
MASA LALU ADALAH BAGIAN KISAH SILAM YANG BANYAK TERSIMPAN RAHASIA, PERLAHAN DAN PASTI ITU AKAN KEMBALI TERUKIR DIINGATAN.
*****
Seperti yang Fathur bisikan padanya, Marsha tentu saja tidak mau membuang waktu lama lagi. toh cepat selesai maka cepat pula amanya.
"Marsha!"panggilan ini sudah pasti menjengkelkan sekali ditelinga Marsha.
Dengan malasnya Marsha menoleh kearah sumber suara, Putri yang hanya tersenyum melebar kala melihat tatapan jengkel Marsha. dia Putri sih tukang rusuh alias ratu bobrok diantara teman-teman Marsha.
"Apa?"ucap Marsha dengan nada cueknya
"Busyet, santai oi!"
"Buruan, aku ada urusan penting nih! jangan lelet kayak keong."
"Iya-iya. kamu dicariin Fathir dikelas, tuh!"
"Hah?! F-fathir? dia kenapa nyari aku?"
"Nggak tau, aku kesini dipaksa sama dia buat nemuin kamu."
Ck. kebetulan sekali... (batin Marsha)
"Oh, yaudah. ayo ke kelas!"Marsha langsung bersemangat menuju kelas.
Putri bingung dan menggaruk telinganya yang tidak gatal itu.
Aneh, biasanya judes kalo soal Fathir... kok sekarang? (batin Putri)
****
Marsha masuk kedalam kelas mencari sosok Fathir diantara murid lainya, disudut tempat nampak Fathir bersama sahabatnya tengah duduk bersama. karena sadar Marsha berada dikelas, Fathir langsung berjalan mendekat kearahnya, hal itu tidak luput dalam pandangan semua murid dikelas itu.
"Lo nyari gue?"tanya Marsha kepada Fathir yang berdiri dihadapanya.
"Iya, gue ada urusan sama lo."ucap Fathir.
"Urusan?"
"Ntar, pulang sekolah gue mau nawarin pulang bareng... gimana? mau nggak?"
"Tumben, hm..."
"Nggak mau? yaudah, nggak masalah!"Fathir berjalan mengelilingi Marsha, hal itu sungguh membuat Marsha risih.
"Kenapa sih?! ada yang aneh sama gue?"jengkel Marsha
"Ah, enggak. hanya kurang enak dilihat saja, gaya lo kayak gini perlu di ubah... lo tepos jadi nggak cocok pakai rok span gini,"kritik Fathir kala melihat penampilan Marsha.
Apa?! tepos?! sialan! menyebalkan! sabar, sabar, meski begitu kamu emang tepos, Sha. (batin Marsha)
"Ck. gue nggak peduli! gue ke sekolah bukan untuk nyari kesenangan orang, melainkan untuk kesenangan gue sendiri! lo nggak suka itu urusan lo, bukan urusan gue! dan, mau gue tepos atau enggak terserah gue! nggak usah sibuk,"judes Marsha.
__ADS_1
Hmmm, cerewet juga... dulu dan sekarang masih sama saja, hanya ingatanya yang tidak sama. hftt, ini salah gue, dan kali ini gue akan nebusnya buat lo, hmm. (batin Fathir)
"Iya-iya, sorry. becanda doang... gimana, pulang sekolah nanti mau pulang bareng?"
"Karepmu!"ucap Marsha dengan bahasa jawa.
Marsha berjalan kearah bangkunya dan duduk dengan jengkelnya mengumpat Fathur dan Fathir dalam hati.
Ah, Fathur sialan! kalo nggak demi rencana kamu, aku mana mau negur Fathir tadi! Fathir benar-benar kamvret! ngatain gitu, sialan! (umpat hati Marsha)
Fathir tersenyum kala melihat Marsha cemberut menatapnya.
"Ngapain lihat-lihat?! naksir sama gue?"pede Marsha masih dengan kesalnya terhadap Fathir
"Ck. ngarep! mana ada gue naksir sama cewek tepos!"ejek Fathir.
Marsha nambah geram dan memukul meja dengan keras demi membuang rasa kesal dalam hatinya, sementara Fathir sungguh suka dengan Marsha yang begitu.
Hmm, benar-benar imut... karena itu mana mungkin gue bisa berpaling dari lo, demi lo gue harus nyingkirkan kakak sialan gue itu! tapi sial, gue nyelakain orang yang salah, dan itu lo sendiri... cewek yang teramat gue cintai, hmm. (batin Fathir)
****
Sesuai keinginan Fathir, hari ini Marsha pulang bersama Fathir.
"Ck. buruan naik!"perintah Fathir kala melihat Marsha yang masih setia berdiri di ambang pintu mobil Fathir.
"Idih, bukain dong pintunya!"manja Marsha dengan dibuat-buat
"Buka sendiri! gue bukan babu lo,"ucap Fathir.
"BURUAN MASUK!"teriak Fathir menghentikan niat Marsha pergi dari sana.
Astagfirullah copot jantungku, kalo aku lihat nih Fathir sama Fathur ini kok nyebelinya sama sih! ini lebih para kayaknya, nih. (umpat hati Marsha)
Pintu mobil sebelah kiri sudah dibuka oleh Fathir dari dalam mobil, dengan senyum tipisnya Marsha masuk mobil.
"Gitu kek, jadi cowok!"umpat Marsha.
Sabar, Thir... (batin Fathir)
Setelah Marsha mengenakan sabuk pengaman, barulah Fathir melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Disisi lain tanpa disadari sosok Fathur sudah memperhatikan mereka sedari awal dengan senyumanya.
Bagus, Sha... dengan ini Fathir nggak akan tau kalo rencana gue sudah dimulai, adikku tersayang... perang baru akan dimulai melalui perempuan yang begitu kamu cintai itu, hahahha... bersenang-senanglah, setelah itu aku yang akan tertawa bahagia. (batin Fathur)
"Bos, bagaimana dengan nona Marsha? apa tidak masalah membiarkan dia bersama kembaran anda? "tanya tangan kanan rahasianya.
"Ck. kau diamlah, jangan banyak bicara! aku risih!"dingin Fathur kala itu.
"M-maafkan saya, tuan."
"Ya. jangan mencemaskan Marsha, dia tau cara menjaga diri, dan aku juga yakin Fathir tidak akan menyakiti dia... dia begitu terobsesi kepada tunangan lamaku itu. jadi, biarkanlah dia merasakan bahagia sejenak bersama tunangan masalaluku atau lebih tepatnya sahabat masa kecilnya, kau tau... setelah waktunya tiba, aku akan membawa Marsha bersamaku."Fathur tersenyum devils dengan pikiranya.
__ADS_1
"M-maksud anda, tuan? anda akan tetap menjadikan dia calon nyonya muda di kediaman FAR?"
Kediaman FAR adalah kediaman dirumah utama yang Fathur dirikan sendiri, selaras dengan perusahaan miliknya yang bernama FAR COMPANY, perusahaan yang berdiri kuat nomor 1 hingga saat ini dinegara yang ditinggalkanya.
"Tentu, yang menjadi takdirku akan tetap disampingku!"ucap Fathur.
Sepertinya dia memang ditetapkan untuk bersamaku, selama ini adikku yang mencarinya akan tetapi aku lebih dulu yang menemukanya bahkan dia sendiri yang menghampiri aku... suatu hadiah terbaik dari tuhan menitipkan gadis bodoh seperti dia disampingku, tapi tidak masalah... aku akan menjaga dan berada didekatnya setiap waktu, aku mau tau bagaimana rasanya mencintai gadis bodoh itu, hmm. (batin Fathur)
"Kau fokuslah pada rencana awal! ini baru perang sesungguhnya, hmm."Fathur tersenyum kemudian pergi dari sana.
Yatuhan, kenapa aku begitu takut melihat senyuman tuan muda ini... apa dia benar dengan ucapnya barusan? dia sudah mulai mencintai nona muda kah? tapi, sepertinya belum. (batin lelaki itu)
****
Marsha dan Fathir sudah tiba dikediaman keluarga Marsha.
"Thir, mau mampir?"tawar Marsha.
"Nggak, lain kali saja."ucap Fathir.
"Huuh. syukurlah, aku tadi hanya basa-basi doang."
"Ck."umpat Fathir.
Fathir melihat rumah mewah itu dengan pikiran yang begitu banyak dibenaknya.
*Dulu, rumah ini penuh kehangatan dan ditempati oleh Aqeela bersama keluarganya... namun sayang sekali, kecelakaan itu merengut nyawa orang tuanya, dan hampir merengut nyawanya juga, karena kecelakaan itu juga keluarga ini penuh drama dan sandiwara... ditempati oleh orang yang sama namun berbeda jalan cerita, Marsha bersama mama nya, orang yang ikut terlibat akan hal itu... hmm, bagaimana jika dia mengetahuinya? akankah Marsha menderita? jika ada yang harus disalahkan, mungkin hanya gue. karena gue penyebabnya, maaf Marsha...
Yang jelas, gue harus mengambil hati Marsha dan menjatuhkan Fathur! hmm. (batin Fathir*)
"Sha, lo dirumah sama siapa aja?"tanya Fathir penuh selidik.
"Sama mama."jawab Marsha singkat.
"Hanya berdua?"Marsha mengangguk.
"Papa gue tinggal sama bunda gue dirumah mereka, hmm."ucap Marsha.
Hooh, bahkan om Hari tidak berani menginjak rumah ini lagi... hahaha, begitu takutkah dia dihantui oleh kesalahanya sendiri? seperti gue yang gila dihantui oleh kesalahan ini. (batin Fathir)
Lamunan Fathir tidak luput dari tatapan Marsha yang bingung.
"Woy! sampai kapan mau jadi tiang di depan rumah gue?!"tegur Marsha membuat Fathir terhenyak.
"Ah, s-sorry... yaudah, gue pulang dulu. bye!"Fathir masuk mobil kemudian melaju dengan kecepatan full.
"Gila! mau mati tuh anak, huuh."Marsha mengelus dadanya.
Tapi bodoh amatlah, seenggaknya aku udah jalani tugas dari Fathur buat deketin dia dan nunjukin rumah aku... entah apa yang Fathur inginkan dari Fathir, tapi sepertinya begitu rumit kalo aku memikirkanya. (batin Marsha)
Dikeluarkanya ponsel dalam saku seragamnya, kemudian mencari kontak Fathur dan mengirim pesan.
📞Tugas beres, bos!
__ADS_1
Setelah mengirim pesan Marsha masuk ke dalam rumahnya.
BERSAMBUNG.