Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
13. Kepergian Bai Hu


__ADS_3

Bai Hu yang sedang membaca buku di perpustakaan menemukan hal yang menarik, tentang makam kuno peninggalan klan harimau kuno, dia merasa bisa menemukan jati dirinya dengan pergi ke makam tersebut, pada akhirnya Bai Hu berlari senang untuk menemui patriak sekte 1001 malam.


"Patriak! Patriak!" dia memanggil dengan nada kesenangannya, sosok pria sepuh yang tak lain adalah sang patriak terbatuk kecil, dia merasa keheranan dengan sikap Bai Hu yang tidak seperti biasanya.


"Ada apa Bai Hu?" patriak itu bertanya sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Bai Hu yang agak kekanakan, "Patriak, aku izin pergi dari sekte untuk beberapa waktu kedepan!" ucapnya riang tanpa rasa bersalah.


Patriak yang mendengarnya tersedak oleh nafasnya sendiri, "Apa -apaan?! Kenapa kau ingin pergi? Berikan aku sebuah alasan!" patriak nampak tidak terima, kondisi dunia kultivator saat ini agak memanas, dia tidak ingin Bai Hu yang sudah ia anggap anaknya sendiri berada dalam situasi yang sulit.


Bai Hu merenung sejenak, jika dia mengatakan alasan yang sebenarnya maka Patriak akan menolaknya karena kabarnya semua kultivator yang masuk ke makam tersebut tidak jelas nasibnya.


"Karena aku ingin. " Bai Hu tidak mengerti harus menjelaskan keinginannya seperti apa jadi setelah membalas pertanyaan patriak ia segera pergi menghilang secepat yang ia baca, semua terjadi begitu cepat sehingga patriak belum sempat bertindak.


Patriak itu terdiam sejenak sebelum menghela nafasnya, "Anak itu... Aku selalu mengawasinya, tidak ada yang mengenal dia daripada aku, jika intuisiku tidak salah dia pasti pergi ke makam kuno klan harimau yang mulai menampakkan goncangan. "


Patriak memutuskan untuk tidak mengejar Bai Hu yang pergi, dia hanya berharap agar Bai Hu mendapatkan apa yang dia inginkan dan segera kembali ke sekte.


.


Bai Hu sudah meninggalkan sekte hampir tiga hari lamanya, dahinya berkedut dan sebuah teriakkan tertahan keluar dari mulutnya, dia lupa bahwa dirinya buta jalan, dia akan tersesat bahkan di tempat yang sudah lama ia singgahi.

__ADS_1


"Tahu gini mending aku ajak Xuan gege jadi penunjuk jalan, aku sungguh buta arah. " keluh Bai Hu dan dengan lebih melanjutkan jalannya mengikuti ke arah manapun takdir membawanya.


Di tengah keputus asaannya bau terbakar tercium di indra penciumannya yang sensitif, dia menoleh ke segala arah dan menemukan asap kehitaman menggepul di langit -langit, Bai Hu menahan nafasnya dan memutuskan untuk mengikuti arah asap tersebut.


Dia terus berjalan hingga menemukan seekor demonic beast menyerang desa, nafas Bai Hu terburu karena dia berlari sejuta tenaga ketempat ini, "Bukankah makhluk itu harusnya masih jauh dari wilayah ini?"


Bai Hu tentu mengenal makhluk itu, dikatakan bahwa yang memberi mereka nama demonic beast, spirit beast, dan sejenisnya adalah salah satu anggota pelindung utama saat era kekacauan sebelumnya.


Yang Bai Hu tahu seharusnya makhluk seperti mereka ini berada jauh dari para manusia, dulu empat penjaga membuat sihir gabungan dan memindahkan seluruh makhluk itu cukup jauh, yang dikatakan jaraknya seribu abad perjalanan mengendarai naga tercepat.


Bai Hu merapal mantra dan membuat beberapa benda mirip shuriken dari tangannya, dia tidak bisa membiarkan makhluk itu menghabisi sisa manusia 'yang ada.


"Segel cahaya, tujuh benda kematian. " dia berucap pelan sebelum melempar benda mirip shuriken tersebut kearah demonic beast, tiga serangangan membuat atensi sang makhluk beralih ke Bai Hu, sorot matanya memancar aura permusuhan yang pekat.


Tubuh demonic beast tersebut bercahaya, tanpa alasan yang jelas tubuh makhluk itu mulai terpotong -potong menjadi bagian yang kecil.


.


Si Zheng dan Yun Bingbing mengerutkan dahi mereka saat melihat sebuah desa kecil di hadapan mereka, "Bukankah seharusnya tidak ada lagi desa yang terlihat sebelum sampai ke kerajaan petir? Ini masih wilayah kerajaan api bukan?" Yun Bingbing bertanya keheranan.

__ADS_1


Si Zheng membuka mulutnya walaupun tak ada jawaban yang keluar, butuh beberapa saat untuk Si Zheng bisa tenang dan mulai menjawabnya, "Aku sudah berkali -kali melewati daerah ini, seharusnya memang tidak ada desa. "


Mereka terdiam dan kemudian saling berpandangan, "Ada yang tidak beres.. "mereka berucap bersamaan, mereka memutuskan untuk singgah ke desa tersebut, Si Zheng maupun Yun Bingbing dapat melihat bahwa desa tersebut dipenuhi oleh manusia biasa dan sebagian kultivator ranah forging qi dan Foundation.


Si Zheng maupun Yun Bingbing terheran saat memperhatikan dengan jelas, warga desa tampak bergerak kaku, mereka seakan -akan hanyalah boneka hidup, tidak tampak seperti manusia, wajah mereka juga pucat pasi.


Si Zheng mencoba bertanya pada salah satu warga desa, namun hal tak terduga terjadi, warga tersebut seakan tak melihatnya dan terus melakukan aktifitas yang dilakukannya. Si Zheng mencoba bertanya pada warga lain dan reaksi mereka sama, tidak memperdulikan Si Zheng.


Yun Bingbing juga ikut bertanya, seakan tak melihat keduannya para warga desa tersebut bahkan perlahan menjauh dari Si Zheng maupun Yun Bingbing.


"Ada yang aneh disini. "


Keduannya pindah ke lorong gang sempit untuk berdiskusi, mereka merasa ada yang salah, dari bagaimana desa ini ada ataupun tingkah laku warga desa disini.


Saat mereka sedang serius berdiskusi, langit diatas desa tersebut menghitam, angin kencang berhembus, dan kekacauan nampak akan segera terjadi di desa tersebut, Si Zheng memandang langit dengan serius.


Tbc~


Like ya!

__ADS_1


Oh, iya. Maaf karena saya jarang update, entah mengapa tugas di dunia nyata semakin banyak dan bertumpuk, dan ya... Sebenarnya catatan cerita ini banyak yang hilang, jadi saya mengubah beberapa hal karena itu, mungkin kedepannya saya akan mengganti judul ceritanya karena bagian yang hilang kebanyakan berhubungan dengan Si Feixiang dan mengapa dia menjadi 'the mysterious doctor '


See ya!^^


__ADS_2