Fathur My Future

Fathur My Future
GANTENG


__ADS_3

15 menit. Marsha tiba dirumah dengan se baik mungkin menutupi wajah yang menahan sakitnya dihadapan para pembantu dan lainya. untung Mandine belum pulang jadi Marsha bisa langsung berlari ke arah kamarnya, hal itu sungguh membuatnya tidak bisa lagi menahan sakit kepalanya.


Di tengah sakitnya tak luput jauh dipandangi salah satu pembantu lamanya yaitu bi Ija. dia memperhatikan Marsha yang tergesa-gesa berlari menuju lantai atas ke arah kamar bersamaan menutupi wajahnya.


"Non Marsha kenapa? aneh."


Dengan beberapa detik setiba di kamarnya Marsha langsung berusaha menenangkan dirinya dari rasa sakit. sakit yang begitu menyiksa menimpa kepalanya, seolah mau putus seluruh sarafnya kala itu. hanya dia yang tau apa yang dirasakan dan dibayangkanya.


"Akhh, sakit sekali... huaaaa kepalaku, astaga."keluh Marsha sambil memegang kepalanya dengan erat.


Akh, sakit sekali seperti di serang benda tajam kepalaku... ya tuhan ini kenapa, ada apa? k-kenapa saat melihat mereka kembar aku jadi begini, apa ada kaitanya dengan mereka? (batin Marsha)


****


"Bos, sudah saya lacak keberadaan nona Marsha."ucap Alfa kepada Fathur yang bersandar di balik pohon.


"Lalu?"tanya Fathur singkat


"Dia sedang berada dirumahnya saat ini, sepertinya tengah menahan kesakitan di kepalanya."


Hmm. begitu yah? jadi, setelah ini rencanaku akan semakin sempurna sekali... (batin Fathur)


"Apa mama nya ada dirumah?"


"Tidak, tuan."


Bagus! aku suka momen ini, hmm... (devils Fathur dalam hati)


"Kau jaga di luar, aku akan menyelinap masuk kerumahnya."


"Bagaimana caranya? rumah itu dipenuhi berbagai penjaga dan sangat ketat, tuan."


"Percaya padaku."


Fathur langsung saja pergi dari sana dengan cepat.


Huh. aku lupa jika tuan muda Fathur menghafal setiap sudut rumah itu, hm... (batin Alfa)


****


Seperti ucapanya tadi kepada Alfa. saat ini Fathur tengah menyelinap memanjat dan mendarat tepat di hadapan balkon kamar Marsha, mengetuk jendela kaca tipis yang tidak ditutupi tirai itu sehingga seisi kamar terlihat dengan jelas dari luar.


Karena merasa seseorang berada di luar balkon kamarnya Marsha langsung menoleh dan berbalik badan melihat akan siapa yang datang.


ASTAGA!!! K-kenapa dia disini?! apa yang harus aku lakukan... Ya ampun, kok ganteng kalo dia nggak culun gini? ganteng banget melebihi Fathir malah, astagaaa kalo sahabat ku lihat ini mungkin bisa mimisan kalik, yah? (kaget Marsha dalam hati)

__ADS_1


Dengan tanpa aba-aba Marsha berlari ke arah jendela membuka nya guna membiarkan Fathur masuk.


"K-kamu kenapa di sini? bagaimana bisa?!"tanya Marsha


"Bisa saja, boleh aku masuk?"ucap Fathur.


"B-boleh, silahkan."dipersilahkan Fathur masuk ke ruang kamarnya. diperhatikanya Fathur yang berbeda, berbeda jauh dari yang culun.


Ganteng.


Pujian yang tanpa sadar dari diri nya untuk Fathur.


Mereka duduk mendaratkan pantatnya di sopa yang sudah tersedia di kamar. untung saja saat Fathur datang kepala Marsha agak mendingan meski masih saja wajahnya nampak pucat dan cemas. dihadapan Fathur dia agak canggung dan entah mau bersikaf bagaimana, apa yang harus diucapkanya.


Berbeda dengan Fathur yang santai dan tetap tenang.


"Kamu kenapa liat aku gitu? ada yang mau di tanyakan?"santai Fathur sambil menatap Marsha


"G-gaya kamu..."


Astaga lupa, aku kan nggak pakai gaya setelan culun... huuh. (batin Fathur)


"Oh, kenapa?"


"Apa kamu nggak mau njelasin ke aku akan sesuatu, gitu?"


Lah, kok nggak sadar gini sih nih cowok belagu... dia sengaja atau apa sih bersikaf gitu? nggak sadar apa setelan'nya sekarang ini udah bukan seperti dia biasanya, udah beda dan udah berubah bentuknya... gaada niatan buat jelasin gitu sama aku tentang rahasia dia dan Fathir, kah?! (jengkel batin Marsha)


"Kamu nggak ada mau minta maaf gitu sama aku? nggak mau jelasin gitu rahasia kamu sama twins kamu? diem aja, sok santai di depan aku kayak gaada rasa bersalah sama aku... masih dingin, cuek dan santai gitu, bangga gitu udah ke pergok sama aku kalo kamu nggak culun lagi? pamer yah? gaada niatan sedikitpun cerita tentang rahasia kenapa kamu berubah penampilan jadi culun padahal aslinya nggak, gaada niatan juga apa cerita ke aku tentang kamu dan Fathir sih cowok kembaran kamu yang kasar itu?"ucap Marsha menatap Fathur.


"Loh, buat apa lagi? kan kamu udah tau..."jawab Fathur.


Astagfirullah, kok jadi gini tanggapanya... nyebelin banget, yatuhan, mau marah kan jadi malah mau sleding kepalanya aku nih. akh sialan! (batin Marsha)


"Kamu tau kalo aku nguping pembicaraan kalian tadi?"Fathur mengangguk menanggapi pertanyaan Marsha


"Terus, kenapa diem aja?"


"Karena malas ngomong panjang lebar."singkat Fathur.


"AKH, SIALAN!!"Marsha.


Hmm, sekarang kamu pasti nambah kesal kan, jengkel dan marah sama aku.. siapa suruh nguping! (batin Fathur)


"Thur. sumpah dah kamu tuh nyebelinya melebihi yang aku bayangkan, aku tuh serius! bisa nggak sih serius dikit?! kalo nggak ada niat buat cerita atau minta maaf sama aku mending kamu keluar deh. dari pada aku naik darah sendiri ngehadapin kamu, sana deh pergi!"jengkel Marsha berdiri dari tempat duduknya sambil mengusir Fathur keluar.

__ADS_1


"Lah?"Fathur


"Udah sana keluar aja! aku malas ngomong sama kamu lagi. bikin bete dan nggak asik, nyebelin!"Marsha.


Dengan tatapan dinginya Marsha melipat tangan didada dan cemberut, sungguh dia kali ini sangat jengkel dan beribu kali menyumpahi Fathur dihati.


Karena sadar perubahan dari sikaf Marsha akhirnya Fathur angkat tangan dan mulai serius kali ini.


"Kalo kamu mau dengar ceritanya, minimal kamu harus ingat siapa aku dan siapa dia."Fathur.


Marsha langsung menoleh tak paham maksud ucapan Fathur.


"Maksudnya?"Marsha


"Jika aku ceritakan dari awal mungkin 1 hari 1 malam baru usai... jika kamu tau siapa aku dan siapa Fathir, tidak butuh cerita dari awal, kamu akan paham dan tau dengan sendirinya."Fathur.


"Aku selama ini mana tau siapa dan apa hubungannya kalian berdua, toh baru hari ini aku tau."Marsha


"Oh yah?"


"Lah, emang iya kan? kita kan tidak saling kenal di masalalu, bagaimana aku bisa tau itu? huuh."Marsha


Kau salah! bukan jawaban ini yang mau aku dengar, hmm... (Fathur)


"Karena itu aku malas menceritakanya. karena kita sekarang tidak saling mengenal, dan aku hanya akan berbagi cerita dengan orang yang mengenalku sejak awal..."Fathur.


Jadi, maksudnya... dia akan cerita jika aku dan dia ada keterkaitan di masalalu? seperti apa? yaallah, tertutup banget. (batin Marsha)


"Cerita aja apa susahnya, sih?! bukanya kita teman?"kesal Marsha.


"Teman? teman yah? hmm... tidak berhak tau! lagian, apa spesialnya teman dimatamu? ck."Fathur


"Eh? apa aku salah bicara?"bingung Marsha.


Aku tidak suka kau mengatakan bahwa kita hanyalah teman! karena hubungan kita yang sebenarnya lebih dari itu... (batin Fathur)


Fathur berdiri dan berjalan ke arah jendela. sebelum pergi dan melompat Fathur memberi isyarat pada Marsha.


"Aku tidak suka berbagi cerita dengan orang asing. jika mau mengetahui kisahku, maka kamu harus punya ikatan khusus denganku. minimal ikatan di masalalu seperti sahabat masa kecil atau rekan lainnya yang lebih saling bertautan sehingga kau bisa dikatakan pantas tau rahasiaku, hmm. atau... jika tidak, maka jangan harap!"


"F-Fathur..."lirih Marsha dengan tertegun.


"Tenang. aku sudah mengingatmu dimasalalu, menganggapmu berbeda dari yang pernah ada... dan menunggumu dimasa depan. jadi, akan aku ceritakan di lain waktu, sampai kau katakan yang harus kau katakan. bye!"Fathur langsung melompat dan menghilang dari pandangan Marsha.


Deg!

__ADS_1


A-apa maksud perkataanya itu? apakah dia tau aku hilang ingatan? seberapa banyak tentangku tang kamu ketahui... apakah kami memang saling mengenal dimasalalu? jika benar begitu maka aku tidak sabar ingin mengingatmu, seperti apa dulu, sedingin apa dan apa kaitan antara kita... tunggu. aku akan segera mengingatmu! (batin Marsha)


BERSAMBUNG.


__ADS_2