Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Tertempak "DOR"


__ADS_3

Setalah apa yang terjadi di depan lift akhinya semuanya kembali ke tempat masing-masing


Fazira menuju ke ruangnya begitu pun dengan Elsa dan Amel serta Rudy sedangkan Chen sudah kembali ke kantornya setelah membantu kakeknya mengurus urusan rumah sakit. meskipun kakek Chen sebagai pemilik rumah sakit tetapi mereka tetap melakukan prosedur sesuai dengan peraturan rumah sakit.


Di CN Group


tepatnya di ruangan Chen sedang berkumpul dengan dokumen-dokumen yang ada di depannya.


sedang fokus mengerjakan dokumen tiba-tiba pintu di ketuk oleh sekretaris nya.


" masuk"


" Permisi Tuan, meeting dengan Mr. Rey di Cafe Pelangi tuan Miko meminta saya untuk memberi tahu anda.


" baiklah, siapkan dokumennya" ucapnya langsung beranjak dari tempat duduknya.


" baik tuan"


Chen mulai melangkah ke luar dan di depan lift sudah di tunggu oleh Miko.


Miko langsung mengambil berkas yang sudah di siapkan oleh Ana dan mulai melangkah masuk ke dalam lift bersama tuanya.


setalah menempuh perjalanan beberapa menit Chen dan Miko akhirnya sampai di Cafe Pelangi. Cafe pelangi berdekatan dengan rumah sakit tempat Fazira bekerja. sehingga tidak heran banyak perawat dan dokter di dalam cafe ini.


mereka mulai melangkah masuk dan di sambut oleh pelayan Cafe.


'"Selamat datang Tuan - tuan ,silahkan " mempersilahkan mereka untuk duduk.


" Meja atas nama Mr. Rey" ucap Miko


mendengar nama itu pelayan cafe langsung mengantar mereka menuju meja VIP pesanan Mr. Rey.


" Mari Tuan, silahkan masuk" ucap ya mempersilahkan dua orang di depannya untuk masuk.


Chen dan Miko langsung masuk ke dalam dan di dalam sudah ada laki-laki mungkin usianya sekitar 50 tahun.


" selamat datang Mr. Chen, silahkan duduk " ucap nya menyambut kedatangan dua lelaki gagah itu.


" baik Mr. Rey," jawab Miko sedangkan Chen hanya diam dan mengamati suasana di dalam ruangan itu.


" Bagaimana kabar anda Mr, Chen" tanyanya basa-basi, dia sangat senang bisa bekerja sama dengan CN Group perusahaan besar.

__ADS_1


" Kita langsung saja ke intinya" ucap Chen dia tidak suka basa-basi dia akan langsung pada tujuannya.


" baik Mr. Chen, Berikan! " ucapnya dan menyuruh asisten nya untuk memberikan kontrak kerja sam mereka pada Miko.


Miko yang menerima itu langsung membaca poin-poin di dalamnya, tidak ada yang aneh dalam kontrak itu tetapi ada beberapa poin yang tidak masuk akalnya.


Miko langsung memberikan dokumen itu pada Chen sedangkan Chen yang menerima itu langsung mengambilnya dan membacanya.


" apa maksud anda dengan poin 234 dan 281 ini Mr. Rey!"


" sial dia tau, bagaimana bisa seteliti itu" batin Mr Rey.


" B...be..gi..ni Mr, Chen" jawabnya terbata-bata


" Anda ingin bermain dengan saya Mr. Rey" Tanya Chen dengan wajah datar tapi dengan tatapan tajam nya melihat Mr. Rey yang sudah gemetar.


" Jagan bermain kotor seperti ini, Kerja sama ini batal" ucap ya langsung melangkah keluar.


" tapi tuan"


" makanya jangan bermain curang Mr. Rey, Tuan Chen tidak suka cara kotor" Ucap Miko langsung melangkah mengikuti sahabatnya.


" sial,,, tunggu pembalasan ku Mr. Chen" ucap ya berapi-api.


tiba -tiba terdengar bunyi tembakan di luar Cafe.


Sedangkan saat Chen dan Miko keluar dari ruangan itu mereka langsung memutuskan untuk keluar dari cafe itu tpi tiba-tiba entah dari arah mana peluru dantang dan mengenai lengan Chen. Chen yang Tampa persiapan akhinya terkena peluru.


DOR


" Tuan" teriak Miko


AKKKHHHHHHHH teriak orang yang menyaksikan kejadian itu


" Tuan '"


"Chen" panggil Miko tampa embel-embel tuan lagi


" Chen kamu tidak apa-apa"


" aku tidak akan mati hanya karena ini" ucap Chen Masi dengan setengah sadar

__ADS_1


" Cihh,, aku tau itu, tapi kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Miko


" orang- orang kita sedang mencari siapa datang dari penembakan ini " ucapnya Tampa di tanya.


memang Chen dan Miko keluar tanpa pengawal itu adalah sesuatu yang langka di kalangan pengusaha sukses di mana semua pengusaha pasti akan di ikuti oleh pengawal mereka tapi itu tidak berlaku untuk Chen. dia sangat tidak suka jika di ikuti seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Dia memiliki pengawal tapi dalam jarak yang jauh itu di lakukan agar dia tetap terjaga.


semenjak dia meninggalkan dunia hitamnya dia memutuskan untuk memulai hidup normal meskipun dunia bawah tanah yang di pimpinnya dulu tidak sepenuhnya dia tinggalkan Karena masih ada beberapa musuhnya dulu Masi mengincarnya sampai sekarang.


dunia bawah tanahnya sekarang di pimpin oleh orang kepercayaannya.


sementara di tempat lain Tepatnya di Rumah sakit tempat Fazira bekerja


Fazira sedang di sibukkan dengan beberapa pekerjaan yang senantiasa datang silih berganti dia pusing seakan hanya dia dokter di rumah sakit ini, dia sampe membatalkan makan siangnya bersama Rendy.


" Permisi dokter ada pasien di UGD dia hanya mau anda yang memeriksanya " ucap suster


" Tapi,,, baik lah" ucap Fazira langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju ruang UGD, tapi sebelum melangkah dia melihat dulu makanan yang ada di atas mejanya makanan yang baru saja akan masuk ke dalam perutnya itu, tapi tugasnya sebagai dokter harus tetap dia kerjakan bagaimanapun keadaanya.


setelah sampai di depan ruangan UGD langsung masuk dan mendapati dua perawat dan dua lelaki dia sana. orang yang berbaring di atas ranjang adalah orang yang mengantarnya tadi pagi, tapi apa yang terjadi, pertanyaan itu terus muncul di benaknya dan terjawab sudah saat dia mulai melangkah mendekati ranjang dan mendapati lengan sebelah kiri lelaki itu penuh dengan darah.


melihat itu Fazira langsung Melangkah mendekati Ranjang.


" apa yang terjadi " tanya nya pada Miko yang berdiri di samping ranjang


" Dia terkena tembakan di lengan kirinya"


mendengar itu membuat Fazira langsung melangkah memeriksa lengan Chen dan merobek lengan bajunya dengan gunting.


" siapkan Ruang Operasi untuk mengangkat peluru yang ada di dalam" ucapnya sambil terus memegang tangan Chen.


Dia mereka Khawatir dengan orang yang di depannya itu, dia begitu khawatir tapi dia tdk tau mengapa harus dia merasakan perasaan ini.


"Baik Dokter" jawab suster langsung melangkah keluar untuk mempersiapkan ruang operasi.


" Kita bawa dia ke sana" ajak Fazira pada suster yang ada di sana.


mereka melangkah keluar ruangan UGD menuju uang operasi selama perjalanan Fazira tidak melepas genggaman tangannya pada Chen.


Chen yang kesadarannya mulai menurun tersenyum melihat tangan Fazira yang masih menggenggam tangannya.


Setelah sampai di ruangan Operasi Chen langsung di operasi oleh Fazira sendiri sebab dia yang bertugas saat ini.

__ADS_1


setelah menunggu beberapa jam akhirnya Oprasi kecil berjalan dengan baik.


Fazira langsung keluar dari ruangan dan menuju ruangan lain untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2