yang berada disana dengan sigap langsung menghampiri Christie yang sudah basah kuyup. Untung saja gadis itu bisa berenang, jadi dia tidak tenggelam. Tetapi Christie terbatuk-batuk karena banyaknya air yang masuk dari mulut dan hidungnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Marcel sangat khawatir.
Christie hanya menggeleng. Ia juga terkejut tadi saat jatuh kedalam kolam. Sebenarnya Ia hanya berniat menahan Elsa yang didorong dengan sengaja oleh Lucia, tetapi ia juga tidak tahu jika akan jatuh kedalam kolam. Jadi tanpa sengaja ia menghirup air yang membuat hidungnya sekarang terasa sangat sakit dan ia juga menelan air yang membuatnya batuk-batuk.
"Naik kepunggungku, aku akan menggendongmu," kata Marcel yang terlihat begitu khawatir.
Fabio melihat Marcel yang sedang menggendong Christie, tetapi entah kenapa ia menyesali sikapnya yang tidak lebih dulu menolong Christie. Ia justru hanya terdiam dipinggiran kolam sambil menyaksikan Marcel yang sangat sigap menolong gadis itu.
"Kau sengaja melakukan itu, hah?"
Tangan Lucia dicengkeram oleh Jonas yang dari guratan wajahnya terlihat sangat marah. Ia tidak terima jika adiknya yang menjadi korban atas sikap gadis asing itu. Cengkeraman tangannya semakin erat saat Lucia mulai memberontak dan menyangkal atas tuduhan Jonas.
Elsa yang berada didekat Lucia dan Jonas, menatap tak percaya pada gadis itu. "Lucia sengaja melakukan itu?" pikirnya.
"Aku tidak sengaja. Aw, kau menyakiti tanganku," bantah Lucia sambil mencoba melepaskan cengkeraman tangan Jonas.
"Kau tidak perlu berbohong. Aku jelas tau kau sengaja mendorong Elsa dan adikku mencoba menahan tubuh Elsa, tetapi dia malah jatuh kedalam kolam."
Elsa menutup mulutnya yang hampir tidak percaya dengan ucapan Jonas.
"Sungguh, aku tidak sengaja."
Semua orang yang berada disekitar kolam renang villa menatap Lucia, termasuk Marc dan Maverick yang baru saja tiba. Kedua orang itu buru-buru menghampiri Elsa dan menanyakan keadaannya.
Marcel yang sedang menggendong Christie, dibantu oleh Maverick untuk naik ke pinggiran kolam. "Hati-hati, Marcel," katanya pelan.
"Aku akan membuat perhitungan padamu karena telah mencelakai adikku," ancam Jonas. Kemudian ia berlalu dan menghampiri Marcel.
Christie masih batuk-batuk dan hidungnya pun masih terasa sakit. Ia memeluk Marcel sambil menyandarkan kepalanya dipundak pria itu. Kepalanya mulai terasa pusing sekarang.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Jonas khawatir. Ia ingin menurunkan Christie dan menggantikan Marcel untuk menggendongnya, tetapi Marcel mencegahnya.
"Kau ambilkan saja handuk untuk Christie. Biar aku yang menggendongnya," kata Marcel dan dituruti oleh Jonas.
Pria itu berlari masuk kedalam villa dan mengambil handuk.
"Christie." Elsa menghampiri temannya itu dengan raut wajah khawatir. Ia melihat Christie lemas diatas punggung Marcel.
Fabio dan Jack yang baru saja keluar dari kolam renang pun menghampiri Christie yang tengah didudukkan oleh Marcel dikursi pinggir kolam. Keduanya pun tidak tahu menahu tentang Lucia yang sengaja ingin mendorong Elsa. Kejadiannya begitu cepat dan Jack yang berada tidak jauh dari Christie jatuh, juga tidak sempat menolong Christie. Ia terlalu terkejut karena Christie tiba-tiba jatuh saat ia sedang berbicara dengan Elsa.
"Apakah ada yang sakit, Chris?" tanya Jack yang merasa bersalah karena tidak segera menolong adik kembar Jonas Folger itu.
Christie hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku minta maaf karena tidak buru-buru menolongmu. Aku justru diam karena merasa terkejut saat kau jatuh."
Christie tersenyum dan mengangguk mendengar penuturan Jack. Sebenarnya Christie juga merasa sangat bersyukur karena ada Marcel disana. Pria itu selalu saja berada digarda terdepan jika menyangkut keselamatan dan kebahagiaan Christie.
Jonas datang dengan membawa handuk. Ia berjongkok didepan Christie. Dengan pelan dan hati-hati, ia mengelap air yang ada diwajah adiknya. Kemudian ia mengusap-usap pelan rambut Christie yang basah.
"Aku akan membuat perhitungan pada gadis itu," ucap Maverick yang sedari tadi diam saja. Ia juga tidak terima karena Jonas bilang Lucia mencoba mendorong Elsa dengan sengaja.
Jonas menatap Maverick. "Jelas-jelas aku melihatnya dengan sengaja mendorong Elsa. Bisa-bisanya dia tidak mengaku."
"Dimana Danny? Seharusnya dia ada disini dan menjelaskan siapa gadis itu?" tanya Jack yang juga ikut kesal.
Christie memegang tangan Jonas dan menggeleng. "Aku baik-baik saja. Elsa juga kan?" Ia menatap Elsa dan Elsa mengangguk. "Tidak apa-apa, mungkin memang dia tidak sengaja."
"Tidak bisa begitu, Chris." Jonas masih tidak terima.
Christie kembali menggeleng. "Tidak apa-apa. Sudah jangan diperpanjang lagi. Aku akan kekamar dan mengganti bajuku." Ia berdiri dan menggandeng tangan Elsa, lalu mengajaknya masuk kedalam kamar.
Maverick melirik Marc yang berada disampingnya. Pria itu hanya diam dan tidak mengatakan apapun. "Marc?" panggil Maverick.
Marc menoleh.
"Lucia temanmu kan?" tanya Maverick.
"Ya. Tetapi aku tidak tau hubungannya dengan Danny," jawab Marc.
"Kau bisa menegurnya untuk tidak bersikap seperti tadi. Dia bisa saja mencelakai Elsa atau Christie," kata Maverick geram.
Marc mengangguk. "Aku, kau dan Jonas bisa saja menegurnya. Aku tidak bisa menegur Lucia sendirian karena aku sudah berjanji pada Elsa untuk tidak berbicara dengan Lucia."
Maverick dan Jonas saling menatap dan mengangguk menyetujui ucapan Marc.
__ADS_1
Fabio yang mendengar ucapan Marc justru mengerutkan keningnya bingung. Ia bertanya-tanya dalam hatinya, ada hubungan apa Marc dan Elsa sampai-sampai Marc berjanji pada Elsa untuk tidak berbicara dengan gadis lain?