Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
5. Pergi ke kerajaan petir


__ADS_3

Segera tak lama kemudian pangeran menghampiri Si Feixiang, "Perkenalkan, aku adalah pangeran kedua kerajaan petir, Xiao Chen. Kau bisa memanggilku dengan namaku saja. " ucapnya sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Si Feixiang memandangi tangan Xiao Chen sebelum membalas jabatan tangannya, "Putri ketiga kerajaan api, Si Feixiang. Kau juga bisa memanggilku dengan namaku saja. " Xiao Chen tersenyum tipis, tak menghiraukan tatapan aneh dari orang lain.


"Ah.. Pangeran bisa kau lepas genggaman tanganmu?" ucap Si Feixiang pada akhirnya karena ia tidak bisa menarik tangannya, kekuatan macam apa? Pikirnya memandang sedikit ngeri kearah Xiao Chen.


"Uhuk... Kurasa Si Feixiang kau ajaklah pangeran kedua mengelilingi kota sekaligus mempererat hubungan kalian. " ayah Si Feixiang berujar ringan dan dibalas anggukan oleh Si Feixiang dan ia langsung menarik tangan Xiao Chen dan berjalan meninggalkan ruang pertemuan, beberapa pengawal pangeran bergegas pergi untuk menjaga keamanan mereka berdua dalam bayangan.


Dalam perjalanan Xiao Chen memperhatikan Si Feixiang, ada sesuatu yang aneh tentang gadis dihadapannya, begitulah pikirnya. Ia melihat sejenak dengan berbagai macam kemungkinan di benaknya sebelum menggeleng kecil.


"Pagi paman... Aku manisan seperti biasanya ya!" Xiao Chen tertegun mengetahui bahwa mereka telah sampai si tengah kota, matanya melirik Si Feixiang yang kini nampak seperti bocah lima tahun yang diberikan permen, "Dasar bocah... " gumamnya tanpa sadar.


Si Feixiang yang masih bisa mendengarnya pun mendengus kesal lalu menginjak kaki Xiao Chen. "Aduh, jangan kasar dong.. " Xiao Chen segera mengambil jarak dengan Si Feixiang dan menatapnya horor.


Si Feixiang tertawa kecil melihat tingkah pangeran, tangannya yang kecil dan seputih salju menutup mulutnya yang sedang tertawa, Xiao Chen yang melihatnya perlahan linglung, keimutan apa? Pikirnya.


Penjual manisan yang melihat tingkah keduannya pun ikut tertawa, "Haha.. Putri, ini manisanmu dan kau tidak perlu membayar ini. " ucap pria paruh baya penjual manisan tersebut, dia nampak senang melihat tuan putrinya berbahagia di hari yang cerah ini.


"Eh.. Tidak bisa begitu dong paman. "


Si Feixiang mengeluarkan satu perak dan memberikannya ke tangan penjual tersebut lalu mengambil manisannya. Si Feixiang menikmatinya dengan hangat, itu adalah salah satu makanan layaknya yang ia bisa coba di dunia yang sekarang.


Dia menawarkan pada Xiao Chen tetapi Xiao Chen menolaknya, pertama ia tidak suka makanan yang terlalu manis, kedua dia lebih suka menikmati pemandangan Si Feixiang yang nampak lucu saat makan.

__ADS_1


Si Feixiang lalu mengajak Xiao Chen mengunjungi beberapa tempat yang cukup terkenal disana, hingga akhirnya Si Feixiang mengajak Xiao Chen ke perpustakaan, dia sudah capek untuk berkeliling sehingga dia memutuskan mengajak Xiao Chen ke perpustakaan sekaligus ia ingin membaca beberapa buku.


Saat masuk, ia melihat suasana yang sunyi dengan beberapa anak muda membaca berbagai jenis buku. Si Feixiang memilih buku bersama dengan Xiao Chen, Xiao Chen mengambil buku tentang sejarah beberapa abad lalu sedangkan Si Feixiang masih terfokus mencari buku.


Si Feixiang mengerutkan dahinya saat sampai di pojok rak, ia melihat sebuah buku usang yang nampak tak terawat disana, hal yang membuatnya bingung adalah buku itu menggunakan bahasa Inggris, itu bukan sesuatu hal wajar di zaman ini.


'story of the queen heavenly phoenix'


Si Feixiang memutuskan untuk mengambil buku tersebut, membawanya ke tempat baca ia duduk di sebelah Xiao Chen, memutuskan untuk mulai membacanya tanpa memperdulikan tatapan aneh Xiao Chen saat melihat bahasa yang digunakan oleh buku tersebut.


'Aku adalah seorang di zaman lain, di duniaku sangat berbeda disini, disana aku terlahir diabad ke 21, saat itu aku adalah seorang jendral wanita terkenal, namun suatu ketika saat aku pergi ke medan perang aku mati dalam tusukkan sahabatku, aku dikhianati negri ku sendiri!


Tapi dewa berbelas kasihan, ia membawaku ke zaman ini dan mengubahku menjadi orang terkuat, saat selangkah aku menjadi dewa kuputuskan untuk membuat buku ini, membimbing kalian yang bisa saja seperti diriku yang berasal dari dunia lain, kuharap kalian bisa menjadi dewa dan bertemu denganku di atas sana.-salam Lan Huanran "


Hal yang membuat Si Feixiang bingung adalah alasan ia mati, dia dikhianati oleh negaranya? Ia jadi teringat kisah guru SMAnya dulu, Lan Swara, dia pernah menceritakan tentang nenek buyutnya yang mati dengan ketidak adilan.


Lama ia termenung hingga suara Xiao Chen membangunkannya, "Apa kau bisa membaca tulisan aneh itu?" Si Feixiang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan ia bisa melihat mata Xiao Chen yang nampak berbinar cerah tanpa alasan.


.


Esok harinya Si Feixiang dan keluargannya membuat rombongan dengan kerajaan petir, mereka setuju mengadakan pertunangan secepatnya di negara petir sementara raja kerajaan api memberikan kekuasaan sementara pada adiknya.


Si Feixiang nampak santai saja, ia mengenakan hanfu putih lembut yang membuat dirinya seakan -akan adalah malaikat yang tercipta dari kepingan salju sedangkan Xiao Chen memakai jubah hitam yang memberikan kesan tegas dan menawan pada dirinya.

__ADS_1


Ayah dan ibunya memakai pakaian merah yang serasi, Si Xiang Hua memakai hanfu ungu cerah yang nampak mencolok, Si Lan Yura dan Si Zheng memakai pakaian berwarna merah darah.


Mereka menaiki kereta kuda tetapi Si Feixiang dan Xiao Chen memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan tetapi mereka diharuskan membawa beberapa pengawal dan mereka hanya mengangguk.


Segera Si Feixiang dan Xiao Chen pergi ke hutan tempat pertama mereka bertemu, "Kau yakin ingin mencari herbal tanpa mengecek ibuku dulu?" tanya Xiao Chen saat mereka tiba disana, "Aku tahu dia sakit apa hanya dari mendengar penjelsanmu. "


Xiao Chen hanya menghela nafas saja mendengrnya, ia tidak meragukannya tetapi sulit melihat Si Feixiang yang masih berusia 13 mengatakan mudah untuk mengobati penyakit ibunya seakan - akan bukan penyakit yang berarti.


Si Feixiang tertawa kecil dalam obatnya, penyakit yang di derita ibu Xiao Chen hanyalah cacar yang belum terlalu parah, disisi lain ia ingin menangis saat mengetahui ia harus mengobati penyakit cacar. Dikehidupan sebelumnya bahkan para pelayannya mampu untuk mengobati cacar, dan dia hanya akan menerima penyakit yang kasusnya parah saja, "Apakah ini karma karena aku menolak mengobati orang sakit cacar dan menyuruh pelayanku untuk mengobatinya di kehidupanku yang sebelumnya?" ia tertawa miris di hatinya.


Ia menggelengkan kepalanya cepat, memutuskan untuk mulai mencari tanaman herbal yang ia butuhkan dan beberapa tanaman lain yang ia anggap perlukan selama beberapa waktu kedepan.


Tbc-


Si Lan Yura ( kakak perempuan pertama Si Feixiang )



Si Feixiang



Xiao Chen

__ADS_1



__ADS_2