Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Ajakan Chen


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Fazira langsung pulang ke rumahnya.


" Assalamualaikum" salam Fazira saat membuka pintu rumah.


" Waalaikum salam" jawab wanita paruh baya yang duduk di atas sofa sambil menikmati tontonan yang terputar di layar Televisi.


" Nenek sendiri aja, kakek, mommy sama Deddy ke mana"


" Mommy sama Deddy mu pergi, menghadiri acara pernikahan anak teman mommy mu, kalau kakek ada di taman belakang, sini Era, ada yang nenek mau bicarakan" kata nenek sambil menepuk sofa di sampingnya mempersilahkan Fazira untuk duduk menemaninya.


Fazira mulai melangkah dan duduk di sampingnya. " Kenapa nek" tanya Fazira sambil memegang tangan neneknya.


" tadi mommy mu bilang, katanya calon suamimu ada di rumah sakit, dia sakit apa! " sambil menatap Fazira.


" ohh, itu nek mas Chen kena tembak, tapi sudah mendingan ko nenek tidak usah khawatir" ucap Fazira


" ahhh kenapa nenek bisa tau, maaf tun chen ada harus terlibat lagi"


" nenek senang kamu bisa melupakan Ilham, nenek berharap semoga ini yang terakhir " ucap nenek sambil mengusap tangan Fazira yang sedang memegang tangan nya.


Fazira yang mendengar itu hanya bisa menunduk kan kepalanya dia merasa tidak enak karena terus menerus berbohong.


" iya, nenek semoga ini yang terakhir " ucap Fazira sambil tersenyum mengingat apa yang terjadi antara dia dan Chen.


" kenapa, ko pipinya merah begitu" goda nenek pada Fazira.


" ngga nek, mungkin di sini AC nya mati, Fazira ke atas dulu mau mandi badan udah bau asem " kata Fazira sambil beranjak menuju kamarnya.


*


*


*


Hari berganti, seperti biasa Fazira akan sarapan bersama kedua orang tuanya dan setelah itu pergi bekerja.


" ahh, iya beli permen dulu" ucap Fazira sambil mengemudikan mobilnya menuju mini market terdekat.


Fazira yang sudah berada di dalam minimarket langsung menuju tempat yang menyediakan banyak permen. Fazira mengambil beberapa bungkus dengan rasa yang berbeda-beda, dia tidak mau kejadian kemarin terulang kembali.


setelah memilih beberapa permen Fazira langsung menuju kasir untuk membayar setelah itu dia menuju ke rumah sakit.


"Selamat pagi dokter Fazira, "Sapa sister yang berpapasan dengannya.

__ADS_1


" pagi" ucap Fazira sambil tersenyum manis.


Fazira langsung menuju ke rumahnya dan mengganti bajunya dengan baju kebesaran nya. setelah itu dia menuju keruangan pasien untuk memeriksa keadaan mereka dan di sana sudah di tunggu oleh suster yang selalu menemani nya.


" pagi dokter Fazira " sapa para suster dan beberapa pasien yang melihat Fazira masuk ke dalam ruangan.


" pagi semua, bagaimana keadaanya hari ini,! " kata Fazira sambil tersenyum manis seperti biasanya.


" keadaan mereka semakin hari semakin baik dokter, " jawab suster


" Alhamdulillah kalau begitu" ucap Fazira dan mulai melangkah menuju salah satu ranjang pasien.


Fazira hari ini bertugas untuk memeriksa keadaan pasien yang ada di dalam ruangan ini, ruangan itu bukan ruangan VIP atau VVIP yang biasa Fazira periksa tetapi Rungan ini ruangan yang berisikan 4 ranjang pasien. ruangan ini adalah ruangan biasa.


Tugas Fazira sebenarnya bukan di ruangan ini tetapi karena salah satu teman Dokter ijin sebeb orang tuanya meninggal sehingga Fazira menggantikan temanya sementara.


setelah memeriksa beberapa pasien yang ada di dalam ruangan, Fazira langsung menuju ke ruangan di mana tempat Chen di rawat. Fazira susah menyiapkan permen di dalam kantong jas dokternya untuk menganti sipasi keadaan.


setelah beberapa menit akhirnya Fazira sampai di depan ruang rawat Chen. Sebelum membuka pintu Fazira mengetok terlebih dahulu, karena tidak ada sahutan dari dalam Fazira memutuskan untuk langsung masuk.


setelah membuka pintu pandangan pertama yang di lihat ruangan dalam keadaan kosong tidak ada orangan di dalamnya tetapi ada beberapa tumpukan berkas di atas tempat tidur serta leptop yang masi menyala dan di surut tempat tidur ada makanan yang tersaji tetapi melihat penampilannya makan itu belum di sentuh sama sekali.


Fazira melangkah menuju tempat tidur, serta pandangan matanya ke berbagai arah ruangan mencari penghuni kamar itu.


" apa kamu mencariku" ucap Chen mengagetkan Fazira yang sedang memegang dokumen yang di atas tempat tidur.


" aku dari kamar mandi" ucapnya dan mengambil leptopnya serta melangkah menuju sofa.


" aku akan menyelesaikan pekerjaanku, kalau kamu tidak ada pekerjaan tolong bersihkan tempat tidur itu, aku belum tidur sejak semalam ! "


Fazira tidak menjawab tapi tetap melangkah menuju tempat tidur untuk membersihkan ranjang yang penuh dengan beberapa berkas.


Fazira yang melihat itu hanya tersenyum. dan mulai melanjutkan pekerjaannya.


" apa kamu juga belum sarapan" tanya Fazira Dan hanya mendapat anggukan kepala dari Chen tanpa melihat karena dia sedang fokus dengan leptopnya.


" kalau begitu kamu makanlah dulu, setelah itu kamu bisa mengerjakan pekerjaan mu kembali" ucap Fazira


" ini akan di pake sebentar dan aku tidak punya waktu untuk itu" ucap Chen tanpa beralih dari leptopnya.


" tapi itu tidak baik untuk kesehatan mu"


" kalau begitu ambil itu dan bawa ke sini" kata Chen, Fazira yang mendengar itu langsung mengambil makanan dan memberikan nya pada Chen.

__ADS_1


" kamu suapi aku, aku tidak bisa meninggalkan ini tunjuk Chen pada leptopnya."


mau tidak mau Fazira mulai menyuapi Chen sampai makanan yang tersaji di dalam piring habis tak tersisa.


" ini minum dulu" Fazira memberikan gelas air pada Chen. Chen mengambil gelas itu dan mulai meminumnya hingga habis.


" ini obat mu, minumlah dulu," Fazira sambil menyerahkan beberapa obat pada chen.


Chen yang melihat itu langsung mengambil obat dan mulai meminumnya satu per satu. rasa pahit obat bulai dia rasakan.


sebelum Chen menarik tangannya Fazira lebih dulu menyuapi permen k dalam mulut Chen.


Chen yang kaget karena tiba-tiba Fazira memasukan permen ke dalam mulutnya mulai menatap Fazira. Fazira yang di tatap hanya mampu menundukkan kepalanya.


" itu untu menghilangkan rasa pahit obatnya" ucap Fazira tanpa di tanya.


chen yang masi mendapat Fazira membuat Fazira jadi salah tingkah.


" aku hanya tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" Fazira dengan berucap pelan.


Chen yang mulai mengerti kenapa Fazira memasukan permen ke dalam obatnya hanya diam.


" apa kamu tidak suka aku mencium mu" tanya Chen tanpa mengalihkan tatapannya pada Fazira


" hah, bukan begitu aa...Akku,,, maksudnya kita tidak mempunyai hubungan apa-apa" gugup Fazira.


" kalau begitu anggaplah setelah ini kita telah memiliki hubungan" ucap Chen langsung menarik tangan Fazira dan mendudukkannya di atas pangkuannya dan setelah itu menyatukan ke dua bibi mereka. Chen yang sudah kecanduan dengan rasa manis bibir Fazira mulai memperdalam ciumannya dan mengigit kecil bibir Fazira hingga membuatnya terbuka dan dengan leluasa dia mengabsen seluruh itu di dalamnya.


Fazira yang kaget dengan apa yang di lakukan Chen hanya diam karena Masi merasa kaget dengan apa yang mereka lakukan.


setalah beberapa menit dan Fazira mulai susah bernafas mulai memukul dada bidang Chen. Chen yang mengerti langsung melepaskan dan membiarkan Fazira mengambil udara sebanyak banyaknya tanpa menjauhkan wajah mereka.


pandangan mata Chen tidak lepas dari wajah cantik Fazira, yang sibuk mengatur nafasnya. setelah di rasa cukup Fazira mulai menegakan pandanganya ke depan dan yang pertama dia lihat adalah wajah ganteng Chen yang bak dewa Yunani.


Chen yang melihat itu mulai mendekatkan wajah mereka hingga ke dua jidat mereka menyatu.


" aku mau kita menikah" ucap Chen dan kembali menyatukan dua bibi mereka, ciumannya tidak berlangsung lama tetapi mampu membuat sesuatu yang ada di balik kain menegang.


Fazira bukan orang bodoh yang tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan di bawah tempat duduknya.


Chen yang masi sadar langsung melepaskan bibir mereka. " aku harus menyesuaikan pekerjaanku, aku tidak mau melewati batas" ucap Chen sambil menjauhkan wajah mereka dan di akhirat kecupan singkat di bibir dan kening Fazira.


" apa kamu akan terus duduk di pangkuan ku" tanya Chen yang berhasil menyadarkan Fazira. Fazira yang sadar langsung berdiri dan melangkah ke luar dari kamar rawat Chen.

__ADS_1


Chen yang melihat Fazira hanya dapat tersenyum manis, sedangkan Fazira yang sudah berapa di luar ruangan hanya Isa menggerutu kebodohan nya. " kenapa Kamu diam saja Fazia, kamu akan di anggap j****g oleh nya.


"


__ADS_2