Fathur My Future

Fathur My Future
Deg!


__ADS_3

Hai semuanya, sebelum kalian membaca author mohon dukungan like nya sebanyak mungkin yah. itu sangat berarti sekali buat author, 1 like dari kalian sangat berarti.😊


****


Seminggu telah berlalu...


Hari ini adalah hari ulang tahun Luna kekasih Petran. pukul 19.00 wib malam nanti acara akan dimulai, sebelumnya Marsha sudah mempersiapkan segala kebutuhanya untuk tiba di pesta itu. suatu kebingungan melanda dirinya pasalnya dia tidak tau ingin ke pesta bersama siapa, selain Petran tidak ada lagi lelaki yang akrab denganya.


Dikantin sekolah Marsha terus saja mengumpat Luna guna acara menyebalkan itu, kenapa harus membawa pasangan segala, batin Marsha. mungkin inilah yang dinamakan trik licik untuk menjatuhkan orang.


"Sial! mati jiwa beneran aku memikirkan ini!"umpat Marsha


"Memikirkan apa?"seketika Fathur tiba tanpa aba-aba membuat jantung Marsha ingin meloncat keluar.


"Astaga, kamu bisa nggak sih kalo nemuin aku tuh permisi dulu... nggak sopan banget!"ketus Marsha dengan kesalnya.


"Sorry,"Fathur berucap dengan senyum juteknya.


"Ck. kalo nggak bisa senyum mending merengut aja! kamu buruk kalo senyumnya kayak gitu."ejek Marsha.


"Terserah deh!"acuh Fathur kala mendengar penuturan Marsha


"Yee..."


Sejenak keadaan hening dan sunyi diantara mereka berdua, Marsha tengah berpikir sambil meletakkan jemari telunjuknya didagu dan menatap Fathur.


Apa aku minta Fathur aja nih jadi pasangan aku kepesta ntar malam? tapi culun gitu ogah banget! ish, Marsha... hanya Fathur sekarang yang dekat sama kamu, di beri setelan dikit kayaknya keren deh dia.hehehe...


"Ehmm, Thur."


"Ya?"


Marsha agak bimbang untuk berkata-kata, namun segenap hati ia mencoba menarik nafas lembut dan nampak lebih rileks. banyak yang menatap nanar ke arah mereka terlebih lagi Fathur, banyak sekali yang iri dengan kedekatan Fathur sama Marsha.


"Kamu tau tentang pesta ulang tahun Luna?"Marsha mencoba berbicara dari inti agar lebih jelas ujungnya nanti.


"Luna? kekasih Petran kakak kelas kita itu?"tanya Fathur meminta kebenaran.


"Ya, kamu dapet nggak undanganya?"


"Ck. enggak!"


"Hmm... gimana kalo ntar malem kamu temenin aku aja, kita datang kepesta Luna sebagai pasangan... mau nggak?"tawar Marsha.


"A-apa?! aku dan kamu? pasangan?"


Fathur terhenyak kaget namun ia berusaha rileks dihadapan Marsha. semua mata yang mendengar pembicaraan mereka menatap tak percaya, tatapan benci terhadap Fathur sangat jelas kala itu.


"Kamu gila,Yah? aku jadi pasangan kamu di pesta itu? yang ada bikin kacau, Sha!"


"Lah, apa salahnya?"


"Aku sama kamu itu beda jauh di mata mereka, aku itu nggak berarti apa-apa... sementara kamu dikenal banyak kalangan atas, yang ada nanti kamu dipermalukan disana."


"Ck. siapa bilang?"Marsha menjawab enteng seakan telah menyusun sebuah rencana untuk acara nanti malam.


Sebuah kebingungan terpancar diraut wajah Fathur kala melihat ekspresi Marsha yang tenang-tenang saja.


"Sebenarnya, apa yang kamu pikirkan?"


"Kamu lihat saja nanti, pestanya diselenggarakan pukul 19.00 malam nanti... sebelumnya kamu ikut aku dulu ke suatu tempat, okeh?"


"Kemana?"

__ADS_1


"Okehin aja! jangan banyak nanya, okeh?!"


"Ok! puas?"


"Banget, hahahah..."


Marsha tersenyum senang kala itu, Fathur yang memperhatikan gadis itu sedikit tersentuh hatinya, rasa nya ada hal baru yang dia nikmati sekarang sebagai seorang cupu.


****


Srtt!


Fathur tengah berjalan santai menuju toilet, namun saja segerombolan siswa lain datang menyeretnya masuk kedalam toilet, mengusir semua yang ada di dalam sana. Fathur terhenyak kaget apakah dia akan dibully lagi atau hal lain Fathur tidak perduli, ekspresi nya sangat santai memperhatikan wajah-wajah pria yang sok gerot dihadapanya itu.


"Mau apa kalian?"tanya Fathur yang telah disandarkan di tembok Wc.


"Ck. lo pasti tau gue mau apa sama lo!"jawabnya.


"Gue nggak ada urusan atau masalah sama kalian,"kesal Fathur.


"Tentu ada! lo kan? cowok yang berani goda Marsha di sekolah ini, selain lo nggak ada satupun yang berani dekatin dia kecuali gue dan Petran!"


"Gue nggak ngegoda dia, gue sama dia hanya teman baik... apa urusannya dengan kalian?"


"Tentu ada, Marsha itu cewek terkenal nomor satu disekolah ini... sementara lo? lo hanya cupu yang merusak citra baik namanya disekolah ini, rakyat miskin yang bernyali besar untuk dekatin dia! mestinya lo sadar diri derajat lo itu beda jauh sama dia... jangan ngimpi bakal bisa dapetin hatinya!"


Fathur tidak menjawab ucapan pria itu, dia hanya tersenyum mengejek.


"Kenapa lo senyum, hah?! berani lo sama gue? lo nggak tau siapa gue? hajar dia!"


Karena geram pria itu meminta teman-temanya menghajar Fathur habis-habisan, Fathur tidak melawan dan hanya menerima serangan itu dengan senyuman seperti menikmatinya.


Buk! Brk! Pak!


Uhuk! uhuk!


"Heh. cukup!"pria itu memerintahkan temanya menghentikan menghajar Fathur.


Dia sedikit berjongkok dan menatap Fathur, dilihatnya Fathur yang tengah kesakitan.


"Akh!"ringis Fathur kala perutnya ditendang pria itu.


"Gue kasih lo kesempatan untuk hari ini, jangan hadir dipesta itu bersama Marsha... kalo nggak, lo tau akibatnya nanti!"ancamnya.


Dia tersenyum menyeringai kemudian mengajak gengnya pergi dari sana meninggalkan Fathur sendirian.


Karena lo kasih gue kesempatan, maka jangan menyesal nantinya... pukulan yang kalian berikan hari ini, akan aku kembalikan lagi nanti...


"Bersiap-siaplah!"ucap Fathur tersenyum devils.


****


Sesuai permintaan Marsha pukul 18.20 wib. Fathur sudah menunggu Marsha di pekarangan rumahnya dengen setelan biasa, cupu.


Tak! Tak! Tak!


Suara hentakan langkah kaki melangkah mendekari Fathur, bagaikan disihir Fathur kala melihat penampilan Marsha saat ini.


Fathur menatap lekat ke arah Marsha yang berjalan mendekatinya, gaun merah disamakan rambut yang dibiarkan tergerai dengan beberapa jalinan, polesan make up mempercantik dirinya kala itu. ditambah lagi kulit putih mulus tanpa celah bersinar menyihir mata Fathur sejenak.


Cantik.


Hanya satu kata yang mencerminkan Marsha saat ini. tiada henti Fathur meliriknya, jantungnya berdetag tak karuan pasalnya Marsha sangat mempesona sekali.

__ADS_1


"Sudah selesai bengongnya?"tegur Marsha.


"Ah... eh... siapa yang... yang bengong?"gugup Fathur kala itu. wajahnya merona, untung saja dia dengan cepat memalingkan wajah.


"Heh. Iya aku tau aku cantik, nggak perlu segitunya kalik... nanti kamu jatuh cinta sama aku,"kepedean Marsha menggoda Fathur membuat mood Fathur seketika menurun memujinya.


"Ck. percaya diri banget!"


"Ya nggak masalah dong... intinya aku memang cantik, kan?"


"Terserah!"


"Idih, hanya bilang iya aja kok."


"Iya-iya, kamu cantik... sangat cantik,"puji Fathur.


Deg!


Marsha sedikit tertegun atas ucapan Fathur, seketika dirinya tersenyum lebar.


"Gitu dong, Ayo!"


"Kemana?"


"Udah, masuk mobil aja dulu!"


Mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


****


Mereka tiba disalah satu salon terbaik di kota itu. Fathur tercengang dan tidak paham akan rencana yang Marsha ingin perbuat.


"Kita kenapa kesalon?"tanya Fathur penasaran


"Malam ini kita akan merebut perhatian banyak orang..."bisik Marsha.


Wajah Fathur kembali memerah saat Marsha sangat dekat dengan wajahnya, bahkan nafas Marsha terdengar jelas di telinga Fathur.


"Ayo keluar! kenapa wajah kamu merah gitu?"


"E-enggak! aku hanya kepanasan saja, ayo keluar!"


Fathur dan Marsha langsung keluar dari mobil, mereka memasuki salon itu. beberapa pelayan dan asisten disana menyapa Marsha, itu adalah salon langganan Marsha jadi tidak heran banyak yang mengenalnya.


"Mbak, bisa kemari sebentar!"ucap Marsha memanggil asisten yang tengah berdiri merapikan beberapa bekas pelanggan.


Asisten itu menghampiri Marsha dan tersenyum ramah, kemudian dia langsung bertanya. "Ya, nona Marsha... ada yang bisa saya bantu?"


"Ya. aku ingin kalian merubah penampilan cowok disamping ku ini... buat dia menjadi layak dipandang, okeh!"perintah Marsha.


"Ah, baiklah... mari tuan, ikut kami."


Fathur menatap Marsha berharab tidak di apa-apakan.


"Sana!"usir Marsha.


Hanya nafas malas yang terdengar ditelinga Marsha, Fathur mengangguk mengiyakan ucapan Marsha. dia berjalan mendekati Marsha sebelum pergi merubah penampilanya.


"Kita lihat seberapa layak aku untukmu nanti..."bisik Fathur ditelinga Marsha.


Deg!


Jantung Marsha tak kalah hentinya bergetar, bisa-bisanya dia langsung begitu disaat Fathur berbisik ketelinganya. bagaikan tergoyah oleh melodi hatinya.

__ADS_1


"Tunggu aku..."


Fathur berjalan menjauhi Marsha diikuti asisten tadi dan beberapa asisten dan pelayan pria /wanita lainya. tak lupa sebelum pergi Marsha sudah memberikan paper bag baju untuk Fathur kenakan.


__ADS_2