Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
11. Perjalanan Si Zheng


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu setelah pertunangan Si Feixiang dengan Xiao Chen, hari ini Si Zheng memutuskan untuk kembali ke sektenya, sekte 1001 malam. Dia mengemas barangnya dan segera pergi setelah pamit pada keluarganya.


Si Zheng menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan melesat cepat melewati hutan, sesekali dia berhenti untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dia tidak sedang terburu -buru untuk saat ini.


Saat hari mulai sore Si Zheng memutuskan untuk berhenti di sebuah desa yang berbatasan dengan kerajaan petir, untuk ke sekte 1001 malam, setelah ia sampai di kerajaan petir ia masih harus melewati kerajaan es itu sebabnya ia memutuskan untuk singgah sebentar hingga pagi tiba.


Si Zheng memasuki desa tersebut dan segera bertanya dimana penginapan yang dekat dengan pintu keluar desa, para warga kemudian merekomendasikan penginapan teratai biru yang dikelola oleh sebuah sekte besar yaitu sekte kristal teratai.


Memang tidak seperti biasanya, sekte kristal teratai tersebut lebih terlihat seperti pebisnis daripada seorang kultivator. Hal itu membuat sekte kristal teratai tidak kekurangan sumber daya tetapi disisi lain mereka kekurangan orang kuat karena sebagian keturunan mereka lebih mendalami ilmu bisnis dan politik.


Tidak membuang waktu Si Zheng segera pergi ke penginapan tersebut dan memesan sebuah kamar, disana dia segera duduk bersila dan mulai berlatih untuk memperkuat pondasinya.


Si Zheng memiliki tubuh khusus yaitu tubuh yang, membuatnya hanya memiliki satu elemen dan satu dantian yaitu api. Hal itu membuatnya menjadi jenius, memang pada dasarnya semakin banyak elemen membuat sulit untuk naik tingkat tapi berbeda kisah jika memiliki lebih dari satu dantian seperti Si Feixiang.


Si Zheng tidak terlalu senang dengan kondisi tubuhnya, yang pertama karena dia terlalu cepat naik tingkat, itu membuat pondasinya lebih lemah daripada seharusnya sehingga seringkali Si Zheng harus lebih fokus ke pondasinya daripada berlatih.


Yang kedua, pada dasarnya tubuh yang selalu berpasangan dengan tubuh yin, sehingga mau tidak mau mereka harus mencari orang yang memiliki kondisi tubuh seperti itu, itu membuatnya merasa kurang bebas.


Yang ketiga karena terkadang jika Si Zheng menghadapi kekuatan yang lebih besar yang membuatnya harus menggunakan seluruh kemampuannya itu bisa membuat efek samping yaitu tubuhnya yang terasa terbakar oleh api yang sangat panas.


Dalam konsentrasinya memperkuat pondasinya tiba -tiba suara teriakan dari luar membuatnya harus menghentikan kegiatannya, hari sudah mulai malam saat Si Zheng terbangun dari meditasinya.


"Tolong.. Tolong... Bahaya! Demonic beast menyerang desa!"


Si Zheng mengerutkan dahinya saat ia sudah bisa mendengar jelas suara tersebut, dia berlari menuju jendela dan melihat situasi dari sana, benar saja ada beberapa hewan raksasa berbentuk singa yang memancarkan api panas sedang berhadapan dengan beberapa kultivator.

__ADS_1


"Ini buruk, mereka hanya ranah Golden Core dan Foundation kebanyakan, setidaknya butuh dua kultivator ranah nascent soul untuk menghadapi makhluk itu. "


Tak pikir lama Si Zheng segera melompat dari jendela dan mendarat di tanah dengan baik, beberapa orang memandanginya sebelum memutuskan untuk berlalu dan mengarahkan warga untuk mengungsi menunggu bantuan datang.


Si Zheng menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia berjalan memutar dan menemukan toko kecil yang menjual topeng, tapi toko tersebut telah kosong dan tampak berantakan, Si Zheng menghendikkan bahunya.


Ia berjalan kesana dan mengambil salah satu topeng yang terbuat dari giok berwarna merah darah, ia segera mengenakannya, menutup matanya sebentar Si Zheng segera melesat kearah beast tersebut dengan cepat.


.


Yun Bingbing, gadis dengan mata biru gelap dan rambut hitam panjang menjadi ciri khasnya, kulitnya putih bersih dan bercahaya. Ia saat ini mengenakan hanfu biru muda dengan belahan dari lutut kebawah.


Topeng giok biru menghiasi wajahnya, matanya yang sipit tajam memandang datar kearah lautan disekitarnya, ia sedang berkelana mencari pengalaman dalam bertarung.


"seharusnya ini wilayah kerajaan api... "


Ia berjalan menuju daratan dengan pelan, "sepertinya aku tersesat... " dia bergumam pelan, suaranya yang lembut tetapi tajam membuat binatang -binatang disekitarnya yang dapat mendengarnya merinding kecil.


Setelah sampai kedaratan matanya memandang kosong lurus kedepan, tak lama beberapa demonic beast tingkat Golden Core kebawah berdatangan setelah merasakan hawa keberadaan Yun Bingbing.


"Terima kasih mau bermain denganku.... " Yun Bingbing menarik pedangnya yang seperti katana yang tersarung dipunggungnya, ia menghitung jumlah demonic beast tersebut sebelum maju menyerang.


"tarian kematian dibawah salju. "


Yun Bingbing berputar -putar dengan sesekali menebas kearah demonic beast, beberapa dari mereka ragu untuk maju menyerang, Yun Bingbing bergerak membabi buta dengan gerakan yang rumit, mematikan, serta indah.

__ADS_1


"Tebasan bulan!" Yun Bingbing meloncat kesalah satu demonic beast dengan tingkat Golden Core dan menebas lehernya dengan mudah, ia tertawa kecil melihat kepala demonic beast tersebut terguling dari tempatnya.


"Aaaauuuu!!!!!"


Yun Bingbing menghentikan permainan pedangnya begitu pula demonic beast yang kini berlari terbirit-birit setelah mendengar lolongan mengerikan tersebut.


"Apakah ada demonic beast dengan kekuatan Nascent Soul puncak diwilayah terpencil ini? Setidaknya membutuhkan dua hingga tiga kultivator diranah Nascent Soul untuk menghadapinya. "


Yun Bingbing nampak berfikir sebentar, ia mengangguk sesekali dan mulai melesat menuju sumber suara demonic beast tersebut.


.


"Kau ngapain lagi sih Bai Hu! Sudah kunasehati yang lalu biarlah berlalu! " Xuan Wu menjewer telinga Bai Hu dan menyeretnya masuk kembali ke gerbang sekte 1001 malam yang berbatasan dengan hutan.


"Aduh.. Xuan Wu, sa- sakit.. " Bai Hu merengek dengan suara yang diimut -imut kannya membuat Xuan Wu agak sedikit jijik dan tak tega secara bersamaan.dia menghela nafasnya sebelum melepaskan jewerannya di telinga Bai Hu.


"Lain kali jangan pergi gak pulang -pulang lagi!" Xuan Wu menasehati, Bagaimanapun Bai Hu tiba -tiba pergi tanpa kabar selama tiga hari dan Xuan Wu menemukannya sedang bermain bersama beberapa harimau di dekat makam ibunya.


Xuan Wu menggelengkan kepalanya kemudian menjewer Bai Hu dan membawanya kembali ke sekte, padahal Xuan Wu sangat khawatir dengan Bai Hu.


Xuan Wu sudah menganggap Bai Hu sebagai adiknya sendiri, itu membuat Bai Hu menjadi sosok terdekat dirinya, Xuan Wu adalah anak yatim piatu dengan saudara yang kehilangan akal, dia begitu kesepian sebelum bertemu dengan Bai Hu.


Tbc~


Maaf karena saya jarang update soalnya saya lagi sibuk di dunia nyata. Mohon dukungannya ^^

__ADS_1


__ADS_2