Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Permintaan Tuan Kim


__ADS_3


Permintaan Tuan Kim



Selama perjalanan menuju ruang rawat Tuan Kim, Elsa dan Amen terus menyenggol lengan Fazira, mereka penasaran dengan sosok Tuan Kim.


Setelah mereka masuk ke area ruangan VVIP Elsa yang sedari tadi ingin tau siapa Tuan Kim langsung mengutarakan pertayaan yang sedari tadi di tahan.


“ Faz, Tuan Kim siapa sih!” Tanya Elsa


“ Pasian Yang Di rawat di ruangan Itu” jawab Amel sambil menunjuk ruang rawat yang di jaga dua bodigard bertubuh besar di depaya.


“Ohhhhhh” tapi ko di jaga gitu emang orang penting ya.


“iya Kali” Ucap Amel Acuh sedangkan Fazira hanya geleng –geleng kepala meyaksikan ke dua sahabatnya yang terus berbisik sepanjang jalan menuju ke sini.


“ Permisi Tuan, Dokter Fazira sudah datang” Ucap Martin asisten Tuan Kim


“iya” jawabnya, dan langsung turun dari ranjang menuju sofa yang ada di sudut ruangan itu, di man ruangan VVIP memiliki fasilitas yang lengkap.


“ Sialahkan duduk dokter” ucapnya mempersilahkan Fazira dan ke dua temanya untuk duduk.


“ iya Tuan” ucap ke tiganya kompak.


“ Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu kenapa, tuan memanggil saya datang ke sini” tanya Fazira


“ begini Dr. Fazira sayang memanggil ada datang ke sini karena saya ingin membicarakan tentang lamaran saya kemarin” ucap tuan Kim memandang fazira dengan tatapan tegas tapi dalam tatapan nya itu se olah mengisahkan kesedihan.


Sedangkan Fazira yang di tanya hanya bisa diam, dia bingung mau jawab apa.


Berbeda dengan kedua sahabatnya terutama Elsa yaang merupakan sahabat sekaligus sepupu dari Fazira ini, begitu kaget,


“ Faz, Lo di lamar sama Suger Deddy” ucap Elsa dengan suara yang keras.


Amel yang berada di samping Elsa langsung menutup mulut sahabatnya itu. “ Maaf Tuan Teman saya emang rada-rada miring tuan” Amel sambil membungkuk minta maaf.


Sedangkan tuan Kim yang melihat itu hanya tersenyum.” Tidak apa-apa, Bagaiman Dr.Fazira” Lanjutnya.


“ Begini Tuan, saya tidak mengenal Cucu tuan dan cucu tuang juga tidak mengenalbaik saya, dalam pernikahan harus ada cinta tuan dan saya tidak bisamenikah denga orang yang saya tidak kenal tuan” tutur Fazira dengan sopan


“ bukan kah kalain sudah nertemu kemarin, tenang saja saya akan meminta cucu saya untuk lebih mengenal kamu” ucapnya tegas.


“ Tapi tuan, anda tidak mengenal saya begitu pun sebaliknya,” Ucap Fazira berusaha menolak secara halus

__ADS_1


“ Saya mengenal kamu, kampu putri dari Rachman Leonard bukan?” ucap tuan kim dan membuat tiga dokter di depanya kaget.


“ tuan kenal dengan Papa saya” tanya Fazira


“ saya kenal semua orang tua kalian” jawabnya santai


“ Jadi dr. Fazira saya sudah putuskan kamu dan cucu saya akan saling mengenal terlebih dahulu” ucapnya langsung beranjak dari sofa menuju ranjang.


“ Tapi Tua…n,” fazira ingin menolak tapi tidak bisa.


“ Tuan Kim akan beristirahat nona, mari saya antar keluar”


Mereka pun langsung keluar dan akan pulang ke rumah masing-masing karena jam kerja mereka sudah habis.


* * * * *


Di tempat lain tepatnya di raungan kerja yang ber cet Abu-abu hitam ini sedang terjadi perdebatan antara atasan dan asisten


“ Kita Tidk bisa ke Jerman minggu depan tuan soalnya klayen dari Australia akan datang untuk meninjau proyek kita yang ada di Kota R.” ucap sang asisten


“ Tapi Miko, aku harus ketemu dengan Aura, aku ngga mau menikah dengan pilihan kakek” ucap Chen


“ Anda masi mengharapkan Aura, jangan bodoh chen dia itu sudah meninggalkanmu begitu lama” ucap Moko tampa memanggil Chen dengan embel-embel Tuan.


Miko sebenarnya sahabat Chen sejak mereka masuk di sekolah menengah. Miko yang sudah tidak memiliki keluaga, di angkat menjadi anak oleh orang tua Chen dan Tuan Kim. Miko di sekolahkan dengan sekolah yang sama dengan Chen dan di biayai oleh keluarga Kim.


Tapi di kantor Miko akan menjaga batasan dan akan memanggil Chen dengan Sebutan Tuan. Awalnya Chen keberatan dengan itu tapi miko memohon agar mereka profesional dalam bekerja.


Tapi melihat Chen yang tidak bisa melupakan Aura, Wanita yang mata duitan itu membuat kesabaran miko habis.


“ Baiklah kalau kamu memaksa maka hari jumat ini kita berangkat ke jerman dan hari minggu kita kembali ke sini” Ucap miko memberi tawaran


“ Baiklah” Dua hari kita di sana, dan pastikan tempat tinggal Aura di mana supaya kita tidak harus keliling jerman untuk mencarinya.” Ucap Chen


“ apa pekerjaan ku setelah ini” tanyanya


“ Hari ini tidak ada lagi, “ jawab Miko


“ Baiklah kita pulang, Aku mau ke apartemen kamu!” Tanya Chen


“ Aku akan ke apartemen Juga”


Mereka pun langsung keluar dari ruangan chen menuju lift khusus CEO. Tapi sebelum itu mereka melewati Sekertaris Ana yang merupakan sekretaris Chen.


“ Kami akan pulang kmu pun boleh pulang” ucap Miko pada Ana

__ADS_1


“ Baik tuan “ sambil membungkuk.


Tak terasa hari ini hari Jumat dimana miko dan Chen akan pergi ke jerman untuk menemui Aura.


Dalam pesawat Chen sudah menras degdegkan karena ini kali pertama mereka akan bertemu setelah tiga tahun lamanya. Aura tidak mau di ganggu oleh siapa pun termasuk Chen saat dia meraih cita-citanya menjadi model.


Dia bialng pada Chen bahwa dia kan kembali padaya setelah dia sukses menjadi model. Chen yang Cinta mati pada Aura mengiyakan permintaan Aura untuk tidak mengganggunya.


Tak teras waktu penerbangan mereka telah sampai di bandara Udara Internasional Frankfrutam Bermain ( Bandara Rhein Main).


“ Kita ke hotel dulu untuk istirahat atau kita langsung ke tempa Aura” Tanya Miko


“ Kita langsung ke tempat Aura sama Mik” jawab Chen yang sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihnya.


“ Baiklah, tidak mau isi tenaga dulu, ” Tawar Miko


“ Tidak kita langsung ke sana saja” tolak Chen


“ Baiklah, aku ingatkan apa pun yang mau lihat di sana kamu harus tetap tenang dan jangan gegabah” ucap miko tegas karena dia sudah tau apa yang akan terjadi nanti jika Chen tau keadaan Aura Sekarang.


“ Umm”


“ Baiklah, Jalan Pak ke alamat yang saya kasi tadi” ucap miko pada supir


“ Baik Tuan”


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya Chen dan miko sampai di alamat tempat tinggal Aura.


Rumah sederhana berlantai satu dengan halaman yang penuh dengan tanaman bunga.


“ Ini Rumahnya” tunjuk miko pada rumah Aura


“ Ayu kita ke dalam” ajaknya pada Miko


“ ingat apa yang aku katakan tadi jangan gegabah apa pun yang terjadi” ucap miko mengingatkan


“iya”


Mereka pun langsung menuju rumah Aura, sampai di depan pintu Miko langsung menekan tombol bel yang ada di samping pintu.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya penghuni rumah langsung membuka pintu. Wajah yang selalu Chen rindukan kini ada di depan matanya, dia ingin sekali memeluk wanita yang ada di depannya sekarang.


Sedangkan Aura yang melihat Chen ada di depan pintu rumahnya begitu kaget, badannya seakan kaku, mulutnya seakan susah untuk berbicara. Kedua insan manusia ini saling bertatap-tatapan seakan dunia berhenti.


Lamunan keduanya berhenti karena suara seseorang yang muncul di belakang Aura

__ADS_1


“ Siapa yang datang sayang, “ Tanyanya langsung menuju ke depan pintu dan langsung mencium kening Aura.


__ADS_2