
Setelah berperang dengan pikirannya. Pada ke esok kan hari ya Chen memutuskan untuk pergi ke Rumah Fazira.
Di sinilah dia berada saat ini di depan pintu rumah minimalis berlantai dua milik orang tua Fazira.
Ting Tong..... Ting Tong
Chen menekan bel rumah dengan perasaan berdebar.
"apa yang aku lakukan di sini" batin Chen " ayolah ini bukan Seseorang Chen".
Chen yang masi berpegang dengan dirinya tidak menyadari bahwa pintu sudah di buka.
"maaf Cari siapa?" ucap seorang remaja laki-laki, yang Chen yakin bahwa dia adik Fazira
Chen yang kaget mendengar suara langsung tersadar.
" ahh, Maaf?"
" Saya teman Fazira, Apa Dia ada di rumah?"
" Ada, Masuklah " ucap ya mempersilahkan Chen untuk masuk
Chen masuk dan mengikuti langkah lelaki remaja yang ada di depannya. Dia hanya mengikuti langkah remaja yang di hadapannya. Langkah mereka terhenti tetap di taman belakang rumah milik fazira dan di sana ada banyak keluarga, saudara serta dua sahabat Fazira.
Melihat kedatangan Kalvin dan pemuda yang ada di belakangnya menimbulkan tanda tanya pada keluarga besar Fazira yang hadir di sana .
"Ka Era ada yang cari kakak" teriak Kelvin pada Fazira yang sedang duduk membelakanginya.
Fazira yang mendengar namanya di panggil yang berbalik dan tatapannya tertuju pada Chen yang berada di belakang Kelvin.
" i..ya" ucap Nya dengan terbata bata
__ADS_1
Mommy Fera yang memang sudah kenal dengan Chen langsung menghampiri pemuda itu.
Chen yang melihat mommy Fera langsung menghampiri nya.
" Assalamualaikum Tante" sambil mencium punggung tangan mommy Fera.
" Waalaikum salam, Kata Era kamu sedang sibuk makanya tidak akan datang !" tanya pada pemuda di hadapannya.
" ohh itu Tante, pekerjaan ku cepat selesai tadi makanya bisa ke sini" ucapnya setelah melihat tatapan memohon fazira padanya.
Mommy Fera memang meminta Fazira untuk mengundang Chen di acara ulang tahun kakeknya tpi Fazira bilang bahwa Chen sibuk dengan pekerjaan nya makanya tidak bisa datang.
Mommy Fera yang senang atas kedatangan Chen langsung memperkenalkan Chen pada semua keluarga besar yang ada di sana sebagai Kekasih Fazira.
Fazira yang lihat kelakuan Mommy nya hanya bisa menunduk dia tidak berani menatap Chen.
Sedangkan Keluarga Fazira yang memang mengetahui bagaimana terpuruknya Fazira saat putus dengan ilham membuat semua keluarga senang karena Fazira sudah memiliki kekasih dan bisa melupakan Ilham.
Mereka menyambut baik kedatangan Chen.
" Ada Tuan Chen Mahendra CEO CN group!" Tanya salah satu sepupu laki-laki Fazira dengan Hati-hati dan itu di dengar olah seluruh keluarga besar. Memang posisi mereka duduk secara melingkar dengan jarang yang berdekatan.
"Maksudmu perusahaan Besar CN group" ucap paman Fazira, pada ponakannya bernama Riko. siapa yang tidak mengenal CN group perusahaan terbesar di negara ini bahkan masuk top 5 di mata dunia.
" iya paman, "
" benarkah itu Tuan Chen" tanya nya lagi.
" iya, itu memang Saya, tapi saya hanya melanjutkan bisnis keluarga saja" ucap Chen dengan biasa saja. Sebeb menurut nya itu hal yang tidak perlu di banggakan.
" Beruntung sekali kamu Fazira bisa menjadi kekasih seorang CEO CN group? ucap Tante Fazira dengan nada yang meremehkan.
__ADS_1
fazira yang mendengar itu hanya bisa diam, dia bingung harus berbicara seperti apa, dia dan Chen tidak memiliki hubungan apapun ini hanya sebatas kerja Sama simbiosis Mutualisme.
" Na Chen Putri saya Melisa juga bekerja di CN group, saya harap Na Chen dapat menjaga putri saya di sana" ucap dia berharap Chen bisa menjadi menantunya. Bukan kekasih Fazira tapi Melisa.
Mommy Fera yang mendengar itu menjadi tidak suka.
" Tpi Mei, Chen itu kekasih Fazira kenapa dia harus menjaga Melisa yang notabenenya bukan siapa-siapa nya"
" Melisa kan Sepupu Fazira Jeng Fera apa salahnya jika Chen menjaga sepupu dari kekasihnya"
" Tapi, Melisa sudah besar dia bisa menjaga dirinya sendiri"
(jangan harap Chen hanya akan menjadi menantu ku)
" Bisa Kan Tuan Chen, Tante titip anak Tante Melisa ya" ( chen harus menjadi kekasih Melisa bukan Fazira)
" Mereka mulai lagi" ucap Riko dan Masi bisa di dengar oleh chen.
Mommy Fera dan Tante Mei memang tidak pernah akur dari segi apapun itu. Mereka akan selalu berbeda pendapat dan akan selalu berdebat jika Sudah bertemu.
Melihat perdebatan antara dua wanita di depannya Chen mulai bersuara.
" Begini Tante Chen jarang ke kantor pusat, dan ke sana hanya pada saat-saat tertentu saja. Jadi Chen tidak bisa menjaga Melisa maaf Tante"
" Chen juga tidak mau membuat Kekasih Kekasih saya Cemburu" ucapnya serta memandang pada Fazira.
Mendengar Chen berbicara seperti itu membuat Pipi Fazira menjadi merah merona.
" Ka Fazira Pipinya Merah" ucap Lara yang duduk di samping Fazira.
semua mata tertuju pada Fazira,
__ADS_1
" ehh, ngga ko,,, Lara aja yg salah lihat, Era mau ke dalam dulu" melangkah cepat masuk kedalam rumah meninggalkan semua yg ada di saja.
" tapi benar Lo Fazira, pipi kamu merah saya tomat " terik Elsa dengan Suara keras dan di ikuti gelak tawa Yang semua yang ada di sana.