
Chen yang merasa di remehkan tidak terima dengan ucapan Fazira. " aku bisa minum obat, sebentar aku akan minum obat itu setelah suster memberikan makanan untuk ku." ucap Chen tidak mau kalah.
" jam makan siang sebentar lagi aku akan menunggu anda di sini sampai anda meminum obat anda," ucap Fazira langsung mengambil kursi yang ada di samping ranjang dan duduk di sana dengan tenang. Fazira paling tidak suka jika ada pasien yang tidak mau minum obat, meskipun obat tidak sepenuhnya menyembuhkan tetapi obat bisa mencegah agar penyakit itu tidak berkembang biak. Chen bukan anak kecil yang harus di perhatikan saat minum obat tapi melihat banyaknya cap obat di atas meja membuat Fazira harus mengawasi Chen agar mau minum obat.
" sus kmu boleh ke luar dan letakan kotak itu di atas meja".
suster yang mendengar itu langsung melangkah keluar dari ruangan.
" apa kamu tidak ada pasien lain, dokter sepertimu pasti akan sibuk" tanya Chen dia berharap semoga Fazira mau meninggalkan ruangan ini, dia tdk bisa minum obat.
" rumah sakit ini memiliki banyak dokter, tunggu sebentar lagi pasti suster akan membawakan makan siang mu" ucap Fazira.
mendengar itu Chen hanya menghembuskan. nafasnya. dia melirik Miko yang di kursi dekat Pintu untuk meminta tolong sedangkan yang di lirik hanya diam seakan tidak mengerti kode yang di berikan Chen.
setelah beberapa menit ke tiganya dia tak bersuara hingga suara Miko terdengar " kotak itu untuk apa?" tanya Miko
" itu kotak makan siang yang di kirim kan mommy aku lupa menaruhnya di ruangan tadi" ucap Fazira bohong, dia tdk mungkin bilang yang sebenarnya.
" kalau begitu itu saja yang akan di makan oleh Chen berhubungan waktu makan siang sudah tiba, dan dokter juga bisa kembali bekerja" usul Chen
mendengar Miko Chen langsung meliriknya dengan tatapan tajam, dia tidak mau minum obat dia bersyukur karena suster yang mengantar makanan tidak datang tepat waktu seperti biasanya.
" aku ti...." ucapan Chen terpotong oleh ucapan Fazira yang tiba-tiba meng iyakan ucapan Miko, ini adalah kesempatan Fazira.
" betul juga, anda tidak keberatan kan tuan Chen, saya jamin masakan mommy saya sehat dan bergizi" ucap Fazira langsung melangkah mengambil kotak makan itu dan menghidangkan di depan Chen. " Akhirnya, rezeki anak Soleh" batin Fazira dia berhasil memberikan makanan itu pada Chen.
" silahkan di makan tuan" kata Fazira, Chen mau tidak mau langsung mengambil sendok dan mulai memakan makanan yang di bawa oleh Fazira. di dalam kotak makan itu ada sup Ayam, buah buahan dan masih banyak lagi.
" apa aku harus memakan semua ini" ucap Chen
__ADS_1
" ada rasa dulu tuan, kalau anda tidak suka kita tunggu saja suster" ucap Fazira
Chen langsung memasukan satu sendok sup ayam ke dalam mulutnya, dia diam beberapa saat " sup ayam ini enak" batin Chen
" bagaimana? " tanya Fazira yang menunggu reaksi Chen
" lumayan " dan langsung memakan masakan mommy Fazira dengan lahap
Fazira dan Miko yang melihat Chen makan dengan lahap hanya menggelengkan kepala
" katanya lumayan tapi habis juga" batin Fazira
" bilang aja enak apa susahnya sih" batin Miko.
setelah Chen menghabiskan makannya. Fazira langsung mengambilkan air minum untuk Chen seperti seorang istri yang melayani suaminya.
beberapa menit setelah setelah makan Fazira langsung melangkah menuju meja tempat obat Chen dia langsung mengambil dan memberikannya pada Chen.
" apa kamu betul tidak bisa minum obat ? " tanya Fazira lagi
" aku bisa minum tapi itu terlalu besar" ucap Chen, dia tidak mau di sebut lelaki yang tidak bisa minum obat. itu akan menjatuhkan. harga dirinya, musuhnya yang di dunia bawah pasti akan menertawakan ya jika mereka tau bahwa dia tidak bisa minum obat.
" baiklah aku akan menghancurkan menjadi serbuk, berikan sendok itu" kata Fazira sambil menghaturkan obat yang akan di minum oleh chen dengan sendok. " aku seperti merawat anak kecil yang usia 8 tahun yang tdk bisa minum obat".
setelah menunggu beberapa menit akhirnya Fazira telah selesai menghancurkan obat itu dengan sendok dan memberikanya pada Chen.
" ayo minum" kata Fazira
" apa aku harus minum itu" ucap Chen dia menjadi ragu untuk minum obat itu.
__ADS_1
" ayolah, aku sudah menghancurkannya, kamu bukan anak kecil kan, masa aku Harus membujuk mu dan memberikanmu Hadiah jika kamu mau minum obat!" ucap Fazira.
" aku akan minum obat tapi kamu harus menuruti permintaanku" ucap Chen tersenyum licik.
" iya, sekarang minumlah" ucap Fazira " bodoh amat yang penting aku selesai dengan ini " batinnya.
sedangkan Miko yang menyaksikan dua insan yang ada di depanya hanya menggelengkan kepalanya. '" kamu masuk penangkap Chen dokter cantik" batin Miko.
Chen yang mendengar itu langsung mengambil sendok yang berisi obat dan meminumnya. dia merasakan pahit dan meminta peren pada Fazira untuk meredakan rasa nya.
" mana permen? " ucap Chen
" haaah, permen, aku tidak punya" ucap Fazira sambil memeriksa dua kantong jas dokter nya.
tiba-tiba Tampa di duga Chen menarik tanya Fazira hingga dua benda kenyal itu bertemu.
Cup
Fazira yang kaget akan apa yang di lakukan oleh Chen badannya menjadi kaku. yang awalnya hanya ke**p** lama kelamaan menjadi c****n yang menuntun.
Fazira yang memulai memulihkan kesadarannya langsung mendorong dada Chen hingga c*****n terlepas. Fazira langsung keluar dari ruangan Chen.
Miko yang menyaksikan itu langsung kaget dengan apa yang di lakukan oleh Chen pada dr. Fazira.
" wahhhh,,, kamu ambil kesempatan, kalau begitu aku juga mau minum obat" ucap Miko sambil tertawa.
sedangkan Chen hanya diam dia Masi memikirkan apa yang di lakukan nya tadi pada Fazira.
dia tidak sengaja, dia hanya ingin meredakan rasa pahit yang ada di lidahnya.
__ADS_1
sedangkan Fazira yang sudah sampai di ruangnya langsung diam dan memegang bibirnya.
" apa yang aku lakukan tadi" ucap Fazira sambil memukul bibirnya pelan "ciuman pertamaku, aku sudah menjaganya selama ini untuk suamiku nanti ternyata di ambil sama orang lain " ucap Fazira