
Treng teng teng, kita berjumpa lagi:)
Okeh langsung mulai aja yah! go baca, berikan like ✨
Marsha sedari tadi menyeruput minuman yang dirinya pegang sambil melirik Fathur yang terus saja melamun. jengah, tentu saja Marsha jengah melihat Fathur begitu pasalnya seakan ini seperti momen yang membosankan.
"Thur! kamu tuh dari tadi mikirin apa sih, Thur?!"Marsha menegur Fathur sambil menaruh gelas yang dipegangnya ke meja dengan mengeluarkan suara keras membuat yang disana menatap sejenak ke mereka.
Fathur masih tidak bergeming sedikitpun, sepertinya sangat kokoh lamunanya menguasai diri hingga tidak mendengar Marsha yang menegurnya.
"FATHUR! KAMU DENGER AKU NGOMONG NGGAK SIH, THUR?! KOK AKU DI KACANGIN!"Marsha mengeluarkan suara emasnya sehingga seisi kedai itu terperanjat dan menatap ke arahnya begitupun Fathur yang kaget dibuatnya.
Sial! berapa lama aku melamun tadi, pikiran ini membuat kacau! (batin Fathur)
"Yah, kamu ngomong apa tadi? maaf... aku sedikit banyak pikiran saja."Fathur berucap sambil mengendalikan diri dari rasa bersalahnya.
Emang sih dia terlihat banyak pikiran, tapi nggak mesti ngacangin ginilah... di suruh cerita nggak mau, mau nya ngacangin aku doang... kalo gini kan nggak asik banget jadinya! (batin Marsha)
"Huuh. yasudahlah, memangnya apa yang kamu pikirkan?"tanya Marsha berusaha memahami Fathur.
Fathur hanya menggelengkan kepala saja, lalu dia berkata sambil mengacak-acak rambut Marsha. "Gaada."
Deg!
Jantung Marsha serasa mau loncat dan matanya melongo, pasalnya baru kali ini ada sosok lelaki yang berani menyentuh kepalanya dan mengacak rambutnya seperti yang Fathur lakukan.
"Ish, apaan sih! berantakan tau...,"mangut Marsha.
Fathur hanya tersenyum kala melihat Marsha mangut dan sibuk membenarkan rambutnya.
"Iya-iya, sini aku benerin...,"Fathur berpindah duduk sesampingan dengan Marsha kemudian dengan telaten merapikan rambut Marsha yang tergerai.
"Eh, mau ngapain?!"
"Benerin rambut kamu lah!"
Deg!
Marsha yang diperlakukan begitu hanya tertegun saja, lelaki culun itu bisa juga mengusik hatinya. menurut adalah hal yang Marsha lakukan kala itu, Marsha sejenak menatap Fathur bengong.
Kalo dilihat secara dekat dia ini enggak culun kalo gayanya di ubah, sikafnya aja berbeda dari cowok culun biasanya... apa dia ini pura-pura culunkah? aku penasaran sekali dengan wajah dibalik topeng ini...
Eh, tunggu! dagunya ada bekas luka? k-kenapa aku merasa pernah mengingatnya...rasa aneh apa ini? kenapa kepala ku serasa ditusuk jarum?! (batin Marsha)
Ketika melihat dagu Fathur yang ada bekas goresan luka kecil membuat Marsha seketika terserang hantaman keras dikepalanya, rasa sakit itu kembali muncul dikepalanya, rasa nyilu akan bayang-bayang samar menyerang di ingatanya.
"Akh!"Marsha memejamkan matanya dan memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Akh sakit... haah, sakit!"
Astaga! Marsha kenapa? kenapa dia merasakan sakit? apa karena mengingat sesuatu sekarang, gawat! (batin Fathur)
Fathur panik dan langsung memegang wajah Marsha dan berucap pelan, "Sha, k-kamu kenapa? kepala kamu sakit? kenapa?"pertanyaan yang bertubi-tubi keluar dari mulut Fathur.
Marsha tidak menjawab dan terus saja mengatakan kepalanya sakit kepada Fathur terus menerus, wajah pucatnya terbentuk serta keringat bercucuran membanjiri wajahnya.
"Akhh! s-sakit... kepala ku... akhhh!"raung Marsha agak sedikit keras.
"Sha, aku bawa kerumah sakit yah? ayo aku gendong!"ucap Fathur tegas dan mulai hendak mengangkat Marsha, tangan Marsha menepisnya dengan kuat.
"Nggak!"tolak nya mentah.
Akh, tapi kepalaku sakit sekali... (batin Marsha)
__ADS_1
"Thur... o.. obat aku!"lirih Marsha
"Obat? mana? dimana? tas?"
"Iya."
Fathur langsung membuka tas Marsha dan mencari kotak obat yang Marsha minta, setelah ketemu Fathur langsung mengambilnya satu persatu dan memberikanya kepada Marsha.
Glek.. Glek.. Glek..
Marsha menelan obat bercampur dengan air putihnya.
Setelah itu kepala yang tadinya bagaikan mau meledak akhirnya membaik, namun tubuh Marsha lemas menahan rasa sakit yang sangat teramat nyilu dikepalanya. dia memejamkan matanya dan bernafas.
Greb!
Pelukan Fathur membuat Marsha langsung membelalakkan matanya kaget, dipeluk oleh lelaki saja dia belum pernah merasakannya, bagaimana bisa cowok culun yang hanya temanya ini memeluknya.
K-kenapa rasanya nyaman sekali... (batin Marsha)
"Kamu udah baikan? masih sakit kah? apa yang membuat kamu begini? apa kamu melihat sesuatu di ingatanmu?"pertanyaan Fathur membuat Marsha menggelengkan kepala tidak tahu.
Ingatan? aku hanya melihat sekilas suara benturan keras dalam mobil, dan... dan... seorang dengan samar, wajahnya yang tidak bisa aku lihat... ingatan apa ini? (batin Marsha)
"Sudahlah jangan dijawab, biar aku dekab sesaat agar rileks..."ucap Fathur lagi sambil mengelus pelan kepala Marsha. entah sadar atau tidak Fathur tersenyum kala memeluk Marsha, ada rasa nyaman yang dirasakan olehnya.
Aku nggak pernah diperlakukan begini sama cowok, bahkan kak Petran sekalipun... Fathur ingatan apa yang tersimpan dikepala ku, kenapa melihat luka di dagu mu itu aku merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya... apa sebelumnya kamu pernah ada diingatanku? (batin Marsha)
"Thur..."
"Yaa?"
"Terimakasih untuk pelukanya."
Deg!
A-aku memeluknya? apa yang aku lakukan?! bagaimana bisa memeluknya... (batin Fathur)
****
Ke esokan harinya di sekolah, Marsha tengah duduk di bangku masing-masing bersama para sahabatnya.
"Sha, di kelas kita kedatangan siswa."Ranti berucap memberitahu Marsha.
"Siapa?"tanya Marsha penasaran.
"Ntar juga kamu tau sendiri, yah nggak put?"ucap Ranti memberi kode kepada Putri.
"Bener tuh!"jawab Putri.
"Apaan sih main rahasia-rahasiaan segala! nggak asik banget deh!"kesal Marsha
"Biar suprise..."ucap Ranti dan Putri.
Tidak lama suara langkah kaki memasuki kelas mereka.
"Pagi anak-anak!"sapanya setiba di kelas
"Pagi, bu!"jawab semua murid dikelas.
"Bagus, oh yah sebelum memulai pelajaran kita kedatangan siswa... dia pindahan kelas ujung, Fathir silahkan masuk!"
Mendengar kata Fathir Marsha memebelalakkan matanya melihat kedepan papan tulis, pandanganya terhenti kala seorang siswa yang bertemu denganya hari lalu berdiri di hadapanya.
D-dia kenapa bisa dikelasku?! (batin Marsha)
__ADS_1
"Fathir perkenalkan namamu..."
Dia mengangguk dan tersenyum ke arah Marsha membuat yang dikelas melirik mereka.
"Nama gue Fathir rasya ars, mungkin dari kalian sudah tau dengan gue..."ucapnya memperkenalkan diri dan terus memperhatikan Marsha.
"Gue pindah kelas dari kelas ujung ke kelas ini, semoga kita bisa berteman baik."
APA? PINDAH KELAS? KOK BISA?! MESTI NANYA PAPA NIH SEPULANG SEKOLAH NANTI! (batin Marsha panas)
"Astaga Fathir ganteng banget, euii!"
"Hai tampan..."
"Pacarku dari kelas ujung... masyaallah mimpi apa bisa sekelas."
"Halah! sok cakep!"
"Paling cuman ngincer salah satu cewek dikelas ini doang!"
"Awas aja ngembat Marsha gue!"
"Kutuk aja dia sampe mati!"
"Cih!"
Beberapa kutukan dan pujian yang Fathir terima dari orang dikelas barunya itu.
Orang-orang yang membosankan! (batin Fathir)
"Baiklah, semuanya diam!"tegas sang guru, sesaat jadi hening.
"Fathir silahkan duduk di bangku paling bekalang dibelakang Putri!"perintahnya.
Fathir mengangguk berjalan melewati Marsha dan duduk dibelakang tepat di belakang Putri.
Guru menulis di papan tulis sementara Marsha dan para sahabatnya sibuk berbisik-bisik.
"Sha, gimana? terkejut nggak?"tanya Kinan kepada Marsha sedikit berbisik.
"Cih! terkejut apanya, jengkel iya!"ucap Marsha jutek.
"Loh, kok gitu? dia ganteng tau... lebih ganteng dari kakak angkat kamu itu, si Petran!"ucap Ranti menyela.
Petran? sudah lama nggak kontekan sama dia lagi, bahkan jarang lihat dia dirumah... huuh, aku jadi kembali nostalgia nih gara-gara sih Ranti! tapi meski gimanapun aku sekarang jarang mikirin kak Petran lagi semenjak ada Fathur... malah Fathur muluh yang sering aku pikirin, ih sial banget deh! (batin Marsha)
Putri menyadari apa yang tengah dipikirkan oleh Marsha dan langsung mengode Ranti supaya tidak membahas Petran.
"Stop ngatain cowok jelek itu! meskipun dia cukup keren di sekolah ini, tetap aja Fathir lebih keren!"ucap Putri slow.
"Tau, cowok modelan Petran itu nggak cocok jadi gebetan sahabat kita apa lagi kakak angkat! norak banget!"sambung Kinan.
"Iyadeh, iya maaf,"pinta Ranti.
Marsha mengangguk.
"Sha, liat tuh Fathir mandangin kamu muluh!"goda Putri.
"Ye bodoh amat!"judes Marsha sambil menjeliti Fathir.
Entah kenapa dengan Fathir Marsha begitu tak suka dan tiap kali melihat Fathir moodnya langsung ambruk serta hatinya merasa sedikit ada perasaan sedih.
Dia siapa sih sebenarnya? kok hati aku gundah gini, biasanya juga nggak gini... (batin Marsha)
5 menit pelajaran sudah berlangsung setelah guru sibuk menulis di papan tulis tadi.
__ADS_1
___
Berikan like sebanyak mungkin untukku yah, maklum jika banyak ke typoan...