
Chen yang baru tiba di mossion di sambut dengan kehadiran bocah laki-laki yang berlari menuju ke arahnya.
" Papa I Miss You! ...."teriak sang bocah
Chen yang melihat, langsung membukakan badanya menyambut pelukan
anak laki-laki itu.
" Hay boy, Kapan kamu datang, !"
" Tadi siang Papa" ucap sang anak sambil mengangkat ke dua tangannya meminta di gendong.
Chen yang melihat itu langsung mengangkat bocah lagi laki - laki dan menggendong nya.
mereka masuk ke dalam Misson dengan bocah laki-laki yang di gendongnya serta Miko yang mengikut di belakang mereka.
" Brayen turun sayang lengan Ka Chen belum sembuh" ucap wanita cantik yang sedang duduk bersama dengan kakek Kim di ruang tamu.
bocah kecil yang bernama Brayen menggeleng kan kepala pertanda tidak mau.
" Biarkan saja lengan ku sudah sembuh " ucap Chen " Apa kalian datang hanya berdua di mana Bima! " tanya Chen pada Bianca.
" Kamu tidak tau saja dia orangnya bagaimana, dia terlalu sibuk dengan urusan kantor ya itu! " kesal Bianca saat mendengar nama Bima.
" Terus Brayen...? mempertanyakan keberadaan bocah itu.
" Dia datang bersamaku aku harus pagi-pagi berangkat ke Singapura kemarin untuk menjemput nya" kesal Nya. " Dia ingin sekali bertemu dengan Oppa dan Papanya sedangkan Deddy nya yang super sibuk itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di sana.
" Benarkah itu boy! tanya Chen dan mendapat anggukan kepala dari Brayen.
__ADS_1
" Iya papa"
" Ka Chen kedatangan aku ke sini selain untuk mengantar Brayen juga mau menitipkannya di sini, soalnya aku ada Koas Minggu ini dan itu kegiatan wajib yang harus di ikuti oleh seluruh mahasiswa." kata Bianca " Aku sudah bicara pada kakek Kim tadi dan dia meng Iyakan, tinggal tunggu persetujuan kakak ". Sambil memasang wajah memohon.
" Tapi siapa yang akan menjaganya di sini, Kaka Sibuk dan jarang pulang ke misson ini" ucap Chen menolak
Brayan yang masi berada di gendongan Chen dan menolak keberadaanya langsung menangis. Chen yang melihat itu mulai panik
" Kenapa Boy "
" Papa nda sayang Bian Lagi, papa sama seperti Deddy huaaa..aaaaa" tangis Bryan mulai keras.
" Bianca, bagaimana ini,! sayang tolong jgan nangis dong nanti gantengnya hilang di ambil Miko" ucap Chen menenangkan Bryan
Bryan yang tidak mengerti malah menangis lebih keras.
" Ahhhh,, Bianca bagaimana ini" panik nya
" makanya kak Izinkan Bryan tinggal di sini sampai Koas aku selesai"
" Bryan sayang, Bryan mau tinggal sama papa'' tanya Bianca dan mendapat anggukan kepala dari Bryan. " Kalau Bryan mau tinggal sama papa udah dong nangisnya, nanti gantengnya hilang" ucap Bianca lembut sambil mengelus kepala Bryan yang masi di gendong oleh Chen.
Bryan yang mendengar itu langsung menatap ke arah Chen, dengan mata yang berlinang air mata. Chen yang melihat itu jadi tidak tega dia langsung menganggukan kepala pertanda setuju.
sedangkan Bianca yang melihat Chen langsung tersenyum.
" Baiklah karena kak Chen sudah setuju, Aku mau pamit pulang dulu ini juga sudah mau malam, Brayen sayang, baik-baik ya sama papa dan jangan nakal oke" ucap Bianca sambil mengelus kepala Bryan.
" Kakek Bianca pulang dulu ya,,, jaga kesehatan kakek " pamit Bianca pada semuanya kecuali satu orang yang duduk di samping Alex.
__ADS_1
" Kak aku pulang dulu, titip Bryan" kata Bianca dan mulai melangkah keluar.
sedangkan Miko yang sejak tadi memperhatikan wanita itu hanya dia dengan tatapan yang sulit di pahami. '"Apa sesulit itu untuk memaafkan ku Bi" batinnya.
*
*
Sedangkan di rumah Fazira yang sudah berada di ruang keluarga berkumpul dengan papa mama serta kakek dan neneknya.
" Tadi Nenek ke rumah sakit, jenguk Chen" ucap nenek
Uhuk,,, uhuk,,,
Fazira yang mendengar itu langsung tersedak dengan minuman yang baru saja di minumnya.
" pelan-pelan sayang kalau minum" ucap Deddy nya sedangkan Mommy Fera yang ada di samping Fazira hanya mengelus punggung Fazira dengan lembut.
" Nenek pergi sama siapa" tanya fazira
" sama mommy kamu, dia ganteng, baik, sopan sama orang tuan Nenek suka " ucap nya
" ohhh, Fazira ke atas dulu, udang ngantuk " ucapnya langsung beranjak dari tempat duduknya, untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
" Tapi,,," ucap mama Fazira, yang melihat anaknya yang sudah naik ke atas menuju kamarnya.
" Biarkan saja mungkin dia Cape" ucap Deddy nya.
sedangkan di kamar Fazira langsung merebahkan badanya di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Berarti yang di lihat oleh Elsa tadi benar nenek sama mommy, ahhh bagaimana ini, mau di taro di mana mukaku kalau ketemu sama tua Chen" ucap Fazira sambil mengacak-acak rambutnya.