
Jie Si Chang menginap di sebuah penginapan sederhana di ujung kota petir hitam -pusat kerajaan petir - dia sedang melihat pemandangan dari jendela kamarnya yang berada di lantai tiga.
Memandangi keindahan kota di tengah senja sambil minum cangkir berisi teh, sungguh hari yang tenang dan damai. Tapi itu tidak berlangsung lama karena keributan yang membuatnya mengernyitkan dahinya.
"Dimana anjing sialan itu?! Jika aku melihatnya aku akan merobek -robek tubuhnya dan menjadikannya makanan beastku!"
"Sialan! Dia menghilang lagi! Aku bersumpah akan menguliti dirinya hidup -hidup dan memanggangnya setelah dia dikuliti!"
Itu, dibawah sana, Jie Si Chang dapat melihat sekelompok manusia dengan pakaian sejenis berteriak dan memaki seperti orang gila, "Apakah mereka kurang kerjaan hingga mencari anjing? Tidak, pakaian mereka menunjukkan identitas mereka sebagai anggota pavilion hewan buas, sejak kapan mereka peduli dengan anjing?"
Dengan penasaran dia keluar dari kamarnya dan menuju keluar penginapan, matanya melirik sekitar sebelum ia melangkah mendekati mereka, tapi dia tidak menyapa mereka, hanya memandangi dengan heran.
Kelompok itu berisi lima orang dengan tiga laki - laki dan dua perempuan, mereka berusia sekitar belasan tahun dan nampak membawa hewan yang berbeda -beda, salah satu dari mereka menyadari kehadiran Jie Si Chang dan kemudian dia menuju dirinya.
"Salam senior, apa anda pernah melihat anjing yang aneh?" Tanyanya sambil menangkupkan tinjunya, Jie Si Chang memandanginya seakan - akan bertanya, 'Serius?'
"Sejak kapan pavilion kalian peduli pada anjing?" tanya Jie Si Chang pada akhirnya, pemuda dihadapannya menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya, "Itu buruk, saya Luo Shi, murid dalam pavilion binatang buas secara pribadi disuruh mencari jejak anjing itu.
Dia terlalu biadab, senior, asal anda tahu, dia entah datang dari mana, memakan sebagian besar sumber daya sekte yang seharusnya menjadi jatah makanan beast kami selama satu tahun, dia juga membebaskan banyak beast yang belum kami jinakkan.
Lebih buruk, anjing itu adalah binatang mesum, dia mengintip di pemandian wanita dan dengan wajah bodohnya dia merobek - robek pakaian ganti mereka, dia juga membunuh beberapa murid yang hendak menangkapnya, hah... "
__ADS_1
Pemuda bernama Luo Shi itu tidak bisa membantu tapi menggerutu dan memaki anjing tersebut, "Mengutuk! Anjing itu terdengar menyebalkan, bagaimana ciri -cirinya?" Jie Si Chang mengangkat alisnya saat bertanya.
"Anjing itu memiliki bulu berwarna emas yang tebal, tubuhnya lebih besar daripada anjing pada umumnya, mungkin seukuran anak kuda tapi lebih kecil, tubuhnya terlihat kokoh dan berotot, wajahnya terlihat bodoh dan konyol, aku tidak yakin dia benar -benar anjing tapi setelah memastikan dia benar -benar anjing. "
Jie Si Chang memutar bola matanya saat mendengar deskripsi anjing tersebut, itu terlihat konyol tapi dia merasa bisa mendapatkan gambaranya dengan jelas di kepalanya.
"Ada anjing seperti itu? Kurasa aku tidak pernah melihatnya dan yang mungkin sejenis dengan anjing itu. " Jie Si Chang tiba -tiba merasa tertarik dengan anjing tersebut, itu terdengar menarik mendengar seekor anjing bisa membuat sekte besar seperti pavilion hewan buas sampai menanganinya secara pribadi.
"Itu tidak aneh senior, dia sungguh makhluk yang aneh, bahkan para tetua tidak bisa menemukan dimana dia bersembunyi, anjing itu seperti memiliki kemampuan untuk bersembunyi. " Luo Shi menjelaskan, mendengar itu Jie Si Chan merasa semakin tertarik.
"Jika takdir mengizinkan, aku ingin melihat anjing itu. " gumam Jie Si Chang pelan, tapi sungguh suatu ketika dia akan mengutuk keinginanya untuk bertemu anjing itu, dia akan memiliki keinginan menampar wajahnya dan memukul kepalanya ketika dia mengingat pikirannya saat ini, tapi itu akan menjadi nanti, menjadi cerita masa depan.
-istana kerajaan petir -
Di sebuah kediaman, seorang pemuda memakai pakaian biru gelap, rambut panjangnya dibiarkan berkibar bebas, matanya tertutup rapat dengan tubuhnya dalam posisi duduk bersila.
Dia Xiao Chen, selalu berkultivasi setelah kepergian Si Feixiang, sebuah cahaya biru keunguan memancar dari tubuhnya dan semakin tebal setiap saat.
Saat cahaya itu sudah sangat padat itu membias memasuki tubuhnya dengan kecepatan ekstrim, Qi di beberapa mil jauhnya dari tempatnya habis tersedot, membuat dunia terlihat hening dan penuh kekosongan.
Beberapa saat kemudian dia membuka matnya, dua sinar ungu dingin memancar dari matanya, seseorang dengan kultivasi rendah pasti akan menggigil ketika menatap matanya saat ini.
__ADS_1
"Akhirnya aku memasuki ranah Soul Wandering. " dia bangkit dari duduknya dan kemudian merenggangkan tubuhnya, bunyi retak tulang terdengar keras dari tubuhnya seakan -akan seluruh tulang ditubuhnya patah.
Xiao Chen memandangi pedang yang ada disebelahnya, dengan gerakan meraih, pedang tersebut terbang seakan terpanggil secara spontan, suara berdengung terdengar keluar dari pedang tersebut.
Kilatan petir berkibar-kibar seperti sedang berenang melewati tubuh pedang tersebut. Xiao Chen menggenggamnya erat dan membawanya keluar dari kamarnya, dia melihat kanan kiri dan menghendikkan bahunya.
Xiao Chen mengambil gerakan memutar sebelum dia terbang menuju danau yang berada di dekat kediamannya, Qi agung memancar dari tubuhnya terkesan mistis ketika dia terbang dengan cepat.
Melewati danau dan terbang menuju pulau ditengah - tengah danau tersebut, saat dia menginjakkan kakinya, tanah tiba -tiba bergetar seakan dunia sedang gempa, membuat Xiao Chen menatap lurus dengan waspada.
*Hong Long *
Bunyi berdengung terdengar dari dalam pulau, hal itu membuat wajah Xiao Chen memggelap, "Apa yang terjadi?!" dengan panik dia terbang menuju asal suara segera.
Itu menuju arah gerbang batu yang nampak seperti reruntuhan, itu membawa aura kuno yang kental dan membuat seseorang ingin bersujud di depan gerbang batu tersebut.
Xiao Chen memandanginya dan wajahnya semakin menggelap tapi tidak lama kemudian dia meradakan kehadiran seseorang di dekat gerbang tersebut, sedikit ragu, Xiao Chen mempercepat kecepatan terbangnya.
Tbc ~
Jangan lupa di like ^^
__ADS_1