
Hallo pembacaku tersayang. jangan lupa vote sertakan like sebanyak mungkin, thank buat yang udah mampir membaca.😊
\*\*\*\*
Sekitar beberapa menit kemudian Fathur keluar dari ruang rias dan ruang ganti.
"Ekhem..."Fathur berdehem.
"F-FATHUR?!"
Marsha sangat kaget tak kalah melihat penampilan Fathur saat ini, mau ke pesta atau mau mulung dipikiran Marsha. pasalnya Fathur tidak memakai baju yang Marsha siapkan, dan hanya mengenakan baju biasa seperti pemulung, kumuh dan tidak pantas sekali dilihat.
"Fathur... kok penampilannya kayak gini?!"marsha menatap Fathur penuh hawa kesal dan emosi. pasalnya Fathur berpenampilan tidak sesuai yang Marsha harapkan.
"Lah, kenapa?"ucap Fathur seperti tidak bersalah. dia pede-pede saja dengan gayanya, asisten yang Marsha percayakan tadi datang menghampiri mereka dan menatap Marsha penuh ketakutan.
"M-maafkan saya Nona, tuan Fathur tidak mau dirubah penampilannya... dia ingin seperti ini dan kabur dari ruang rias."Marsha terbelalak kaget kala mendengar penjelasan asisten kepercayaanya itu. Marsha beralih menatap nanar Fathur, rasa dipermainkan ada dalam hatinya oleh Fathur kala ini.
Aku nungguin dia disini berharab memberi penampilan terbaik, tapi dia malah... dia mainin aku atau sengaja mau mempermalukan aku di pesta itu?
"Lo mainin gue?!"Marsha beralih ke Fathur dengan pertanyaan penuh emosi. bahkan kata yang biasa dia gunakan 'Aku&Kamu' diganti menjadi 'Lo&Gue'.
Fathur kala itu menatap Marsha sedikit berbeda, dia tidak berniat membuat Marsha marah.
"Lah, salahnya apa?"bukanya merasa bersalah, Fathur malah mengeluarkan perkataan lain.
"Lo serius mau kepesta kayak gitu?"
"Ya."
"Lo punya waktu 15 menit untuk merubah penampilan, gue pergi duluan! ntar lo nyusul... gue udah ninggalin undangan yang gue buat lo,"katanya.
"T-tapi, kamu bagaimana nanti?"
"Ck. itu urusan gue, gue cuman perlu lo datang aja buat nepatin janji... dan lo! kalo lo nggak bisa ngerubah dia, jangan harap salon ini masih bisa berdiri disini!"ucap Marsha kepada Fathur, lalu Marsha langsung beralih ke asisten yang setengah ketakutan itu berucap penuh dengan nada ancaman.
"Gue pergi dulu..."setelah berucap Marsha segera pergi dari sana dengan kekecewaan dan rasa kesal terhadap Fathur.
Fathur di salon masih mematung menatap kepergian Marsha, ada sedikit rasa bersalah menjiwai dirinya.
"Maaf... aku nggak nyangka ini bisa buat kamu jadi sekecewa itu,"isyarat raut wajah Fathur.
****
Marsha agak telat tiba di pesta Luna pukul 19.25 wib. dengan terburu-buru Marsha memasuki rumah yang lumayan mewah itu, namun di depan pintu masuk Marsha dihadang beberapa pengawal.
"Maaf nona, tunjukan kartu undangan anda..."tegurnya.
Marsha tidak menjawab dan tetap setia dengan tatapan bengisnya terhadap orang-orang itu.
"Apa nona sendirian? yang tidak ada pasangan dilarang masuk, nona."
__ADS_1
Karena malas akhirnya Marsha mengeluarkan hp nya dan menelpon nomor seseorang.
"Gue tunggu lo di depan, 2 menit nggak datang maka gue akan pulang!"ketus Marsha dari balik telepon.
Setelah dengan nada singkat itu Marsha mematikan secara sepihak sambungan teleponya.
2 menit seperti keinginanya, tibalah lelaki yang bertubuh tinggi putih dan ganteng menghampiri Marsha.
"Lo datang sendirian, Sha?"tanya Adit. Adit adalah spupu Petran dan sekelas dengan Petran, dia cukup dekat dengan Marsha dan menjadi pelindung kala ada yang berani membuat Marsha terluka atau menangis.
"Nggak, temen gue masih ada urusan... jadi gue duluan."jawab Marsha.
"Oh, yaudah sementara nunggu temen lo... mending kita masuk aja dulu,"ajak Adit.
Marsha mengangguk, penjaga yang menjaga di depan pintu tadi menunduk kala melihat Adit.
"Dia tamu spesial dipesta ini,"Adit mengingatkan para penjaga itu, kemudian segera mengajak Marsha masuk.
"Ck."umpat Marsha kala melewati penjaga yang membuatnya jengkel itu.
"Astaga, apa kita salah menahan orang?"tanya penjaga 1 dengan temanya.
"Sepertinya benar, dia tamu spesial nona Luna... artinya dia nona Marsha andine yang dikenal banyak orang itu!"jawab temanya.
"Habislah kita jika berani membuatnya marah,"bisik temanya.
****
Marsha memasuki aula pesta dengan anggunnya ditemani oleh Adit disisinya, semua mata beralih padanya.
"Astaga, cantik sekali..."
"Dia kan Marsha andine... ya tuhan tidak menyangka bisa bertemu dia disini."
"Akhirnya jodohku tiba."
"Juliett ku..."
Beberapa pujian keluar dari mulut orang-orang disana. Luna menatap Marsha penuh kebencian, namun dia tersenyum manis kala Marsha menghampirinya.
"Apa acaranya sudah dimulai?"tanya Marsha kepada Luna.
"Tentu saja belum, bagaimana mungkin mau mulai jika tamu pentingnya saja baru datang..."jawab Luna sedang menyindir Marsha.
"Sorry, ada kendala tadi..."jawab Marsha enggan.
"Ah nggak masalah, lo hadir aja udah suatu kebanggan untuk gue... jarang ada kan primadona terkenal mau datang kepesta tidak terlalu megah begini?, terimakasih sudah mau hadir."
"Bagaimana mungkin gue nggak hadir diacara yang sangat penting ini."
"Lo datang sama, Adit?"tanya Luna penuh semangat mengejek Marsha.
__ADS_1
"Terserah gue mau datang sama siapa, lebih baik urusin aja pesta lo!"
Luna menatap Marsha dengan senyum julidnya.
"Baiklah, karena tamu terpenting kita sudah tiba... bagaimana jika kita mulai acaranya?"Luna mulai melontarkan suaranya sehingga menggelegar seisi ruangan. semua orang setuju dan tersenyum bahagia, sementara Marsha masih sibuk menunggu kehadiran Fathur.
Awas saja jika tidak datang, aku tidak akan pernah memaafkanya!
Kala itu Petran yang tidak kelihatan tadi akhirnya tiba dari arah belakang, menghampiri Luna dan Marsha.
"Eh, Marsha?"ucap Petran. dia tersenyum melihat kehadiran Marsha, namun Marsha juga membalasnya dengan senyuman.
Luna menggandeng tangan Petran guna sengaja memanasi hati Marsha, dia mengajak Petran menuju meja kue ulang tahun. semua orang berkumpul menatap kue ulang tahun disana, menyanyikan lagu ulang tahun untuk Luna yang ke 17 tahunya malam itu, Petran juga tersenyum disamping Luna sambil menyanyikan lagu itu diiringi orang tua Luna yang baru tiba.
"Disini gue Luna sintia... mengucapkan terimakasih untuk yang hadir hari ini, semoga kalian menikmati pestanya."
"Sayang, apa kamu mau mengatakan sesuatu kepada semua orang?"Luna bertanya kepada Petran.
"Gue Petran Adifasyah, sekaligus pendamping Luna di pesta ini mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Luna ku tersayang... dan juga happy anniv yang ke 1 tahun sayang..."ucap Petran mesra.
Huuuuh!
Sorakan dan tepukan tangan terdengar nyaring sekali, Marsha menatap itu merasa sesak batinya. namun dia berusaha tetap biasa dan tenang.
"Terimakasih sayangku... mungkin hadirin semua ada yang kaget mendengar anniv kami yang 1 tahun ini, tapi inilah kenyataannya kami sudah berpacaran dari kelas sebelas hingga sekarang... hubungan kami sengaja tidak di publis agar tidak terlalu mengambil perhatian publik, jadi untuk kalian yang bertanya tentang hubungan kami... maka satu jawaban saja bahwa kami sudah berpacaran selama satu tahun."
"Ya, luna benar..."ucap Petran tersenyum.
Dia menatap ke arah Marsha tengah tersenyum, namun Marsha hanya membalasnya dengan menaikan alis saja.
Ingin memanasi gue dan ingin memberitahu ke gue kalo mereka nggak suka gue ganggukah? Ck. menjijikan! mungkin hari ini kalian berhasil, tapi tunggu saja suatu hari nanti... kalian akan menangis darah terkurung dalam penderitaan yang lebih pahit dan terpuruk dari pada aku!
Kebersamaan Luna dan Petran benar-benar membuat mati hati Marsha, dia terluka kala melihat kebahagiaan itu, ingin dia membuktikan bahwa tidak ada Petran dihatinya tapi sayang sekali nama Petran masih terukir indah dihatinya. entah kapan akan sirna, Marsha berharab secepatnya.
"Lo nggakpapa?"Adit menegur Marsha.
"Ah, E-enggak kok."jawab Marsha tersenyum kecut. naluri Adit sangat tajam, dia tau persis perasaan Marsha.
Thur, kamu dimana? aku butuh kamu disini...
Hingga acara potong kue Fathur masih belum tiba, masih ada waktu 15 menit acara pesta dansa dimulai. Marsha agak menjauh dari kerumunan dan mengecek hp nya berharab Fathur memberi kabar, karena tidak ada notif akhirnya Marsha mengirim pesan terlebih dulu kepada Fathur.
📨Dimana?
Sekitar 3 menit Marsha menerima balasan Fathur
📩Maaf. aku tidak bisa datang,Sha... aku ada urusan mendadak, aku benar-benar minta maaf padamu. 🙏(Fathur)
Menerima balasan itu Marsha benar-benar kecewa dengan Fathur, dia merasa dipermainkan kala itu namun dia berusaha memahami dan menerima alasan Fathur.
📨Ok.
__ADS_1
Setelah membalas beberapa pesan akhirnya Marsha mematikan hp nya, dia membuang nafas kasar beberapa kali.