Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Obat


__ADS_3

" kamu kenapa" tanya Miko yang melihat Chen terus menatap pintu seakan sedang menunggu seseorang


" ahh tidak" jawabnya " apa dia tidak akan datang" bergumam pelan dan Masi bisa di dengar oleh Miko


" siapa yang datang"


" dokter itu"


" dia sudah pulang" ucap Miko


" dia bilang akan datang memeriksa ku"


" dia memang datang tadi saat kamu tertidur, pengawal yang berjaga di depan pintu bilang ada dokter yang datang tadi, tapi saat melihat mu tidur dia tidak jadi memeriksa keadaan mu" Miko menjelaskan.


keduanya terdiam sampe suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka.


"permisi Tuan, saya akan memeriksa keadaan anda" ucap dokter


"silahkan dok" Miko mempersilahkan


dokter langsung menuju ke ranjang dan memeriksa keadaan luka pada tangan kiri Chen.


" lukanya sudah mulai mengering tuan, kalau bisa kurangi pergerakan tangan kiri anda agar mempercepat proses pemulihan, suster akan memberikan beberapa obat agar luka anda cepat sembuh tuan" Dokter menjelaskan dengan baik. sedangkan pasien yang di periksa hanya diam.


" Baik dokter " ucap Miko karena Chen tidak menjawab.


setelah kepergian dokter, tiba-tiba pintu di Miko mempersilahkan masuk, suster yang sudah mendapat izin langsung masuk ke dalam dan membawa beberapa makanan yang akan di konsumsi oleh Chen, tidak lupa juga sebotol obat yang akan di konsumsi oleh Chen untuk mempercepat pemulihan luka tangannya.


" ini makanan anda tua, dan ini obatnya, saya sudah siapkan di kup kecil ini, untuk anda minum setalah makan malam" ucap suster menjelaskan.


Chen yang melihat obat itu langsung hilang nafsu makan. sebenernya dia lapar sejak tadi tapi sahabat yang tidak peka ini membuatnya pusing. giliran makanan datang nafsu makannya hilang hanya karena melihat butiran obat.


'" kalau begitu saya permisi tuan" pamitnya dan langsung meninggalkan ruangan itu.


" makan lah, katanya lapar" ucap Miko, sebenarnya di tau kalau Chen lapar tapi dia pura-pura tidak peduli.


" aku mau makan tapi singkirkan dulu obat itu" Miko langsung menyingkirkan obat itu dan menyimpannya di atas lemari sebelah ranjang .


Chen mulai memakan makanannya dengan lahap Karena dia sudah benar-benar lapar saat ini, apa rumah sakit ini Setega itu pada pasien, membiarkan mereka kelaparan keluhnya dalam hati.


stelah beberapakali menit Chen telah menghabiskan makanannya. Miko yang melihat Chen telah selesai langsung menyerahkan kembali Cap obat itu untuk di minumnya.

__ADS_1


" minumlah, supaya cepat sembuh" ucap Chen di selingi dengan kekehan kecil.


" apa kmu pura-pura tidak tau" tanya Chen dengan pada sahabatnya. Chen Memeng tidak bisa minum obat sajak dulu makanya dia selalu menjaga kesehatan agar tetap sehat agar dia tidak minum obat itu.


" ahh aku lupa, jadi mau di apakan obat ini"


" simpan saja di tempat tadi" ucap Chen dan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


melihat Chen mulai tertidur, Miko langsung membaringkan badannya di sofa dekat ranjang dia, sebenarnya ada tempat tidur lain tapi dia malas untuk beranjak meskipun itu hanya beberapa meter saja.


****


Keesokan harinya di rumah keluarga Fazira. Mommy Fera sedang mengetuk pintu kamar anak gadisnya dan terus menerus memanggil namanya.


" Fazira, Bagun ini sudah pagi, kalian ngga ke Rumah sakit?"


" Era, kalian mau terlambat ke kerja"


" Tidak baik anak perawan bangun kesiangan nanti jodohnya di Patok ayam" teriknya dari luar dan langsung beranjak menuju dapur untuk menyajikan sarapan.


ketiga wanita yang sedang di alam mimpi tiba-tiba terbangun karena mendengar suara mommy fera.


" eemm Faz, sejak kapan jodoh di patok ayam, kiasan dari mana itu " tanyanya


" kamu tdk tau aja mommy bagaimana orangnya" ucapnya dan langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


setelah ketiganya sudah rapih dengan pakaian kerja masing-masing, mereka langsung melangkah ke luar kamar menuju meja makan.


di meja makan sudah ada kakek, nenek, Deddy dan mommy Fazira


" selamat pagi" ucap mereka bersamaan


" bagi Prinses" balas Deddy " Masi kita sarapan bersama"


ketiganya langsung duduk dengan tenang dan mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing.


beberapa menit kemudian ketiganya telah selesai dan pamit untuk ke rumah sakit.


mereka pamitan kepada semua orang Yang ada di meja makan. saat mereka akan beranjak mommy fera menghentikan ke tiganya.


" tunggu" dan langsung beranjak dari kursi menuju ke arah dapur. mommy fera membawa kotak yang berisi makanan ke pada Fazira.

__ADS_1


" ini untuk calon mantu mami yang sedang sakit, bilang mami akan menjenguknya sebentar" ucapnya sambil memberikan kotak makan pada Fazira


" tapi, kan mami ngga kenal"


" karena ngga kenal makanya harus kenalan, iya kan Mas" ucapnya sambil melirik suaminya, Deddy Fazira hanya menganggukkan kepala.


" Ded Pliss,,,," Fazira memohon agar dedinya melarang mommy nya untuk datang ke rumah sakit. dia harus bilang apa pada tuan Chen kalu tiba-tiba mommy ya datang nanti.


mommy fera yang melihat itu langsung menyuruh Fazira agar secepatnya ke rumah sakit, dia tidak mau rencana nya untuk bertemu kekasih Fazira gagal. sebab dia tau kelemahan suaminya saat Fazira mulai manja padanya maka pasti akan di turuti kemauannya.


" sudah - sudah, kalian akan terlambat ini sudah hampir jam 9" usir nya pada ketiganya.


"kalau begitu kami pergi dulu, kek, nek, mommy Deddy, Tante,Om,"


setalah menempuh perjalanan beberapa menit ketiganya tiba di rumah sakit.


" faz, itu kotak ngga di bawa" tanya Amel saat merak keluar dari mobil. Melihat Fazira yang keluar tanpa memegang kotak makan itu.


" ahh iya lupa, " langsung mengambilnya " hitung-hitung irit uang makan, ngga mungkin kan aku kasi sama tuan Chen nanti di tanya aku jawab apa" jelasnya. dia akan membawa makanan itu untuk makan siangnya nanti.


" emang bisa begitu, nanti klu Tante Fera datang betulan ke rumah sakit, terus ketemu beneran sama tuan Chen, nanti dia tanya soal bekal itu kamu bakal jawab apa,,?" ujar Elsa panjang lebar


" nanti aku cari ala....." tiba-tiba ponselnya berdering


" assalamualaikum mommy "


",,,,,,,,,,,,,,,,,"


" iya nanti aku kasi, aku ngga buang ko, iya nanti mommy lihat sendiri kotak makanannya"


",,,,,,,,,,,,,,,,,,,"


iya , waalaikum salam" sambil menutup panggilan telpon nya.


" kenapa...." tanya Elsa


" mommy benaran akan datang ke sini sebentar, bagaimana dong,,"


" kasi aja sama tuan Chen tapi bikin alasan apa begitu supaya dia mau ambil kotak ini " tunjuk pada kotak makan warna biru muda itu.


" nanti aku pikirin gimana ngasihnya, sekarang kita masuk" mereka pun langsung masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruang kerja masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2