Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
awal Mula salah paham


__ADS_3

Hari berganti hari dan tidak terasa sudah dua minggu Fazira dan Chen tidak pernah bertemu.


Fazira yang sibuk dengan tugasnya di rumah sakit sedangkan Chen yang sibuk dengan urusan kantor membuatnya tidak punya waktu untuk berkunjung ke rumah sakit. meskipun dia sebenarnya ingin pergi ke sana.


Seperti biasa Chen akan ke kantor pada pagi hari bersama dengan Miko sekretarisnya, tidak lupa dengan Brayen kecil yang selalu saja ikut kemanapun dia pergi.


Chen menyewa baby siter untuk Bryan saat dia ikut ke kantor, di sana Chen sudah menyediakan ruangan khusus untuk Bryan. seperti tempat bermain ranjang tidur dan beberapa mainan mulai dari yang kecil sampai yang besar.


*


*


sedangkan di Rumah sakit Fazira baru saja keluar dari salah satu pintu ruangan Operasi.


" Kerja bagus Dokter Fazira"


" Terimakasih Dokter "


keduanya sama-sama keluar menuju ruangan masing-masing untuk sekedar mengistirahatkan badan mereka karena berada di ruangan Operasi selama 3 jam.


Fazira yang baru saja masuk ke dalam ruangannya di sambut dengan keberadaan dua sahabatnya di dalam.


" kalian bikin apa di ruangan ku" tanya Fazira " Aku cape mau istirahat, kalian keluar" usir nya.


" kamu sudah tunggu kamu dari 30 menit yang lalu, ini juga sudah jam makan siang " kata Amel


" kita mau ajak kamu di kafe favorit kita, sudah lama kita tidak ke sana" ucap Elsa


mendengar Fazira langsung semangat, dia sangat suka dengan makanan yang tersaji di kafe itu.


" baiklah tunggu 10 menit aku ganti baju dulu, masa iya pergi pake baju begini " ucap nya sambil memperhatikan bajunya. baju yang dia gunakan saat Oprasi tadi.


setelah berganti pakaian Fazira dan kedua sahabatnya langsung menuju ke tempat makan favorit mereka itu.


*


*


Di lain tempat Chen yang masi mencoba membujuk Brayen agar tidak ikut dengannya, dia akan meeting dengan salah satu kolega bisnisnya di salah satu cafe terkenal di kota itu.


" Brayen dengarkan papa, Brayen ngga boleh ikut papa mau kerja" ucapnya lembut sambil mengelus kepala Brayen.


Brayen yang tidak mau mulai menitihkan air matanya, dan itu salah satu kelemahan Chen jika berhadapan dengan Bocah satu ini.


" apa meeting kali ini akan lama" tanya nya pada Miko


" tergantung kesepakatan antara keduanya, nanti kita usahakan cepat selesai"


" baiklah, kita bawa saja dia, di sini juga tidak ada Beby siter yang akan menjaganya.


Chen pun memutuskan membawa Brayen ke tempat meeting mereka. menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit Chen dan Miko Serta Brayen. mereka langsung menuju ke salah satu ruangan VIP yang terlah di pesan oleh kolega bisnis mereka.


" selamat dengan Tuan Kim dan selamat siang " sapa Refan kolega bisnisnya.


" selamat siang juga tuan Refan " bukan Chen yang menjawab tapi Miko saat mereka memasuki ruangan.

__ADS_1


" Baik, silahkan duduk tuan Kim" ucap nya lagi. Chen langsung mendudukkan badanya di atas sofa dan di sampingnya ada Brayen.


Refan yang sejak tadi memperhatikan anak kecil yang datang bersama dengan tuan Kim mulai bertanya karena rasa penasaran.


" Apa dia anak anda tuan"


" Iya dia anak saya" jawab Chen " kita langsung saja pada pembahasan Tentang proyek kerja sama kita tuan Refan" Ucap Chen, dia orangnya tuduh poin dengan apapun itu, apa lagi masalah pekerjaan dia akan sangat serius.


Mereka mulai membahas tentang proyek kerja samanya. sedangkan Brayen yang sejak tadi duduk di samping Chen mulai merasa bosan dia mulai berdiri dari duduknya dan melangkah keluar tanpa ada yang melihat. Chen serta 3 orang yang ada di ruangan itu sibuk dengan pembahasan mereka tidak menyadari saat Brayen keluar dari ruangan itu.


Brayen mulai melangkah keluar dari ruangan itu dan menuju ke salah satu meja pengunjung kafe. Brayen melihat ada ibu dan anaknya yang sedang menikmati eskrim.


Brayen ingin makan eskrim itu, dia mulai melangkah dan mendekati meja pengunjung. saat dia sampai di meja itu anak ibu yang sedang makan eskrim itu melihatnya.


Anak yang melihat Brayen mendapat ke mangkok eskrim nya mulai melihat kepada ibunya.


ibu yang melihat anaknya mulai mengarahkan pandanganya pada Brayen.


" Apa?" tanya ibu tersebut dengan wajah yang tidak bersahabat.


" Bian ingin eskim " ucap Bryan pelan


" Sana kamu minta sama ibu kamu, jangan kmu liatin eskrim anak saya" usirnya pada Brayan


" tpi Bian mau eskim " ucap yang terus menatap eskrim yang di mangkok anak ibu itu.


" Dasar gembel, sana kamu, kalau mau makan eskrim minta sama mama kamu " bentaknya dan mendorong tubuh kecil Bryan.


Tubuh kecil Bryan ter ayun untung ada seseorang yang menangkapnya dari belakang. sehingga badan Brayen tidak sampai mengenai lantai.


" Ibu apa-apan, kenapa kasar sama anak kecil" ucap Fazira Iya orang yang menolong anak kecil itu adalah Fazira.


" dengar ya Bu, anak saya cuma bilang mau eskrim dia juga ngga sentuh makanan anak ibu, dan maaf ya Bu kalau saya mau saya bisa beli kafe ini. " ucap Fazira terbawa emosi


" ayo sayang kita pergi dari sini nanti mama belikan eskrim yang banyak, kalau perlu mama belikan se truk eskrim " lanjutnya sambil menggendong tubuh kecil Bryan.


" Faz, anak siapa yang kamu bawa, masa iya pergi ke toilet 10 menit bisa melahirkan anak se gede ini" tanya Elsa.


" sembarangan kalau ngomong, tadi itu pas Akau keluar dari toilet dan mau kembali kesini aku melihat." Fazira menceritakan apa yang terjadi pada Bryan dengan ibu tadi dan kenapa dia membawa Bryan ke sini.


" ohhh, terus anak ini datang sama siapa ke sini" tanya Amel


" aku tidak tau, aku belum tanya dia, gara aku masi marah sama ibu tadi". Elsa langsung mengarahkan pandanganya pada anak yang duduk di sampinya itu dan mulai bertanya.


" anak ganteng nama kamu siapa" tanya Elsa pada Bryan sedangkan yang di tanya mengalihkan pandanganya pada Fazira meminta izin, dan Fazira yang paham hanya menganggukan kepalanya.


" Bian" ucapnya pelan Bryan Masi belum bisa menyebut kara R.


" Ohh Bian, Bian datang sama siapa ke sini"


" bukan Bian tapi B..ian" jawab Bian kesal karena namanya salah.


" Iya B..Ian" ucap Elsa mengikuti kalimat Bryan.


" bukan" ucap Bryan bersi keras

__ADS_1


" maksudnya mungkin Bryan El" Kata Fazira dan di sambut senyum manis dari Bryan yang memperlihatkan beberapa Gigi putihnya.


" Ohh " Elsa dan Amel bersamaan


" oke Bryan ke sini sama siapa" tanya Amel


" sama papa dan Om Miko , Bian mau eskim" ucap bian. Fazira yang mendengar itu langsung memesan eskrim untuk Bian sama persis dengan eskrim yang di makan anak ibu tadi.


" sambil tunggu eskrim Bryan datang, Tante mau tanya, papa Bryan ke mana" tanya Fazira


Bryan yang di tanya hanya menggeleng kan kepala nya, dia tidak tau di ruangan mana dia keluar tadi.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya eskrim Bryan telah datang. Bryan yang melihat itu mulai tersenyum kepada 3 orang yang ada di meja itu.


" Thanks you Mama" ucap Bryan pada ketiganya.


" ha" ucap mereka


" yang di panggil mama siapa" Tanya Elsa


" Fazira mungkin " ucap Amel, karena Fazira yang menolongnya tadi.


" bukan Elsa kali, atau kamu Mel" kata Fazira.


" Bryan sayang, Bryan panggil mama sama siapa" tanya Amel


Bryan yang di tanya langsung menghentikan makan eskrim nya dan mulai mengarahkan jari telunjuk nya menunjuk Fazira, setelah itu Elsa dan telunjuk terakhirnya pada Amel.


" kata ibu tadi kalau mau makan eskrim minta sama mama" ucap nya dan mulai memakan kembali eskrim dengan lahap.


sedangkan ke tiga wanita yang di tunjuk mulai paham kenapa Bryan memanggil mereka dengan sebutan mama.


Saat ketiganya mulai menyantap makanan masing - masing tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Bryan di belakang mereka.


" Bryan " ucap Chen


Bryan yang mereka di panggil mulai melihat ke belakang dan ada padanya yang sedang memanggil nya.


" papa," ucapnya dan turun serta berlari ke arah Chen.


ke tiga wanita yang mendengar Bryan memanggil nama papa mulai mengarahkan pandangan mereka ke arah Chen dan Miko.


Elsa dan Amel yang melihat Chen merasa kaget begitu pun dengan Fazira, tapi lebih kaget lagi saat Bryan memanggil Chen dengan sebutan papa. Chen yang melihat Fazira juga mereka kaget kenapa ada dia di sini.


Elsa yang merasa suara sana menjadi tegang mulai mencairkan dengan bertanya pada Bryan.


" Bryan itu papa Bryan!" tanya Elsa dan mendapat anggukan kepala dari Bryan.


" Hay, Tuan Chen, " sama Amel, sedangkan Fazira hanya diam tidak bersuara.


" Hay, " jawab Chen tapi pandanganya tertuju pada Fazira yang sejak tadi menudukankan kepalanya.


saat Chen akan melangkah mendekati kursi tiba-tiba handphonenya berbunyi.


" Halo, Iya saya ke sana sekarang " ucapnya sambil menutup panggilan telpon itu.

__ADS_1


" saya masi ada urusan, terimakasih karena sudah menjaga Bryan, dokter Elsa, Dokter Amel dan Dokter Fazira"


Setelah mengucapkan itu Chen dan Bryan langsung kembali ke ruangan tempat meeting Chen.


__ADS_2