Fathur My Future

Fathur My Future
PERHATIAN MARSHA


__ADS_3

Pagi sudah tiba bersamaan cahaya matahari pagi menyinari ruang kamar menembus tirai jendela kaca kamar Marsha. tidur nyenyak Marsha pun terhenti kala melihat jam menunjukkan pukul 06.12 wib, saatnya bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


Tidak lupa dicampuri sarapan pagi dan hangatnya suasana Marsha menikmati pagi ini, setelah usai dengan sarapanya Marsha bergegas pamit dengan Mandine untuk segera berangkat sekolah.


"Ma, Marsha berangkat."bersalaman menciumi punggung tangan Mandine.


"Iya, hati-hati."jawab Mandine.


Marsha mengangguk sebagai balasan dari ucapan Mandine.


Sekitar 15 menit diperjalanan akhirnya Marsha tiba di gerbang sekolah, disana dia disambut oleh para sahabatnya.


"Lama banget!"komen Putri kala melihat Marsha yang baru keluar mobil


"Tau tuh, biasa princess."tambah Ranti.


"Yee, udah ah! ayo ke kelas!"ucap Marsha.


"Kantin aja dulu, bell masih lama."timpal Kinan.


"Yaudah, ayo!"jawab Marsha, Putri dan Ranti.


Mereka berjalan menuju kantin melewati koridor dan beberapa siswa/i yang menyapa mereka.


****


Dikantin Marsha cs melihat suatu pemandangan yang tidak mengenakan mood dipagi hari, pasalnya ada Petran dan Luna yang asik berpacaran mesra dan disisi lain Fathur yang sedang dibully oleh geng Adit cs.


"Hahaha, nasi kotak sekarang masih jaman?"ejek Adit bersama sahabatnya kala melihat nasi kotak yang Fathur bawa.


"Ini apa lagi, hah?! jengkol? hahahaha... miskin banget, sayurnya hanya jengkol sama ubi rebus."ejek salah satu sahabat Adit sambil mengacak-acak isi kotak nasi itu.


"Woy! bisu lo hah?! kita lagi ngomong, jawab!"bentak Adit, hal itu tidak lepas dari pandangan Marsha cs bersama Petran dan Luna yang hanya tertawa saja.


Sabar, kamu harus sabar Thur... jangan emosi, belum saatnya membalas mereka. (batin Fathur)


Fathur hanya diam tidak menjawab ataupun melawan, itu sungguh membuat Marsha jengkel bercampur kesal terhadap Fathur yang hanya pasrah.


Byurr!


Air putih yang berada dimeja itu Adit tumpahkan ke arah Fathur sehingga tubuhnya basah bersamaan wajahnya.


"Ini contoh buat lo semua yang nggak selevel berani deketin Marsha! kalo kalian mau kayak gini, silahkan!"Adit berucap dengan keras kepada seisi kantin.


Karena sudah sangat geram Marsha mengepal tanganya dan menggigit gigi gerahamnya, melihat Fathur ditindas begitu rasanya ada sesuatu yang ganjil membuat Marsha tidak terima.


"Brengsek!"ucap Marsha berjalan kearah Adit.


Putri, Kinan dan Ranti bingung.


"Eh, Loh mau kemana?"


"Sha?!"


"Busyet! tuh anak, main tinggal aja!"


"Doyan amat peduliin tuh sih cowok cupu!"

__ADS_1


Beberapa ucapan Ranti dan Putri sementara Kinan hanya menonton dengan pikirannya.


****


"ADIT!"bentak Marsha.


Yang dikantin menoleh ke arah sumber suara sambil tercengang kala melihat hawa dingin Marsha.


Dia... disini, mau apa? (batin Fathur)


"Sha, kok disini?"ucap Adit.


Marsha tidak menjawab dan hanya menatap sangar sambil melirik Fathur dengan sadisnya.


Benar-benar seperti benco*g! tidak melawan dan hanya pasrah, sudah dijatuhkan begitu tetap saja diam dan terpaku, mau mati berdiri dia yah?! Thur, kamu tuh terlalu baik atau hanya sekedar menutup sifat asli aku tidak tahu, yang jelas aku marah jika melihat kamu ditindas dan tidak melawan! (batin Marsha mengoceh)


"Dit, harus sampai kapan lo mau ngerendahin orang kayak gini? mana bawa dekengan lagi, hebat lo, iya?!"ucap Marsha judes ke Adit.


"Eh?! maksud lo?"heran Adit dengan ucapan Marsha.


"Loh tau kan disekolah ini dilarang ada pembullyan?! mau dikeluarin lo dari sini? ingat yah dit, siswa/i yang dikeluarkan dari sekolah ini maka tidak akan bisa masuk ke sekolah manapun lagi... lo mau itu terjadi?!"marah Marsha.


"Sha, kok lo malah marah gitu sama gue? gue kan lakuin ini demi lo, supaya dia nggak deketin lo lagi!"


"Ck. demi gue apanya? lo kayak gini tuh malah ngerusak reputasi gue dan reputasi lo sendiri! gue nggak suka ada pembullyan di sekolah ini, atau bahkan hal lainya yang menyakiti perasaan siswa siswi lainya, Dit!"


"Gue nggak suka lo deket sama Fathur culun ini!"


"Mau gue deket sama siapapun itu urusan gue!"


"Ya. tapi gue nggak suka lo berteman sama cowok cupu itu!"


"Tapi--"


"Ingat yah, Dit... gue nggak suka ngulang ucapan gue, sekali lagi kalo gue lihat lo ngelakuin hal kayak gini lagi maka gue nggak akan mau kenal sama lo lagi! ngerti?"


"Lo ngancem gue?"


"Nggak, lebih tepatnya peringatan aja."


"Sha, kenapa lo jadi gini sama gue?"


"Gue bersikaf sesuai dengan cara lo, jadi kalo lo mau gue tetap care sama lo maka ubah sifat buruk lo yang suka ngehina dan ngerendahin orang itu, nggak ada gunanya disimpan.... dan kalian juga!"sinis Marsha kepada Adit dan sahabatnya.


Adit hanya mematung bersamaan para murid yang menyaksikanya, mereka takjub dengan Marsha.


Lagi-lagi dia nolongin gue... gadis ini benar-benar menarik sekali. (batin Fathur)


Tanpa Marsha sadari Fathur kala itu tersenyum mengejek Adit dan gengnya.


"Gila, nggak paham gue sama Marsha."ucap Ranti.


"Sama, gue juga."sambung Putri.


Kinan tersenyum kala melihat perdebatan itu.


Tidak salah lagi, itu pasti memang dia... (batin Kinan)

__ADS_1


"Marsha keren."


"Idola gue."


"Tukang penyelamat, pantes aja di gemari banyak orang."


"I like she."


Beberapa gumaman murid disana melihat tingkah Marsha.


"Ayo, Thur!"Marsha berucap.kepada Fathur dingin.


Marsha langsung pergi dari sana sambil menarik Fathur. Petran dan Luna yang melihat itu hanya keheranan dengan hubungan antara Marsha dengan Fathur seperti apa.


Sebelumnya Marsha tidak pernah peduli begitu kepada orang, tapi kenapa dengan lelaki culun itu dia begitu peduli? apa mereka segitu dekatnya?... Sha, apa dia yang akan jadi pengganti gue dihati lo suatu hari nanti? (batin Petran)


Luna tidak suka dengan pandangan Petran yang melihat Marsha sendu begitu.


Ck. dihati lo udah ada dia ternyata... (batin Luna)


****


Di bangku taman sekolah Marsha menyuruh Fathur duduk menunggu dulu karena dia sedang pergi mengambil sesuatu.


"Mau kemana?"tanya Fathur saat Marsha hendak pergi.


"Mending diam aja deh! nggak usah banyak nanya!"ucap Marsha dan langsung pergi.


Sekitaran 7 menit Marsha sudah kembali dengan kotak nasi bekalnya yang dibawa dari rumah bersamaan hoodie warna hitam ditambah baju kaos yang persis mirip dengan seragam sekolah warnanya.


"Nih, ambil!"Marsha menyodorkan baju itu kepada Fathur.


"Eh, buat aku?"ucap Fathur.


"Ya. ganti gih, baju kamu basah nanti masuk angin."


"Ini baju siapa?"


"Baju aku, hmm... baru aku pakai sekali kok, itu persiapan nanti jam olahraga, tapi nggakpapa kamu pakai aja, maklum yah parfumnya bau parfum cewek hehe."


Dia pergi hanya untuk mengambilkan baju untukku? apakah kamu sadar bahwa sikafmu ini bisa dianggap lain oleh banyak orang... tapi bagaimanapun, kau benar-benar mengejutkanku. aku jadi semakin yakin tidak ingin melepaskanmu... (batin Fathur)


"Lah, terus nanti kamu gimana?"


"Nggakpapa, aku ada cadangan lain... sana ganti dulu, kamu lebih merluin bajunya dari pada aku, kalo nggak ganti nanti kamu sakit dan aku akan kesepian... sana!"


Deg!


Fathur tidak tau hatinya sedikit tersentuh dengan perhatian Marsha, ada rasa senang dan bahagia yang tidak menetu dihatinya, sekilas dia tersenyum.


"Terimakasih... aku ganti dulu,"kemudian langsung pergi keruang ganti guna menggantikan pakaianya.


Sha, tanpa disadari ada sisi yang menarik yang tidak orang miliki dari dirimu... pantas saja banyak orang mudah mencintai dirimu, bagaimana jika nanti aku yang jatuh cinta lebih dulu dari pada kau? ah, gila! (batin Fathur).


Marsha hanya memperhatikan punggung Fathur yang menjauh.


Ada hari dimana aku merasa hari itu bukanlah aku, dan hari itu adalah hari ini... hari dimana aku benar-benar marah saat melihatmu ditindas dan dihina oleh orang lain, Fathur... tahukah kau bahwa tanpa aku sadari jauh dalam hatiku kau begitu berarti dalam sekejab aku mengenalmu. (batin Marsha)

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2