
Di sebuah rumah megah Fazira yg sedang memeriksa kakek Kim karena keadaanya yg tiba-tiba menurun.
Bryan yg melihat kedatangan fazira langsung menghampiri nya dan meminta dan gendong.
"Mama...." panggil Bryan pada fazira yg baru selesai memeriksa kakek Kim.
*
*
*
Fazira yang masi sibuk membersihkan barang barangnya, Karena sebentar lagi waktunya pulang.
Fazira memutuskan untuk pulang ke rumahnya setelah beberapa hari tidak pulang karena sering bermalam di rumah sakit.
Tok tok
"masuk"
Orang yang mengetuk pintu langsung membuka pintu dan masuk ke dalam setelah mendapat persetujuan dari dalam.
Farida yang melihat seseorang masuk langsung bertanya tanpa melihat.
"Ada apa Sus?"
" Permisi dokter, ada seseorang yang ingin bertemu dengan dokter"
"Siapa, suru masuk saja sus."
" Baik dokter, silahkan masuk tuan"
Orang yang di persilahkan masuk oleh suster langsung melangkah masuk ke dalam ruangan dokter Fazira.
Fazira yang mendengar langkah kasi masuk kedalam langsung mempersilahkan untuk duduk.
" Selamat Sore, ada yang bisa saya bantu? " tanya pada seseorang yang duduk di depannya.
Orang yang duduk di depan fazira diam dan memperhatikan fazira dari tas sampai bawah.
Fazira yang di perhatikan mulai merasa tidak nyaman, "apa ada yang salah dengan penampilan saya" batin fazira
" Nona ? " panggil Fazira dengan suara lembut
"ada yang bisa saya bantu? "
" Ohh,, maaf. Saya datang ke sini untuk meminta dokter Fazira untuk memeriksa keadaan kakek saya! " ucap Bianca setelah sadar.
" pantas kakek ingin sekali dokter ini menjadi cucu menantu nya, orangnya cantik begini.." batin Bianca.
" ohh, maaf lantas di mana kakek anda, nona !"
" Bianca, panggil saja Bianca"
__ADS_1
"Baik Bianca, di mana kakek anda"
" Kakek sya ada di rumah, kesehatan kakek saya tiba-tiba menurun dan dia meminta saya untuk menemui anda"
"apa kakek anda mengenal saya? "
"Iya, Kek saya kakek Kim"
Fazira yang mendengar itu mulai paham dan dia merasa khawatir serta deg-degan secara bersamaan.
khawatir akan keadaan kakek Kim dan deg-degan karena seseorang yg berhubungan dengan kakek Kim.
" Dokter " panggil Bianca menyadarkan lamunan Fazira.
" ah, maaf, kalau begitu kita langsung saja ke rumah anda nona Bianca"
Kedua gadis langsung beranjak keluar dari ruangan menuju ke rumah kakek Kim. Mereka mengendarai mobil masing-masing Karena fazira setelah memeriksa akan pulang ke rumahnya. Bianca sudah menawarkan menggunakan mobilnya saja tapi fazira menolaknya dengan halus.
Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba di kediaman kak Kim.
Bianca keluar lebih dulu dari mobil dan disusul oleh Fazira di belakangnya.
Fazira dan Bianca mulai melangkah masuk ke dalam rumah, dan di ruang keluarga di sambut dengan teriakan Bryan yang memanggil Fazira.
" Mama..."
" Mama " Bianca dan fazira berucap secara bersamaan
" hey, boy, siap yang kamu panggil mama ? " tanya Bianca pada Bryan.
" Ha,, maaf keponakanku memang aneh, ayo kita langsung ke ruangan kakek"
" Tidak, apa - apa " ucap fazira lembut dan mengelus kepala Bryan yang sedang berdiri di depannya.
" Bryan Jagan ganggu dokter Fazira, dia harus memeriksa keadaan kakek dulu" pinta Bianca panda Bryan yang masi berdiri di depan fazira .
" mama gedong" pinta Bryan pada fazira Tampa mempedulikan ucapan Bianca tadi.
" sebentar ya sayang, kita periksa dulu keadaan kakek setelah itu saya akan gendong kamu, kamu main dulu sama Neni di sana. tunjuk Bianca pada pengaruh Bryan.
" Tidak, bian mau ikut mama " pinta Bryan dengan wajah yg di buat SE imut mungkin.
" ahhh, baiklah kita periksa kakek dulu" ajaknya pada Bryan.
Fazira, Bianca dan Bryan menuju ke kamar kakek Kim. tangan Bryan sejak tadi menggandeng tangan fazira.
Tok Tok
Pintu ke ketuk oleh bianca dan pintu di buka oleh Martin yang memeng sejak tadi berada di dalam menemani kakek Kim.
Meraka langsung masuk ke dalam dan fazira melihat kakek Kim sedang berbaring di atas tempat tidur.
" kak, aku telah membawa dokter Fazira, " ucap Bianca
__ADS_1
" terimakasih Cucuk kakek yg cantik " ucap kakek Masi dalam keadaan lemas.
" dokter silahkan periksa kakek saya, " ucap Bianca mempersilahkan fazira.
" baik " fazira langsung mendekat ke arah kakek dan mulai memeriksa keadaanya.
" Kakek Kim tidak apa-apa hanya perlu istirahat dan jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak serta kakek kurangi merokok. Fazira tidak melarang kakek untuk merokok tapi kalau Kakak bisa berhenti Alhamdulillah. Kakek harus jaga kesehatan kasihan kan Bryan sama Bianca pasti mereka ingin kakek sehat dan bisa bermain dengan mereka.
" Bryan mau kan bermain dengan kakek setiap hari, " tanya nya pada Bryan dan mendapat anggukan kepala dari Bryan.
kakek yang mendengar itu langsung menggunakan kepala.
" Bagus, kakek istirahat ya,, fazira mau pamit pulang, nanti fazira akan sering datang untuk memeriksa keadaan kakek. "
" ini fazira tuliskan resep obat nanti di tembus di apotik ya,,,," ucap fazira sambil menyerahkan kertas pada Bianca.
" Fazira, " panggil kakek
" iya kek"
" bagaimana keadaanmu, kakek berterima kasih karena fazira mau datang ke sini, "
" fazira senang ko kek, kakek kan sudah fazira anggap sebagai kakek fazira sendiri, kakek istrahat ya, fazira pulang dulu" ucap fazira lembut.
" Mama, Gendong " Fazira yang dipanggil langsung menghadap pada Bryan dan langsung menggendongnya.
Bersamaan dengan suara pintu terbuka, dan muncul tiga orang pria dua diantaranya fazira tau dan satunya fazira baru melihatnya.
" Papa, Daddy, Om Miko, panggil Bryan yang masih dalam gendongan fazira.
Tiga orang ini datang ke sini saat Martin memberitahukan keadaan kakek Kim lewat telpon.
"Bagaimana Keadaan Kakek" , tanya ketiganya dengan perasaan khawatir
" kakek baik-baik saja kalian tidak perlu seperti itu, dokter Fazira sudah memeriksa kakek" ucap tuan Kim
" Terimakasih Dokter " ucap ketiganya dan menghadap ke pada fazira, tatapan mata fazira langsung tertuju pada mata Chen begitupun dengan Chen. Fazira langsung memutuskan pandanganya dan beralih menatap Bryan
" Tante pamit ya sayang, nanti Tante datang lagi, Bryan sama aunty Bianca ya" ucap fazira sambil menyerahkan Bryan pada Bianca.
" Tapi, Tante janji nanti Tante datang lagi,,," ucap fazira. Sambil mengelus kepala Bryan yang di Gendong oleh Bianca.
" Kalau begitu saya permi dulu semuanya," ucap fazira dan pamit keluar dari ruangan.
" tunggu, biarkan Chen mengantarmu" ucap kakek
" tidak usah kek Fazira bawa mobil sendiri" ucapnya dan melangkah keluar menuju pintu keluar.
" Fazira, " suara yang benar-benar ingin fazira hindari saat ini. Fazira menghentikan langkahnya, tapi tidak berbalik.
" Biarkan aku mengantarmu,,," Ical Chen yang sudah berdiri di samping fazira.
" tidak tuan, terimakasih, balas fazira dan melangkah lebih cepat menuju mobilnya.
__ADS_1
" Apa dia marah padaku, kenapa dia menghindari ku".....ucap Chen dan pandangan matanya Masi tertuju pada mobil fazira yang keluar dari halaman rumah.