Fathur My Future

Fathur My Future
TWINS (F)


__ADS_3

Hi, aku come back!? maaf lagi yah aku yang jarang update bab ini, tolong di maafkan guys. menulis butuh inspirasi, ini mendadak udah di suruh update sama pihak MT nya 😥


HAPPY ENJOY!


****


Sudah 3 hari berlalu antara Marsha dan Fathur semakin akrab dan menjadi topik panas di sekolahnya. peduli? tentu saja Marsha tidak peduli, angin lalu ada baiknya di abaikan..


Semakin berjalanya waktu dan detik, Marsha semakin sering bermimpi sesuatu dalam ingatanya yang terasa keras. namun sesuai ucapan Fathur waktu itu, Marsha tidak lagi menceritakan apapun tentang ingatanya.


Hari kemarin ada Fathir yang kerumahnya secara mendadak. saat itu Mandine sedang bersama Marsha di depan tv, mengobrol layaknya ibu dan anak. melihat sosok Fathir Mandine tidak terkejut, bahkan seolah sudah mengenalnya sejak lama. ada suatu pembahasan yang membuat Marsha ingin ikut dalam pembicaraan antara Mandine dan Fathir kala itu.


Hingga saat ini Marsha terpana pada lamunanya, entah hal itu sangat mengganggu dirinya.


* COME BACK HARI KEMARIN.


Diruang tamu Fathir duduk santai menempatkan pantatnya pada sopa yang begitu empuk dan wah, berbincang-bincang dengan Mandine seperti sudah mengenal lama. berbeda dengan Marsha yang memilih cuek saja akan itu.


"Fathir, apa kamu suka dengan sekolahmu saat ini?"Mandine berbicara ramah kepada Fathir yang sedari tadi melirik Marsha.


"Suka, tan. apa lagi ada Marsha yang sekelas denganku, aku jadi semangat."jawab Fathir.


Paan sih, so soan! (batin Marsha)


"Baguslah. bagaimana kabar orang tuamu?"


"Semenjak kakak menghilang dan pergi dari rumah papa sering sakit-sakitan, dan mama sibuk mengurus bisnis yang di luar negeri."jelas Fathir singkat.


"Lalu?"


"Yah begitulah, aku mengelolah yang di negara ini... semenjak perusahaan FAR company berdiri, perusahaan papa hampir bangkrut, untunglah aku cepat menanganinya."


"Perusahaan yang tidak jelas pemimpinya itu, hmm."


"Ya."singkat Fathir.


Namun sikaf dan tatapanya seolah Fathir tau siapa pemilik perusahaan yang kaya no 1 itu.


"Apa kabar dia?"tanya Mandine mengode Fathir.


Dia yang dimaksud sudah jelas adalah Fathur.


"Heh. aku muak membahas kembaranku!"


Deg!


Mata Marsha terbelalak kala Fathir mengatakan kembaran.


Pria yang dijuluki tuan muda R ini punya kembaran? tapi siapa dan dimana? aku tidak pernah melihatnya, bahkan di berita tidak ada yang membahas kembaranya. (batin Marsha)

__ADS_1


*FLASHBACK OFF.


Kembaran? siapa kembaran Fathir? apa benar dugaanku selama ini... hmm, akhir-akhir ini semua terasa aneh saat ingatanku kembali perlahan. seperti merasa aku adalah seorang perempuan yang pernah ada urusan dengan dunia kejam, huuh. (batin Marsha)


Saat ini Marsha sudah tau kalau dia pernah kecelakaan dan hilang ingatan berkat bantuan dari sahabatnya Kinan yang membantu.


"sudahlah, lebih baik represhing keluar rumah sejenak... di dalam kamar membuatku sulit berpikir!"ketus Marsha kemudian memangkah keluar.


"Ma, mama..."Marsha mencari sang mama di sudut luar rumah namun tidak ketemu.


"Eh, nona nyari nyonya?"tegur salah satu pembantu yang kebetulan baru selesai membuang sampah.


"Ehm, Ya."


"Nyonya sedang pergi, ada urusan katanya, Non."


"Urusan?"


"Iya."


"Oh. baiklah, kalau begitu jika mama pulang katakan aku mencari udara diluar."


"Baik, Non."


****


Di lewatinya banyak orang dan pejual makanan jalanan, ramai sekali hari ini mengingatkan Marsha dengan berbagai hal kenanganya.


Tap! matanya terhenti saat melihat 2 orang yang dikenalnya sedang berdiri di sebuah tempat pojokan taman dekat sana.


Di perhatikanya dengan teliti.


"Apa yang sedang mereka bicarakan?"ucap Marsha pelan.


Karena penasaran akhirnya Marsha mendekat dan bersembunyi di balik tanaman lumayan rindang.


"Kau pergilah jika tidak mau aku bunuh!"


"Ck. sejak kapan lo sekejam itu sama adik kembaran lo sendiri, hah?!"


"Sejak saat lo ngehianati gue."


"Hahahaha, Fathur... kalo lo bunuh gue, maka sebelum itu terjadi gue juga akan bunuh Aqeela! akan gue bawa ke alam baka bersama..."


"Apa urusanya dengan gadis bodoh itu?"


"Tentu ada. bukankah lo begini hanya demi dia? lo sudah menemukan dia, namun sayang dia tidak mengingat diri lo sama sekali."


Tidak sadar diri, kau juga di lupakanya! twins tersayang! (batin Fathur)

__ADS_1


"Bukankah itu semua ulahmu?!"


"Ya, benar! aku begitu karena tidak menerima papa menjodohkan kalian! kau bahkan sudah punya kekasih, kenapa papa harus menukarnya dengan Aqeela, tidak adil!"


"Hahahaha... karena kau tidak pantas! lagian bukankah sebagai gantinya, aku sudah memberikan kekasihku padamu? lalu apa lagi?"


Begitu serakah! dan egois! (batin Fathir)


"Cih! yang aku cintai hanya Aqeela!"


"Cintailah, tapi jangan harap bisa mengambilnya lagi."


"Tentu saja akan aku ambil kembali, dan akan ku kembalikan mantan kekasihmu!"


"Ck. tidak sudi! kurangi narsisme dirimu, dan oh yah satu lagi...


Aku sudah mencintai dirinya, aku rasa dia juga begitu, hmm."


"Brengsek! tidak akan gue biarkan kalian bahagia!"geram Fathir


Kita lihat saja nanti... cih! (batin Fathur)


Plas! ditengah perdebatan itu Marsha semakin tidak mengerti apa yang terjadi antara Fathur dan Fathir.


Aqeela? siapa dia? sepertinya tidak asing, dan... Fathir memanggil Fathur kakak?! gila! apa memang benar Fathur dan Fathir kembaran? sangat tidak mirip... (batin Marsha)


Srsy!!


Seketika kacamata culun dan tompelan Fathur terlepas bersamaan gigi palsu yang dipakainya dan juga rambut. sangat berbeda jauh dengan Fathur yang Marsha kenal, waw.


"Jika aku membongkar rahasiamu ini di hadapan Aqeela, apa kau yakin dia tidak kecewa? heh."sinis Fathir saat melepas paksa gaya culun Fathur.


Lancang... (geram Fathur)


ASTAGA?!! I-INI BENARKAH FATHUR? YANG AKU KENAL CULUN ITUKAH?! (batin Marsha kaget)


Ekpresi yang tidak bisa dikendalikan membuat Marsha telemas, pucat dan bergetar. melihat rupa asli Fathur jiwa Marsha seolah bergoyang akan sesuatu, kepala nya dibentur sesuatu, sarafnya terasa sakit. karena tidak ingin ketahuan dan sakit kepalanya kumat, akhirnya Marsha memutuskan pergi dari sana.


Fathur pembohong! jadi, selama ini dia punya kembaran? dan itu adalah Fathir, lelaki yang menyebalkan! kenapa? kenapa dia berbohong banyak hal denganku? bukankah aku ini temanya? Kalian berdua sialan!


Jadi, mereka adik kakak? yatuhan, rasanya aku seperti mimpi saja... wajahnya begitu mirip, (batin Marsha)


Fathur menyeringai devils, santai dan elegan.


"Kita lihat nanti..."dingin Fathur kemudian pergi.


Berani menguping dan pergi begitu saja?! tidak akan aku lepaskan! Marsha.. (Fathur menyeringai devils nya)


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2