Fathur My Future

Fathur My Future
TUKANG RUSUH!


__ADS_3

SELAMAT SORE SEMUA 😊


****


Pagi ini Marsha masih terlelap dalam mimpinya. suara ketukan pintu beberapa kali tidak didengarnya, hingga akhirnya perempuan paruhbaya memasuki kamar Marsha yang tidak di kunci itu.


"Astaga, ini tidur atau latihan mati?! belum juga bangun jam segini!"kesal Mandine.


Mandine adalah mama Marsha dan hanya mereka berdua yang tinggal dirumah itu, papa nya sudah lama bercerai dengan mamanya dan menikah lagi dengan perempuan lain. untung saja mama tirinya baik pada Marsha bahkan sering kali Marsha menginap dirumah mama tirinya sekedar menemaninya, uang saku yang Marsha dapati 2x lipat karena bagaimana pun jika mamanya tidak memberi uang dia masih bisa mendapatkan uang dari papa kandungnya dan mama tirinya. mama tirinya tidak bisa punya anak sehingga Marsha sangat berarti untuknya. hubungan Marsha, Mandine dengan keluarga baru papanya baik-baik saja meski telah pisah.


"MARSHA ANDINE BANGUN! BANGUN! BANGUN!!!!!"Mandine berucap dengan suara tinggi kala itu menggelegarkan seisi ruang kamar Marsha.


Marsha terperanjat kaget dan repleks langsung tegak berdiri, hampir saja dia terjatuh.


"Astaga mama! kok ngagetin gitu?!"kesal Marsha dengan mata yang tak lagi mengantuk.


"Lihat jam! jam berapa sekarang? kamu tidak sekolah, mau bolos iya? mau mama kurangin uang jajan?!"


Ketika mendengar uang jajan akan dikurangi dengan cepat Marsha bergegas lari menuju kamar mandi.


"Dasar! jika membahas jajan baru bergegas, anak ini menyebalkan! untung saja dia hanya satu-satunya yang aku miliki... jika ada 2 maka dia akan aku serahkan ke kandang buaya!"umpat Mandine kesal. setelah itu dia segera pergi meninggalkan kamar Marsha.


****


Setelah pukul 07.29 wib Marsha tiba disekolah dan langsung berlari menuju kelas. kebetulan sekali bell baru berbunyi membuat Marsha lega, di dalam kelas dia masih memikirkan Fathur tapi karena chat singkat yang Fathur berikan semalam membuatnya lega.


•Flashhback chat semalam•


Dikamarnya Marsha masih memikirkan kejadian dirumah Fathur, ada banyak pertanyaan mengganggu benaknya.


Kling...


Suatu notif pesan masuk dari Fathur, Marsha langsung membacanya.


📲Aku sudah baik-baik saja. hanya saja besok tidak sekolah, aku ada urusan lagi... berhati-hatilah! (Fathur)


Mendapati pesan itu Marsha legah pasalnya Fathur baik-baik saja, Marsha masih memikirkan tentang hal kenapa bisa dia sekhawatir ini bahkan sebelumnya dengan Petran tidak pernah.


"Bersamanya membuatku sedikit lupa akan kak Petran... ternyata dia sangat berpengaruh dihidupku."gumam Marsha.


•Flashback off•


"Sha, istirahat ngumpul bareng nggak?"tegur Ranti kepada Marsha yang duduk berdekatan dengan Putri.


"Ngumpul, tapi di kantin aja... aku lapar."ucap Marsha.


"Lah, emang tadi dirumah kamu nggak sarapan?"tanya Kinan.


Marsha menggeleng sambil memayunkan bibirnya.


"Kenapa? dimarah tante Mandine?"tanya Putri.


"Enggak, aku kesiangan aja bangunya... ini aja datang ke sekolah ngebut di anter sama bunda Gisel."jawab Marsha.

__ADS_1


"Bunda tiri kamu itu?"


"Iya."


"Enak banget jadi kamu... punya mama dua papa satu, tapi sayang semua ke kamu... terlebih lagi kamu satu-satunya yang mereka miliki."ucap Ranti.


"Yaelah, biasa aja."


"Bersyukur mama tiri kamu nggak kejam... biasanya yang namanya mama tiri itu kejam banget loh, Sha."ucap Putri.


Mendengar itu seketika Kinan beraksi dan menampakkan wajah sedihnya.


"Kamu kenapa, Nan?"Ranti menegur Kinan dan menyadari perubahan raut wajahnya.


"Ah, enggak... hanya terharu aja, enak banget yah jadi Marsha... aku jadi iri."ucap Kinan.


"Nggak boleh iri, setiap orang punya kebahagiaan tersendiri kok, Nan."ucap Marsha. Kinan hanya mengangguk.


"Hei, itu yang dibelakang ngerumpi apa tuh? kalian mau ibu hukum? cepatlah kerjakan tugas kalian, jangan merumpi!"tegur guru IPA mereka.


"Baik bu..."jawab ke empat gadis itu.


****


Di kantin Marsha dan ketiga sahabatnya baru tiba dan memilih tempat duduk bagian pojokan yang agak jauh dari kerumunan banyak orang.


"HAI GUYS, KAMI DATANG DI KANTINYA BU LASTRI... ADA YANG MAU MINTA TANDA TANGAN ATAU FOTO? ATAU UANG NIH? TAPI KAYAKNYA KALO UANG MENDING MINTANYA SAMA MARSHA AJA YAH, ABISNYA DIA BANYAK DUIT GUE KERE... "ucap Putri kepada penghuni kantin.


"******! kok bawa-bawa nama aku sih, setan!"ucap Marsha kesal.


"Put, mending lo diem deh! budek kuping kita nih!"


"Buat apa tanda tangan lu? lu kan fakegirl, ogah!"


"Putri bar-bar banget, bobrok nya nggak bisa dikondisikan..."


"Sih tukang buat kuping budek udah datang!"umpat seseorang dari arah jauh.


"Berisik, Put!"


"Yeee, giliran Marsha aja kalian mati-matian tahan antri buat dapat tanda tanganya... giliran gue kok di tanggepin gitu sih? kalian tau nggak, hatiku sakit hancur melebur berkeping-keping..."ucap Putri dengan aktingnya.


"Alay!"ucap Ranti.


"AKU TUH ENGGAK ALAY, RAN... AKU TUH KECOA SAMA MEREKA YANG NGGAK PERDULIIN AQYUUU... HATIKU, AHH!! CAKIT..."ucap Putri dengan nada super alay dan lebay nya.


"Kecewa bukan kecoa!"timpal Kinan.


"Aku bukan Aqyuu!"sambung Ranti.


"SUKA-SUKA AKU DONGG! JANGAN MAEN-MAEN! JANGAN MAEN-MAEN..."ucap Putri.


Marsha melongo dan memijit pelipisnya, Kinan hanya menelan ludah menanggung malu sementara Kinan hanya tertawa geli sedikit terhibur.

__ADS_1


"Mau muntah gue!"ucap Marsha sambil menelan ludah.


"Sama."sambung Ranti.


"Astaga, non Putri heboh banget... suasana kantin bagaikan dipasar kalo lagi berteriak begitu."tegur Lastri mendekat sambil meletakkan mampan pesanan mereka.


"YAELAH BIBI! PUTRI TUH KAN EMANG GINI... HUAHAHAHAHA. UHUK! UHUK!"ditengah tawanya Putri tersedak lalu segera meminta air dan meneguknya. semua yang memperhatikan itu tertawa terbahak-bahak, begitulah ketika ada Putri membuat suasana hangat tercipta.


"MA*PUSSS!"ucap Marsha.


"Untung nggak mati keselek kamu!"ucap Ranti.


"Sialan, sengaja kan pasti kamu yang nyumpahin aku keselek dalam hati iya kan, Ran?!"tuding Putri.


"Alah, otakmu mbak!"jawab Ranti.


"Berisik! mending kamu diam bentar deh, Put! malu-maluin kita aja!"ucap Ranti.


"Gapapalah yah, aku tuh bobrok hanya disekolah doang... kalo diluar bareng ayang beb nggak berani,"Putri menyibakkan senyuman terbaiknya.


"Mimpi apa aku punya sahabat modelan gini?"gumam Ranti.


Setelah sesaat Putri diam dan menikmati makananya bersama Marsha Kinan dan Ranti, namun tubuhnya masih saja tidak bisa diam dan terus bergoyang karena dikedua telinganya disumpal dengan earphone.


"MAAFKAN KU HARUS PERGIIIIIII... KU TAK SEPERTI KEKASIHMU YANG LAINN..... HOOHOOOO...TERIMAKASIH OH TUHANNNNN.."seketika Putri kembali menggelegarkan seisi kantin dengan bernyanyi sesuka hati dengan suara cemprengnya.


Pletak!


Pletak!


Pletak!


Marsha, Kinan dan Ranti menjitak kepala Putri serempak sehingga Putri meringis kesakitan.


"Sakitt, guys!"ucap Putri.


"Lagian kuping kita bertiga lebih sakit!"ucap Ranti.


"JANGAN MAEN-MAEN... JANGAN MAEN-MAEN!"teriak putri.


Marsha berdiri dan berucap. "Aku udah kenyang! lama-lama dekat sama kamu, aku juga bisa ikutan gila!"setelah itu Marsha pergi.


"Loh?"Putri menatap Marsha pergi.


"Aku juga, bye orang gila!"ucap Ranti.


Kinan juga ikutan pergi takut jika putri merusak pendengaranya.


"ASTAGA KOK DITINGGALIN? WOIII! TEMAN-TEMAN KOK AKU DITINGGAL GITU AJA SIH? KALIAN TAU NGGAK RASANYA DITINGGAL TUH SAKIT, APALAGI SAAT LAGI SAYANG SAYANGE... ANJIRTT DITINGGALIN!"tak henti-henti Putri berteriak hingga kelihatan urat lehernya.


"GUYS TUNGGUIN!"Putri berdiri dan membayar pesanan, setelah itu lanjut mengejar ketiga sahabatnya yang sudah pergi meninggalkan dirinya dikantin.


___

__ADS_1


Up nya sore yah, nggak jadi malam karena nanti takut nggak sempat up... ditunggu next up nya yah 👑


Tinggalkan Vote dan like kalian sebanyak mungkin.


__ADS_2