Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
19. Yuan Sheng kembali


__ADS_3

Si Feixiang mengelus kepala White, serigala kecil yang ia ambil dari hutan petir itu kini mulai sedikit lebih besar. Berbulan - bulan sudah ia habisi dengan damai di kerajaan petir walau semua aktifitasnya terkesan monoton.


Satu tahun lagi, satu tahun lagi ia akan memasuki sekte 1001 malam. Menghela nafasnya dan menatap ke langit, merenung akan apa yang sebenarnya harus ia lakukan, semenjak ia secara membingungkan berada di dunia berbeda dengan ingatan dunia sebelumnya ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.


Balas dendam?lalu? Habis itu dia akan melakukan apa? Dia merasa tidak ingin balas dendam tapi mengubahnya ke jalan yang berbeda sesuai dengan apa yang ia pelajari dari kehidupan sebelumnya.


Di kehidupan sebelumnya dia tumbuh menjadi dua orang yang berbeda, di satu sisi dia adalah dokter yang baik hati tapi di sisi lain dia adalah pembunuh bayaran nomor satu yang memiliki dendam.


Tapi, setelah dendamnya ia lakukan, dengan membunuh mereka yang merebut semuanya darinya Si Feixiang hanya merasa kekosongan, ada sesak di dada, dia tidak merasa lega seperti apa yang ia harapkan.


Pada akhirnya di kehidupan sebelumnya, walaupun ia berhasil membalas dendam, itu tidak akan mendapatkan kembali apa yang telah hilang, ia tidak mendapatkan orang tuanya lagi, kasih sayang mereka, dan semua yang hilang di malam kejadian.


Si Feixiang menunduk, memandangi White dalam, "Bukankah lebih baik memulai memperbaiki semuanya daripada harus mengalami kejadian seperti sebelumnya? " gumamnya pelan, dia tidak tahu bahwa Si Xiang Hua bukan lagi dirinya.


Dari lamunannya ia di kejutkan ketika sosok berambut putih yang wajahnya sudah lama tak ia lihat tiba -tiba muncul di ruang hampa, Si Feixiang hampir menjerit ketika melihat penampilan sosok tersebut.


Dihadapannya adalah Yuan Sheng, bukan wajah tampan dingin atau senyuman yang biasa dilihatnya, tapi kini, Yuan Sheng dengan kantung mata hitam yang sangat kontras kelihatan, rambut yang acak acakan tak terawat, dan baju yang yang kusut dan berantakan.


"Guru Yuan?! Apa yang terjadi padamu?!" Si Feixiang tak mampu menahan keterkejutannya, bagaimanapun Yuan Sheng yang biasa ia lihat adalah sosok yang tampan, rupawan dan rapi bukan seperti sosok di depannya.

__ADS_1


"Uhuk... Ini tidak penting, aku lupa bahwa aku belum bersiap tunggu sebentar. " ucapnya menjentikkan jari dan menghilang di ruang hampa, tak lama ia muncul kembali, kini sudah rapi, dan kantung matanya sudah tak terlihat.


"Haih... Beberapa waktu lalu sungguh adalah waktu yang melelahkan, oh, ya. Feixiang kurasa kau harus pergi ke tempat yang ditunjuk dalam buku yang kamu temukan di perpustakaan waktu itu, story of the queen heavenly phoenix apalah itu. "


Si Feixiang nampak bergikir sejenak, "Ah... Aku hampir lupa bahwa aku punya buku itu. Dan.... Maksudmu peta absurd yang ada di halaman terakhir itu?" tanyanya dan mendapat tanggapan bingung Yuan Sheng.


Menaikkan alisnya, Yuan Sheng berfikir sejenak sambil mengelus dagunya, "Peta absurd? Hm... Kurasa memang yang itu..?" ucap Yuan Sheng tidak yakin dan Si Feixiang hanya menepuk dahinya menahan umpatan dalam hatinya.


.


Sekte 1001 malam,


Dia ingin tertawa tapi ketika mengingat cerita yang dialami keduanya ia tak tega untuk melakukannya, sudah mulai perjalanan, bertemu demonic beastlah, bertemu ilusi- ilusi anehlah, terlempar kesana -sini pun.


Xuan Wu akhirnya hanya bisa pamit pergi, dia menuju ke kediaman patriak sekte 1001 malam, Jie Li. Dalam langkahnya dia melihat orang -orang sektenya tampak lebih sibuk daripada biasanya, namun Xuan Wu tidak terlalu peduli sehingga ia hanya melanjutkan langkahnya.


Saat dia sampai, dia dapat melihat patriak Li sedang bersama pria dengan bekas luka di mata kirinya, dia adalah tetua pertama, Jie Shan serta seorang yang nampak seusia atau lebih tua dari patriak Li, dia adalah grand elder sekte 1001 malam, Jie Hei.


Xuan Wu mensngkupkan tinjunya memberi hormat pada mereka bertiga, "Ada apa Xuan Wu?" tanya patriak Li, Xuan Wu kemudian menceritakan apa yang dialami oleh Si Zheng dan Yun Bingbing.

__ADS_1


"Oh...? Menarik, tapi mengapa mereka berdua yang melihat ilusi itu? Itu seharusnya salah satu dari para pelindung generasi selanjutnya, mungkinkah mereka juga? Tapi bukankah itu sudah Shen bersaudara?" tanggap patriak Li setelah mendengar semua cerita Xuan Wu.


Ketika patriak Li bersama grand elder merasa bingung, Xuan Wu bisa melihat senyum sinis di wajah Jie Shan, tapi Xuan Wu memutuskan untuk tidak memberi tanggapan apapun, dia kemudian mensngkupkan tinjunya dan pamit untuk pergi, hal yang ingin ia sampaikan sudah terlaksana, jadi buat apa dia disana lagi?


Xuan Wu kemudian kembali ke halaman rumahnya di sekte 1001 malam, itu adalah rumah sederhana dengan dominasi warna hitam dan putih, pekarangan halamannya di penuhi tumbuhan herbal dan kursi -kursi terlihat disisi sebelah kiri.


Xuan Wu berjalan ke arah kursi dan duduk dia merenggangkan tubuhnya, dia kemudian menatap langit dan menghela nafas panjang, "Semua terjadi begitu cepat.... Seperti ada sesuatu yang aneh akan terjadi... "


Di sisi lain sekte, Si Zheng membawa Yun Bingbing pada petugas administrasi, dia menyerahkan surat dengan cap segel sekte 1001 malam setelah melihat surat itu petugas tersebut menganggukkan kepalanya sebelum mengurus beberapa hal dan kemudian menyerahkan token yang menjadi identitas sekte.


Si Zheng dan Yun Bingbing, keduanya kemudian berlalu pergi, Si Zheng membawa Yun Bingbing untuk berkeliling dan memperkenalkan lingkungan sekte kepadanya.


Mereka berhenti di dekat sebuah pagoda dengan sembilan lantai, "Ini tempat latihan wajib, ketika para murid melewati lantai tujuh mereka akan menjadi tetua, melewati lantai delapan menjadi tetua utama dan melewati lantai sembilan berkesempatan menjadi 100 tetua agung. " Si Zheng menjelaskan.


Mata Yun Bingbing berbinar cerah ketika melihat bangunan megah tersrbut, dibuat dari bijih tertentu dan kristal binatang iblis, itu terlihat mistis dan aura kuno yang pekat, "Suatu saat aku akan melewati lantai sembilan!" tekad Yun Bingbing dalam hatinya.


Tbc~


**Halo! Jangan lupa like setiap selesai kalian baca, saya agak merasa bersalah karena lama update, kuharap kalian akan memakluminya disaat masa ini. Tugas saya seakan tidak ada habisnya (T_T)

__ADS_1


Tapi untungnya menjelang bulan ramadhan tugas mulai berkurang, saya rasa saya akan bisa mulai menulis lebih rajin (ノ^o^)ノ**


__ADS_2