
“ selamat malam ” ucapnya sambil tersenyum Manis. Membalas sapaan Asisten Miko, sedangkan orang yang ada di samping Miko hanya melihatnya sekilas tampa berniat menyapanya seperti apa yang di lakukan asistennya itu.
“ Kalau begitu saya permisi dulu tuan” pamit fazira pada asisten Miko
“ Apa Dokter mau pulang”tanya Miko, Fazira hanya menganggukkan kepala pertanda iya.
“ kalau begitu kita pelang sama-sama, kami akan mengantar dokter pulang. “ Tawar miko
“ tidak saya bisa pulang sendiri,” tolak Fazira
“ tidak baik perempuan pulang malam
sendirian, lebih baik kita pulang sama-sama, kamu akan mengantar dokter sampai di rumah dengan aman.” Kata miko sedangkan orang yang di sampainya hanya diam dan matanya terus menatap fazira.
“ Tapi tuan, saya tidak mengenal anda” kata fazira ragu, sebenarnya dia tau dengan orang yang ada di samping orang yang mengajaknya pulang bersama ini. Dia jadi raju untuk mengiyakan ajakan dua lelaki di depannya ini, apalagi melihat tatapan mata Chen yang terus menatapnya.
“ tenang tenang dokter kami bukan orang jahat, ini adalah cucu dari kakek kim sedangkan saya adalah sahabat sekaligus asisten dari dia.
“ Tapi tetap saja tuan, saya….” Tolak fazira dia tidak biasa pulang di antar oleh laki-laki sebab ayahnya sangat ketat dalam menjaganya.
“ tidak ada tapi-tapian” kata chen tiba tiba sambil menarik tangan Fazira menuju pintu keluar rumah sakit. Mereka menjadi pusat perhatian banyak orang di mana Dr. cantik yang selama ini di kenal membatasi diri berinteraksi dengan laki-laki semenjak putus dengan kekasihnya.
Sedangkan orang yang menggandeng tangan dari Dr. cantik itu adalah seorang pengusaha sukses sekaligus cucu dari pemilik Rumah sakit ini.
“ Tuan, bisakah anda melepaskan tangan saya, saya bisa jalan sendiri” kata fazira sedangkan orang yang menarik tangannya diam tampa bersuara. Setelah mereka tiba di depan parkiran rumah sakit,Miko langsung membukakan Pintu untuk tuanya.
” silahkan masuk dokter” kata miko, Fazira yang masi taku dengan dua orang ini jad ragu untuk masuk ke dalam mobil.
“ Masuklah, atau kamu mau aku menggendong mu” tawar Chen yang melihat fazira tidak masuk masuk ke dalam mobil.
“ ahh, tidak saya bisa sendiri” tolak fazira dan langsung masuk ke dalam mobil dengan cepat.
Chen yang melihat tingkah Fazira langsung tersenyum tipis, se tipis kertas. Orang lain mungkin mengira itu bukan senyum tapi berbeda dengan sahabat baiknya Miko yang mengenal luar dalam dari Chen.
“ aku yakin kamu akan jatuh cinta sama dokter cantik ini” batin miko. Sambil membuka pintu kemudi mobil, begitu pun dengan chen langsung masuk dan duduk di samping Fazira.
Selama perjalanan keduanya hanya diam tanpa suara, Chen sibuk dengan handphone sedangkan fazira sibuk dengan pikirannya, siapa yang akan di bawanya ke temu dengan mamanya pada hari minggu ini.
Lamunan Fazira tiba-tiba terhenti saat Miko menanyakan alamat rumahnya.
__ADS_1
“ Di mana Alamat Rumah Anda Dokter?” Tanya Miko
“ Di jalan Nugraha Nomor 41 tuan” jawab Fazira
Setelah mengatakan itu Fazira langsung menghadap kembali ke luar mobil, tetapi tiba-tiba dia teringan dengan Tuan Kim, bagai mana dengan keadaan Pasiennya itu.
“ Tuan Apakah tuan Kim baik-baik saja” tanya fazira pada Miko, dia ingin bertanya pada orang di sampainya tapi melihat dia yang sibuk dengan handphonenya membuatnya mengurungkan niat. Fazira lebih baik bertanya pada asisten dari tuan Chen yang kaya patung itu.
Miko tidak langsung menjawab, dia berharap Chen menjawab dari pertanyaan dr. fazira tapi sepertinya tuanya itu pura-pura tuli.
“ Ahhhh, Chen katanya mau dekat dengan dokter, kalau sikapnya terus begitu pasti dia akan kalah dari kakek Kim” Batin Miko
“ Keadaanya sudah mulai membaik nona” kata miko “ kita sudah sampai dokter?” lanjutnya.
Fazira yang melihat ke luar, mengamati sekeliling setelah dia yakin bahwa sudah sampai di rumahnya dia langsung keluar dari mobil tapi tidak lupa mengucapkan terimakasih.
“ terimakasih tuan-tuan sudah mengantar saya pulang” kata fazira sambil membungkukkan badan sebagai bentuk hormat.
“ sama-sama dokter, tapi lain kali kami bisa datang bertamu di rumah ada kan dokter” tanya Miko
“ Hhh, Bisa tuan “ ucap Fazira yang masi bingung kenapa mereka harus datang lagi.
Setelah melihat mobil chen sudah jauh dari halaman rumah, Fazira pun mulai melangkah masuk ke dalam rumah tapi saat akan membuka pintu rumah dia di kejutkan dengan Mommy Fera yang tiba-tiba membuka Pintu.
“ Siapa yang antar kamu Era, kekasih kamu ya, ko ngga di suruh masuk sayang?” tanya mommy Fera
“ EH Mommy, nanti Era Ceritakan kita masuk kedalam dulu, capek mau baru pulang,mau mandi badannya udah bau asem nih,,,” kata Fazira mulai melangkah masuk menghindari pertanyaan Mommy nya.
“ Ahhhh, Anak itu”
********
Sedangkan di tempat lain tepatnya dalam mobil.
“ Katanya mau mengenal Dr. Fazira” Tanya Miko
“ Kan tadi Sudah kenal, sudah tau rumahnya juga” jawab Chen santai sambil memeriksa Email yang ada di Handphone.
“ Kamu ngga ingat apa yang kamu janjikan pada Kakek Kim” tanya Miko
__ADS_1
“Iya Aku ingat. Tapi ngga secepat itu juga? “ kata chen sambil menghembuskan nafas.
“ kata orang kalau Jodoh sudah di depan mata jangan di tolak”
“ tapi aku bingung kenapa kakek mau sekali wanita itu untuk menjadi istriku.” Tanya Chen
“ Dia dokter yang cantik, prestasinya juga banyak,dia sopan, kalau di lihat-lihat dia perempuan yang baik” kata Miko, sedangkan Chen yang mendengar itu hanya dia dia tidak bisa pungkiri kalau dokter fazira memang cantik dan baik hati.
Flash back On
Pintu ruang rawat terbuka menandakan ada orang yang masuk. Mendengar langkah kaki menuju ranjang tempat tidurnya kakek Kim mulai membuka mata”
“ kamu sudah datang, Mana calon Istrimu” tanya Kakek Kim
“ dia tidak di sini,dan dia tidak akan menjadi istriku”
“ kenapa, “ tanya kakek sambil memperhatikan cucunya dari atas sampai bawah, dia menangkap ada sesuatu. Dia menoleh ke belakang cucunya tatapannya matanya tertuju pada asisten Miko. Dan Miko yang melihat tatapan itu hanya menganggukkan kepala. Kakek kim yang melihat itu langsung menghela nafas nya.
“ jadi kamu sudah tau semuanya”
Yang di tanya hanya diam dan menganggukkan kepala.
“ baiklah berarti kakek yang menang, meski ini belum masuk waktu perjanjian,kerena kamu sudah tau semuanya, berarti kakek menang”
“ Iya aku akan menuruti perintah kakek” kata Chen dia sudah memutuskan untuk menuruti perintah kakeknya, dia akan membuka hati pada gadis pilihan kakaknya.
“ Baiklah, Namanya Fazira Rachman Leonard, dia adalah calon istrimu, kakek mau kamu mengenalnya lebih dalam sebab dia menolak tawaran kakek, dan ini tugas mu untuk mengambil hatinya agar dia mau menjadi istrimu” jelas kakek pada Chen
“ Dia seorang dokter bedah di rumah sakit ini, kalau kamu mau tau lebih tentang dia tanya pada Miko, Kakek mau saat datang kesini sudah ada kabar naik” Lanjutnya
“ kalau begitu kami permisi dulu kek,jaga kesehatan Kakek” pamit chen langsung melangkah ke laur di ikuti Miko di belakangnya.
Saat Keluar dari Lift tiba –tiba Miko melihat Dokter Fazira keluar dari salah satu ruangan dia langsung menyenggol lengan Chen memberi kode untuk menegur atau sekedar basa-basi pada dokter sebagai langkah awal pendekatan.
“ Apa “ tanya Chen
“Itu dokter Fazira, Ayo sebelum dia pergi” ucap Miko sambil berjalan cepat menuju dokter Fazira diikuti Chen di belakangnya.
Flash Back Off
__ADS_1