Fathur My Future

Fathur My Future
TUAN MUDA 'R'.


__ADS_3

Marsha masih setia dengan rasa kesal dan kecewanya terhadap Fathur. matanya terus saja menatap lantai, rasa jengkel terus membakar dirinya untuk slalu mengumpat Fathur dalam hati hingga dia merasa puas.


Lelaki sialan! awas saja jika aku melihatnya disekolah, ahhhh! menyebalkan... pertunjukan yang aku harapkan jadi kacau!


Adit merasa ada sesuatu yang Marsha sembunyikan, untuk memastikanya Adit coba mendekati Marsha guna mencari tahu apa yang gadis itu tengah pikirkan.


"Marsha. lo baik-baik aja, kan?"tegur Adit.


Marsha langsung berbalik badan dan menghadap Adit. dengan malasnya Marsha membuang nafas jengah.


"Hanya sedikit kurang baik aja... lo kesini sama siapa, dit?"jawab Marsha lalu beralih pembahasan.


"Gue sendirian, ini kan acara Petran dan Luna jadi gue bebas mau datang sendiri atau enggaknya."


Marsha mengangguk paham, dia mengambil 2 gelas anggur yang dibawa para pelayan.


"Mau?"tawar Marsha memberikan satu gelas anggur kepada Adit.


"Thanks!"Adit menerimanya dengan senang hati.


Tring!


Mereka berdua bersulang anggur. pesta dansa dimulai 10 menit lagi, tidak ada tanda Fathur benar-benar datang.


Tak! Tak! Tak!


Suara langkah kaki memasuki ruang lumayan besar itu menarik seluruh perhatian tamu undangan tak terkecuali sang pemilik acara bahkan Marsha dan Adit sekalipun. lelaki yang sangat tampan dengan memakai jas pesta serta gaya penampilannya melebihi artis model pria, wajahnya yang mulus putih glow, tubuh menjulang tinggi ideal. berdiri tegak dihadapan semua orang, semua melongo termasuk Marsha sekalipun.


"D-dia siapa?"gumam Marsha kala melihat lelaki asing itu.


"Astaga, siapa dia?"


"Yatuhan, tampan sekali..."


"I-itu tuan muda R!. lelaki keturunan keluarga Ars tidak menyangka bisa melihatnya disini..."


"Dia juga datang di acara ini? tumben sekali dia menampakkan diri... beruntung sekali jadi Luna."


"Astaga, pria yang bagaikan pangeran ditengah malam... muncul dengan tiba-tiba membuatku gila."


Lelaki itu memainkan rambutnya dan menatap sekitar dan tap. tatapanya berhenti di Marsha yang berdiri berhadapan dengan Adit dengan segelas anggur yang berada ditanganya.


D-dia melihatku?! siapa dia?


Marsha memalingkan wajahnya kemudian menatap ke arah Adit berharap mendapat jawaban, namun sayang Adit segera melangkahkan kaki mendekati lelaki itu sebelum Marsha berucap ataupun bertanya.


"Loh, kok ditinggalin gitu aja? Adit sialan!"umpat Marsha.


"Ck. tuan muda, kamu juga disini rupanya?"Adit menyapa lelaki itu.


Dia terkekeh dan menatap Adit sedikit mengejek, diperhatikanya Adit dari atas hingga bawah.


"Ada masalah?"tanya lelaki itu kepada Adit.


Saat Adit baru hendak menjawab Luna dan Petran sudah berada dihadapanya menghampirinya.


"Astaga, kamu datang juga tuan muda R... aku pikir kamu tidak bersedia untung datang kepesta kecil ini."sapa Luna penuh kelembutan.


"Kamu sangat tampan, tidak heran banyak gadis mengincarmu di inggris."ucap Petran sambil bersalaman dengan lelaki itu.


Dia adalah lelaki yang dipanggil dengan sebutan 'R' pria yang digilai banyak kaum hawa serta yang sukses di umur 16 tahunya dalam berbagai hal, dia lebih mudah setahun dari pada Petran dan Luna bisa dibilang dia sekarang seumuran dengan Marsha.


"Ck. gadis inggris tidak ada yang sesuai dengan seleraku..."jawab R.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kamu meninggalkan inggris?"tanya Petran.


"Lumayan lama."


"Tuan muda, suatu kehormatan bagi kami karena kedatangan mu... selamat menikmati pesta."ucap Luna.


R hanya mengangguk tanpa berucap, Marsha yang sedari tadi keheranan kini menjadi linglung.


R? apa arti R itu? sepertinya dia bukan orang biasa, tapi kenapa ada perasaan akrab saat tadi dia melihatku, apa hanya ilusi?


"Marsha, sorry gue pergi ninggalin lo.. tadi gue ada urusan sebentar."ucap Adit ketika kembali mendekati Marsha.


"Lo kenal lelaki itu, dit?"tanya Marsha.


Adit mengangguk dan menatap lelaki itu, kemudian mulai menceritakan identitasnya. "Dia seumuran sama lo, bisa dibilang adik kelas gue... tapi diusianya yang terbilang masih muda itu dia sangat pintar dan dikenali banyak orang, dia sekolah disekolahan Andine internasional School."


"Hah?!"kaget Marsha, "artinya dia satu sekolahan dong sama kita... tapi kenapa tidak pernah muncul disekolah?"tanya Marsha kemudian penasaran.


"Entahlah, dia memang jarang muncul... bahkan bisa melihatnya adalah suatu keberuntungan."


Aneh sekali, tapi yasudahlah... tidak penting juga!


R bersama Luna dan Petran menikmati anggur bertiga, setelah itu R mengundurkan diri dan berjalan mendekati Adit bersama Marsha.


"Hallo, nona... gaun mu sangat bagus,"puji R.


Marsha merasa aneh kenapa bisa lelaki asing ini begitu terhadapnya, seperti sudah akrab saja.


"Terimakasih tuan atas pujianya."ucap Marsha.


"Kamu cantik... tapi sayang sekali jika harus berpasangan dengan lelaki ini, tidak serasi."R berbisik ditelinga Marsha.


Deg!


R beralih ke adit, lalu berkata. "Kalian datang kepesta ini berdua?"


"Ya/Tidak!"Jawab Adit dan Marsha serempak.


"Eh?"


"Maksudn--"


"Sudahlah,"R memotong ucapan Marsha "aku tidak mau tau... permisi."ucap R lalu berjalan menjauh.


"Ck. aneh dan angkuh!"gumam Marsha.


Sekitar beberapa menit akhirnya pesta dansa sudah dimulai, Luna menyuruh mereka berdansa dengan pasangan masing-masing tak terkecuali Luna dan Petran yang berdansa bersama.


"Lebih baik aku pergi saja!"kesal Marsha.


Marsha mulai berjalan menjauh, namun suara seseorang menghentikan langkah kakinya.


"Nona yang bergaun merah disana, bisakah berdansa dengan ku, malam ini?"pinta R.


Deg!


Marsha tertegun grogi serta gugup, dia menatap sekitar dan orang-orang telah memperhatikan mereka.


"A-aku?"Marsha menunjuk dirinya.


"Kemarilah..."


Marsha melihat sekelilingan orang-orang, matanya tak tentu arah kala itu bahkan dadanya berdetag cepat ada rasa gugup dan grogi.

__ADS_1


"Berdansa saja sendiri! siapa suruh tidak membawa pasangan!"ucap Marsha sedikit dengan nada tinggi supaya R mendengar dengan jelas.


"Bukankah kita sama-sama tidak ada pasangan? kenapa menolak untuk berdansa, hanya berdansa saja..."ucap R tersenyum.


"Wah, bener tuh! Ayo Marsha... dansa.. dansa.."


"Dansa dong, Sha... kalian cocok!"


"Marsha, Marsha, Marsha... Marsha!"


Beberapa ucapan tamu meminta Marsha menyetujuinya.


"Menjengkelkan sekali!"umpat Marsha.


Marsha membuang nafas dalam dan kemudian berjalan mendekati R. "Baiklah, hanya malam ini."ucap Marsha.


Alunan musik mulai berbunyi, Marsha dan R berdansa berdua bagaikan pasangan yang mempunyai acara itu semua mata melirik takjub dan iri kepada mereka.


"Kenapa datang sendiri, mana pasanganmu?"tegur R ditengah dansa nya.


"Ck. bukan urusanmu!"jawab Marsha malas.


"Lompat!"titah R.


Marsha melompat dan ditangkap oleh R, suasana sangat romantis dan sunyi. orang-orang keriangan melihat itu.


"Jika kamu gagal menangkapku tadi, maka lehermu yang akan menjadi gantinya!"ucap Marsha.


"Hem.. sangat manis ketika marah, aku suka."ucap R.


"Bermimpi saja!"


"Siapa namamu?"


"Marsha..."


R tersenyum saat Marsha menyebut namanya, senyuman yang sangat tulus terbendung diwajah tampanya itu membuat Marsha seketika terbelalak terpesona.


Deg!


Astaga, perasaan apa lagi ini sekarang... rasanya seperti dejavu.


Marsha terus menatap wajah R dengan tekun, dia melihat ada tahi lalat kecil disudut bibir R.


Hingga pada akhirnya acara dansa selesai. semua orang bertepuk tangan meriah kala melihat penampilan itu, beberapa orang mengabadikanya.


Tak ingin berlama disana akhirnya Marsha memutuskan untuk pulang sebelum acara selesai, disaat dia meninggalkan pesta R terus. memperhatikan Marsha dari jauh dan sesekali tersenyum manis.


"Marsha, kita akan segera berjumpa lagi... dia akan segera membawamu kepadaku..."gumam R.


"Tuan, nona Marsha sudah pergi... apakah kita juga akan pergi?"tanya tangan kananya.


"Ya. untuk apa berlama-lama disini, pertunjukanya selesai!"jawab R.


Di mobil R menelepon seseorang hanya untuk mengucapkan sebait kata-kata.


📞Terimakasih sudah membawanya padaku, kak.


Setelah itu R mematikan sambungan teleponya.


Aku menunggu sangat lama untuk bertemu denganmu, dan akhirnya hari ini bisa melihat wajahmu... kamu tidak pernah berubah, masih seperti dulu... dan aku bangga. hanya saja kamu sudah semakin cantik, aku takut kau akan menyukai kembaranku dan bukan aku nantinya.


____

__ADS_1


Sampai jumpa lagi, ditunggu next nya...


__ADS_2