
Si Feixiang terdiam sejenak, ia menghela nafasnya sebentar, "Dewa takdir... Dewa takdir, aku butuh bantuanmu saat ini. " ucapnya lirih, tubuhnya masih sedikit kurang nyaman, Si Yisheng adalah wanita berusia 22 tahun sedangkan Si Feixiang adalah wanita berusia 13 tahun, itu membuatnya tidak terbiasa.
Tak lama sesosok pria berambut putih salju
menampakkan dirinya, "Sudah kubilang panggil aku Yuan Sheng! Hah... Lupakan, kau perlu bantuan apa?" Si Feixiang menatap sebentar kearah Yuan Sheng, dia menghela nafasnya.
"Bisakah kau menyembuhkan cidera di dantian tubuh ini? "
"Tentu bisa, tapi kusarankan agar kau tidak terburu -buru. Aku akan menyembuhkannya sekarang tetapi kau bisa memulai kultivasi besok hari. " Ucap Yuan Sheng yang paham akan maksud dari ucapan Si Feixiang.
Si Feixiang mengangguk pasrah, yang jelas cidera di dantiannya harus segera disembuhkan. Yuan Shen mengangkat jari telunjuknya kedahi Si Feixiang, cahaya putih memancar dari jarinya. Si Feixiang meringis kecil, perutnya sangat sakit seperti di tusuk -tusuk oleh jarum.
"Sudah, kau tahukan harus meminum obat apa untuk benar -benar pulih?" Yuan Sheng bertanya memastikan, Si Feixiang hanya mengangguk kecil, tubuhnya terasa sangat lemah dan sakit, bahkan ia terlihat sedikit pucat.
"Sudah dulu, aku akan mengurus beberapa hal sehingga mulai besok aku akan bisa mulai untuk menuntun dirimu di dunia ini. " Ucap Yuan Sheng sebelum menghilang dengan cepat seakan ia tak pernah ada disana.
Besok paginya, Si Feixiang terbangun dengan cepat. Salah seorang pelayan bernama Lin Yewan segera masuk ke kamar Si Feixiang saat ia bangun, "Tuan putri, Air untuk anda mandi telah siap. "
Si Feixiang menatap kearahnya sebentar, ia memasang senyum kecil di bibirnya, "Baiklah, tinggalkan aku sendiri setelah kau selesai menyiapkan pakaian ku. " Ucapan Si Feixiang membuat Lin Yewang terheran, tidak biasanya putri seperti ini, pikirnya.
Si Feixiang segera memasuki pemandiannya, ia memasuki air dengan perlahan dan mulai berendam, tak lama sekitar sepuluh menit ia bangkit dan berjalan keluar dengan handuk melilit di tubuhnya.
Ia menatap hanfu hijau yang disiapkan oleh Lin Yewang, ia menghela nafasnya lagi, "Hah.. Mengapa pakaian di zaman sekarang sangat merepotkan?" pikirnya heran. Ia menghendikkan bahunya acuh tak acuh, untungnya di kehidupan sebelumnya ia pernah beberapa kali memakai pakaian seperti itu.
__ADS_1
Ia memakainya cepat, pikirnya ia sedang terburu -buru. "Tuan putri, ini uang bulanan anda. " Lin Yewang masuk secara tiba -tiba membuat Si Feixiang terkejut, tak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? Pikirnya namun ia terap diam dan menerima sekantong koin perak, "Ah... Bahkan uangnya pun masih koin begini.. " gumamnya kecil.
Si Feixiang mengingat sesuatu, ia ingat bahwa Si Feixiang yang asli jarang menggunakan uang bulanannya sehingga masih tersisa banyak bahkan di akhir bulan, dan ia menyimpannya di sebuah cincin penyimpanan yang ia letakkan di dalam laci meja riasnya.
Si Feixiang bergegas ke meja riasnya, Lin Yewang sudah beranjak pergi setelah mengatakan bahwa Si Feixiang bisa ke ruang makan sekarang saat Si Feixiang masih larut dalam pikirannya.
"Ah... Ini dia!" Si Feixiang berucap senang, selain itu ia telah mengerti bagaimana cara menggunakan cincin tersebut. Ia memasuki kesadarannya dalam cincin dan ia bertambah senang pasalnya uang didalam sana ada beberapa kantong, bahkan ada beberapa koin emas disana. 'Wah.. Si Feixiang ini sangat kaya, terima kasih telah menyimpan uang ini' ucap Si Feixiang dalam hati.
Setelahnya ia memasukkan kantong yang ia terima tadi kedalam cincin penyimpanannya dan mengenakan cincin tersebut sebelum ia bergegas pergi menuju ruang makan dengan petunjuk dari ingatan Si Feixiang.
Saat sampai disana, ia sudah bisa melihat ayah, ibu dan ketiga kakaknya disana. "Selamat pagi ayah, ibu, kakak pertama, kedua dan ketiga. " sapa Si Feixiang saat cukup dekat dengan mereka, ia lalu menarik kursi dan duduk disebelah kakak pertamanya.
"Pagi juga. "
Acara sarapanpun dimulai, Si Feixiang memakan dengan pelan, ia merenggut tak senang pasalnya rasa masakkanya terasa hambar dan kekurangan bumbu, bahkan ayam bakarnya sedikit gosong. Namun ia terheran melihat semua keluarganya makan dengan lahap seakan masakan tersebut sangat lezat.
Beberapa saat kemudian saat makanan sudah habis satu per satu dari mereka pergi dari ruang makan. Si Feixiang mengajak pelayan pribadinya, Lin Yewang untuk menemaninya pergi ke kota.
Lin Yewang sempat terheran karena setahunya tuan putri hanya akan keluar keistana saat ada perlu atau untuk bersapa dan bertatap muka dengan para rakyat.
Mereka berjalan ke kota tanpa mengetahui bahwa ayahnya mengirim beberapa pengawalnya untuk mengawal mereka dalam bayangan, tentu setelah kejadian putri bungsunya keracunan sifat overprotective nya sebagai seorang ayah meningkat.
Lima menit Si Feixiang dan Lin Yewang berjalan sampailah mereka ke pusat kota, banyak penjual disana - sini, ada yang penjual manisan, kue - kue, perhiasan dan sebagainya disepanjang jalan.
__ADS_1
Si Feixiang melakukan kebiasaan sebelumnya agar tidak terlihat mencurigakan walau ia kurang terbiasa, para rakyat disana menyambut kehadiran Si Feixiang dengan senang hati karena mereka semua menyukai sifat Si Feixiang.
Si Feixiang berjalan ke toko obat diikuti Lin Yewang, saat keduanya masuk dapat mereka cium aroma obat - obatan yang menyengat dan khas, tak membuang waktu Si Feixiang pun segera memanggil seorang petugas toko untuk mencari obat yang ia inginkan.
"Permisi saya ingin membeli pil lotus darah, ginseng 10 tahun, dan pil putih yin. "
Petugas tersebut menatap kearah Si Feixiang sedikit horor, ia segera mengangguk dan masuk kebagian dalam toko untuk mengambil pesanan yang diminta oleh Si Feixiang.
Tak lama petugas itu kembali dengan 3 bahan obat yang dipesan, "Ini nona, jumlahnya 2 koin emas dengan potongan karena pil lotus darah, kami tidak tahu apa manfaatnya yang
membuat nona ingin membeli ini. "
Si Feixiang memasukkan ketiganya ke dalam cincin penyimpanan miliknya dan mengeluarkan 2 keping emas lalu menyerahkannya pada petugas toko tersebut, "ini uangnya. "
Si Feixiang pun keluar dari toko tersebut bersama Lin Yewang setelah urusan tersebut selesai, "Haih.. Mengapa aku merasa bahwa gadis itu mengetahui manfaat pil lotus darah itu?" ucap seorang sepuh sambil mengelus jenggot panjangnya.
Si Feixiang berjalan dengan riang karena walaupun kualitas pil lotus darah yang is beli hanya kualitas menengah tetapi orang yang menjualnya bahkan tak mengetahui betapa besar manfaat pil tersebut, ia tertawa jahat ketika memikirkanya.
Tbc~
Dewa takdir (Yuan Sheng )
__ADS_1
.
Tolong tinggalkan like dan komentar agar cerita ini lebih sering update ^^