Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
23. Jiwa pelindung lainnya


__ADS_3

Sebuah cahaya kebiruan muncul di dekat gerbang tersebut, cahaya tersebut membentuk sosok pria berusia sekitar pertengahan dua puluh tahunan, Qi kuat memancar dari tubuhnya yang sedikit transparan seakan-akan dia adalah makhluk paling mendominasi di dunia ini.


Sosok itu memiliki rambut kebiruan mata hitam tak berujung seperti jurang, alis tajam dan ekspresi tegas serta mendominasi, dia memakai armor hitam bersisik, jubah panjang berkibar di belakangnya dan sepasang tanduk naga di kepalanya, secara keseluruhan dia tampak seperti naga yang menyamar menjadi manusia.


Dia menatap Xiao Chen, memeriksa dari atas kebawah sebelum menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya, dia terlihat seperti sosok yang kehilangan hal berharga seakan -akan dia baru saja melihat hal yang sia -sia.


Xiao Chen ingin mengatakan sesuatu tapi semuanya dia tahan dalam hatinya, beberapa saat keduanya hanya saling memandang, hingga sosok itu mulai maju mendekati Xiao Chen.


Sosok itu melepaskan pukulan ke arah perut Xiao Chen, membuat Xiao Chen terbang beberapa meter ke belakang dan memuntahkan darah dari mulutnya, alih-alih protes dia nampak pucat dan pandangan matanya kosong.


Xiao Chen menyadari bahwa sosok itu melepaskan segel di dantiannya, saat segel terbuka, raungan naga bergemuruh dalam tubuhnya, ini membuat Xiao Chen cukup takut.


Sebenarnya dia menyegel dantiannya karena hal ini, membuat praktiknya lebih lambat, tapi dia merasa dia memang harus melakukannya. Saat ini basis kultivasinya melonjak dari Soul Wandering tahap 1 ke Soul Wandering tahap 5 itu baru berhenti ketika sampai pada puncak tahap ke 5 dan satu langkah menuju tahap ke 6.


Xiao Chen melihat dantiannya, dalam dantian tersebut, tanda naga terbentuk secara gila-gilaan, 5... 10... 20... 50... 100... Dan itu baru berhenti ketika berada di kisaran 700 an, skala naga azure muncul ditubuhnya, dan mata hitamnya berubah menjadi dipenuhi kilatan petir.


' Roarr.. '


Xiao Chen meraung, mengeluarkan auman -auman naga selama hampir lima menit, kemudian skala naga pada tubuhnya perlahan menghilang dan matanya kembali normal.

__ADS_1


Sosok di hadapannya tampak mengangguk puas, "Baik, aku Li Jie, pelindung utama generasi era kekacauan pertama. " memperkenalkan namanya dengan suara sedikit arogan.


"Pertama, aku bertanya, kenapa kau menyegel dantianmu?" pandangan matanya menunjukkan sedikit ketidak sukaan ketika dia membahas hal ini.


Xiao Chen tertegun, "Se-senior... Itu karena saya tidak mengerti tentang raungan dan tanda naga di dantian saya, itu membuat saya ragu dan sedikit khawatir. " dia menjawab dengan gelagapan.


"Bodoh! Kamu memiliki tubuh naga, itu adalah kelangkaan yang bahkan tidak bisa di temukan dalam puluhan ribu tahun! Kau menyia -nyiakanya selama ini, dan yang membuatku makin tidak senang adalah kau menyiakannya saat kau adalah seorang pelindung utama yang muncul di era kekacauan kedua ini!"


Xiao Chen menundukkan kepalanya saat mendengar penuturan Li Jie, "Hah... Lupakan masalah ini, baiklah, untuk yang kedua, aku akan menjelaskanmu tentang bangsa iblis.."


Li Jie menjelaskan semua hal yang ia ketahui tentang iblis, pada dasarnya penjelasannya hampir sama seperti bagaimana Bai Li menjelaskan pada Bai Hu.


.


-Kerajaan api-


Saat ini di istana kerajaan api, Si Xiang Hua membawa beberapa tumpuk berkas dan buku -buku yang nampak usang, ia berlari kecil menuju kamarnya dengan gelisah dan keringat dingin menetes dari dahinya.


Saat sampai dikamarnya, ia meletakkan bawaannya dengan hempasan kasar ke atas tempat tidur, dia kemudian menutup pintu dengan kuat, Si Xiang Hua bersandar pada pintu dan perlahan merosot kebawah dengan nafas tak beraturan.

__ADS_1


"Aku.. Aku berhasil! Haha, aku berhasil mencurinya dari kakek tua itu, kiki.. " dia tertawa dengan terengah -engah, setelah dia menenangkan diri dia mulai membaca informasi dari berkas yang ia bawa.


Si Xiang Hua menaikkan alisnya saat dia membaca informasi tersebut lagi dan lagi hingga tidak ada lagi tempat ia bisa menaikkan alisnya lagi. Dia mendengus dan melempar lembaran kertas itu tanpa menoleh.


"Sialan! Informasi ini tidak lengkap! Pasti pak tua itu menyembunyikan bagian paling penting ya, itu pasti!" mengumpat dengan kobaran kemarahan di matanya, dia melirik sekilas lagi sebelum masuk dalam pikiran mendalamnya.


Saat dia tengah berpikir, cermin rias di dekatnya bergetar hebat, membuat pikiran amarah Si Xiang Hua digantikan oleh sedikit ketakutan, dia mendekati cermin lalu duduk di kursi.


Bayangan seorang pria empat puluh tahunan muncul tak lama kemudian, dia memiliki tanduk hitam dan sayap kelelawar di punggungnya, wajahnya pucat dan kantung mata hitam serta wajah penuh goresan luka terlihat pada dirinya.


"Lord yang agung!" Si Xiang Hua berucap dan menundukkan kepalanya dengan hormat dan ada sedikit ketakutan juga, sosok yang ia panggil sebagai Lord mengangguk dan melambaikan tangannya.


"Gui Mo, besok pergilah ke tempat biasa untuk rapat, " sosok itu memicingkan matanya menatap Si Xiang Hua, "pastikan informasimu cukup lengkap dan pastikan juga pemilik tubuh yang kau gunakan tidak akan bangun kembali. "


"Ya, Lord!" Si Xiang Hua segera membalas dan menganggukkan kepalanya dengan cepat membuat siapa saja yang melihat dirinya takut bahwa lehernya akan patah atau kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.


Sosok di cermin memandang sebentar sebelum menghilang dari cermin, setelah sosok itu tak terlihat, Si Xiang Hua menghela nafas lega dan memandangi tajam pada berkas di atas tempat tidur.


"Sialan! Pak tua itu membuat tugas ini lebih rumit, aih... Seandainya tubuh ini memiliki basis budidaya yang lebih tinggi.... Hah... Besok ya. "

__ADS_1


Tbc ~


__ADS_2