
setelah Chen di Oprasi dia di pindahkan di Ruangan VVIP yang sudah di sediakan oleh rumah sakit.
di ruangan itu di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap apa televisi, dapur Mini, sofa dan tempat tidur yang luas.
sekitar 30 menit setelah Operasi akhirnya Chen mulai sadarkan diri.
" kamu sudah bangun" tanya Miko
" kamu tidak lihat" jawab Chen
" aku cuma bertanya, kenapa jawabanmu sewot sekali "
" kamu juga sudah lihat, masa tanya lagi"
" aku yakin sekarang, melihatmu mendengar mu mulai banyak bicara itu tandanya kamu sudah sehat "
" kamu ini, tapi Lo ngga bilang sama siapa-siapa kan gue di sini " tanya Chen
Miko yang di tanya hanya diam tanpa menjawab. tiba -tiba pintu di buka dengan keras dan di ikuti dengan suara yang keran memanggil namanya.
" Chen,,, cucu Durhaka"
Chen Yanga mendengar itu langsung menatap tajam Miko, sedangkan yang di tatap hanya menundukkan kepala.
" Dasar cucu Durhaka, sudah berapa kali Keke bilang tinggalkan dunia lamamu yang berbahaya itu.
" kamu lihat apa yang terjadi sekarang " ucap ya sambil melangkah menuju rajang Chen dan Tampa aba-aba langsung memukul Langan Chen yang di balut perban.
" akhh, sakit Kek" ucap Chen
" biar saja biar kamu kapok"
" ini tidak ada urusannya dengan dunia bawah tanah Chen kek!" menjelaskan pada kakek
" dasar kamu " ucap kakek langsung mencubit telinga Chen
" Ahhh Kakek sakit,,,Pliss,,, kek, lepas ya," memohon
sedangkan di pintu masuk ruangan Fazira yang melihat kakek dan cucunya itu langsung tertawa, suara tawanya mengalihkan perhatian tiga orang di dalam ruangan langsung melihat ke arahnya.
Fazira yang sadar di perhatikan langsung menghentikan tawanya dan melangkah mendekati ranjang Chen.
" Permisi Tuan saya akan memeriksa keadaan anda" ucapnya sopan
" silahkan " bukan Chen tapi kakek
setelah mendapatkan izin Fazira pun langsung melangkah mendekati Chen dan memeriksa lemahnya, membuka perbannya.
" jangan terlalu di paksa untuk bergerak Langan anda tuan, biarkan dulu sampai lukanya kering" ucap Fazira yang melihat darah yang keluar dari jahitan lengan Chen.
Chen tidak menjawab ucapan Fazira dia hanya memperhatikan wajah Fazira yang dekat dengannya.
jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah Fazira begitu dekat dengan bibir yang tipis, bulu mata yang lentik mata yang cantik.
" Tuan Chen " ucap Fazira
" Cantik" jawab Chen
" apa" tanya Fazira
" ahhhh,, tidak"
" baiklah, tuan Chen tolong lukanya jangan sampe kena air, dan tolong minum obat dengan teratur, saya akan ke sini dua jam lagi untuk mengecek keadaan anda, sebelum saya pulang. " ucap Fazira
" apa Obat" tanya Chen
" Iya tuan Obat, kalau begitu saya permisi dulu tuan" melangkah keluar dari ruang rawat Chen.
__ADS_1
" Yang teratur minum obatnya Tuan Chen " ucap kakek mengikuti ucapan Fazira
" Jagan lupa minum obat" ucap Miko sambil menarik turunkan alisnya.
kakek dan Miko tau jika Chen tidak bisa minum Obat kalau dia sakit dia hanya akan di periksa atau obatnya di suntik lewat Infus.
membayangkan bentuk obat membuat Chen geleng kepala
" tidak atau tidak mau" teriak Chen keras dan di sambut gelak tawa oleh ke dua orang beda usia yang ada di depanya.
" kalian keluar, aku mau tidur" usir Chen
" kamu mengusir kamu" tanya kakek
Chen tidak menghiraukan ucapan kakanya dia langsung membaringkan badan dan menutup matanya.
melihat itu kakek langsung mengajak Chen untuk keluar.
" ayo kita keluar cari makan, biarkan cucu Durhaka ini istrahat " ajaknya
mendengar itu Miko langsung keluar dari ruangan Chen dan menutup pintu. Miko mengikuti langkah kaki kakek Kim.
di ruangnya Fazira telah menyelesaikan pekerjaannya dan dia bersiap untuk pulang tapi sebelum itu dia melangkah ke ruang rawat Chen untuk menepati janjinya dua jam yang lalu.
saat tiba di sana Fazira hanya melihat satu pengawal yang berdiri di samping pintu ruangan.
" permisi tuan saya akan memeriksa keadaan Tuan Chen" izin Fazira
" silahkan dokter" ucap pengawal
Fazira yang sudah di izinkan langsung melangkah maju membuka pintu ruangan dan saat membuka pintu matanya tertuju pada pasien yang sedang tidur. melihat Chen yang begitu lelap Fazira memutuskan untuk keluar saja dari ruangan, dia akan meminta pada dokter yang berjaga pada malam ini untuk memeriksa keadaan Chen.
Fazira memutuskan untuk tidak masuk ke dalam ruangan.
" kenapa tidak masuk dokter" tanya pengawal
" dia sedang istirahat saya akan meminta dokter yang bertugas malam ini untuk memeriksanya sebentar saat dia sudah bangun"
" kalau begitu saya permisi dulu taun"
Fazira langsung melangkah menuju ruangan nya untuk mengambil tas, dia akan pulang malam ini, sebab sudah janji pada nenek akan makan malam di rumah.
Fazira yang tiba di ruangnya sudah di tunggu oleh dua sahabatnya.
" El, kmu belum pulang" tanyanya sebab dia hanya meminta tolong pada Amel untuk mengantarnya pulang tapi sekarang kenapa Elsa ada di sini juga
" belum, tunggu kamu"
" Dia penasaran dengan orang yang mengantarmu tadi pagi, " ucap Amel
"Emang kamu ngga" tanya Elsa pada Amel sedangkan yang di tanya hanya memperhatikan barisan gigi putihnya.
" Kalian sama saja" ucap Fazira langsung melangkah keluar meninggalkan dua sahabat nya itu.
sadar Fazira sudah ke laut keduanya langsung melangkah mengikuti nya.
selama perjalanan Elsa terus bertanya tentang Lelaki yang mengantar nya tadi pagi dan pasien tembak yang di rawat di ruangan VVIP dia banyak mendengar gosip dari para suster di rumah sakit.
" nanti aku cerita, aku capek bangat hari ini!" ucap Fazira
" ihh faz, kamu ngga asik"
" iya deh iya aku cerita, tapi tiba di rumah, kan kalian bermalam di rumah malam ini" tanya Fazira
" janji ya" tanya Amel
" um"
__ADS_1
mereka pun telah tiba di rumah Fazira, dan langsung masuk dalam rumah.
didalam rumah keluarga ke tiganya di sambut baik oleh orang tua Fazira serta kakek dan neneknya.
malam Om, Tante, nenek, kakek, sapa ketiganya.
"malam Princess"
"malam sayang"
" kalian sudah pulang, dari tadi mommy sudah tunggu kalian, kenapa lama,? "
" tadi tunggu Fazira periksa kekasih nya Tante makanya lama" ucap Elsa
" kekasih, yang mana" kaget Tante Fera
" kekasih kamu yang mau di kenalin sama mommy itu ya,,, ko bisa masuk rumah sakit, dia sakit apa" tanyanya
" tertembak Tante " bukan Fazira yang jawab tapi Amel
" Haa, Ko bisa,,,"
" mommy sudah deh jangan dengerin mereka mereka ngarang" ucap Fazira
" enak aja ngarang, kita dengar dari suster yang ada si rumah saki tau, iya ngga mel" bela Elsa dan di angguk kan cepat oleh Amel
" sudah-sudah nanti sebentar di lanjutkan kan, kakek sudah lapar, ucap kakek mengentikan e empat orang ini.
" iya sayang ayo kita ke meja makan" Ajak Deddy Rachman.
mendengar ucapan ke dua lelaki beda usia itu akhirnya mereka mengalah dan bersama-sama Mamuju meja makan.
makan malam berjalan dengan baik, kini ke tiga sahabat ini berada di dalam kamar Fazira. ke tiganya sudah memakai baju tidur bersiap untuk tidur.
Fazira yang baru keluar dari kamar mandi langsung di sebut pertanyaan oleh ke dua sahabatnya,
" Faz, benar yang Anatar kamu tadi pagi pacar kamu! " tanya Elsa
" terus yang kena tembak juga dia ! " tanya Amel
" terus apa dia pengusaha, atau Mavia, tentara, atau polisi" Tanya Elsa
" terus kapan kalian jadian, " tanya Amel
"Kenalannya di mana" tanya Elsa
" terus kalau dengan dokter Rudy bagaimana" tanya Amel
" kamu pacaran sama dua orang" tanya Elsa
" kamu hebat Faz,," tanya Amel
Fazira yang mendengar pertanyaan beruntun dari dua sahabatnya mulai pusing.
" oke aku akan jawab, yang ngantar aku tadi pagi dan pasien luka tempak itu orang yang sama"
" dia bukan pacar Aku" Fazira pun menceritakan dari awal mereka ketemu sampai kejadian pasien penembakan yang ada di rumah sakit, kecuali kejadian dalam mobil.
Elsa dan Amel yang mendengar cerita Fazira hanya mendengarkan dengan baik cerita Fazira seperti murid yang sedang mendengarkan gurunya menerangkan mata pelajaran di dalam kelas.
Fazira yang melihat ekspresi kedua sahabatnya langsung tersenyum.
" jadi kalian mengerti sekarang "
" jadi pasien yang di rawat di rumah sakit itu adalah Cucu dari tuan Kim yang akan di jodohkan dengan kamu" ucap Amel
" Mungkin, aku juga tidak tau, dan untuk Dr. Rudy kami tidak punya hubungan apa apa hanya sebatas teman kerja di rumah sakit. "
__ADS_1
" aku menerima ajakan dia makan siang tadi pagi karena rasa terima kasih karena beberapa hari yang lalu dia mau bertukar jam kerja dan mau menangani pasienku waktu aku down putus dengan Ilham" ucap Fazira
" kalian Sudah dengar kan,, sekarang ayo tidur kita akan masuk pagi besok" ajak Fazira dan ketiganya langsung membaringkan tubuh nya ke atas tempat tidur.