
setalah apa yang di lakukan oleh Chen tadi Fazira tidak lagi memeriksa keadaan Chen dia Masih Malu dengan apa yang terjadi tadi, dia akan pergi memeriksa Chen pada saat malam hari saat Chen tertidur.
Fazira mulai melangkah menuju ruang rawat pasien dia selalu melakukan hal itu di waktu senggangnya, dia akan menanyakan keadaan pasien, menghibur mereka atau sekedar bercerita dengan keluarga pasien.
Fazira berpapasan dengan beberapa suster dia tersenyum ramah dan dengan senang hati membalas sapaan suster yang menyapanya.
" selamat siang dokter Fazira" sapa suster
" selamat siang suster, sudah pada makan siang ? " tanya Fazira
" sudah dokter "
" Alhamdulillah, makan siang itu penting, kita butuh tenaga untuk membantu orang yang membutuhkan kita jadi kita butuh makan 😉" kata Fazira
" iya dok, menjaga tubuh itu memang penting, apalagi kalau menjaga kekasih yang sedang sakit memang butuh tenaga ekstra, iya ngga dok " goda suster pada Fazira. satu rumah sakit sudah tau dengan gosip yang beredar tentang dia dan Chen padahal mereka tidak melakukan apa-apa.
Fazira yang mendengar itu hanya tersenyum dan pamit pada suster, dia tidak mau mendengar godaan dari suster suster itu lagi.
*******
Fazira yang sedang bercerita dengan beberapa keluarga pasien tentang keluarga mereka yang di rawat oleh Fazira tiba-tiba mendengar seseorang yang memanggil namanya.
Fazira,,,,
Fazira..
Fazira yang mendengar namanya di panggil langsung mencari asal suara itu, tatapan matanya tiba-tiba tertuju pada tiga orang yang ada di ujung lorong dia mengenal ke tiganya. dua dia antaranya adalah sabatnya dan satunya " matilah kamu Fazira" ucap Fazira pelan dan Masi di dengar oleh keluarga pasien yang bersamanya
" siapa yang mati dok"
" bukan siapa-siapa pak, kalua begitu saya permisi dulu pak, ibu " pamit Fazira pada mereka semua
__ADS_1
Fazira langsung menuju ke arah tiga orang yang sedang mendekat padanya.
" Era, mommy panggil dari tadi kenapa tidak di jawab, mama cari kamu tau untuk ketemu Elsa sama Amel tadi di koridor" ucap mommy Fera.
" itu mom, Era banyak pasien tadi, mommy ngapain ke rumah sakit ini juga sudah mau sore ! " tanya Fazira pura-pura tidak tau kenapa mamanya datang ke rumah sakit.
" mami mau jenguk pacar kamu, tadi kata suster ruangan di VVIP mami mau ke sana tapi ngga enak kalau pergi sendiri jadi mami cari kmu dulu " ucap mami
" ahhhh, itu apa,,, itu loh mi,,,uuumm..." ucap Fazira terbata - bata sekaligus bingung untuk menjelaskan kepada mommy ya.
Fazira melirik kedua sahabatnya meminta tolong tapi keduanya seakan tidak tau kode yang di berikan Fazira. mereka peka akan kode itu tapi rasa kepo mereka tentang kekasih Fazira tidak terkalahkan.
" kamu kenapa Era, ayo ke sana sebelum sore, mommy izin sama Deddy kamu akan pulang sore jadi ayo " ajak mommy langsung menggandeng tangan Fazira.
Fazira yang di tarik mommy ya hanya pasrah,,," ahhh, bagaimana ini, apa yang harus aku katakan pada tuan Chen" batin Fazira.
" lantai berapa sayang" tanya mommy
" paling atas" ucap Fazira dengan suara berat dia ingin menangis sekarang
" baru mau arahkan mommy ke ruangan yang salah, awal kamu Elsa" ucap Fazira sambil melirik Elsa sedangkan yang di lirik hanya pura pura sibuk dengan ponselnya.
Ting
suara lift menandakan mereka sudah sampe di depan ruangan Chen. semakin dekat langkah kaki Fazira semakin berat " ya Allah tolong hamba mu ini" doa Fazira dalam hati " berdoalah semoga Tante tidak bertemu dengan tuan Chen" bisik Amel.
Fazira hanya menganggukkan kepalanya. beberapa langkah lagi mereka akan tiba di depan pintu dan kaki Fazira sudah sangat berat untuk melangkah.
setelah tiba di depan ruangan mommy Fera langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dulu. sehingga membuat dua orang yang sedang bergelut dengan laptopnya mengalihkan tatapannya pada pintu.
Fazira langsung melangkah terlebih dahulu menuju Chen dan berbisik di sampingnya
__ADS_1
" aku butuh bantuan mu, aku akan membantumu minum obat setiap hari sampe sembuh " ucap Fazira. sebelum Chen membalas ucapan Fazira ucapan mommy Fera mengalihkan perhatiannya.
" bagaimana keadaanmu " tanya mommy pada Chen
" Alhamdulillah baik Tante" ucap Chen dengan suara lembut dia sangat menghormati orang tua.
" Alhamdulillah, Tante senang mendengar nya , apa kamu suka dengan masakan Tante "
" iya Tante, masakan Tante enak" ucap Chen. Chen yakin bahwa wanita paruh baya yang ada di depanya ini adalah ibu dari Fazira, sebab dia menanyakan tentang makanan.
" kalau begitu Tante akan membuatkan mu kanan setiap hari selama kamu di sini dan Fazira yang akan mengantarnya ke sini, iya kan sayang "
" iya Tante aku sangat senang, apa tidak merepotkan Tante " Chen tidak enak hati, tapi masakan mommy Fazira memang enak.
" tidak, untuk calon mantu mommy, panggil mommy aja " ucap mommy yang mengejutkan Chen dan Miko, keluarnya langsung bertatapan hingga tatapan Chen terarah pada Fazira yang ada di sampingnya.
sedangkan yang di tatap hanya menundukkan kepala serta membalas tatapan Chen dengan tatapan memohon. Chen yang sudah paham akan perannya mulai menjalankan dengan sangat baik.
" iya mommy, Chen senang mommy datang untuk menjenguk Chen. "
" semoga cepat sembuh ya,, dan kalau kamu sudah sembuh datang jalan-jalan ke rumah mommy"
" iya, nanti kalau Chen sudah sembuh nanti Chen akan ke rumah mommy"
" baiklah kalau begitu mommy pulang dulu, nanti mommy datang lagi sama Deddy untuk jenguk kamu"
" iya, mommy pulangnya sama siapa, !"
" Mommy pulang naik taksi, tadi rencana mau pulang sama Fazira, tapi melihat keadaan kamu Fazira sebaiknya menemani kamu si rumah sakit.
" mommy pulang di antar sama supir aku aja, nanti dia akan menunggu mommy di depan,"
__ADS_1
" baiklah"
perbicangan antara Chen dan mommy Fera hanya di saksikan oleh Empat orang yang ada di dalam ruangan itu dengan pandangan yang berbeda - beda. Elsa dan Amel yang melihat itu sangat tersentuh mereka menganggap Chen adalah laki-laki yang sempurna, kaya, ganteng, perhatian, dan menghormati orang tua, pokonya paket komplit untuk menjadi lelaki idaman. sedangkan Miko dan Fazira yang melihat itu mereka menggap chen sebagai artis yang profesional. " kalau dia bermain film, dia akan banyak mendapat piala Oskar dengan aktingnya ini" batin Fazira dan Chen.