Fazira Untuk Chen

Fazira Untuk Chen
Taruhan


__ADS_3

Setelah pulang dari kediaman Fazira, Chen dan Miko memutuskan untuk pulang ke Apartemen Chen.


Pintu Apartemen di buka Oleh Miko, sebab selai Chen dia juga mengetahui Password Apartemen Chen sebab dia sering keluar masuk apartemen Chen jika sewaktu-waktu ada berkas yang tertinggal.


Kedekatan Chen dengan Miko sudah seperti saudara sehingga Chen membebaskan Miko di apartemen nya.


setelah membuka pintu mereka langsung masuk ke dalam Miko langsung mendudukkan badannya sofa, sedangkan Chen langsung menuju ke kamarnya.


" Siapkan Dokumen kerja sama dengan Mr. Rey bawa ke ruang kerjaku kita bahas di sana". ucap Chen sebelum benar-benar masuk dalam kamar.


Hanya di Respon Anggukkan Kepala oleh Miko dia malas untuk sekedar melangkah ke kamarnya.


setelah menempuh perjalan Dari Negara J ke negara I Tampa istrahat, setelah itu langsung ke rumah sakit, belum lagi masalah pekerjaan membuat otak dalam kepala Miko mendadak Buntu.


Malam berganti dan pagi menyapa, Ke dua wanita beda usia selalu saja berdebat tentang hal yang sama setiap paginya.


" waktumu tinggal beberapa hari lagi Era" ucap Mommy Fera


" iya Mom Era ingat, Era bakal bawa kekasih Era ketemu sama Mommy"


" Oke mommy tunggu, "


" Kalau begitu Era Berangkat Dulu, Mom, Ded, Ne, Kek!" pamitnya mulai beranjak dari kursi nya.


" Ini Masi pagi sayang Habiskan Sarapan mu " Ucap Dedy Rachman pada putri semata wayangnya.


" Era sudah kenyang Ded, hari ini Era ada urusan sebelum ke Rumah sakit" ucap era sambil melangkah menuju pintu keluar. setelah mengecup pipi kedua orang tuanya dan kakek serta nenek nya.


" Hati - hati saat berkendara sayang" teriak mama dari dalam rumah sedangkan Era hanya menganggukkan kepalanya pertanda Iya.


saat Keluar dari rumah dia langsung menuju ke mobil kesayangannya, mobil hadiah ulang tahun dari ayahnya setelah dia lulus kuliah Kedokteran.


" saatnya kita mencari kekasih kontrak,,, Car" ucap Era pada Mobil nya.


saat meninggalkan Rumah mobil Fazira dalam keadaan baik, tapi saat di perjalanan tiba-tiba mobilnya oleng menandakan ban mobilnya tidak dalam keadaan baik-baik.


" haaa kenapa bocornya Harus sekarang, bagaimana ke rumah sakitnya kalau begini, " kata Fazira saat Sudah keluar dari dalam mobil dan mendapati ban mobil depannya sudah rata dengan jalan.


" Apa aku telpon Elsa saja, tapi arah rumah Elsa dan rumah ku kan beda" batin Fazira

__ADS_1


Fazira mulai mengambil barang-barang keperluan nya untuk di rumah sakit dia memutuskan akan menggunakan Taxi.


Tiba - tiba di samping nya berhenti mobil sport warna hitam. Dia tidak memiliki kenalan yang memiliki mobil edisi terbatas ini.


tiba - tiba orang dalam mobil membuka Kacanya sehingga dia mengenali orang yang ada di balik kemudi mobil sport itu.


" Masuk lah" ajaknya


" Tidak aku akan naik taksi saja" tolak Fazira


" Masuk atau aku akan menggendong mu untuk masuk ke sini" ucapnya sambil membuka pintu mobil untuk keluar.


" ah,,, tidak saya bisa masuk sendiri" langsung masuk kedalam mobil dengan cepat.


setalah masuk ke dalam keduanya diam Fazira bingung kenapa mobil tidak jalan - jalan setelah dia masuk dia melirik orang di sampingnya tapi tidak ada tanda-tanda bahwa mobil ini akan jalan.


Fazira memutuskan bertanya tapi hal tak terduga terjadi, tiba-tiba orang yang di samping nya mulai mendekat dan semakin dekat Fazira dapat mencium bau Parfum dari orang yang di depannya saat ini, badannya seakan beku susah untuk bernafas ataupun bersuara dan jantung nya berdetak kencang, hal - hal aneh mulai berputar di kepalanya.


tiba-tiba bunyi " Krek" dan suara orang di depannya mulai memulihkan kesadarannya


" Bernafas lah, kita tidak bisa jalan kalau selatbelt mu belum terpasang " ucapnya Masi dengan posisi yang sama.


Fazira yang sudah sadar langsung memeriksa nya dan ternyata sudah di pasang sedangkan laki-laki itu Sudah kembali ke posisinya dan mobil mulai bergerak.


Selama perjalanan Ke duanya hanya diam tanpa suara, Fazira yang malu akan kejadian tadi sedangkan Chen bingung harus memulai obrolan dari mana, keduanya hanya diam sampai mobil memasuki area rumah sakit.


setelah sampai di area rumah sakit mobil yang di kemudikan oleh Chen menjadi pusat perhatian banyak orang, bukan apa mobil itu hanya ada 5 di dunia dan salah satunya mobil yang di kendarai oleh Chen.


Fazira yang melihat banyak orang melihat kearahnya hanya mampu menundukkan kepalanya.


setelah mobil berhenti tepat di depan pintu rumah sakit langsung keluar dan mengucapkan terimakasih kasih. tapi sebelum benar-benar keluar di mengambil masker dari dalam tasnya dan memakainya.


" Terimakasih Sudah mau mengantar saya" ucap Fazira langsung keluar dari mobil. saat dia akan melangkah masuk ke dalam rumah sakit langkahnya terhenti mendengar ucapan Chen.


" Kita akan masuk bersama, kakek ku akan pulang hari ini" ucapnya melangkah mendekati Fazira dan memegang tangannya.


sebelum Fazira melayangkan protes Chen langsung menarik tangan itu dan melangkah masuk, Fazira yang tdk bisa berbuat apa-apa karena genggaman tangan yang lebih besar dari tanyanya ini sangat kuat.


Meraka menjadi pusat perhatian orang yang ada si rumah sakit itu, baik para perawat, dokter maupun para pasien dan keluarga pasien yang ada di dalam rumah sakit.

__ADS_1


termasuk dua Sahabat baik Fazira dan dokter Rudy yang selama ini sudah suka sama Fazira, semenjak mereka masuk di rumah sakit ini.


Fazira yang dapat tarik hanya pasrah dan menutup mukanya dengan Tas yang di pegang nya, meskipun memakai masker rasanya Fazira tidak cukup hanya dengan itu.


pandangan mata Fazira terkunci dengan dua mata sahabatnya yang meminta penjelasan, Fazira hanya menggeleng kan kepala sebagai jawaban.


Jarak antara pintu masuk dan lift tidak begitu jauh tapi saat ini Fazira merasa pintu itu sangat Jauh. Fazira yakin bahwa kejadian hari ini akan menjadi topik utama penghuni rumah sakit ini.


" matilah kamu Fazira... 😭😭😭" dalam hati


setelah menempuh beberapa menit akhirnya mereka masuk dalam lift. di dalam lift Ada Chen, Fazira, Elsa, Amel dan Rudy.


saat sudah di dalam lift Chen mulai melonggarkan tanyanya dan Fazira yang ada kesempatan mulai menarik tanyanya.


ke dua lelaki itu hanya diam sedangkan dua sahabat Fazira mulai menyenggol lengan Fazira meng kode agar sahabatnya itu Munduk ke belakang.


Fazira yang peka langsung Munduk ke belakang sehingga posisi ke tiganya sejajar di belakang ke dua lelaki itu.


" siapa dia, apa dia kekasih mu, kenapa tidak cerita" bisik Elsa dengan pertanyaan bertubi-tubi.


sedangkan Fazira hanya menggeleng kepala sebagai jawaban.


" Kamu utang penjelasan pada Kami" ucapa Amel bersamaan dengan Pintu lift yang terbuka.


mereka langsung keluar bersamaan tetapi saat Fazira akan melangkah Rudy tiba-tiba menarik tanyanya dan itu tidak lepas dari pandangan Chen yang ada di belakang Fazira.


" kita makan siang bersama sebentar aku akan ke ruangan mu nanti" ucapnya lembut


" baik lah" ucap Fazira dia meng iyakan ucapan Rudy karena sebelumnya dia pernah janji sama Rudy saat dia meminta tolong untuk bertukar jam kerja.


sedangkan Chen yang mendengar itu hanya dia tetapi tatapannya tidak lepas dari dua orang di depannya.


" Aku bertarung mereka berdua suka sama Fazira" bisik Amel pada Elsa


" Kita taruhan siapa yang akan di pilih sama Fazira untuk di bawa ketemu Tante Fera" bisik Amel lagi


" Tas keluaran terbaru " lanjutnya


mendengar itu Elsa mulai tertarik, dia sangat tertarik dengan tas keluaran terbaru itu.

__ADS_1


" Deal " ucap keduanya serentak.


__ADS_2