
setelah kejadian mendebarkan di ruang rawat Chen akhinya selesai juga. di dalam ruangan tinggal Chen da fazira yang lain sudah keluar, mommy Fera yang pulang di antar oleh super Chen sedangkan Elsa dan Amel kembali ke ruangan kerja masing-masing begitu pula dengan Miko yang pergi ke perusahaan.
keduanya terdiam tanpa ada percakapan Chen yang sibuk dengan leptopnya dan Fazira yang duduk di samping Chen dengan diam tak bersuara.
Fazira Masi malu dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Chen tadi siang, kejadian itu masih terbayang - bayang.
" apa kamu akan terus melamun seperti itu" tanya Chen
" ahh, tidak, apa kamu butuh sesuatu? "
" tidak, tapi kalau kamu tdk keberatan aku ingin minum, tolong ambilkan" pinta Chen. Fazira yang mendengar itu langsung beranjak menuju meja yang ada air minumnya. dia menuangkan ke dalam gelas dan memberikanya pada Chen.
Chen langsung mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis dan memberikan kembali gelas itu pada fazira.
"Terimakasih untuk yang tadi dan maaf telah melibatkan mu dalam urusan mommy" ucap Fazira pelan.
" ini tidak gratis, aku mau kamu menepati janjimu tadi" ucap Chen tanpa menatap Fazira.
" iya aku tau, aku akan membuatmu Sampai sembuh dan akan membantumu minum obat"
setalah perbincangan antara Fazira dan Chen keduanya sama sama diam sampai suara ketukan pintu mengalihkan perhatian keduanya.
" maaf tua ini makan malam anda dan ini obat anda" ucap suster yang bertugas mengantar makanan
" baiklah, terimakasih sus" bukan Chen yang menjawab tapi Fazira.
Fazira mulai melangkah dan mengambil makanan yang di bawa sister dari ke arah Chen.
" apa kamu akan makan sekarang " tanya Fazira
" iya " ucap Chen tanpa beralih dari leptopnya.
Fazira langsung menyajikan makanan yang di bawa perawat tadi di hadapan Chen.
" makanlah, apa tidak sebaiknya laptop mu di simpan dulu" ucapa Fazira yang melihat Chen masih sibuk dengan leptopnya.
" apa kamu sudah makan, kalau belum mari makan bersama" ucap Chen.
Fazira yang mendengar itu langsung kaget, makan bersama bagaimana ini hanya ada satu sendok dan tidak mungkin Fazira makan pake tangan sedangkan makanan yang di depanya ini semuanya ber kuah.
__ADS_1
" tidak kamu duluan saja, sebentar baru aku makan, aku belum lapar" tolak Fazira.
" makan aku tidak suka di bantah" Chen menekan suaranya.
" tapi...." belum sempat Fazira melanjutkan kalimatnya " kita akan makan dengan sendok yang sama, bahkan kita sudah melakukanya yang lebih dari itu" memotong ucapan Fazira
Fazira yang mendengar itu langsung teringat dengan kejadian tadi siang, pipinya langsung memerah, dia malu jika harus mengingat kejadian itu.
" mana aku sudah lapar kamu suapin, aku harus menyelesaikan file ini" ucap Chen
" kamu tidak keberatan kan" tanya Chen dan memandang Fazira yang ada di sampinya.
" ahh tidak," ucap Fazira langsung mengambil sendok dan menyuapi Chen.
" wajahmu memerah apa kamu sakit?" tanya Chen serta menyentuh pipi Fazira.
" ti,,,tidak, lanjutkan pekerjaan mu" ucapnya terbata-bata serta mengalihkan pandangan ke tempat lain.
Chen yang melihat itu langsung tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. sudah sekitar tiga kali suapan Chen yang sadar sesuatu langsung " apa kamu tidak makan!"
" iya, ini mau makan" ucap Fazira langsung memasukan satu suapan ke dalam mulutnya. tidak terasa makanan yang ada di depan mereka telah habis.
setelah beberapa menit Fazira mulai me langkah ke arah meja dan mengambil obat yang akan di minum oleh Chen. Fazira ragu akankah dia memberikan obat itu atau tidak.
" mana obatnya " tanya Chen, Chen sebenarnya mengawasi setiap gerak gerik Fazira meski dia sibuk dengan leptopnya tapi dia sesekali melirik dan mengamati gerak gerik Fazira.
" ini dia, tunggu aku hancurkan dulu, besok aku akan minta pada sister agar memberikanmu obat bubuk atau sirup saja" ucap Fazira.
dengan ragu Fazira mulai melangkah mendekati Chen, dia akan menyuruh Chen untuk meminum obat ini tapi saat ini dia tidak memiliki permen untuk meredakan rasa pahit obatnya.
mendengar langkah kaki Chen mengarahkan pandanganya pada Fazira, Fazira langsung memberikan sendok yang berisi obat pada Chen. pada saat Chen akan meminum obatnya Fazira menghentikannya.
" tunggu dulu, aku tidak punya permen untuk meredakan rasa pahitnya, Akau akan ke kantin rumah sakit untuk membeli permennya, jangan di minum dulu" ucap Fazira
" tidak usah, kita akan melakukanya seperti tadi siang, " ucap Chen dan langsung meminum obatnya
" tapi.." belum sempat Fazira bicara Chen sudah memasukan obat nya. rasa pahit mulai Chen rasakan, Tampa aba-aba Chen langsung menarik Fazira dan mendekatkan wajah mereka hingga untuk kedua kalinya Chen m*****m Fazira. Fazira yang menerima itu hanya pasrah dan menutup ke dua matanya.
Chen yang melihat Fazira menutup matanya mulai menggerakkan secara perlahan dan menuntun. c****n keduanya berlangsung lama, Chen melepaskan Fazira saat keduanya mulai memerlukan oksigen.
__ADS_1
" aku suka, rasanya manis" ucap Chen setelah melepaskan C****nya. sambil menyentuh bibir Fazira dengan jari nya.
Fazira yang masih kaget langsung tersadar setelah Chen menyentuh bibirnya.
" kalau begitu aku pulang dulu, besok aku akan datang ke sini lagi" ucap Fazira langsung melangkah keluar dengan terburu - buru.
saat membuka pintu ruangan Fazira dikagetkan dengan keberadaan kakek Kim dan Miko,
" malam tuan Kim, tuan Miko" sapa Fazira.
" malam, " jawab keduanya " apa kamu akan pulang" tanya kakek Kim
" iya kek, kalau begitu saya permisi dulu" Fazira langsung melangkah menuju lift dan meninggalkan dua orang itu.
setelah melihat Fazira mulai masuk dalam lift kakek Kim dan Miko masuk ke dalam ruang rawat Chen.
" kakek rasa kamu sedang bahagia" tanya kek Kim pada Chen
" ya begitulah, kenapa kakek ada di sini"
"kakek datang untuk menemani mu malam ini"
" kakek pulang saja, sudah ada Miko di sini, dia akan menjagaku"
" lihat dia Miko, dia tidak menghargai kedatangan ku, apa dia kira kira tidak tau apa yang di lakukan dengan dokter tadi, kasihan dokter Fazira tertipu dengan tingkah akan tengil sepertimu" ucap kakek
"kakek melihat semuanya, kakek menyesal telah memperkenalkan Fazira padamu. lanjutnya.
" iya kek, aku juga mau kalau minum obat please dapat kiss" ucap Miko mengejek Chen
" kalian melihatnya" tanya Chen
" iya, kami melihat semuanya, dari makan sepiring berdua sampai minum pun dengan gelas yang sama seperti suami istri saja, ia ngga kek? " tanya Miko pada kakek.
" iya, kakek rasa harus bertemu Fazira secepatnya agar dia tidak perlu lagi dekat dengannya atau mengenal nya lebih dalam" ucap kakek
Chen yang mendengar ucapan kakek tidak terima " ngga bisa gitu dong kek, kakek sudah mengenalkan Fazira pada Chen, kakek tdk boleh menarik ucapan kakek" ucap Chen dan langsung mengarahkan pandanganya pada leptop
" kakek pulang' lah ada Miko yang akan menjagaku di sini" ucap Miko tampa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
" baiklah, melihat keadaanmu sekarang kakek sudah tidak khawatir lagi, kalau begitu kakek pulang' dulu" ucap kakek dan langsung melangkah keluar di antar oleh Chen sampai ke mobil.