Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
16. Pengelana kesepian


__ADS_3

Si Feixiang yang tiba di istana dengan membawa serigala putih kecil mendapatkan ceramah singkat dari Xiao Chen, dia begitu panik saat Si Feixiang menghilang dan lebih panik saat mengetahui dia pergi ke hutan petir apalagi pulang -pulang membawa serigala kecil.


Saat Xiao Chen memperhatikan dengan jelas serigala putih tersebut, jantungnya hampir berhenti berdetak, mulutnya terbuka seakan ingin mengatakan sesuatu dan tangannya menunjuk -nunjuk ke arah serigala tersebut.


"Fei'er bukankah serigala ini adalah jenis raja serigala?!" Dia bertanya dan suaranya sedikit meninggi, tubuhnya bergetar kecil melihat tanda biru berbentuk mahkota di dahi serigala tersebut.


"'Apa maksudmu? White adalah seekor raja seeigala?" Si Feixiang bertanya dengan tangannya terus mengelus kepala serigala yang ada dalam gendongannya.


"Kau?! Lihat, dia punya tanda mahkota di dahinya. Warnanya biru pucat itu artinya dia raja serigala salju! Bagaimana dia bisa muncul di kerajaan petir. " Si Feixiang membuka mulutnya saat mendengarkan penjelasan Xiao Chen.


Menghela nafasnya, Si Feixiang memandangi serigala yang ia beri nama White itu, "Sudahlah, aku terap akan merawatnya!" Xiao Chen menepuk dahinya dan menggelengkan kepalanya mendengarkan keputusan Si Feixiang.


.


Sesosok laki -laki memakai baju berwarna hitam dengan motif awan abu -abu dan memakai topi jerami yang menutupi wajahnya hingga ke hidung, dia adalah Xuan Wu.


Sejak Bai Hu meninggalkan sekte, dia merasa bosan dan kesepian, sekarang dia merindukan kecerewetan Bai Hu, dia sekarang berkelana hingga ke kerajaan api.


Menghela nafasnya, Xuan Wu duduk di bawah pohon berteduh dari panasnya cuaca di kerajaan api, dalam istirahatnya dia melihat sesosok familiar melewati dirinya begitu saja.


"Ah... Xuan Wu, senang berjumpa dengan dirimu. " Dia melangkah mundur saat mengenali Xuan Wu, menghampirinya dan duduk di sebelah Xuan Wu, "senang juga bertemu denganmu Jie Si Chang.... Apa yang kau lakukan di kerajaan petir?"


Sosok bernama Jiu Si Chang itu mengusap tengkuknya pelan, ia menghela nafasnya dan memalingkan wajahnya, "Bukan apa -apa, mungkin... Bisa dibilang aku sedang berjalan -jalan dan menemui rival ah... Teman lama?"

__ADS_1


Suaranya memelan di akhir, Xuan Wu menaikkan alisnya tetapi tidak berkomentar lebih jauh, "Kau sendiri kenapa? Apa kau kehabisan kerjaan saat Bai Hu pergi?haha.. " Jiu Si Chang tertawa kecil di akhir.


"Hm.... Hanya sedang berkelana, rencananya aku akan melanjutkan ke kerajaan es... "Dia menjawab santai, Jiu Si Chang memandanginya sebentar, "Wah... Sang pengelana kesepian kembali ke kampung halaman, haha... Sayang sekali kita berpisah, aku akan ke kerajaan petir. "


Xuan Wu mengepalkan tanganya, "Berhenti memanggilku pengelana kesepian, itu adalah masa lalu yang menyebalkan. " suaranya terdengar bergetar dengan nada tidak suka yang kental.


Jiu Si Chang terkekeh dan kepalanya menggeleng kecil, dia mengambil seruling di ikat pingganya dan mulai membunyikan seruling tersebut, suara indah yang menyayat terdengar memilukan.


Xuan Wu terbawa oleh arus lagu Jiu Si Chang, matanya mulai berkaca -kaca tapi dia masih menahan diri untuk tidak mengeluarkan air mata, itu akan sangat memalukan baginya jika benar terjadi.


Ingatan masa lalunya membuat tangannya mulai mengepal lagi, Jiu Si Chang memasang senyum miringnya sambil terus memainkan serulingnya, tapi dia tidak menyangka bahwa dirinya juga akan ikut terkena efek permainan serulingnya sendiri.


Dia tidak seperti Xuan Wu yang menahan diri, air matanya mulai menetes ke pipinya, dadanya sesak saat mengingat sesuatu, pada akhirnya keduanya terhanyut dalam ingatan menyedihkan masing -masing.


.


Cuaca yang selalu bersalju membuat jumlah makanan berkurang, biasanya hanya keluarga atas yang bisa makan dengan tenang. Bagi keluarga miskin seperti keluargannya hanya bisa mengandalkan hewan liar.


Ayahnya selalu pergi berburu, terkadang ibunya pergi ke hutan mencari keberuntungan menemukan buah -buah liar di tepi hutan. Namun, suatu ketika ayahnya dibawa beberapa orang, terlihat ayahnya terluka parah.


Orang -orang itu berkata bahwa ayahnya di serang oleh beruang liar, untungnya ada beberapa kultivator tingkat Foundation melihatnya dan mengatasi beruang tersebut.


Xuan Wu menangis mengingat hal tersebut, setelah beberapa hari ayahnya akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, seakan tidak cukup ibunya bertemu beberapa preman, dia di pukuli, dirampok, juga di jual sebagai budak bersama adiknya beberapa bulan kemudian.

__ADS_1


Xuan Wu begitu putus asa, dia tidak bisa menolong ibu dan adiknya, dia juga tidak bisa meminta bantuan warga desa, pada dasarnya preman tersebut adalah seorang kultivator.


Mengepal tangannya memendam kemarahannya, Xuan Wu mulai berkelana mencari kekuatan, berharap suatu saat nanti dia bisa menolong ibu dan adiknya serta membalas dendam.


Kehidupan susah ia alami beberapa tahun pertama dia menemukan sebuah buku kultivasi bernama 'kura -kura ular pembawa damai' sejak bertemu buku itu dia menjadi kultivator hebat.


Pada akhirnya dia sering berkelana seorang diri dan membantu beberapa orang yang dia temui membuatnya mulai terkenal sebagai pengelana kesepian, itu terjadi bukan hanya karena dia seorang diri tetapi juga tentang kejadian malang yang menimpa keluarganya.


Setelah cukup kuat dia kembali membalas dendam, menghancurkan asosiasi preman yang sudah membuat kebencian mendalam dihatinya dia kemudian mencari keberadaan ibu dan adiknya.


Kemarahan tercipta ketika dia mengetahui ibunya sudah tiada dan adiknya sudah tidak suci, adiknya juga menjadi wanita penghibur di rumah bordir dan di perlakukan seperti binatang.


Dengan kemarahan dia pergi menemui adiknya, tapi dia hanya bisa melihat adiknya sudah mengalami sakit jiwa dan menganggap dirinya adalah ******* rendahan.


Dengan putus asa Xuan Wu tidak bisa melakukan apapun untuk adiknya, dia hanya bisa membawa adiknya, merawat sepenuhnya hati, dan mencoba mengembalikan kesadaran adiknya sebisa mungkin.


Hingga dia menerima ajakkan memasuki sekte 1001 malam, dia membawa adiknya ke sekte tersebut, dia sempat berfikir bahwa adiknya akan ditolak tapi sekte tersebut menerimanya seakan tak ada apapun tentang adiknya.


Xuan Wu sangat bersyukur melihat adiknya di perlakukan dengan baik di sekte tersebut, dia mulai fokus untuk menjadi kultivator dan mencari cara menyembuhkan adiknya, walau sampai saat ini berlalu bertahun - tahun dia tidak menemukan setitik cara menyembuhkannya.


Xuan Wu hanya berharap adiknya bisa sembuh dari masalah kejiwaannya secepat mungkin. Dia tidak berharap hal lain jika itu sungguh terjadi.


Tbc ~

__ADS_1


Hai, jangan lupa di like ya!^^


Btw, kesibukkan saya suda berkurang jadi saya sudah bisa memulai untuk update tiap hari kecuali tiba -tiba tugasnya bertambah.


__ADS_2