
Bertemu Aura
“ angel di dalam mencari mu dia mau pakai baju tapi harus kamu yang pakaikan” ucap laki-laki itu.
“ Iya Baiklah saya kedalam dulu”
Pandangan laki-laki itu langsung menghadap ke luar pintu dan melihat dua orang pemuda yang mengenakan baju rapih.
“ Anda Cari siapa Tuan” Tanyanya
Sedangkan Chen yang melihat adegan di depanya langsung diam. Miko yang ada di samping Chen langsung menepuk pundak Bosnya.
“ Kami Teman Aura Tuan, Kita Dari Negara I.” ucap Miko.
“ ohh, Silahkan Masuk” Ucapnya.
Mempersilahkan keduanya masuk ke dalam rumah.
“ Tuggu sebentar saya panggilkan dulu Aura, Mungkin dia masi memakaikan baju Untuk Angel” ungkapnya dan langsung melangkah ke dalam rumah.
Aura yang sudah memakaikan baju untuk Angel langsung menuju ke ruang tamu. Dia akan menjelaskan semuanya pada Chen apapun yang terjadi nanti dia akan terima konsekuensinya.
“ Hai, Chen, Miko…Lama Tidak bertemu” Sapanya
“ Hai Aura” balas Miko, sedangan Chen Hanya diam dan tatapannya tertuju pada Aura.
“ Bagiamana kabar Kalian” Aura berharap Chen akan menjawabnya Tapi sepertinya Pemuda itu enggan untuk menjawab.
“ Alhamdullilah Kami baik, Begini Aura Kedatangan Kami ke sini Karena……” Ucap Miko sambil melirik Chen yang ada di sampingnya.
“ Ada Pekerjaan” ucap Chen sebelum miko berbicara bahwa tujuan mereka datang ke sini untuk membawa Aura pulang
ke negara I dan untuk menikah dengannya.
Tapi melihat keadaan Aura sekarang Chen tidak ingin mengganggu hal itu.
“ Baiklah, sebelumya aku Minta Maaf Chen?” Ucap Aura dia tidak ingin menutupi apapun lagi dan dia tidak mau menyakiti chen ataupun Alex suaminya sekarang.
“ Aku tau Kedatangan mu ke Negara ini bukan hanya untuk bekerja. Tapi sebelum itu Aku perkenalkan ini Angel anak aku dan Axel. Umurnya 2 tahun “ tunjuknya pada anak kecil berambut pendek yang duduk di pangkuannya.
“ dan laki-laki yang kamu temui tadi dia adalah Axel Suamiku. Kami menikah tiga tahun yang lalu, setelah aku sampai di Jerman”. Ucapnya jujur sambil menundukkan kepalanya.
“ Pada saat aku pertama kali datang di negara ini, aku masuk ke salah satu agensi model, awalnya aku tidak curiga dengan hal itu tapi setelah aku bekerja kurang lebih 2 bulan semuanya mulai berubah.” Ucapnya sambil menahan air matanya yang ingin jatuh
“ satu persatu teman aku di bawa pergi dan mereka membawanya secara paksa, awalnya aku mengira bahwa mereka membawanya untuk bekerja di luar kota tapi, teman-teman aku yang di bawa pergi tidak kembali. “ Aura mulai menangis
“ Aku mulai takut aku ingin lari dari tempat itu tapi tidak bisa aku sudah terikat kontrak selama satu tahun.”
Flashback On
“ Aura setelah ini kamu akan menjadi model Pakaian d***m” Ujar Ucap Fotografer
__ADS_1
“ Tapi bukankah hari ini hanya satu kali pemotretan” Tanya Maura
“ memang Cuma satu, tapi kerena model yang dari brand itu sedang sakit jadi kamu harus menggantikannya” Ucapnya meyakinkan Aura
“ Tapi Ini sudah tengah malam, dan ini adalah malam tahun baru” Ucap Aura, dia sudah janji dengan teman-temanya bahwa akan keluar pada saat malam tahun baru.
“ Ayolah 30 menit saja” Ucapnya meyakinkan Aura
“ Baiklah, Mana Pakaiannya” Tanya Aura
“ Ada di dalam, pergilah berganti pakaian aku akan menunggu di sini”
Setelah kurang lebih 15 menit akhirnya maura keluar dari duangan itu dengan pakaian kekurangan bahan hanya menutupi dua aset Pribadinya.
Sedangkan fotografer yang melihat itu mulai melangkah mendekati Aura dengan tatapan seakan mau memangsa Aura.
“ Ayo Kita Mulai” segala gaua yang di surukan photografer mulai aura ikuti setelah kurang lebih 30 menit pemotretan akhirnya selesai.
“ baiklah untuk hari ini cukup sampai di sini”
Aura melangkah ke ruang ganti untuk mengganti pakaianya tapi pada saat akan menutup pintu dia di kagetkan dengan keberadaaan sang fotografer yang tepat berada di depan pintu.
“ Aku menginginkanmu Aura” Ucapnya langsung mendorong Aura masuk kedalam.
“ Kmu mau apa “ ucap Aura. “ aku akan melaporkanmu pada polisi
“ jangan Macam-macam” ucap maura . seluruh badannya sudah mulai gemetar
“aku bilang berhenti, atau aku teriak” Ancam Maura sambil memundurkan badannya ke belakang
“ Teriak saja, tidak akan ada yang menolongmu kita hanya berdua di sini”
Dia mulai melangkah dekati Aura dan di tariknya Aura sampai masuk ke dalam dekapanya. Dia mengunci tubuh Aura dan terus men***m Leher jenjang Aura.
“ Tolong,,,,Tolong akau siapapun itu” ucap maura sambil meronta-ronta agar lepas dari Photografer itu.
“ Diamlah” bentaknya dengan Suara keras “ Ini akan cepat selesai kalau kamu mau bekerja sama sayang” sambil terus men***m dan Men***i Badan Aura.
“ Siapapun tolong aku” Maura berdoa dalam hati karena tenaganya sudah habis.
“ Brakh” Suara Pintu di buka dengan keras.
“ Apa yang kamu lakukan Baji***n “ Ucap Axel sambil menarik paksa Fotografer itu dan memukulnya secara membabi buta.
Sedangkan Aura sudah tersungkur ke lantai dengan muka yang di sembunyikan di antara dua lututnya sambil menangis.
Alex yang sedang memukul Photografer itu mulai mereda dan mengalihkan tatapanya pada gadis yang sedang duduk sambil menangis itu. dia langsung menghampiri Aura dan membuka Jaketnya lalu memakaikannya pada Aura.
“Ayo kita pergi dari sini sebelum Baj****n Itu bangun” Ajakannya pada Aura dan langsung menggendong Aura.
Setelah Kejadian itu Aura tidk mau lagi menjadi model dan dia Membantu Axel mengurus Restorannya.
__ADS_1
Karena sering bertemu muali tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya lalu mereka memutuskan untuk menikah.
Flashback Off
Aura menceritakan semua apa yang di alaminya selama tiga tahun berada di negara Jerman. Sedangkan Chendan Miko hanya mendengarkan Cerita Aura tanpa memotong ceritanya.
“ Aku tau Aku salah karena memintamu menunggu, dan akau malah menikah dengan orang lain, Aku bener-bener minta maaf Chen”ucap Aura sambil menangis.
Chen sebenarnya marah kepada Aura tapi mendengar cerita Aura membuatnya tidak sanggup untuk marah. Lalu pandanganya beralih pada bocah wanita yang duduk di pangkuan Aura yang terus memainkan Boneka nya.
“ Aku sudah memaafkanmu, dan hay gadis cantik namamu siapa! ” Sapa Chen pada Angel
"Namaku Angel Angkel” jawabnya dan menatap Chen
” Angel Jaga mamanya ya jagan buat mama nya Angel menagis. Angel mau ngga jalan-jalan ke negara Angkel” Ucap Chen
Angel yang mendapat ajakan dari Chen langsung menoleh pada sang mama, Aura yang di tatap anaknya seakan tau apa yang di pikiran Anaknya itu, tapi dia tidak bisa mengambil keputusan selagi masi ada suaminya disisinya.
“ Nanti kami akan Ke Negara I, setelah pekerjaan ku di sini sudah stabil” Ucap Axel sambil berjalan menuju sofa tempat merekaberbicara tadi. Sebenarnya Axel tau siapa laki-laki di depanya ini, Aura sudah mencaritakan semuanya sebelum mereka menikah. Tapi dia tidak mau ikut campur dengan urusan antara Aura dengan mantan kekasihnya di Negara I.
“ Baiklah, nanti kalau sudah di negara I tolong kabari saya” Ucap Chen. Sedangkan Miko yang sedari tadi diam mulai angkat bicara.
“ Bolekah aku pinjam Kamar Mandinya Aura” tanya Miko sedari tadi dia ingin buang air kecil tetapi melihat kondisi tidak memungkinkan untuk itu. sekarang adalah waktu yang tepat.
“ Boleh Silahkan, kamar mandinya di Pintu sebelah kiri cat warna putih” Ucap aura mengarahkan.
“ Baiklah aku ke sana dulu” langsung beranjak menuju kamar mandi.
Chen yang di tinggal oleh Miko hanya dia dia bingung mau bicara apa, apa yang terjadi sekarang berbeda dengan apa yang di rencanakan sebelum dia datang ke Negara Jerman.
“ Kalian makan malam lah dulu di sini sebelum kembali ke hotel” Tawar Axel
“ Iya Chen, Makan malam lah dulu di sini, aku akan menyiapkannya sekarang” ujar Aura sambil beranjak menuju dapur.
Setelah mengunggu beberap menit akhirnya makan malam sudah tersaji di meja makan. Aura langsung mengajak semuanya untuk makan malam.
“ Ayo semua Kita makan malam dulu” Panggil Aura
“ Baiklah Ayo “ Ajak Axel pada Chen dan Miko.
Mereka makan dengan sangat tenang dan di bocah cantik angel makan dengan tenang di pangkuan ibunya.
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tengah dan Chen serta Miko pamit untuk pulang ke hotel.
“ Kami akan menunggu kedatangan kalian di negara I “ Ucap Chen sebelum masuk ke dalam Mobil.
*****
Sedankan di tempat lain di rumah berlantai dua sedang terjadi perdebatan antara ibu dengan anak.
“ Mom,,,, Ayolah,Fazira Cape, emang Mommy ngga cape ngenalin anak teman mommy sama Fazira?”
__ADS_1