Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Salah Paham Yang Makin Berlanjut


__ADS_3

setelah keluar dari kediaman keluarga Chen fazira langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah, dia ingin mengistirahatkan otak yang terus memikirkan Chen setelah pertemuan tadi.


" Stop,, Era lupakan dia" ucap fazira menyadarkan dirinya.


menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit fazira akhirnya sampai di kediamannya.


" Assalamualaikum Era pulang" ucap fazira saat memasuki rumah.


" akhirnya, anakmu ingat rumah Ded,," ucap mama Fazira menyinggung anak gadis nya yg tidak pernah betah di rumah.


" dia anakmu juga Mi..." balas ayah fazira


Fazira langsung masuk dan menyalami semua yang ada di hadapannya di mana ada nenek. Kakek. Deddy dan mommy ya.


" fazira ingat rumah ko mam, cuma pekerjaan fazira saja yang mengharuskan tetap di rumah sakit. " ucap nya dan melangkah mendekati neneknya.


"Iya kan Nek" tanya pada nenek


" Iya sayang, tpi Era juga harus ingat rumah, kasian mommy mi khawatir anak gadisnya di luar" nasehat nenek


"tenang mi, fazira aman ko, lihat aja Era sehat walafiat. Era ke atas dulu mau mandi terus tidur, selamat malam semua."


Pamit pada semua dan mulai melangkah masuk ke dalam kamarnya.


*


*


*


Di tempat lain tepatnya di ruangan kerja Chen. Dia sedang berhadapan dengan leptop serta dokumen-dokumen yang memenuhi mejanya. Tapi percayalah pikiran Chen sedang memikirkan perubahan sikap fazira padanya.


" Setelah tidak bertemu beberapa hari, masa langsung berubah seperti itu"


" Ahhh ini tidak benar "

__ADS_1


"Apa yang tidak benar Chen, " tanya Miko yang baru saja masuk dalam ruangan.


" Tidak, ada apa kemari, bukankah kmu sudah pulang tadi ! "


" seharusnya, tpi Ms. Lia memintaku untuk bertemu dengan nya tentang kerja sama pembangunan proyek, tapi aku tidak mau pergi sendiri. "


" ayo temani aku ke sana" ajaknya pada Chan


" kamu pergi saja sendiri, aku sibuk" kata Chen


" ayolah, ini demi perusahaan " ajak Miko dengan wajah yg di buat sesedih mungkin.


" perbaiki ekspresi wajahmu, itu membuatku jijik" ucap Chen dan beranjak dari kursinya.


" ayo, aku tidak punya banyak waktu "


" oke, siap "


Chen dan Miko langsung menuju ke salah satu restoran yang sudah dipesan oleh ms. Lya.


" mari tuan saya antar ke sana"


Mereka langsung menuju ke salah satu meja yang berada tepat di samping jendela yang pemandangan di luarnya sangat indah di mana lampu- lampu kendaraan serta lampu gedung yang sangat Indah berjejer rapi.


Di maje sudah ada Ms. Lya dan CIA Sekretaris nya.


"Selamat malam Ms. Lya " sapa Miko


" Malam tuan Miko dan Tuan Chen " balas nya.


" Silahkan duduk " Lya mempersilahkan mereka untuk duduk dengan posisi Chen berhadapan dengannya dan CIA berhadapan dengan Miko.


" Sebelum kita bahas pekerjaan ada baiknya kita pesan makan lebih dulu, tuan Chen" ucap Lya dengan nada menggoda.


" kamu sangat tampan malam ini tuan Chen"

__ADS_1


" maukah kamu menghabiskan malam ini dengan ku! " ucap Lya.


Miko yang mendengar itu hampir nyeburkan minuman yg baru saja masuk ke dalam mulutnya.


Sedangkan CIA hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Stop basa basi ms. Lya kita langsung saja bahas apa yah menjadi tujuan dari pertemuan ini" ucap tegas Chen


" baik lah, CIA jelaskan. " ujarnya pada CIA


CIA mulai menjelaskan apa-apa yang menjadi jabatan dari pembangunan proyek mulai dari hal kecil dan hal besar. Sedangkan Lya sedari tadi menyenggol kaki Chen yang ada di bawah meja.


Chen yang awalnya biasa saja lama kelamaan mulai merasa tidak suka dengan perilaku Lya padanya.


" Stop, Ms. Lya anda sudah keterlaluan ? "


" apa yang keterlaluan sayang, kalian lanjutkan lah aku mau ke toilet dulu" ucap Lia


Lia berdiri dari kursinya tapi tiba-tiba karena kurang hati-hati sehingga dia jatuh tepat berada dia atas pangkuan Chen. di saat bersamaan mata Chen tertuju pada kursi yang ada di sampingnya di mana fazira duduk di sana bersama dua sahabatnya.


Mata saling berpandangan Sampai fazira memutuskan pandanganya.


" segeralah berdiri nyonya, atau saya akan membuat anda malu" ucap Chen langsung berdiri dari tempat duduknya sehingga Lia yang duduk di depnya jatuh.


Kejadian itu membuat semua mata tertuju pada mereka begitu pula fazira dan kedua sahabatnya.


Chen langsung berdiri dari dudukannya dan menuju ke kerja fazira, tpi sebelum sampai fazira sudah lebih dulu berdiri dan keluar dari restoran menuju mobilnya.


" Fazira...." panggil Chen


Miko yang menyaksikan semua itu langsung berdiri dan mengikuti tuanya keluar tapi sebelum itu dia berbicara pada CIA.


" bilanglah sama atasanmu untuk jaga sikapnya"


Sedangkan di luar restoran Chen terus memanggil nama Fazira, namun yang di panggil telah pergi jauh meninggalkan restoran.

__ADS_1


__ADS_2