
Si Yisheng adalah seorang dokter yang terkenal di abad ke 25, tak ada penyakit yang tak bisa ia sembuhkan, bahkan orang sekarat sekalipun. Semua mengakui bakatnya terutama setelah kejadian Yisheng yang mengembalikan nyawa seseorang yang telah dinyatakan meninggal.
Ia seorang gadis yang cantik berusia 22 tahun, selain seorang dokter tidak ada yang mengetahui bahwa sebenarnya Yisheng adalah pembunuh bayaran yang terkenal, yah.. Dia sudah kehilangan rasa rasionalnya, apa itu empati? Tak ada lagi kata itu di kamusnya.
Masa lalu yang kelam dimana orang tua kandungnya meninggal di hadapan dirinya sendiri, tidak sampai disana, orang tua angkatnya selalu berperilaku kasar padanya, membuat hatinya dipenuhi dendam membara.
Rasa sakit, tersiksa, dan kesepian yang ia pendam perlahan mengikis pemikiran rasionalnya, menghilangkan kepekaan hatinya, membakar hanguskan rasa simpati dan empatinya, meniadakan lagi rasa kemanusiaannya.
Yang jahat pantas mati, yang baik layaknya hidup. Prinsipnya emang tak mungkin terjadi, dia hanya tertawa saat memikirkan prinsipnya tersebut, ia tak punya seseorang yang dekat denganya, apa itu hubungan? Maksudmu saat orang - orang saling menyakiti?
Dia seorang jenius yang ramah dan baik hati. Yisheng selalu tersenyum disaat manapun, bahkan ketika ia menghabisi musuh - musuhnya, membunuh orang jahat dan meniadakkan tikus - tikus yang hanya memikirkan kekuasaan. Itu adalah salah satu bakat yang jarang ditemukan oleh seorang pembunuh, bahkan pembunuh ulung pun akan kesusahan untuk tersenyum saat melihat mayat - mayat manusia hasil dibunuhnya.
Si Yisheng saat ini sedang menjalankan sebuah misi untuk membunuh pembunuh yang menjadi buronan selama beberapa bulan terakhir ini. Lucu, pikirnya. Seorang pembunuh membunuh pembunuh lainnya, haha.
Yisheng mengikuti mobil yang dikendarai oleh target misinya, sebuah hal yang tidak ia duga adalah mobil itu perlahan melambat, Yisheng tidak berfikir akan terjadi hal yang aneh tentang itu.
Tak lama saat mobil sudah sejajar, mobil targetnya itu membuka kaca jendelanya, menampakkan sesosok pria dengan wajah yang tampan dan menawan, dia adalah Gu She Si.
"Oh lihatlah, dokter terkenal, Yisheng? Apakah kau akan membunuhku? Haha.. Bagaimana jika kita mati bersama? Itu tidak buruk bukan." dia berucap memasang senyum manisnya, Yisheng mengerutkan dahinya saat mendengar hal tersebut.
Tak lama mobil yang dikendarai Gu She Si meledak, jangkauan ledakkan tersebut cukup besar hingga mengenai Yisheng, mobil keduanya berguling -guling "Ah.. Inikah akhir hidupku?" Yisheng bergumam saat melihat mobilnya berguling kearah jurang yang curam, mobilnya perlahan hancur, Yisheng merasakan sakit saat tubuhnya dipenuhi luka.
Pandangannya memburam ia tersenyum sebelum menutup matanya, mungkin untuk selamannya?
__ADS_1
Yisheng terbangun di sebuah ruangan putih tak berujung, dia melihat seorang gadis yang sangat cantik disana, bahkan mungkin dewi pun harus malu saat melihat kecantikkan tersebut. Yisheng kembali memperhatikan gadis tersebut yang berjalan kearahnya.
"Si Yisheng, bisakah kau membalaskan dendamku? Jika kau mau kau bisa hidup dengan tubuhku, kau bisa merasakan hal tabu seperti kasih sayang dan cinta di kehidupanku, apa kau mau?" gadis itu berucap memohon sambil memegang kedua tangan Yisheng.
Yisheng nampak berfikir, apakah proses setelah kematian adalah langsung hidup kembali? Dahinya mengkerut bingung, dalam keterbingungannya sesosok dewa dengan paras yang tak manusiawi muncul.
"Perkenalkan aku adalah Yuan Sheng, seorang dewa takdir. Aku ditugaskan kaisar langit untuk menemanimu di kehidupan keduamu sebagai Si Feixiang. " Ucapnya tegas.
Yisheng semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, "Baiklah, terserah. " gadis di depannya menatap berbinar, "Baiklah, aku akan mentransfer ingatanku padamu. " gadis itu, Si Feixiang meletakkan jari telunjuknya di dahi Yisheng.
Yisheng menjerit kecil saat merasakan sakit dikepalanya, "Terima kasih Yisheng. " ucapan Feixiang adalah kata terakhir yang Yisheng dengar sebelum kehilangan kesadarannya.
.
Di sebuah kerajaan kecil, suasana duka mengisi ruangan kamar Si Feixiang setelah kabar bahwa putri Si Feixiang meninggal dunia, banyak warga tak percaya, tapi setelah melihat sendiri kondisi putri yang tak bernyawa membuat mereka tercengang.
Suara gemuruh petir terdengar kencang, angin berhembus dengan cepat. Putri Si Feixiang membuka matanya di tengah suasana berkabung tersebut, "Ayah.. Ibu... Kenapa disini sangat ramai?"
Suara kecil itu mengagetkan semua orang, para warga bangkit dari sujudnya dengan tatapan tak percaya, "Apa putri menjadi hantu? Ataukah dia diberi kesempatan oleh dewa untuk kembali hidup?" ujar beberapa warga yang masih bingung.
"Apa maksud kalian? Oh iya, ayah ibu, aku bermimpi aneh. Aku bermimpi kalau aku keracunan dan mati tapi aku bertemu seorang dewa yang menyuruhku untuk kembali hidup. "
Semua orang yang ada disana kembali terkejut, 'Itu bukan mimpi putri!! Kau emang keracunan dan mati!' batin semua orang menahan kekesalannya, namun tak dapat dipungkiri bahwa mereka bahagia melihat putri Feixiang kembali hidup.
__ADS_1
Si Feixiang adalah seorang putri di kerajaan api, dia tidak bisa berkultivasi karena cacat, tapi meski ia terbilang sebagai sampah, putri Feixiang adalah gadis yang sangat baik, ia bahkan tidak malu untuk bersahabat dengan rakyat biaya.
Kebaikan dan kemurahan hatinya membuat semua orang sangat menyukainya dan begitu menghormati dirinya walau ia tidak bisa berkultivasi. Selain itu Feixiang adalah gadis yang cantik dan sederhana, ia juga menguasai beberapa keterampilan.
Namun tidak semua orang menyukainya, misalnya saja kakak ketiganya,Si Xiang Hua. Dia meracuni putri Feixiang, yah.. Setidaknya begitulah yang Yisheng dapatkan dari ingatan Feixiang.
"Ayah, ibu aku sangat lelah, aku mau tidur. "
Sang ayah, Si Hei Huo dan ibunya, Si Lian Hua hanya menggelengkan kepalanya kecil sebelum menyuruh para warga untuk keluar, para warga hanya patuh dan perlahan mereka semua tak terlihat.
Ayah dan ibu Feixiang berjalan keluar tak lama setelahnya. "Jaga dirimu mei -mei. " ucap kakak keduanya, Si Lan Yura sebelum ikut pergi bersama kakak ketiganya menyisakan kakak pertamanya, Si Zheng. Si Zheng menatap adiknya sebentar, "kau jaga dirimu! kalau mei -mei mati lagi, kakakmu ini bersumpah untuk ikut ke alam baka juga. "
Si Feixiang menatap kepergiaan kakaknya yang tak lupa menutup pintunya, ah... Rasanya Yisheng tak pernah merasakan kehangatan ini, ia berjanji setelah membalaskan dendam Si Feixiang ia akan menikmati kehidupan ini.
Feixiang menatap sekeliling, kamar dengan hiasan kuno yang tampak megah, "Haih... Aku harus beradaptasi di dunia ini. Kalau tidak salah dalam ingatan Feixiang dunia ini memiliki Qi, dan kekuatan adalah hukum tertinggi di sini. "
Feixiang nampak berfikir, karena tidak mungkin kan tubuh ini cacat tanpa alasan. Feixiang menyentuh pergelangan tangannya, ia merasakan denyut nadinya sebelum menghembuskan nafasnya berat, "Pantas saja... "
Tbc~
Si Yisheng
__ADS_1
Si Feixiang