
Beberapa saat barulah Bai Hu menyadari bahwa ia diperhatikan oleh gadis di sebelahnya, ia juga baru menyadari bahwa ia sudah berubah menjadi setengah harimau.
Bai Hu menepuk dahinya, dia menghela nafasnya dan memandangi gadis di sebelahnya, "Kau siapa? Kenapa memandangiku terus?" gadis itu terkesiap sebelum menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"namaku Fei Lingling, aku adalah putri dari klan vermilion, kulihat kau adalah siluman harimau yang katanya sudah punah, jadi kurasa kau akan ke makam kuno klan harimau.... Itu, bisakah aku ikut bersamamu ke makam itu?"
Bai Hu menaikkan alisnya, mendengar namanya dia teringat beberapa siluman tadi berbicara tentang putri Ling yang misterius dari kediaman vermilion. "Bisa kau katakan apa alasanmu ingin kesana?" tanya Bai Hu sedikit memelankan suaranya.
"Itu... Mari kita pergi ke tempat yang lebih sepi, aku rasa ini sedikit rahasia. " dia menganggaruk pipinya canggung, Bai Hu meneguk sekali lagi araknya sebelum mengangguk dan ke luar dari bar bersama gadis bernama Fei Lingling tersebut.
Mereka berjalan beberapa saat sebelum berhenti di dekat hutan yang nampak sepi, Fei Lingling menghela nafasnya, jari -jari kedua tangannya saling mengetuk, terlihat dia sedikit ragu dan canggung.
"kau pasti tahu kami klan vermilion pasti memiliki elemen api, tapi aku memiliki satu elemen yaitu racun, aku tidak memiliki elemen api seperti orang -orang di klanku, klan yang biasanya terkenal dengan penyembuhannya malah menjadi racun sepertiku. "
"Aku mengetahui di dalam makam kuno klan harimau ada sebuah benda yang membuatku bisa memiliki elemen api, aku mencoba berbicara dengan ayahku tapi dia menolaknya, akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri dan aku bertemu dengan dirimu tadi. "
Dia menutup penjelasannya dengan senyum tipis, "jadi kuharap kamu dapat membantuku tuan, aku berjanji akan membalas budimu suatu saat nanti, entah dikehidupan ini ataupun kehidupan setelah ini. " Bai Hu menghela nafasnya panjang.
"Namaku Bai Hu, baiklah kau boleh ikut denganku, sebagai bayaran di muka, bisakah kau menceritakan semua yang kau ketahui tentang klan Bai?" Fei Lingling mengerutkan dahinya mendengar permintaan Bai Hu.
Fei Lingling berfikir sejenak sebelum menceritakan beberapa ratus tahun yang lalu klan Bai adalah klan terhormat, apalagi setelah kelahiran Bai Li yang menjadi salah satu dari empat penjaga utama.
__ADS_1
Ketenaran itu membuat beberapa pejabat klan Bai begitu menyombongkannya dan sering menindas klan yang lemah, hingga ketika Bai Li diangkat menjadi dewa dan meninggalkan klannya, situasi klan Bai memburuk.
Mereka bermalas -malasan ketika Bai Li ada, dengan begitu ketika Bai Li pergi kekuatan klannya berkurang drastis. Sejak saat itu klan lain dan siluman lain yang tersinggung oleh klan Bai mulai balas dendam.
Klan Bai banyak menjadi budak, banyak yang kehilangan nyawa dan beberapa menjadi yatim dan sebatang kara. Tapi samar -samar terdengar bahwa ada klan Bai yang selamat mereka mendirikan klan jauh dari desa siluman dan hampir mendekati wilayah manusia.
Fei Lingling menutup penjelasannya sampai sana karena hanya itu yang ia ketahui, tangan Bai Hu mengepal erat, dia menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya dari emosi yang melonjak-lonjak.
"Baiklah, mari kita pergi ke makam kuno itu, dan terima kasih atas informasinya. " Bai Hu tersenyum manis, dia menurunkan tudung kepalanya dan memperlihatkan wajahnya.
Fei Lingling mengangguk, dia berubah wujudnya, telingannya menjadi bulu -bulu kemerahan dan sayap kecil muncul di punggungnya, matanya menajam dan garis -garis hijau menghiasi pupinya, keduannya melesat cepat menuju arah makam kuno.
.
"Ah... Ini kerajaan angin, lihat ada petunjuk disana. " Yun Bingbing menunjuk papan bertuliskan hutan angin yang menjadi batas kerajaan angin dan hutan kematian yang menuju sekte 1001 malam.
"Yang kutanyakan bagaimana kita bisa sampai disini?" Si Zheng menyentuh dagunya tampak berfikir keras, "Entahlah, yang kuingat adalah mata yang kejam dan dingin memandangi kita sebelum kita pingsan. "
"Ah sudahlah, mari kita masuk ke hutan, seharusnya setelah melewati hutan angin ada hutan kematian, setelah kita melewatinya kita akan sampai ke sekte. " Ucap Si Zheng menghendikkan bahunya.
Dia berjalan masuk bersama Yun Bingbing dan terlihat waspada, mereka sesekali harus menghentikan perjalanan untuk melawan hewan -hewan liar atau membantu beberapa kultivator kesusahan yang mereka temui.
__ADS_1
.
Xiao Chen sedang berlatih pedang ketika Si Feixiang pergi ke hutan petir, dia pergi secara sembunyi -sembunyi, hutan petir ini lebih berbahaya daripada hutan yang lain, selain terkadang petir menyambar, hewan -hewan disini memiliki kekuatan yang begitu besar.
Si Feixiang tidak ingin membawa Xiao Chen menghadapi kesulitan yang tidak perlu, lagipula Xiao Chen sudah sering berada di kondisi hidup dan mati sedangkan dirinya jarang mengalami kejadian tersebut.
Yuan Sheng sering berkata bahwa berada di kondisi hidup dan mati memiliki manfaat yang bagus, selain bisa membantu meningkatkan praktik juga membuat seseorang dapat mengeluarkan kemampuan maksimalnya.
Mengingat Yuan Sheng, dia tidak menampakkan diri cukup lama, Si Feixiang khawatir sosok yang sudah dianggapnya sebagai guru itu sedang dalam bahaya, ada perasaan tidak tenang dihatinya.
Si Feixiang melangkahkan kakinya dengan pelan, tiba -tiba beberapa ratus meter di hadapannya petir menyambar kearah pohon beringin, dia terlonjak dan bulu kuduknya merinding.
"Hutan ini mengerikan sekali, petir itu menyambar sesuka hatinya saja. " dia bergumam dan membelokkan arah jalannya ke sebelah kiri.
Dia terus melangkah hingga dia melihat seekor serigala putih terluka di hadapannya, jiwa dokternya muncul, dia berlari ke serigala putih kecil tersebut, serigala itu nampak masih berusia beberapa bulan saja dari ukurannya.
Si Feixiang mengalirkan api penyembuhnya untuk mengobati luka di kaki serigala tersebut, serigala tersebut mengusap kepalanya ke paha Si Feixiang sebelum menjilati pipi Si Feixiang.
Setelah lukanya sembuh Si Feixiang kembali melangkah meninggalkan serigala tersebut, beberapa meter kemudian Si Feixiang menyadari sesuatu, dia berbalik dan menemukan serigala tadi mengikuti dirinya.
Merasa tak tega Si Feixiang mengangkat serigala tersebut dalam gendongannya dan membawanya keluar dari hutan tersebut, melupakan niat awalnya untuk berlatih dan berada dalam kondidi berbahaya.
__ADS_1
Di dekapannya sesosok serigala putih yang sangat lucu membuat Si Feixiang teringat dengan peliharaannya di zaman modern, dia ingin bernostalgia dengan serigala kecil tersebut.
Tbc ~