Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Bertemu Tuan Kim


__ADS_3

Bertemu Tuan Kim


Setelah keluar dari perusahaan tepatnya di lobi perusahaan Fazira yang keluar dengan terburu-buru tidak melihat di depannya sehingga dia menabrak orang yang di depannya.


‘ bugh, maaf” ucap Fazira tampa melihat orang di tepatnya dia terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah bengkak karena terus menangis.


Sedangkan orang yang di tabrakan hanya diam tanpa bersuara hanya memandang gadis di depannya. Di lihatnya dari atas sampai bawah lalu melihat orang yang di sampingnya.


Asisten yang di lihat bosnya mulai paham dan melangkah mendekati dua wanita yang baru saja menabrak bosnya.


“Maaf nona tuan Chen mau lewat” ucapan Asisten Aldo


Mendengar itu fazira dan elsa mulai menepi dan memberi jalan pada Tuan Chen itu.


Setelah keluar dari perusahaan Elsa dan Fazira langsung pulang ke rumah fazira.


“ Non sudah pulang “tanya bi Asih pada Fazira


“iya bi, kita ke dalam dulu”bukan fazira yang menjawab tapi Elsa


Setelah memasuki kamar fazira langsung menangis. Elsa yang melihat itu turut prihatin dengan keadaan sahabatnya.


“ Kenapa dia melakukan itu El, apa salah aku sama dia” ucap elsa sambil menangis menumpahkan semua rasa sakitnya.


“ mungkin itu petunjuk Faz, agar kamu tau seperti apa Si Bre***k Ilham itu” ucap Elsa sambil mengelus punggung Fazira menenangkan gadis itu.


Fazira yang mendengar itu terus menangis menumpahkan semua rasa sakitnya, dan elsa hanya bisa menenangkan sahabatnya.


Beberapa menit kemudian Elsa tidak lagi mendengar suara tangis fazira. Mungkin gadis itu telah lelah menangis sampai dia tertidur.


Elsa yang melihat sabatnya hanya bisa prihatin dengan keadaan fazira saat ini, di mana dalam tidurnya fazira masi terus sesenggukan dan air matanya terus mengalir.


“ Semoga Kmu dapat yang lebih baik dari Ilham, Aku sedih liat kamu begini Faz,!” ucap Elsa sambil merapikan rambut Fazira


Setelah memastikan Fazira tidur Elsa Pun melangkah keluar dari kamar dan di depan tangga dia bertemu dengan bi Asih.


“ Bi, Elsa ke Rumah Sakit dulu ya,, nanti kalau Fazira bangun bibi masakin Sup Ubi ya !” ucap Elsa pada bi Asih


‘Iya Non Elsa”


Elsa pun langsung menuju rumah sakit tempat mereka bekerja.


Beberapa hari kemudian Fazira sudah mulai membaik dan mulai bekerja karena kesibukannya dia mulai melupakan rasa sakitnya. Meskipun tidak sepenuhnya mampu menyembuhkan luka hatinya.


Fazira mulai bekerja lagi di rumah sakit dan membuat kedua sahabatnya senang mereka berharap semoga fazira dapat melupakan Ilham.


“Selamat Pagi Dokter Fazira” sapa suster


“ Pagi Sus” balasnya “ apa kegiatan kita hari ini Sus” tanya Fazira


“ memeriksa pasian yang ada di Ruangan VVIP dok” jawab suster


“ baiklah Sus ayo kita berangkat” ajak Fazira,merekapun melangkah masuk menuju ruangan VVIP.


Sebenarnya Fazira sangat malas jika harus berurusan dengan pasien VVIP kerena mereka seenaknya datang, mereka datang bukan karena sakit mereka datang naya untuk lari dari keluarganya.


Contohnya salah saku pasian fazira seorang gadis cantik yang sedang berbaring di ranjang sambil memainkan handphone nya dan mendengarkan musik.


“ Permisi nona, dokter Fazira ingin memeriksa keadaan anda” ucap suster


Mendengar itu gadis itu hanya melirik sebentar dan mempersilahkan fazira untuk memeriksa keadaanya.


“ Keadaan Anda sudah membaik nona, melihat keadaan anda sekarang anda di perbolehkan pulang besok” ucap Fazira sopan

__ADS_1


“ aku tidak mau pulang,nanti deddy akan menyuruhku menikah aku akan membayar lebih untuk beberapa hari ke depan” ucap gadis itu.


Fazira yang mendengar ucapan gadis itu hanya bisa pasrah “ Orang Kaya mah bebas” ucapnya dalam hati.


“kalau begitu kami permisi dulu nona” pamit suster


Fazira melangkah ke luar dari ruangan dan di ikuti suster di belakangnya. Mereka menuju ke ruangan selanjutnya.


Di depan pintu ruangan terdapat beberapa bodyguard yang menjaga pintu.


“permisi tuan Kim, dokter akan memeriksa keadaan anda” ucap suster


Fazira segera melangkah menuju ranjang tuan kim, “ permisi tuan saya periksa dulu keadaan anda !”


Dia pun mulai memeriksa keadaan tuan Kim, kalau di lihat dari wajahnya tuan Kim masih tampan diusianya yang sudah kepala tujuh.


“ tuan Kim,tekanan darah anda sudah mulai stabil,saya harap anda jangan terlalu banyak pikiran karena ini sangat berpengaruh pada kesehatan anda” ucap Fazira lembut menjelaskan pada tuan Kim.


“ mungkin beberapa hari ke dapan anda di perbolehkan pulang kalau kalau tenan darah anda tetap stabil seperti sekarang ini” lanjut Fazira


Tuan kim yang mendengar ucapan Fazira hanya menganggukkan kepala sambil menatap Dokter cantik itu dari atas sampai ke bawah.


Fazira yang ditatap merasa tidak nyaman, “ Tuan apa ada yang aneh dengan penampilan saya” Tanyanya.


Bukan menjawab pertanyaan fazira Tuan kim malam mengajukan pertanyaan yang membuat fazira kaget begitu pun dengan orang yang dari tadi berdiri di depan pintu ruangan.


“ Kamu Punya Pacar!, Kalau tidak punya menikahlah dengan cucuku .” ucap tuan Kim


“ Kakek apa apan sih, Chen punya pacar kek!, dokter juga pasti punya kekasih iya kan dok?” ucap Chen sebelum fazira menjawab pertanyaan tuan Kim.


Fazira yang malas menanggapi ucapan tuan kim mulai mengalihkan pembicaraan “ Maaf Tuan Kim itu urusan pribadi saya, pemeriksaan tuan sudah selesai saya permisi dulu tuan,” ucap Fazira sopan dan langsung keluar dari ruangan itu.


Setelah kepergian Fazira, ruangan menjadi panas karena pertentangan antara kakek dan cucunya.


“ Kekasih yang mana, wanita yang meninggalkanmu demi karir modeling nya itu” ucap kakek sinis


“ Aura sudah janji akan kembali kek kalau dia sudah sukses jadi model,”


“ kamu sudah menunggu hampir 3 tahun tapi apa ada kabar dari kekasih mu itu, apakah dia sukses, kakek tidak melihat ada perkembangan dengan karirnya itu meski sudah lama” sindir Tuan Kim


“ kakek akan berikan kamu waktu 2 minggu untuk kekasihmu itu datang dan kalian menikah, tapi kalau tidak kamu harus menikah dengan pilihan kakek”. Ucap tuan kim Tegas.


Setelah mengatakan itu tuan kim langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan menutup mata untuk menenangkan kita. Karena efek dari perdebatan mereka bisa membuat tekanan darahnya naik lagi.


Chen yang melihat kakeknya mulai memejamkan mata, diapun melangkah keluar dan di depan pintu sudah di tunggu oleh asistennya.


“kita kembali ke mansion utama”


“baik Tuan”


“ apa kamu mendapat kabar dari Aura”


“ iya Tuan, Nona aura sekarang berada di jerman tuan,”


“ atur jadwalku kita ke jerman Minggu depan” ucap Chen


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka tiba di mansion utama.


Di dalam mansion telah berjejer beberapa pelayang yang memakai baju berwarna hitam,mereka berjejer untuk menyambut kedatangan Tuanya yang jarang datang ke Minion Utama.


* * * *


Sedangkan di tempat lain tepatnya di ruangan Dokter Fazira.

__ADS_1


“ Hello Mom, Iya Fazira akan pulang”


“………………”


“ Iya Fazira janji malam ini akan pulang, fazira ngga akan tidur di rumah sakita”


“……………………….”


“Iya mom,, bye Fazira sayang Mommy” ucapnya sambil menutup panggilan telponnya.


“ siapa, Mommy Fera ya,,” tanya Amel


“Iya, kamu ngga ada pasien ya Dokter Amel Darmawan, betah bangat di sini” tanya Fazira


“ Tadi ada Sekarang udah ngga soalnya waktu kerja aku udah habis, makanya ke sini”


“BTW aku tadi dengar dari suster katanya ada yang lamar kamu, benaran Faz,,” ucap Amel penasaran


“ Ngga tadi tuan Kim lagi Ngaco aja ngomongnya” ucap fazira


“ kata suster cucunya tuan kim ganteng ya”


“ ngga biasa aja”


“ kata suster ganteng ko!”


“ itu susternya aja yang mines matanya”


“ kamu bilang begini bukan gara-gara ilham kan?”tanya amel” tidak semua cowo kaya Ilham tau Faz,”


“ Udah deh mel ngga usah bahas ilham lagi,” ucap Fazira” Btw Elsa mana ko ngga kelihatan” Lanjutnya


“ tadi katanya mau ke toilet tapi ko lamaya Faz, ?”


“mungkin lagi setoran “ ucap Fazira asal


Setelah beberapa menit akhirnya yang di tunggu muncul juga


“ burk”


“pelan-pelan kali El itu pintu masi baru tau”


“ Sorry” ucapnya sambil cengengesan memperhatikan gigi yang putih bersih


“ pekerjaan kalian sudah selesai kan” tanya Fazira pada keduanya


“ Iya” jawab keduanya kompak


“ ya udang mending kita pulang sekarang” ajak nya.


Mereka akhirnya melangkah keluar dari rungan Fazira tapi saat akan menutup pintu ruangan ketiganya dikagetkan dengan kedatangan pria paru baya yang mengenakan setelah rapih


“ permisi nona, apa anda yang bernama Dokter Fazira” tunjuk pria itu pada Fazira


“ iya tuan saya, ada yang bisa saya bantu” tanya Fazira sopan


“ begini dokter Tuan Kim ingin bertemu dengan Anda” ucap pria paruh baya tersebut.


Fazira langsung menoleh kepada dua sahabatnya meminta pendapatnya, keduanya hanya menganggukkan kepala pertanda iya.


“ iya udah tuan kita ke sana, tapi saya ajak ke dua teman saya ngga pa apa kan tuan”


“ tidak apa-apa dokter, Mari silahkan Nona..” Meraka pun langsung menuju ke ruangan tuan Kim di rawat.

__ADS_1


__ADS_2